Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Penyebab Kerusakan Perkerasan Jalan Beton Di Ruas Jalan Darmo Sugondo Gresik Sapto Budi Wasono; Atik Wahyuni; Adhi Muhtadi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.524 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i2.4722

Abstract

Kapten Darmo Sugondo Street daily passed by heavy vehicles which are road access to and leave the Port area in Gresik. Increasing road pavement on Jalan Kapten Darmo Sugondo is absolutely necessary to repair damaged old road pavement to facilitate the flow the transfer of passengers  and  goods,  therefore  an  increase  in  road pavement must  be  in  accordance  with established standards. from the results of the analysis, it is obtained from the location of point 1 with a plate thickness of 25 cm, it turns out the number of fatique 30 <100% (OK), at the location of point 2 it turns out the quantity of 19.504> 100% (not OK) concrete quality 191 kg /cm2. So the concrete plate thickness is insufficient and this damage happened. Because the thickness and quality of the concrete are not comparable to the heavy vehicles if the heavy vehicles passed daily as long as age of the plan.
Potential Number of Passenger and Performance Evaluation of Surabaya School Bus Adhi Muhtadi; Sapto Budi Wasono; Hitapriya Suprayitno; Ervina Ahyudanari
Journal of Infrastructure & Facility Asset Management Vol 1, No 2 (2019): Journal of Infrastructure & Facility Asset Management
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.186 KB) | DOI: 10.12962/jifam.v1i2.5972

Abstract

Surabaya school bus is one of public facilitiesassetsand itsperformance should be evaluated periodically. Because the school bus is a public asset, it necessary to process the facility asset management to maintain operational performance optimally and efficiently. The number of students who use the school bus declines from year to year. Therefore, it’s necessary to study the current performance of school buses and the number of potential students who can use the Surabaya school bus. The method used to survey the number of students utilizing school buses and to conduct school bus performance research. School bus itinerary starts from Dukuh Menanggal Street down to Dharmahusada Indah Street and back to Dukuh Menanggal Street. There are 43 schools along the school buses route. Travel time observed was 1 hour and 10 minutes. The load factoraverage of the 1stschool bus in segment 1 (Dukuh Menanggal - RSI) is 78.67% while in segment 2 (RSI - SMKN 5) it reaches 96%. The load factoraverage of 2nd school bus for segment 1 reach 31.33% and for segment 2 reach only 8%.The total number of students from 11 schools was 12,391 students. However, the number of passengers/day was only 38 students from the operational of two school buses. This indicates that many students were still reluctant to use school buses, so that school bus performance improvements are needed to attract high school and junior high school students.
KINERJA SIMPANG SOEKARNO HATTA – PROJAKAL TERKAIT PEMBANGUNAN IBUKOTA BARU DI KALIMANTAN TIMUR Adhi Muhtadi; Rudy Santosa
AGREGAT Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v7i1.12618

Abstract

Rencana Ibukota baru adalah di Provinsi Kalimantan Timur. Provinsi Kalimantan Timur hingga saat ini mempunyai 2 kota yang sangat penting yakni Balikpapan dan Samarinda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pertumbuhan lalu lintas akibat adanya Ibukota Indonesia yang baru yakni di Kab.Kutai Kertanegara dan Kab. Penajam Paser Utara. Lokasi simpang yang sangat penting untuk ditinjau adalah Simpang Jl. Soekarno Hatta – Jl. Projakal. Simpang tersebut akan ditinjau dari sisi geometrik, hambatan samping dan kinerja operasinya hingga Tahun 2026. Simpang ini sangat penting karena menghubungkan Kota Balikpapan dan Kota Samarinda pada jalan arteri nasional selain jalan tol. Langkah-langkah yang ditempuh adalah melakukan survey geometrik, hambatan samping dan survey lalu lintas pada Simpang Soekarno Hatta – Projakal tersebut. Setelah dilakukan survey, maka langkah selanjutnya adalah melakukan prediksi pertumbuhan kendaraan bermotor hingga Tahun 2026. Setelah mengetahui pertumbuhan kendaraan bermotor, maka dilakukan perhitungan kinerja simpang tidak bersinyal Jl. Soekarno Hatta – Jl Projakal. Hasil analisis diketahui bahwa bilai derajat kejeneuhan sudah melebihi 1,0 pada Tahun 2021 dan 2026. Sehingga diperlukan upaya-upaya peningkatan perbaikan kinerja simpang tersebut di masa yang akan datang. 
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL DI SIMPANG PAPAR UNTUK PERENCANAAN JALAN TOL KERTOSONO-KEDIRI Endro Wibisono; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Adhi Muhtadi
U Karst Vol 3, No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.101 KB) | DOI: 10.30737/ukarst.v3i2.492

