Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

MEDIA MIND MAPING TERHADAP DAYA INGAT ANAK USIA PRASEKOLAH Inayatur Rosyidah; iva Milia Hani Rahmawati
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i1.1131

Abstract

Pendahuluan: Anak usia prasekolah memiliki karakterstik yang unik dalam perkembangannnya, Daya ingat merupakan kemampuan mengingat, bisa menerima, menyimpan, dan menimbulkan kembali pengalaman yang dialaminya, jika hanya diberi sedikit petunjuk maka akan menghadapi kesulitan untuk menerima atau menyimpan informasi dalam jangka waktu panjang. Tujuan : Menganalisis pengaruh media mind maping terhadap daya ingat anak usia prasekoah. Metode : Desain penelitian ini menggunakan “Pra experimental” (One Group Pra Test – Post Test Design). Sampel penelitian ini adalah anak usia prasekolah (TK B) di TK Al-Ashfiyah Mbedah Jombang sejumlah 40 siswa dan sampel dalam penelitian ini adalah sebagian siswa sejumlah 37 yang diambil dengan teknik simple random sampling. Variabel independen adalah media mind maping dan variabel dependen adalah daya ingat anak. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrument kuesioner sebelum dan sesudah pemberian media mind maping. Cara menganalisanya dengan menggunakan “Uji Wilcoxon” dengan tingkat signifikan ρ < 0,05. Hasil : Daya ingat anak sebelum diberikan media mind mapping hampir seluruhnya daya ingat cukup sebanyak 36 responden (97,3%), dan setelah diberi media mind mapping daya ingat anak seluruhnya baik sebanyak 37 responden (100%). Hasil uji Wilcoxon menunjukan bahwa nilai r=0,000 yang berarti lebih kecil dari nilai alpha (0,05) maka diterima. Kesimpulan : Ada pengaruh media mind mapping terhadap perkembangan anak usia pra sekolah di TK Al-Ashfiyah Mbedah Jombang
THE EFFECT OF THERAPEUTIC COMMUNICATION TO THE ANXIETY IN FACING RETIREMENT FOR PRE ELDERLY (STUDIED IN THE VILLAGE OF DEMPELAN DISTRICT OF MADIUN, MADIUN REGENCY) Veni Medika Sari; Asrina Pitayanti; Iva Milia Hani Rahmawati
Jurnal Keperawatan Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retirement should make people happy because they can enjoy their elderly. But otherwise retirement is oftenestimated as a reality that can not be satisfied so before the time comes partially the people fell worriedbecause they do not know what kind of life they will face later. The purpose of this research was to know theeffect of therapeutic communication to the elderly anxiety in facing retirement to the pre elderly in the villageof Dempelan district of Madiun Madiun regency.This research design was one group pre test post tetsdesign. The population was all employers who would experience retirement in the village of Dempelandistrict of Madiun Madiun regency was a number of 12 people. The sampling technique used was totalsampling with the sample a number of 12 people. The variable in this research consisted of independentvariable that’s therapeutic communication and the dependent variable was the anxiety in facing retirement tothe pre elderly. The research instrument used questionnaire with data processing by editing, coding, scoring,tabulating and the statistic test used wilcoxon. The research result showed that’s most of anxiety in facingretirement which given therapeutic communication was moderate amounted 7 respondent (58,3%) and mostof anxiety in facing retirement which given therapeutic communication was normal amounted 8 respondent(66,7%). The test of wilcoxon showed that’s the significant value of  = 0,000 <  (0,05), so H0 rejected andH1 accepted. The conclusion is that there’s relation of therapeutic to the elderly anxiety in facing in facingretirement to the pre elderly in the village of Dempelan district of Madiun Madiun regency.
RELATIONSHIP PARENT CHILD SOCIAL INTERACTION WITHSUCCESSIN NURSERY SCHOOL DHARMA WANITA II KEDUNGADEM 2014 Oktavia Eka Muji Rahayu; Asrina Pitayanti; Iva Milia Hani Rahmawati
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Child's social interaction was linked by the role of parents. Each world parent responsible forthe child'ssuccess in social interaction both in the lives of children with the them eas well as interacting with thecommunity at large. Too vercome this, the parents should train their children in order to interact with theirpeers and as atransmitter control functions as well asa reminder of the lessons given in schools in relation tothe interaction with peers. There fore, searchers interested in studying the role of Relationship Parent ChildSocial Interaction Withsuccessin Nursery School Dharma Wanita II Kedungadem 2014.The research design used a cross-sectional survey of analytic models of the kind of research thatemphasizesthe time measurement/observation of the independent and dependent variable data only once at atime, the population in this study were all mother and son who become students in Nursery School DharmaWanita II Kedungadem number 33 people, the samples in this study were 30 mothers and their children aredone with random sampling is random sampling. Measuring instruments used in this study was aquestionnaire.The data is processed through the stages of editing, coding, scoring, tabulating and presented in tables laterin the analysis through the Test Statisticwith Spearmans Correlation (rs) Calculate the value of Spearman'scorrelation (rs) and then compared with Table Spearman (rs table). The decision was taken from thecomparison. If rs >rs table, H0 is rejected and H1 is accepted. Means there is a significant associationbetween the two variables measured, meaning that HO is rejected and H1 is accepted.The results ofthis study concluded that there is a relationship between the role of parent to a child's successin Nursery School social in teraction Dharma Wanita II Kedungadem 2014.Key words: The role ofparents, success, socialinteraction, Children
