Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KEKUATAN PEMBUKTIAN ALAT BUKTI ELEKTRONIK DALAM HUKUM ACARA PERDATA INDONESIA Kesha, Rafi; Khalil N, Adam; Jafair, M Avilla Bakri; Putri, Rizha Claudilla
Journal of Golden Generation Legal Science Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026: Journal of Golden Generation Legal Science
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggls.v2i2.528

Abstract

Tansformasi digital telah mengubah pola hubungan hukum masyarakat Indonesia, termasuk dalam aspek pembuktian perkara perdata. Dokumen dan informasi yang sebelumnya berbentuk fisik kini banyak hadir dalam format elektronik, seperti email, pesan instan, dokumen digital, serta rekam jejak transaksi daring. Perkembangan tersebut menuntut penyesuaian sistem pembuktian perdata yang secara historis bertumpu pada alat bukti klasik sebagaimana diatur dalam HIR/RBg dan KUH Perdata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan bukti elektronik dalam hukum acara perdata, mengkaji parameter kekuatan pembuktiannya yang meliputi keabsahan (admissibility), autentikasi dan integritas (reliability), serta pembobotan (probative weight), serta menilai implikasi penerapan e-Court dan e-Litigation terhadap praktik pembuktian di pengadilan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan metode studi pustaka, menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, bukti elektronik telah diakui sebagai alat bukti hukum yang sah melalui UU ITE dan diposisikan sebagai perluasan alat bukti yang sah dalam hukum acara. Namun, kekuatan pembuktiannya tidak bersifat otomatis, melainkan bergantung pada terpenuhinya syarat formil dan materiil, khususnya terkait autentikasi dan integritas data. Praktik e-Litigation memperluas penggunaan dokumen elektronik dalam proses beracara, tetapi juga memunculkan tantangan terkait originalitas, risiko manipulasi, dan pemenuhan formalitas. 
Perlindungan hukum bagi pencipta atas eksploitasi karya oleh artificial intelligence dalam sistem peradilan perdata Fathurrohman, M. Danish; Abyaz, M Fawzy; Septian, M Rafli; Putri, Rizha Claudilla
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/humantech.v5i3.6061

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence telah membawa perubahan signifikan dalam proses penciptaan dan pemanfaatan karya di era digital. Dilain sisi, teknologi ini memberi manfaat besar dalam berbagai bidang, namun di sisi lain menimbulkan persoalan hukum terkait eksploitasi karya cipta tanpa izin yang berpotensi merugikan hak-hak pencipta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi pencipta atas eksploitasi karya oleh Artificial Intelligence. Fokus kajian meliputi bentuk perlindungan hukum yang tersedia, pihak-pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban, kedudukan hukum pencipta dalam sengketa perdata, kriteria penggunaan karya oleh Artificial Intelligence yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hak cipta, urgensi perlindungan hukum khusus, dan mekanisme penyelesaian sengketa serta pembuktian dalam perkara perdata. Analisis dilakukan terhadap peraturan perundang-undangan yang relevan, khususnya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Meskipun Artificial Intelligence belum diakui sebagai subjek hukum, pertanggungjawaban perdata dapat dibebankan kepada pengguna dan pengembang yang mengendalikan dan memperoleh manfaat dari Artificial Intelligence tersebut.