Abstract

The Papar intersection is a very congested route because the location is in the Kertosono-Kediri toll road planning area for the economic distribution of the Western and Southern East Java Provinces. There needs to be a traffic engineering management so that the intersection is not increasingly saturated. As a benchmark is the forecasting of traffic performance carried out for 2 years from 2019 to 2021. The intersection of the Simpang Papar due to the construction of the Kertosono-Kediri toll road will decrease the value of the DS by developing the Kertosono-Kediri toll road so that the DS value is below 1 (one). The lowest 2021 DS is 0.17, while the highest DS is 0.46. Based on the results of forecasting, the intersection of Papar after the construction of the Kertosono - Kediri toll road has increased the volume of traffic along with the growth in vehicle numbers. The lowest 2045 DS year is 0.94, while the highest DS is 2.51. The solution to dealing with traffic congestion in the year 2045 is by traffic monitoring, especially the signal settings and vehicle restrictions. Keywords : Traffic Performance, Degree of Saturation, Signal Intersection, Toll PlanningPersimpangan Papar adalah rute yang sangat padat karena lokasinya berada di area perencanaan jalan tol Kertosono-Kediri untuk distribusi ekonomi Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur Selatan. Perlu ada manajemen rekayasa lalu lintas agar persimpangan tidak semakin jenuh. Sebagai patokan adalah peramalan kinerja lalu lintas yang dilakukan selama 2 tahun dari 2019 hingga 2021. Persimpangan Simpang Papar karena pembangunan jalan tol Kertosono-Kediri akan menurunkan nilai DS dengan mengembangkan tol Kertosono-Kediri jalan sehingga nilai DS di bawah 1 (satu). 2021 DS terendah adalah 0,17, sedangkan DS tertinggi 0,46. Berdasarkan hasil peramalan, persimpangan Papar setelah pembangunan jalan tol Kertosono - Kediri telah meningkatkan volume lalu lintas seiring dengan pertumbuhan jumlah kendaraan. Tahun 2045 DS terendah adalah 0,94, sedangkan DS tertinggi adalah 2,51. Solusi untuk menangani kemacetan lalu lintas pada tahun 2045 adalah dengan memonitor lalu lintas, terutama pengaturan sinyal dan pembatasan kendaraan.Kata Kunci: Performa Lalu Lintas, Derajat Kejenuhan, Persimpangan Sinyal, Perencanaan Tol
Development of Public Transport Shelter Integrated with Samsat Drive Thru Sidoarjo Soni Wahyudi; Adhi Muhtadi
Journal of World Conference (JWC) Vol. 4 No. 4 (2022): July 2022