PENGARUH TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP PERUBAHAN NYERI PUNGGUNG PADA PEKERJA BERAT (PETANI) Eko Dian Purwanto; Marxis Udaya; Iva Milia Hani Rahmawati
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri punggung merupakan sutu masalah yang mengganggu aktifitas serta kenyamanan sehari-hari, sebagian beasar pekerja berat (petani) mengalami masalah nyeri pada punggung yang terjadi karena aktifitas kerja.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bekan basah terhadap pekerja berat (petani) di Dusun Gembrong Desa Japanan Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Desain penelitian ini adalah one group pre-post test design, menggunakan uji statistik Wilcoxon, populasinya adalah seluruh pekerja berat (petani) yang mengalami nyeri punggung di Dusun Gembrong Desa Japanan Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan random sampling. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner, Varabel independen dalam penelitian ini adalah terapi bekan basah sedangkan variable dependennya adalah nyeri punggung dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden mengalami nyeri berat terkontrol sebelum diberikan intervensi dan setelah dilakukan intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri ringan. Berdasarkan hasil uji analisa Wilcoxon  didapatkan hasil p = 0,006 < α =0.05 artinya H1 diterima yang menunjukkan ada pengaruh bekam basah terhadap peenurunan nyeri pada pekerja berat (petani). Berdasarkan hasilpenelitian tersebut disimpulkan bahwa ada pengaruh bekam basah terhadap perubahan nyeri punggung pada pekerja berat (petani) di Dusun Gembrong Desa Japanan Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang.
PEER GROUP SUPPORT DENGAN PERILAKU MEMILIH JAJANAN PADA ANAK USIA SEKOLAH (Studi pada Anak Kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Ngoro Jombang) Iva Milia Hani Rahmawati; Ifa Nita Safitri
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : perilaku anak usia sekolah cenderung belum bisa memilah dan memilih mana jajanan sehat dan tidak sehat. Saat anak disekolah, teman berperan penting dalam pemilihan jajanan. Tujuan penelitian: menganalisis hubungan peer group support dengan perilaku memilih jajanan pada anak usia sekolah kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Ngoro Jombang. Metode penelitian: analitik cross sectional. Populasi seluruh siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Ngoro Jombang sebanyak 69 siswa. Teknik pengambilan sampel proporsional random sampling dengan sampel sebanyak 59 siswa dari kelas IV semangat dan giat. Instrument penelitian variabel peer group support dan perilaku memilih jajanan menggunakan lembar kuesioner. Pengelolaan data editing, coding, skoring, dan tabulating. Analisa data dengan uji statistik Chi Square. Pembahasan: menunjukkan dari 59 responden hampir seluruh responden mempunyai support positif sebanyak 47 (79,7%), support negatif sebanyak 12 (20,3%) dan hampir seluruh responden mempunyai perilaku positif sebanyak 45 (76,3%), perilaku negatif sebanyak 14 (23,7%). Hasil penelitian: p value = 0,017 < 0,05 yang berarti H1 diterima. Kesimpulan: ada hubungan peer group support dengan perilaku memilih jajanan pada anak usia sekolah. Saran: anak usia sekolah diharapkan dapat mempertahankan perilaku sehat mereka dalam memilih jajanan.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN CARE GIVER DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM PERAWATAN DIRI (Studi di Desa Carangrejo, Kesamben, Jombang) Iva Milia Hani Rahmawati
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan No. 15 No.1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan kelompok khusus yang membutuhkan perhatian lebih dalam banyak asepek kehidupan, salah satunya perhatian dalam kemandirian oleh yang merawat. Kemunduran kemandirian yang dialami salah satunya kemampuan merawat diri, yang dapat menyulitkan kehidupan pribadi, keluarga dan care giver. Tujuan penelitian ini untuk  menganalisa hubungan tingkat pendidikan care giver dengan kemandirian lansia dalam perawatan diri di Desa Carangrejo, Kesamben, Jombang.Rancangan penelitian yang digunakan observasi model Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh care giver yang merawat lansia di Desa Carangrejo, Kesamben, Jombang. Teknik sampling menggunakan Simpel Random Sampling dengan sampel berjumlah 31 orang. Data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner kepada responden dan menggunakan uji statistic Spearman-Rho dengan kemaknaan α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan dari 31 responden, sebagian besar responden berpendidikan SD 16 orang (51,6%),  dan sebagian besar dari lansia mengalami kemandirian ketergantungantungan sedang dalam perawatan diri 15 orang (48,4%), berdasarkan  hasil  uji  statistic Spearman-Rho didapatkan  hasil p-value =  0.006 (<0,05), berarti ada hubungan  tingkat pendidikan care giver dengan kemandirian lansia dalam perawatan diri. Kesimpulan penelitian ada hubungan antara tingkat pendidikan care giver dengan kemandirian lansia dalam perawatan diri.
Pengaruh metode Applied Behaviour Analysis (ABA) terhadap kemampuan interaksi sosial anak autis Agung Joko Sugiarto; Iva Milia Hani Rahmawati
Jurnal Keperawatan Vol 18 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v18i2.819

