Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pemberdayaan masyarakat desa sungai bawang melalui pelatihan diversifikasi olahan lele dan pemasaran digital Muh. Taufiqurrahman; Maria Elvina Tresia Butar-Butar; Remita Ully Hutagalung; Maria Floriana Ping; Nurillahi Febria Leswana; Angel Natalia Nainggolan; Falen Sindi Ayugistia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31056

Abstract

AbstrakDesa Budaya Sungai Bawang merupakan salah satu desa binaan STIKES Dirgahayu Samarinda yang memiliki potensi besar dalam pengembangan program ketahanan pangan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pada tahun 2024, melalui anggaran desa, masyarakat menerima bantuan bibit ikan lele sebagai bentuk inisiasi budidaya perikanan di pekarangan rumah. Melihat potensi ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk mendukung hilirisasi hasil budidaya ikan lele dalam bentuk produk olahan pangan yang bernilai ekonomi tinggi serta berdaya saing pasar. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan izin edar Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Penyuluhan diberikan dengan metode presentasi dan diskusi interaktif, yang membahas pentingnya diversifikasi produk olahan ikan dan pembentukan kelompok usaha. Pelatihan dilakukan secara langsung dengan metode demonstrasi pembuatan produk berupa nugget dan sosis lele, melibatkan 30 peserta dari anggota PKK. Selanjutnya, dilakukan pendampingan teknis dalam proses pengurusan izin edar PIRT agar produk dapat dipasarkan secara legal dan luas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah hasil budidaya ikan. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya satu kelompok usaha baru yang siap memproduksi pangan olahan secara mandiri. Dampak jangka pendek berupa peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif, sedangkan dampak jangka panjang diharapkan berupa peningkatan pendapatan rumah tangga dan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Kata kunci: pelatihan;  digitalisasi marketing; ikan lele. AbstractSungai Bawang Cultural Village is one of the villages fostered by STIKES Dirgahayu Samarinda which has great potential in developing food security programs and improving public health. In 2024, through the village budget, the community received assistance in the form of catfish seeds as a form of initiation of fish farming in their yards. Seeing this potential, community service activities were carried out to support the downstreaming of catfish cultivation results in the form of processed food products that have high economic value and are competitive in the market. Community service activities were carried out through three main stages, namely counseling, training, and assistance for the distribution permit for Household Industry Food (PIRT). Counseling was provided using presentation and interactive discussion methods, which discussed the importance of diversifying processed fish products and forming business groups. The training was carried out directly using a demonstration method for making products in the form of catfish nuggets and sausages, involving 30 participants from PKK members. Furthermore, technical assistance was provided in the process of managing the PIRT distribution permit so that the products could be marketed legally and widely. The results of the activities showed an increase in the knowledge and skills of participants in processing fish farming products. This activity also encourages the formation of a new business group that is ready to produce processed food independently. The short-term impact is in the form of increasing community participation in productive economic activities, while the long-term impact is expected to be in the form of increasing household income and economic independence based on local potential. Keywords: training; digital marketing; catfish.
Efektivitas Instrumen Visual Infusion Phlebitis (VIP) Score Pada Angka Kejadian Flebitis dan Ketepatan Penanganan Pada Pasien Anak di RSUD A.Wahab Sjahranie Samarinda Siti Nur Ngaisah; Elfina Natalia; Maria Floriana Ping; Rufina Hurai; Imelda Feneranda T; Jita Indah Sari; Arome Bernadetta Silalahi; Niluh Putu Lita Yuliantari; Heni Pratiwi; Bayu Febriandhika H
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55851