Publisher : NAROTAMA UNIVERSITY, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Sidoarjo Transportation Licensing Service Unit (UPPA) office building is located on Jalan Raya Pagerwaja, Ds Gelam, Kec. Temple, Kab. Sidoarjo, East Java, has been used by the local district government as a Samsat Drive Thru since 2021, where people can pay vehicle taxes from motorbikes or cars. Dishub will also develop a public transport shelter. especially those through the UPPA Building such as Angkot / MPU, Inter-City In- Province Transport (AKDP), and the planned Bus Rapid Transit which will operate in 2022. The method of calculating shelter needs used in this preparation uses the Single Channel - Single Phase & Multi Channel - Single Phase formula so that the final result of this study is the number of needs for each vehicle that carries out activities in the area. From the calculations that have been obtained from this study, the results obtained for vehicles; 1. The motorbike shows that the service level is optimal where there is one facility and one service stage using the Single Channel – Single Phase formula, 2. The car shows that the service level is optimal where there is one facility and one service stage using the Single Chanel formula – Single Phase, 3. City In-Province Transportation (AKDP) & Angkot / MPU based on calculations and data analysis showing shelter needs, namely 3 channels using the Multi Chanel - Single Phase formula, 4. Bus Rapid Transit (BRT) MPU based on calculations and data analysis shows the need for shelter, namely 2 channels using the Multi Channel - Single Phase formula.
PERBANDINGAN RUAS JALAN EKSISTING DAN RENCANA SIMPANG TAK SEBIDANG DI KAWASAN PASAR BLEGA BANGKALAN Adhi Muhtadi
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1 No 1 (2015): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Pasar Blega Bangkalan merupakan kawasan padat penduduk dan salah satu pusat kegiatan perekonomian di Kabupaten Bangkalan. Pada kondisi puncak, panjang antrian mencapai 7 km di sisi timur dan barat Pasar Blega. Waktu perjalanan dalam kondisi normal hanya berkisar 5 menit saja. Akan tetapi pada kondisi puncak bisa mencapai 4 jam untuk melewati kawasan tersebut. Oleh karena itu, wacana pembangunan simpang tak sebidang mengemuka di kalangan instansi yang berwenang. Apabila dibangun simpang tak sebidang di kawasan tersebut nantinya diharapkan arus lalulintas akan semakin lancar. Menurut hemat kami, BOK (Biaya Operasional Kendaraan) merupakan salah satu faktor yang penting untuk mengkaji rencana pembangunan simpang tak sebidang tersebut. Melalui analisis selama 20 tahun (2017-2037), BOK kendaraan apabila melewati jalan eksisting mencapai Rp. 2.514.365.152.052,-. Sedangkan BOK kendaraan apabila diasumsikan 80% melewati simpang tak sebidang dan 20% melewati ruas jalan eksisting mencapai Rp. 1.434.436.778.702,-. Sehingga selama 20 tahun terdapat pengehematan BOK sebesar Rp. 1.079.928.373.350,-. Kata kunci: simpang tak sebidang, ruas jalan eksisting, BOK, Bangkalan
STUDI PENGARUH RENCANA FASILITAS TRANSIT TERHADAP NIAT MENGGUNAKAN ANGKUTAN MASSAL CEPAT DI SURABAYA M. SYAIKHU ANWARI; Adhi Muhtadi; Sapto Budi Wasono
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2 No 1 (2016): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v2i1.182

