Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENINGKATAN KESADARAN MULTIKULTURAL DAN PENGALAMAN KERJA MAHASISWA DENGAN INSTITUSI ASING MELALUI LAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT DI WONOSARI YOGYAKARTA: Enhancing Students' Multicultural Awareness and Work Experiences with a Foreign Institution through Community Healthcare Services in Wonosari Yogyakarta Ikaningtyas, Nurlia; Palupi*, Ethic; Yeni Kustanti, Christina; Betaliani Wirata, Resta; Kumala Dewi, Marita; Damar Prasetyaningrum, Oktalia
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v2i2.112

Abstract

Posyandu merupakan pusat kegiatan masyarakat dalam bidang kesehatan yang melaksanakan pelayanan KB, gizi, penanggulangan diare, KIA dan pelayanan tumbuh kembang balita di Indonesia. Kegiatan dilaksanakan oleh, dari dan untuk masyarakat yang dibina oleh tenaga kesehatan di sekitar puskesmas. Posyandu Balita seperti yang ada di Indonesia tidak dilaksanakan di Australia, oleh karena itu Universitas of Canberra dan STIKES Bethesda Yakkum melakukan kolaborasi antar negara untuk melakukan kegiatan dalam Posyandu Balita di Ngunut Wonosari. Metode yang telah dilakukan adalah dengan pelaksanaan Posyandu Balita lima meja, observasi pelaksanaan posyandu oleh mahasiswa dan wawancara yang dilakukan oleh pengabdi kepada mahasiswa STIKES Bethesda Yakkum dan University of Canberra. Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung melakukan monitoring tumbuh kembang balita, mahasiswa menyadari pentingnya kesadaran ibu untuk melakukan pemantauan tumbuh kembang balita, kader mendapatkan pelatihan metode pemantauan tumbuh kembang balita. Ibu balita mendapatkan informasi kesehatan dan balita mendapatkan pemantauan tumbuh kembang serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Mahasiswa dari University of Canberra belajar tentang sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Mereka mengagumi kegiatan pelayanan kesehatan yang berbasis masyarakat dan tidak dipungut biaya, melainkan erat dengan konsep “gotong royong”. Mereka juga mengagumi kinerja kader yang penuh perhatian, ketelatenan, serta suka rela memberikan waktu, tenaga, dan pikiran dalam pelaksanaan posyandu. Kegiatan kunjungan Posyandu ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa dalam peningkatan pemahaman terkait sistem pelayanan kesehatan di Indonesia dan Posyandu. Pada kesempatan ini, mahasiswa STIKES Bethesda Yakkum dan University of Canberra, serta masyarakat Kelurahan Ngunut dapat saling belajar multikultural dalam pelayanan kesehatan baik di Indonesia dan Australia.
OVERVIEW OF STRESS COPING STRATEGIES FOR ELDERLY CAREGIVERS IN SOCIAL SERVICE CENTERS Exlesia Wening Sukma; Erik Adik Putra Bambang Kurniawan; Nurlia Ikaningtyas; Antonius Yogi Pratama
Infomasi dan Promosi Kesehatan Vol 3 No 1 (2024): Informasi dan Promosi Kesehatan
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/ipk.v3i1.212