Abstract

Gangguan interaksi sosial membuat anak autis terasingkan dengan lingkungannya. Pemberian metode Applied Behaviouir Analysis (ABA) dapat membantu mereka mempelajari keterampilan sosial dasar seperti memperhatikan, mempertahankan kontak mata, dan dapat membantu mengontrol masalah perilaku. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh Metode Applied Behaviouir Analysis (ABA) terhadap kemampuan interaksi sosial anak autis. Desain penelitian menggunakan pra eksperimental one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini semua anak autis yang ada di SLB Autis Seribu Warna Kepanjen, dengan sampel berjumlah 33 anak. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Variable independen metode Applied Behaviouir Analysis (ABA) dan dependen kemampuan interaksi sosial. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Pengolahan data editing, coding, scoring dan tabulating dan analisa menggunakan uji Wilcoxon sign rank test. Hasil Penelitian sebelum diberikan metode ABA menunjukkan sebagian besar responden memiliki kriteria kurang (66,7%) dengan jumlah 22, setelah diberikan metode ABA menunjukkan hampir seluruh responden dengan kategori cukup (81,8) dengan jumlah 27 responden. Hasil uji statistik dengan metode uji wilcoxon didapatkan hasil nilai p sebesar 0,000 < α=0,05 sehingga H1 diterima. Kemampuan interaksi sosial setelah dilakukan metode ABA menunjukkan. Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh metode Applied Behaviour Analysis (ABA) terhadap Kemampuan interaksi sosial anak autis di SLB Autis Seribu Warna Kepanjen Kabupaten Jombang. Metode Applied Behaviour Analysis (ABA) dapat dijadikan sebagai suatu stimulasi untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak autis yang dapat dijadikan sebagai pendidikan pendamping yang dapat diterapkan di sekolah.
Hubungan pola asuh dengan perilaku bullying pada anak sekolah dasar Iva Milia Hani Rahmawati; Inayatur Rosyidah; Hartatik Hartatik
Jurnal Keperawatan Vol 20 No 2 (2022): Edisi Khusus Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v20i2.1040

