p-Index From 2021 - 2026
7.543
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sosiologi Reflektif JOURNAL OF INDONESIAN ISLAM Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman Sosial Budaya JPW (Jurnal Politik Walisongo) Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Dinika : Academic Journal of Islamic Studies Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora KABILAH : Journal of Social Community Tribakti: jurnal pemikiran keIslaman Jurnal Sosiologi Agama Shirkah: Journal of Economics and Business Dialogia: Jurnal Studi Islam dan Sosial Simulacra Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan AL IMARAH : JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK ISLAM Politea : Jurnal Politik Islam RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual Asy-Syariah ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Jurnal Partisipatoris Jurnal Penelitian Keislaman Jurnal Sosiologi Dialektika Walisongo Law Review (Walrev) Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan AT-Turost: Journal of Islamic Studies Sophist Jurnal Sosial Politik Kajian Islam dan Tafsir Ulumuna POLITICA: Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam Kafa’ah: Journal of Gender Studies Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Jurnal Sistem Informasi Mahakarya (JSIM) Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Akademika : Jurnal Pemikiran Islam Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Jurnal Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora ISJOUST Al-Muqaranah : Jurnal Perbandingan Mazhab dan Hukum As-Sakinah Jurnal Hukum Keluarga Islam Digital Muslim Review Al'Adalah Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Dinika: Academic Journal of Islamic Studies. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Madania: Jurnal Kajian Keislaman
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Asy-Syariah

Kemaslahatan Sosial Vaksin sebagai Instrumen Medis Penanggulangan Covid-19 dalam Perspektif Islam Abd Hannan
Asy-Syari’ah : Jurnal Hukum Islam Vol 8 No 1 (2022): Asy-Syari'ah: Jurnal Hukum Islam, Januari 2022
Publisher : Fakultas Syariah Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/assyariah.v8i1.667

Abstract

Abstract One of the instruments to overcome the Covid-19 pandemic is the use of vaccines. Based on medical studies, vaccines contain a number of benefits, especially in building immunity. Only in many cases, not a few people 'reject' the benefits of vaccines on the pretext of religion, especially regarding the legal clarity of permissibility and the content of substances that are considered dangerous (dharurat) for health. This study examines the social benefits of vaccines in dealing with Covid-19 from an Islamic perspective. There are two research questions raised in this study, What is meant by the concept of social benefit in an Islamic perspective? How does vaccination provide social benefits to its users? Methodologically, this study uses qualitative research, the data used comes from two sources, primary and secondary sources. After conducting an in-depth analysis through the use of benefit theory, this study found two important findings; First, vaccines are an instrument of disease prevention that is common in medical circles. Its main function is to carry out prevention through the formation of immune power so that the body will become more immune to virus transmission. In the context of dealing with Covid-19, medically, people who have been vaccinated have a lower risk of transmission than those who have not; Second, from an Islamic perspective, the dimensions of the benefits of using vaccines can be seen from three aspects; 1) The effect is that vaccines have the main function of forming self-immunity. The use of vaccines has a significant influence in suppressing the movement and transmission of Covid, so that the number of spikes and victims can be kept to a minimum; 2) The scope is that vaccines provide two-way protection benefits at the same time, namely self-protection and protection of the environment, family and society in general; 3) The aspect of the strength of the argument, that the use of vaccines has a strong enough Islamic basis or argument, both on the basis of permissibility law and related to its benefit aspects. Keywords: Covid-19 vaccine, Islamic perspective, social benefits of vaccines Abstrak Salah satu instrumen penanggulangan pandemi Covid-19 adalah penggunaan vaksin. Berdasarkan kajian medis, vaksin mengandung sejumlah kemaslahatan, khususnya dalam membentuk kekebalan tubuh. Hanya dalam banyak kasus, tidak sedikit masyarakat ‘menolak’ kemaslahatan vaksin atas dalih agama, khususnya menyangkut kejelasan hukum kebolehan dan kandungan zatnya yang dianggap berbahaya (dharurat)bagi kesehatan. Studi ini mengkaji kemaslahatan sosial vaksin dalam penanggulangan Covid-19 perspektif Islam. Terdapat dua pertanyaan penelitian yang diangkat dalam kajian ini, Apa yang dimaksud dengan konsep kemaslahatan sosial dalam perspektif Islam? Bagaimana vaksinasi memberi kemaslahatan sosial terhadap penggunanya? Secara metodologi, kajian ini mempergunakan jenis penelitian kualitatif, data yang digunakan berasal dari dua sumber, sumber primer dan sekunder. Setelah melakukan analisa mendalam melalui penggunaan teori maslahat, penelitian ini mendapati dua temuan penting; Pertama, vaksin merupakan instrumen pencegahan penyakit yang sudah lazim di kalangan medis. Fungsi utamanya adalah melakukan pencegahan melalui pembentukan daya imun sehingga tubuh akan menjadi lebih kebal terhadap penularan virus. Dalam konteks penanggulangan Covid-19, secara medis orang yang sudah melakukan vaksinasi memiliki risiko penularan lebih rendah daripada yang belum; Kedua,ditinjau dari perspektif Islam, dimensi kemaslahatan penggunan vaksin dapat dilihat dari tiga aspek; 1) Pengaruhnya, bahwa vaksin memiliki fungsi utama membentuk daya imun diri. Penggunaan vaksin memiliki pengaruh signifikan dalam menekan pergerakan dan penularan Covid, sehingga jumlah lonjakan dan korbannya dapat ditekan seminim mungkin; 2) Cakupannya, vaksin memberi manfaat perlindungan dua arah sekaligus, yakni perlindungan diri dan perlindungan terhadap lingkungan, keluarga dan masyarakat secara umum; 3) Aspek kekuatan dalilnya, bahwa penggunaan vaksin memiliki landasan atau dalil keislaman cukup kuat, baik landasan terkait hukum kebolehan maupun terkait aspek kemaslahatannya. Kata Kunci: Vaksin Covid-19, perspektif Islam, kemaslahatan sosial vaksin
Pluralisme Hukum (Islam) dalam Praktik dan Penetapan Hak Waris di Kalangan Muslim Lokal Madura Suaidi; Hannan, Abd
Asy-Syari’ah : Jurnal Hukum Islam Vol. 10 No. 1 (2024): Asy-Syari'ah: Jurnal Hukum Islam, Januari 2024
Publisher : LP3M Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/assyariah.v10i1.1487

