Meningkatnya tingkat persaingan bisnis menuntut kemampuan suatu perusahaan untuk bersaing dengan tujuan mencapai target yang telah ditentukan agar tampil lebih unggul dibandingkan organisasi lain. Perusahaan harus mengatur operasinya secara akurat dan tepat. Setelah itu, peneliti dapat berfokus pada bisnis untuk mengetahui posisi perusahaan, dan mengetahui kemana arah perusahaan yang akan diambil, dan langkah apa yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kekuatan dan menangkap kemungkinan-kemungkinan yang ada. UMKM pemilik produk rebana di Gresik merupakan salah satu pelaku usaha yang berlokasi di Dusun Kaliwot Desa Bungah mengalami fluktuasi penjualan produk tersebut, menurut observasi awal dan wawancara mengacu pada 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence), dan mengalami kendala persaingan promosi dan harga jual produk yang bersaing.Penjualan produk rebana diperkirakan turun pada tahun 2021-2023 akibat persaingan harga di pasaran, serta manajemen pemasaran yang masih menggunakan cara manual/tradisional dan tidak memanfaatkan IT atas keberadaan produk yang sudah dihasilkan. Dalam hal ini UMKM harus melakukan perencanaan dan perbaikan untuk mengatasi hal tersebut, khususnya UMKM harus menyusun strategi pemasaran agar penjualan produk rebana kembali seperti tahun sebelumnya dan mampu bersaing dengan industri rumah tangga rebana.Matriks IFE merangkum dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan utama dalam bidang fungsional bisnis, serta dasar untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi hubungan antara bidang-bidang tersebut, sedangkan matriks EFE merangkum dan mengevaluasi bidang ekonomi, sosial atau budaya, demografi, politik, dan pemerintahan. informasi, aturan, alam, teknologi, dan daya saing. Berfokus pada pengembangan solusi alternatif yang layak dengan mencocokkan komponen internal dan eksternal utama yang diidentifikasi pada tahap sebelumnya. Matriks IE digunakan sebagai alat analisis guna memperoleh strategi bisnis yang lebih tepat pada tingkat korporat atau divisi bisnis. Teknik analisis yang digunakan adalah matriks QSPM, yang memungkinkan evaluasi objektif terhadap berbagai solusi berdasarkan variabel keberhasilan internal dan eksternal. Skor matriks IFE sebesar 0,21 menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengkompensasi kekurangan yang ada dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki, total skor matriks EFE yang diperoleh sebesar 0,72 menunjukkan bahwa UMKM ini masih kecil nilainya dan merespons faktor eksternal secara efektif dengan memanfaatkan peluang yang ada untuk mengatasi ancaman. SWOT menghasilkan empat strategi potensial yang dapat dipilih organisasi yakni : meningkatkan kualitas dan kreativitas produk dan sumber daya mentah untuk memenuhi permintaan pasar yang ditargetkan, menyewa kios dan tempat produksi di area krusial, serta mengembangkan tim pemasaran berbasis online agar lebih mudah diketahui banyak orang, mencari tenaga kerja yang lebih terampil dan kreatif untuk menghasilkan berbagai macam motif guna meningkatkan loyalitas konsumen, bekerjasama membentuk usaha patungan untuk meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan kegiatan promosi yang lebih efektif dan efisien seperti brosur, spanduk, atau baliho untuk mencari calon konsumen, memperluas wilayah pemasaran, dan meningkatkan volume penjualan. Dalam matriks QSPM, salah satu dari empat alternatif strategi yang ada diprioritaskan bagi perusahaan, yaitu menyewa kios sekaligus tempat produksi di kawasan strategis, dan membentuk tim pemasaran berbasis online untuk memudahkan banyak orang mengetahuinya dengan skor TAS 6,01.