Abstract

Perilaku bullying merupakan perilaku seseorang khususnya lebih kuat menyakiti baik fisik maupun secara verbal terhadap orang yang lemah. Salah satu faktor penyebab seorang anak melakukan perilaku bullying adalah pola asuh orang tua. Pola asuh yang tepat dalam mengasuh dan mendidik anak sangat dibutuhkan, karena pola asuh akan mempengaruhi kondisi psikologis anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola asuh orang tua, perilaku bullying pada anak sekolah dasar serta menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku bullying pada anak sekolah dasar di Sekolah Dasar Negeri Carangrejo 02, Kesamben, Jombang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 responden terdiri dari siswa Sekolah dasar dan orang tua/wali dengan menggunakan purposive sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah desain cross sectional dan Analisa data yang digunakan untuk mengetahui hubungannya adalah uji Chi Square. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku bullying pada siswa sekolah dasar SDN Carangrejo 02, Kesamben, Jombang. Saran dapat diadakan kegiatan parenting dengan tema penguatan pola asuh dan bullying serta penanggulanganya.
PENERAPAN BRAIN GYM SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI FUNGSI KOGNITIF DAN KESEHATAN JIWA LANSIA DI KOMUNITAS: APPLICATION OF BRAIN GYM TO ENHANCE COGNITIVE AND MENTAL HEALTH AMONG OLDER ADULTS IN COMMUNITY SETTINGS Zulvana; Rahmawati, Iva Milia Hani; Wiseno, Bambang
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.337

Abstract

Abstrak  Perubahan struktur demografis global menunjukkan peningkatan signifikan pada populasi lansia, termasuk di Indonesia. Lansia kerap menghadapi berbagai tantangan psikososial seperti penurunan fungsi kognitif, kecemasan, stres, dan kehilangan peran sosial. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang holistik, murah, dan mudah diimplementasikan di komunitas. Brain Gym atau senam otak merupakan pendekatan non-farmakologis berbasis gerakan sederhana yang terbukti dapat mengoptimalkan fungsi otak dan kesehatan mental. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam mempraktikkan gerakan Brain Gym. Kegiatan dilakukan pada 25 lansia di Posyandu Dusun Ngemplak, Kediri, melalui metode edukasi dan pelatihan partisipatif. Lansia dikenalkan dengan lima gerakan utama Brain Gym: Cross Crawl, Hook-Ups, Brain Buttons, Lazy 8s, dan Positive Points. Hasil pre-test menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan awal berada pada angka rata-rata 25%, dan meningkat menjadi 86% pada post-test. Pada aspek praktik, hanya 12% lansia yang mampu melakukan seluruh gerakan dengan benar sebelum pelatihan, sedangkan setelah pelatihan, 84% peserta mampu melakukannya secara mandiri dan percaya diri. Intervensi ini terbukti meningkatkan pemahaman dan kemampuan lansia dalam menjaga kesehatan otak dan jiwa melalui aktivitas fisik ringan. Brain Gym sangat potensial untuk diterapkan secara berkelanjutan di komunitas lansia sebagai strategi promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan masyarakat.  Kata kunci: lansia, kesehatan jiwa, fungsi kognitif, Brain Gym, pengabdian masyarakat Abstract  The global demographic shift indicates a significant increase in the elderly population, including in Indonesia. Older adults often face various psychosocial challenges such as cognitive decline, anxiety, stress, and loss of social roles. Therefore, a holistic, low-cost, and community-friendly intervention is urgently needed. Brain Gym, or educational kinesiology, is a non-pharmacological approach involving simple body movements proven to optimize brain function and mental well-being. This community service activity aimed to improve the knowledge and practical skills of older adults in performing Brain Gym exercises. The program was conducted for 25 elderly participants at Posyandu Dusun Ngemplak, Kediri, using participatory education and training methods. The participants were introduced to five basic Brain Gym movements: Cross Crawl, Hook-Ups, Brain Buttons, Lazy 8s, and Positive Points. Pre-test results showed an initial average knowledge level of 25%, which increased to 86% after the session. In terms of practice, only 12% of participants could perform all movements correctly before the training, while 84% succeeded in doing them independently and confidently after the intervention. This program proved effective in enhancing both understanding and ability of the elderly in maintaining cognitive and emotional health through simple physical activities. Brain Gym has strong potential to be implemented sustainably in community settings as a promotive and preventive strategy within public health services.  Keywords: elderly, mental health, cognitive function, Brain Gym, community engagement
EFEKTIFITAS EDUKASI PENCEGAHAN PERILAKU SELF HARM TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN PERILAKU SELF HARM PADA MASYARAKAT DI DESA PELEM : EFFECTIVENESS OF SELF-HARM BEHAVIOR PREVENTION EDUCATION ON INCREASING KNOWLEDGE OF SELF-HARM BEHAVIOR PREVENTION IN THE COMMUNITY IN PELEM VILLAGE Rahmawati, Iva Milia Hani; Zulvana; Wiseno, Bambang
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.345

