Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENDEKATAN NEUROSAINS DALAM PERMAINAN TRADISIONAL BOLA BEKEL UNTUK MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN PERUMAHAN SUKARAMI, KOTA BENGKULU Lestari, Dita; Komaria, Ria; Nisa, Hairatun; Lingga, Apriska Nursa
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6298

Abstract

This study aims to analyze the neuroscience approach in the traditional game of “bola bekel” to develop fine motor skills of early childhood in Sukarami Residential Area, Bengkulu City. The research used a qualitative descriptive method through observation, interviews, and documentation with children aged 4–6 years. The results showed that playing bola bekel provides significant stimulation to children’s fine motor development through hand-eye coordination, concentration control, and neural activity related to motor skills. The findings highlight that traditional games can serve as an effective neuroscience-based learning tool for early childhood, especially in non-formal environments such as residential areas.
KAJIAN NEOROSAINS DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI Julika, Agnes Alfitri; Mardayanti, Emillia; Lestari, Ayu; lestari, Dita
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6371

Abstract

Perkembangan anak usia dini merupakan fondasi penting bagi pembentukan kemampuan kognitif, emosional, sosial, dan kreatif di masa depan. Kreativitas tidak hanya berkaitan dengan seni atau ekspresi diri, tetapi juga melibatkan pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip-prinsip neurosains dalam mengembangkan kreativitas pada siswa usia dini di TK Mutiara Bunda. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di TK Mutiara Bunda telah menerapkan kegiatan pembelajaran yang multisensori, menyenangkan, dan merangsang berbagai area otak, meskipun pemahaman konseptual tentang neurosains masih terbatas. Anak-anak yang berpartisipasi dalam kegiatan ini menunjukkan peningkatan kreativitas, kepercayaan diri yang lebih besar dalam mengekspresikan diri, dan kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan prinsip-prinsip neurosains dalam pendidikan anak usia dini dapat menjadi strategi yang efektif untuk menumbuhkan kreativitas anak secara optimal.