Abstract

Background: Coping strategies are changes in thinking and behavior that occur in a person in facing pressure from the environment in the form of stressors. Yogyakarta Special Region is the province with the highest percentage of elderly at 15.52%. Many families choose to entrust the elderly to live in an orphanage. The high level of daily activity carried out by the elderly can increase the physical burden of their caregivers. In this regard, the stressors that arise as a result of caring for the elderly require caregivers to have different coping strategies from each other.Purpose: This research aims to determine the description of stress coping strategies among elderly caregivers at service centersMethods: This research design uses non-experimental descriptive quantitative research methods. The sampling technique used total sampling with a total sample of 34 caregivers. The measuring tool uses The Ways of Coping questionnaireResults: The results show that the majority of caregivers, 55.9%, use Problem Focused Coping (PFC). In coping strategies based on respondent characteristics, the results showed that gender, age, marital status and length of work all used PFC. Then, based on education level, the results showed that high school graduates used Emotional Focused Coping (EFC) and D3/Bachelor graduates used PFC. Furthermore, in terms of characteristics based on religion, the results showed that Muslim caregivers used PFC and Catholic caregivers used both.Conclusions: The majority of categories of stress coping strategies used by elderly caregivers are Problem Focused Coping Keywords: stress coping strategies, elderly caregivers
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Petugas Vaksinasi Covid-19 dalam Aktivitas Distribusi Vaksin Bagi Masyarakat dengan Metode Jemput Bola Wirata, Resta Betaliani; Ikaningtyas, Nurlia; Adiyasa, Ratna Puspita; Timur, Sari Mutia; Kingkin, Dhinar Riski Linggar
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): Januari-Maret
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction and Methods The door-to-door COVID-19 vaccination strategy requires adequate distribution facilities, such as vehicles and specialized storage to ensure vaccine quality. Additionally, vaccination officers play a crucial role in distributing vaccines to the community. Yakkum Emergency Unit (YEU) has consistently carried out vaccination efforts targeting high-risk groups in several regions using the door-to-door system to accelerate the process and reach more individuals in need. This method allows vaccinations to be administered directly at participants' homes. This study aims to analyze the factors influencing COVID-19 vaccination officers in distributing vaccines to the community through the door-to-door method. It is a cross-sectional study with a retrospective approach, collecting data online from vaccination officers. A total of 28 vaccinators were involved as research samples, selected using a total sampling technique. Results The study identified four factors examined in the distribution of COVID-19 vaccines using the door-to-door method. Three factors significantly influenced the vaccination activity: knowledge, willingness, and preparation. However, one factor, vaccine quality, showed no significant influence. Conclusion and Recommendations The study concludes that the willingness of healthcare workers is crucial for the success of COVID-19 vaccination efforts. Achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) This study aims to identify the factors influencing vaccination officers in the distribution of vaccines using the mobile vaccination (jemput bola) method. This article contributes to Sustainable Development Goal (SDG) 3: Ensuring Healthy Lives and Promoting Well-being for All at All Ages. Specifically, it aligns with Target 3.b, which focuses on supporting research and development of vaccines and medicines for both communicable and non-communicable diseases, particularly those affecting developing countries, and ensuring affordable access to essential medicines and vaccines.
Penurunan Stunting dengan Program Posyandu Balita Ikaningtyas, Nurlia; Sari, Ignasia Yunita; Adiyasa, Ratna Puspita; Sari, Reni Puspita; Siswanto, Sukendri
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v12i2.724

Abstract

 Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah bagian bentuk Upaya Kesehatan yang Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dilakukan oleh, dari, dan untuk masyarakat. Usaha Peningkatan Kesehatan Masyarakat (UPKM) CD Bethesda menganggap posyandu balita sebagai program strategis untuk mengatasi berbagai permasalahan pada balita, termasuk stunting. Namun, hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil dan anak di bawah usia dua tahun belum memiliki akses memadai ke layanan dasar, dengan hanya 26,7% anak usia di bawah dua tahun (baduta) yang mendapatkan akses layanan dasar secara simultan. Tujuan penelitian ini untuk melakukan evaluasi program posyandu balita untuk penurunan stunting. Berdasarkan hasil wawancara mendalam didapatkan 6 tema dan 25 kategori. Keenam tema tersebut adalah Posyandu balita mengalami perkembangan saat didampingi CD Bethesda, Dukungan dari pemerintah desa dan puskesmas, Hambatan dalam pelaksanaan posyandu balita, Harapan mayarakat terhadap posyandu balita, Kader melakukan inovasi untuk peningkatan posyandu, dan Peran Kader sesuai dengan peran utama kader posyandu. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan penelitian pengalaman masyarakat di daerah dengan akses terbatas terhadap posyandu balita
AKSESIBILITAS PELAYANAN KESEHATAN JIWA PADA ORANG DENGAN DISABILITAS PSIKOSOSIAL (ODDP) DI WONOSARI Marita Kumala Dewi; Nurlia Ikaningtyas
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v8i2.625