Abstract

Abstrak   Pendahuluan : Perilaku self-harm menjadi isu kesehatan mental yang semakin mengkhawatirkan di berbagai kalangan masyarakat, termasuk di tingkat desa. Kurangnya pemahaman dan informasi yang memadai mengenai self-harm dapat menghambat upaya pencegahan dan penanganan dini. Oleh karena itu, intervensi edukasi yang efektif diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Tujuan : Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi pencegahan perilaku self-harm terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat di Desa Pelem. Metode : Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif, dengan melibatkan warga desa Pelam yang tergabung dalam posyandu Dahlia dalam pelaksanaan program edukasi mengenai definisi, faktor risiko, dampak, dan cara pencegahan perilaku self-harm di masyarakat. Hasil : Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan. Sebelum diberikan edukasi pengetahuan dan pencegahan tentang self harm pada masyarakat desa pelem adalah 20%. Sedangkan setelah diberikan edukasi tentang pencegahan perilaku self harm meningkat sejumlah 80%. Hal ini mengindikasikan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Pelem tentang pencegahan perilaku self-harm. Kesimpulan : Edukasi pencegahan perilaku self-harm terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Pelem. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya deteksi dini, pencegahan, dan penanganan yang lebih baik terhadap isu self-harm di tingkat komunitas. Saran : Disarankan untuk mengembangkan program edukasi serupa dengan cakupan yang lebih luas dan metode yang lebih variatif. Kata kunci : Self Harm, Pengetahuan, Masyarakat Abstract Introduction: Self-harm behavior is an increasingly worrying mental health issue in various communities, including at the village level. Lack of understanding and adequate information about self-harm can hinder prevention and early treatment efforts. Therefore, effective educational interventions are needed to improve community knowledge. Objective: This community service aims to analyze the effectiveness of education on preventing self-harm behavior on improving community knowledge in Pelem Village. Method: The method used in this service is a participatory approach, involving Pelam villagers who are members of the Dahlia integrated health post in implementing an education program on the definition, risk factors, impacts, and how to prevent self-harm behavior in the community. Results: The results showed a significant increase. Before being given education, knowledge and prevention about self-harm in the Pelem village community was 20%. While after being given education about preventing self-harm behavior, it increased by 80%. This indicates that the education provided is effective in increasing the knowledge of the Pelem Village community about preventing self-harm behavior. Conclusion: Education on preventing self-harm behavior has proven effective in increasing community knowledge in Pelem Village. This increase in knowledge is expected to contribute to early detection, prevention, and better handling of self-harm issues at the community level. Suggestion: It is recommended to develop similar educational programs with wider coverage and more varied methods Keywords: Self Harm, Knowledge, Society