Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli Putri, Inayati Diana; Marfuati, Sri; Weni, Mustika
InaBHS (Indonesian Journal of Biomedicine and Health Science) Vol 3 No 2 (2024): Indonesian Journal of Biomedicine and Health Science
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/inabhs.v3i2.10523

Abstract

Latar Belakang : Escherichia coli merupakan bakteri penyebab diare. Banyak yang melaporkan terjadinya resistensi antibiotik terhadap Escherichia coli. Oleh karena itu dibutuhkan alternatif pengobatan. Beberapa penelitian mengatakan Daun Kemangi mengandung zat metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan : Mengetahui Daya Hambat Fraksi Etil Asetat Daun Kemangi (Ocimum basilicum L) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli. Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian post-test only control grup design. Penelitian ini menggunakan 5 kelompok, yaitu 2 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan terdiri dari fraksi etil asetat dari daun kemangi konsentrasi 12,5%, 25% , 50% . Kelompok kontrol yaitu kontrol positif (K(+)) dengan cotrimoxazole dan kontrol negatif (K(-)) yaitu Dimetil Sulfoksida (DMSO) 10%. Data diuji menggunakan uji Kruskal wallis dan dilanjutkan dengan uji beda Mann Whitney Hasil : Pada uji Kruskal walls terdapat perbedaan yang signifikan (p-value < 0,050), terhadap pemberian perlakuan fraksi etil asetat daun kemangi. Didapat rerata terbesar yaitu pada fraksi etil asetat konsentrasi 12,5% 28960000000. Dilanjutkan dengan uji Mann whitney untuk mengetahui perbedaan antar kelompok, didapatkan perbedaan daya hambat pada masing-masing konsentrasi Kesimpulan : Kadar hambat minimum dari fraksi etil asetat daun kemangi terhadap pertumbuhan Escherichia coli konsentrasi 12,5% dengan nilai TPC sebesar 28960000000, dan terdapat perbedaan yang bermakna setiap konsentrasi fraksi etil asetat daun kemangi terhadap pertumbuhan Escherichia coli Kata Kunci : Daun Kemangi, Fraksi, Escherichia coli
HUBUNGAN POLA ASUH DAN PEMBERIAN MAKAN DENGAN STUNTING DI PUSKESMAS NELAYAN CIREBON Rahadian, Zulfikar; Afandi, Thysa Thysmelia; Weni, Mustika
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55562

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia. Prevalensi stunting di Indonesia masih relatif tinggi, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Nelayan Kota Cirebon. Berbagai faktor berperan dalam terjadinya stunting, di antaranya pola asuh dan praktik pemberian makan yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh dan pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nelayan Kota Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Nelayan Kota Cirebon, dengan jumlah sampel sebanyak 81 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pola asuh dan pemberian makan, sedangkan variabel dependen adalah kejadian stunting. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola asuh dan pemberian makan, serta data status stunting yang diperoleh dari catatan antropometri balita. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dan Spearman, serta multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian makan dengan kejadian stunting (p = 0,000; r = -0,663) serta antara pola asuh dengan kejadian stunting (p = 0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa pemberian makan memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap kejadian stunting dibandingkan pola asuh. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara pola asuh dan pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nelayan Kota Cirebon, dengan pemberian makan sebagai faktor yang paling berpengaruh.