Abstract

This study examines the phenomenon of Islamic legal pluralism in the system and practice of determining inheritance rights among the local Madurese Muslim community, by taking a case study in Rubaru District, Sumenep Regency. This study is a field study conducted based on qualitative research. After analyzing field data, this research found two important findings; First, the distribution of community inheritance in Banasare and Mandala villages is in accordance with KHI and Islamic law, because customary law was abolished after Islamization, thus affecting the community's hereditary beliefs and practices, as well as cooperation between Islamic culture and religion; Second, according to customary law the inheritance system among the local Muslim community in Rubaru District, Sumenep is as follows; a) Inherited to those who stay and not inherited to those who migrate as is the case in Basoka Village; b) Given entirely to men, because boys have a big responsibility in life and supporting their wives, as is the case in Karangnangka village; c) given entirely to women such as in Tambaksari village because the traditional inheritance of Rubaru District follows the individual inheritance system because when the property is distributed it can be divided among the heirs so that it is included in the parental kinship system in which descendants who come from the genealogy live parent. Studi ini mengkaji fenomena pluralisme hukum Islam dalam sistem dan praktik penetapan hak waris di kalangan masyarakat muslim lokal Madura, dengan mengambil studi kasus di Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep. Kajian ini merupakan studi lapangan yang dilakukan berdasarkan jenis penelitian kualitatif. setelah melakukan analisa data lapangan, penelitian ini mendapati dua temuan penting; Pertama, pembagian waris masyarakat di desa Banasare dan Mandala sesuai dengan KHI dan hukum Islam, karena hukum adat dihapuskan setelah Islamisasi, sehingga mempengaruhi keimanan dan praktik turun-temurun masyarakat, serta kerja sama antara budaya Islam dan agama; Kedua, menurut hukum adat sistem pewarisan di kalangan Masyarakat Muslim lokal di Kecamatan Rubaru Sumenep adalah sebagai berikut; a) Diwariskan kepada yang menetap dan tidak diwariskan kepada yang merantau seperti yang berlaku di Desa Basoka; b) Diberikan sepenuhnya kepada laki-laki, karena anak laki-laki memiliki tanggung jawab yang besar dalam hidup dan menghidupi istri seperti yang terjadi di desa Karangnangka; c) diberikan seluruhnya kepada perempuan seperti di desa Tambaksari karena warisan adat Kecamatan Rubaru mengikuti sistem pewarisan perseorangan karena pada saat pembagian harta dapat dibagi-bagi di antara para ahli waris sehingga menjadi termasuk dalam sistem kekerabatan orang tua yang di dalamnya tinggal keturunan yang berasal dari silsilah orang tua. Kata Kunci: Pluralisme, Hukum Islam, Hak wris, Muslim Lokal Madura