Abstract

Surabaya menjadi pusat perdagangan, pendidikan, maritim, pariwisata terus mengalami perkembangan pesat. Transportasi di surabaya mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, meningkatnya kesempatan kerja, dan meningkatnya pendapatan masyarakat, Pertumbuhan sepeda dan mobil pribadi yang naik tidak mampu diimbangi oleh pertumbuhan jaringan ataupun kapasitas jalan dan juga Kurangnya masyarakat akan sadarnya dalam menggunakan fasilitas transit sehingga memperihatinkan khususnya dalam memecahkan masalah angkutan umum yang hubunganya dengan kemacetan lalu lintas. Salah satu cara pemerintah dalam mengatasi kemacetan dengan cara membangun AMC yang akan rencananya di realisasikan pada tahun 2017, AMC kota surabaya kedepan mengusung pergerakan berbasis transit, akan tetapi fasilitas-fasilitas transit yang ada sekarang belum mampu menunjang operasional AMC. Untuk itu diperlukan sebuah penilitian terhadap fasilitas-fasilitas transit , indikasi fasilitas transit dalam penilitian ini yaitu fasilitas halte (X1), shelter (X2), jembatan penyebrangan (X3) dan fasilitas parkir (X4), setelah di lakukan berbagai uji dengan 100 responden, menyatakan hasil uji Validitas & Reliabilitas masing masing indikator dari fasilitas Transit adalah seluruh indikator dalam kuisioner layak ditanyakan oleh responden. Sedangkan nilai untuk fasilitas halte adalah β = 0.130, fasilitas shelter sebesar β = 0.039 dan yang sangat berpengaruh besar dalam niat mengggunakan AMC(Y) adalah fasilitas Parkir yang mempunyai nilai β = 0.543. dari uji koefisien determinasi yang didapatkan sebesar 0.387 yang berarti 38.7% niat menggunakan AMC dijelaskan oleh variabel fasilitas halte, shelter, jembatan penyebrangan dan fasilitas parkir. Sedangkan sisanya (100 % - 38,7 % = 61,3 %) dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar model yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Dengan adanya AMC dan fasilitas Transit yang baik, Prasarana yang aman & menyenangkan dapat merubah sistem transportasi di kota surabaya, sehingga masyarakat lebih memilih untuk AMC dari pada kendaraan pribadi dengan perhitungan biaya, waktu dan kenyaman yang efisien.
ANALISIS KETERTARIKAN PENGGUNA MOBIL PRIBADI TERHADAP RENCANA OPERASIONAL TREM DI SURABAYA (Studi Kasus Pada Koridor Utara-Selatan Kota Surabaya) CECEP HIDAYAT; Adhi Muhtadi
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2 No 2 (2018): Narotama Jurnal Teknik Sipil (NOPEMBER, 2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v2i2.706

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar potensi masyarakat di Kota Surabaya yang tertarik dan beralih menggunakan Angkutan Masal Cepat (AMC) Trem. Lokasi yang akan saya pakai untuk bahan penelitian adalah mengambil daerah di sepanjang kawasan rencana rute tram pada koridor utara – selatan. Banyak ruas jalan di Surabaya terlihat sangat padat, sehingga terjadi derajat kejenuhan yang tinggi pada ruas – ruas jalan utama Kota Surabaya. Hal ini pula terjadi karena faktor masyarakat yang tidak begitu berminat menggunakan angkutan umum yang dinilai kurang memenuhi kelayakan penumpangnya, maka direncanakanya operasional trem di masa yang akan datang ini untuk memberikan solusi mengatasi kemacetan di Kota Surabaya. Sehingga disusunlah penelitian ini untuk membahas variabel – variabel apa sajakah yang berpotensi untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat agar berupaya dan bersedia beralih menggunakan Angkutan Masal Cepat (AMC) Trem. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hubungan variabel – variabel untuk meningkatkan ketertarikan pengguna mobil pribadi terbilang lemah yaitu 15, 4% terlihat dari uji R2, berdasarka uji simultan secara keseluruhan semua variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu ketertarikan pengguna mobil pribadi beralih menaiki Trem dengan nilai F tabel F hitung > F tabel yaitu 2,828 > 2,34 yang artinya nilai F hitung lebih besar dari pada F tabel.
EVALUASI KINERJA SIMPANG GKB KEBOMAS TERKAIT PEMBANGUNAN UNDERPASS GRESIK ADHI MUHTADI; Muhammad Shofwan Donny Cahyono
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 4 No 2 (2020): Narotama Jurnal Teknik Sipil (NOPEMBER, 2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v4i2.1291