Abstract

Akses pelayanan kesehatan jiwa bagi penderita gangguan jiwa perlu diperhatikan untuk meningkatkan angka kesembuhan. Dalam penelitian ini masyarakat di Gununungkidul memiliki masalah yang sangat signifikan terkait dengan kesehatan jiwa, penulis mencoba menggambarkan aksesibilitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh penyedia layanan tingkat dasar yaitu Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aksesibilitas pelayanan kesehatan bagi ODDP di wilayah Gunungkidul. Responden dalam penelitian ini adalah keluarga ODDP yang berjumlah 40 orang dengan metode accidental sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat pada satu variabel untuk menghitung persentase karakteristik responden. Dari hasil penelitian, dimensi approachability, acceptability, availability (ketersediaan dan transportasi), affordability, dan appropriateness telah dijelaskan dengan baik. Secara umum masyarakat sudah memiliki aksesibilitas yang baik, namun masyarakat masih beranggapan bahwa aksesibilitas pelayanan kesehatan hanya sebatas mendapatkan obat di Puskesmas.
Koping Spiritual pada Penyitas Stroke Ikaningtyas, Nurlia; Anunciacion , Talosig T.
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2025): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v13i1.848

Abstract

Yogyakarta menjadi provinsi dengan prevalensi stroke tertinggi di Indonesia, mencapai 11.4% pada tahun 2023. Penyintas stroke yang bertahan hidup harus menghadapi berbagai efek jangka panjang yang berpengaruh pada kualitas hidup mereka, termasuk masalah mobilitas, kelelahan, gangguan emosional, dan penurunan fungsi kognitif. Dalam menghadapi kondisi ini, mekanisme koping yang diterapkan oleh penyintas stroke menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas hidup mereka setelah stroke. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Tempat penelitian adalah kota Yogyakarta. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel didapatkan hingga data jenuh.  Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah sepuluh orang. Penelitian ini menghasilakan 48 koding dan empat tema besar yaitu Koping spiritual menjadikan seseorang berfikir posistif, dukungan spiritual dari orang lain meningkatkan koping, praktik spiritual yang dilakukan penyintas stroke, dan koping spiritual meningkatkan penerimaan terhadap kondisinya. Kondisi penyintas stroke tidka mudah untuk dihadapi mereka harus beradaptasi dengan kondisi tubuhnya yang berubah tiba-tiba. Dukungan dari tenaga Kesehatan, keluarga, dan komunitas akan membantu penyintas stroke untuk mempunyai koping yang adaptif. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk dapat meneliti dukungan spiritual yang tepat diberikan kepada penyintas stroke.
PENINGKATAN KAPASITAS PERAWAT DALAM MEMBERIKAN BEREAVEMENT CARE MELALUI HIMPUNAN PERAWAT PALIATIF: PENDEKATAN EMPATIK DALAM KEPERAWATAN: Enhancing Nurses' Capacity in Providing Bereavement Support through The Palliative Care Nurses Association: An Empathic Approach in Nursing Kustanti, Christina Yeni; Isnanto, Isnanto; Ikaningtyas, Nurlia; Palupi, Ethic; Kurniawan, Erik Adik Putra Bambang
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v3i2.205