Abstract

Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan dituntut menjamin mutu pelayanan, keselamatan pasien, kemudahan akses, serta efisiensi dan efektivitas layanan. Salah satu indikator keselamatan pasien berdasarkan enam sasaran keselamatan adalah pencegahan infeksi, termasuk kejadian flebitis sebagai bentuk Kejadian Tidak Diinginkan (KTD). Instrumen Visual Infusion Phlebitis (VIP) Score digunakan untuk mendeteksi dini dan menentukan ketepatan penanganan flebitis akibat terapi intravena. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan VIP Score terhadap kejadian flebitis dan ketepatan penanganan pada pasien anak di RSUD A.Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian menggunakan desain kohort prospektif dengan teknik purposive sampling pada 70 pasien anak yang menjalani terapi intravena. Data dikumpulkan melalui lembar observasi berdasarkan VIP Score dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Median ketepatan penanganan sebesar 75,0 dan rerata dwell time flebitis 2,61 hari. Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara ketepatan penanganan dan skor VIP (p = 0,034; p < 0,05). Penggunaan VIP Score efektif mendukung ketepatan penanganan flebitis serta menjadi dasar pengembangan standar prosedur operasional untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien anak.
The IMPLEMENTATION OF HEALTH EDUCATION FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN SAMARINDA CITY Fransiska Novita; Maria Floriana Ping
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 7 No 2 (2026): April
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v7i2.882

Abstract

Introduction: Cognitive development can influence the behavior of elementary school students in adopting a healthy lifestyle. Objective: To provide health education to elementary school students in Samarinda City. Method: This activity was implemented in two sessions: the first session on nutritional status education and the second session on genital care education. Respondents consisted of 84 students in grades 4 and 5 at an elementary school in Samarinda City. Results and Conclusions: There was an increase in knowledge before and after the education, from insufficient knowledge (14%) to sufficient knowledge (59.%) and good knowledge (27%).
Analisis Pola Konsumsi Makanan Cepat Saji Dan Status Gizi Pada Anak Sekolah Dasar Di Samarinda Fransiska Novita Sari; Maria Floriana Ping
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN
Publisher : STIKES Ngesti Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46815/jk.v15i1.568

Abstract

Many communities feel that there is an availability and easy access to fast food. School-age children also have easy access to it because there are many vendors in their neighborhood, and they can order it themselves through applications. This condition risks causing nutritional problems, including being overweight. This study aims to analyze fast-food consumption patterns and the nutritional status in elementary school children in Samarinda. This study used a cross-sectional research design. The sampling technique used was total sampling. Respondents consisted of 94 elementary school students. The research instrument was a fast-food consumption questionnaire. Data were processed using the chi-square statistical test. The results showed that some respondents were overweight (36%) and obese (26%). There was a significant relationship between fast-food consumption patterns and the nutritional status in elementary school children (p=0.000, p<0.05). Health education on balanced nutrition and nutritional status should be implemented early to regulate the eating patterns of school-age children.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN REMAJA PUTRI DALAM PENANGANAN PREMENSTRUAL DYSPHORIC DISORDER (PMDD) MELALUI MANAJEMEN MANDIRI METODE PENA Maria Floriana Ping; Fransiska Novita Sari
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 7 No 2 (2026): April
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v7i2.886

Abstract

Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) merupakan bentuk gangguan emosional dan fisik ekstrem pada fase luteal siklus menstruasi yang dapat menurunkan kualitas hidup remaja putri secara signifikan hingga setara dengan depresi mayor. Angka kejadian PMDD pada remaja putri di Indonesia tergolong tinggi, namun kesadaran akan manajemen mandiri masih sangat terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan manajemen mandiri remaja putri dalam mengatasi PMDD melalui penerapan Metode PENA (Positive mind, Exercises, Nutrition and Lifestyle adaptation). Mitra dalam kegiatan ini adalah (Nama Sekolah/Asrama Mitra) dengan melibatkan (Jumlah) remaja putri. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan one group pre-test post-test yang dikombinasikan dengan skrining digital berbasis aplikasi PING Menstruation Diagnostics. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesiapan remaja putri secara signifikan dalam memodifikasi gaya hidup serta mengelola keluhan fisik dan psikologis menjelang menstruasi. Evaluasi tindak lanjut menyarankan integrasi program kesehatan reproduksi berkala di lingkungan mitra guna menjaga keberlanjutan dampak positif kegiatan.
PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN PADA KOMUNITAS REMAJA: EDUKASI MANFAAT GIZI DALAM MENDUKUNG PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUBUH MANUSIA Maria Floriana Ping; Fransiska Novita Sari; Elfina Natalia
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 6 No 2 (2025): April
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v6i2.625