Abstract

Pembangunan Underpass Gresik dirasakan sudah sangat mendesak. Pembangunan Underpass Gresik tersebut untuk mempersingkat jarak dan waktu tempuh dari sisi Barat ke Timur Jl. Dr. Wahidin S. Gresik atau sebaliknya. Dalam masa pembagunan Underpass dan setelahnya dibutuhkan kajian lalu lintas agar tidak menggangu kinerja Simpang Dr. Wahidin S. Hal ini mengingat Jl. Dr. Wahidin S. adalah jalan nasional yang menampung kendaraan dari beberapa jalan yang terkait diantaranya adalah Jl. Sumatera, Jl. Raya Gresik – Babat, Jl. Mayjen. Sungkono, Jl. Raya Kembangan Asri, dan Jl. Raya Gresik – Lamongan. Jadi permasalahan dalam makalah ini adalah memprediksi kinerja simpang selama pembangunan Underpass dan setelah Underpass pasca operasional.Pengukuran kinerja simpang GKB Gresik bersinyal yang berdasarkan MKJI 1997. Metode penelitian yang digunakan adalah melakukan survey lalu lintas selama 24 jam 7 hari berturut-turut. Setelah mendapatkan volume lalu lintas tiap jamnya, maka akan dihitung kinerja simpang pada kondisi sebelum dibangun. Setelah itu baru memperkirakan perpindahan arus lalu lintas selama pembangunan dan setelah Underpass beroperasi. Dari hasil perhitungan tersebut akan tampak hingga tahun berapa Underpass mampu membantu menurunkan derajat kejenuhan Simpang bersinyal GKB Kebomas tersebut. Sehingga solusi permasalahan dari penelitian ini dapat terungkap.
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL DI SIMPANG PAPAR UNTUK PERENCANAAN JALAN TOL KERTOSONO-KEDIRI Endro Wibisono; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Adhi Muhtadi
U Karst Vol. 3 No. 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/ukarst.v3i2.492

Abstract

The Papar intersection is a very congested route because the location is in the Kertosono-Kediri toll road planning area for the economic distribution of the Western and Southern East Java Provinces. There needs to be a traffic engineering management so that the intersection is not increasingly saturated. As a benchmark is the forecasting of traffic performance carried out for 2 years from 2019 to 2021. The intersection of the Simpang Papar due to the construction of the Kertosono-Kediri toll road will decrease the value of the DS by developing the Kertosono-Kediri toll road so that the DS value is below 1 (one). The lowest 2021 DS is 0.17, while the highest DS is 0.46. Based on the results of forecasting, the intersection of Papar after the construction of the Kertosono - Kediri toll road has increased the volume of traffic along with the growth in vehicle numbers. The lowest 2045 DS year is 0.94, while the highest DS is 2.51. The solution to dealing with traffic congestion in the year 2045 is by traffic monitoring, especially the signal settings and vehicle restrictions. Keywords : Traffic Performance, Degree of Saturation, Signal Intersection, Toll PlanningPersimpangan Papar adalah rute yang sangat padat karena lokasinya berada di area perencanaan jalan tol Kertosono-Kediri untuk distribusi ekonomi Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur Selatan. Perlu ada manajemen rekayasa lalu lintas agar persimpangan tidak semakin jenuh. Sebagai patokan adalah peramalan kinerja lalu lintas yang dilakukan selama 2 tahun dari 2019 hingga 2021. Persimpangan Simpang Papar karena pembangunan jalan tol Kertosono-Kediri akan menurunkan nilai DS dengan mengembangkan tol Kertosono-Kediri jalan sehingga nilai DS di bawah 1 (satu). 2021 DS terendah adalah 0,17, sedangkan DS tertinggi 0,46. Berdasarkan hasil peramalan, persimpangan Papar setelah pembangunan jalan tol Kertosono - Kediri telah meningkatkan volume lalu lintas seiring dengan pertumbuhan jumlah kendaraan. Tahun 2045 DS terendah adalah 0,94, sedangkan DS tertinggi adalah 2,51. Solusi untuk menangani kemacetan lalu lintas pada tahun 2045 adalah dengan memonitor lalu lintas, terutama pengaturan sinyal dan pembatasan kendaraan.Kata Kunci: Performa Lalu Lintas, Derajat Kejenuhan, Persimpangan Sinyal, Perencanaan Tol