Abstract

Kehilangan seseorang dapat menyebabkan berbagai perasaan, seperti kebingungan, kesedihan, dan kemarahan. Untuk membantu orang menjalani proses berduka, dukungan kedukaan dapat memberikan bantuan emosional dan kerangka pemulihan yang terstruktur dengan baik. Tenaga kesehatan mempunyai andil besar dalam pelaksanaannya melalui program edukasi, yang dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang proses berduka, mengurangi stigma sosial, dan mendorong orang untuk mendapatkan bantuan dan perawatan medis. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan sosialisasi konsep bereavement support dan berca.my.id melalui berbagai pertemuan himpunan, khususnya di himpunan perawat paliatif, atau perawat secara umum. Metode pelaksanaan dilakukan dengan kerja sama antara Tim BerCa dan himpunan perawat paliatif, rumah sakit, dan penyelenggara webinar melakukan program seminar atau webinar yang meningkatkan pemahaman peserta. Seminar ini menekankan pentingnya dukungan dan pengawasan yang berkelanjutan selama proses berduka, dan peran perawat dalam membantu mengurangi risiko kesehatan mental yang terkait dengan kedukaan yang berkepanjangan. Kegiatan dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan Juni 2025, secara online maupun offline. Dari pelaksanaan dua webinar dan satu seminar tentang bereavement care ini, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan pemahaman tentang dukungan berduka masih terbatas di kalangan tenaga kesehatan, terutama perawat dan bahkan dosen keperawatan. Sosialisasi berkesinambungan perlu untuk terus dilakukan sehingga perhatian terhadap bereavement care dapat ditingkatkan.
Wujudkan Kampung Sehat dan Tangguh Pada Masa Pandemi Covid-19 Melalui Strategi Pemberdayaan dan Kemitraan Interdisiplin Ilmu di Surokarsan, Wirogunan, Yogyakarta Rianita Elfrida Sinaga, Mei; Ikaningtyas, Nurlia; Pujiastuti, Diah; Adik Putra Bambang Kurniawan, Erik; Riendrasiwi, Noviyanti; Rama Sasi, Twista; Ria Kusumadewi, Niken; Adriani, Yohana
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i2.553

Abstract

Dampak Covid-19 bagi individu dan masyarakat sangat mempengaruhi status kesehatan tidak hanya secara fisik, tetapi juga psikologis, sosial termasuk di Kampung Surokarsan. Kampung surokarsan memiliki permasalahan kompleks dari usia sekolah sampai lansia. Mewujudkan masyarakat sehat dan tangguh diperlukan peran dari berbagai pihak melalui strategi pemberdayaan dan kemitraan untuk meningkatkan kesehatan dan sebagai sarana yang memungkinkan orang-orang yang kurang berdaya untuk mendapatkan kontrol atas kehidupannya dan mandiri. Adapun tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mewujudkan kampung sehat dan tangguh pada masa pandemi. Metode pengabdian dilakukan dengan strategi pemberdayan dan kemitraan dengan tahapan focus group discussion, skrining kesehatan jiwa, skrining kognitif, mental dan kemampuan fisik lansia, edukasi untuk peningkatan literasi, dan evaluasi. Didapatkan hasil bahwa kegiatan yang dilakukan terjadi peningkatan pengetahuan 80%, peningkatan literasi membaca 67%, terbentuk 21 kader kesehatan, dari 44 orang usia dewasa terdapat 37 depresi normal, 6 orang depresi ringan, 1 orang depresi sedang, cemas normal 32, cemas ringan 6 orang, cemas sedang 6 orang, sedangkan stres normal 44 orang, dari 44 lansia 33 lansia normal, kemungkinan depresi 11 orang, lansia yang mengalami gangguan ingatan normal 40 orang, gangguan ingatan sedang 4 orang, lansia dengan tingkat ketergantungan aktivitas fisik ringan 44 orang. Upaya pemberdayaan dan kemitraan yang dilakukan dapat terealisasi melalui kader kesehatan yang terbentuk. Pemberdayaan kader dapat menimbulkan kemauan yaitu kecenderungan untuk melakukan suatu tindakan atau sikap untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dalam suatu masyarakat sehingga masyarakat dan kampung sehat dan tangguh dapat terwujud.