Abstract

Remaja bertanggung jawab atas perilaku makan mereka, perilaku ini terbentuk pada pertengahan remaja dan terkait erat dengan gaya hidup. Perilaku yang terbentuk pada remaja memiliki efek jangka panjang yang signifikan terhadap kesehatan. Pengetahuan tentang pilihan makanan sehat dianggap sebagai faktor predisposisi keberhasilan penerapan pola makan sehat. Pengetahuan gizi, serta beberapa perilaku dan gaya hidup diet remaja, perlu ditingkatkan untuk mengubah sikap hidup tidak sehat dan kebiasaan makan siswa, sehingga perlu dilakukan kegiatan edukasi mengenai gizi pada para remaja. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen STIKES Dirgahayu Samarinda melalui metode diskusi serta pemeriksaan fisik. Hasil edukasi kesehatan yang ditunjukkan pada tabel diatas menunjukkan p value 0,00 yang bermakna ada perubahan tingkat pengetahuan remaja putri mengenai pentingnya gizi dalam kehidupan. Pendidikan kesehatan merupakan proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Semakin tinggi pengetahuan gizi remaja maka semakin pandai remaja dalam menentukan makanan yang bergizi
The BMI MEASUREMENT TRAINING IN THE FEMALE YOUNG COMMUNITY IN SAMARINDA CITY Fransiska Novita; Maria Floriana Ping
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 6 No 2 (2025): April
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v6i2.650

Abstract

Introduction: Body Mass Index (BMI) is a crucial factor for adolescent girls. This is related to efforts to prevent stunting in the future when they become mothers. Early detection can be done independently by adolescent girls by monitoring their nutritional status based on BMI. Objective: To train adolescent girls' ability to measure BMI in Samarinda City. Method: This activity will be implemented in two sessions. The first session will measure height and weight. This will then be followed by practice calculating BMI. Results and Conclusions: Participants were categorized as early and middle adolescents. All participants took BMI measurements. The BMI measurement results found that 31.35% of adolescents were undernourished and 4.07% were overnourished. Continuous early detection of BMI is necessary to monitor adolescent nutritional status.Keywords: BMI measurement, adolescent girls
PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MELALUI PEMBINAAN SELF EFFICACY PADA SISWA DI KOMUNITAS KHUSUS Andrea Theofrida Bone; Maria Floriana Ping
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 7 No 1 (2025): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v7i1.797

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama bagi pemberdayaan masyarakat, terutama bagi kelompok yang berada dalam komunitas khusus. Tantangan utama yang dihadapi oleh siswa di komunitas khusus adalah rendahnya kemandirian belajar. Kemandirian belajar (self-regulated learning) bukan hanya tentang kemampuan belajar tanpa bantuan, tetapi juga mencakup kemampuan siswa dalam mengelola motivasi, menetapkan target belajar, dan mengevaluasi kemajuan mereka sendiri secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan pembinaan self efficacy yang dilakukan meningkatkan nilai bahasa Inggris siswa. kecemasan berbahasa dan membuat siswa enggan berpartisipasi aktif, lingkungan yang jarang menggunakan bahasa Inggris menyebabkan ketrampilan mendengar (listening) dan berbicara (speaking) pemilihan strategi belajar yang tidak sesuai dengan gaya belajar siswa. Peningkatan Self Efficacy menjadi kunci untuk mengatasi hambatan psikologis dan membangun sikap positif dalam belajar bahasa Inggris. Pelatihan Self Efficacy ini membantu siswa melihat kesalahan sebagai bagian dari proses pembelajaran, meningkatkan keberanian untuk mencoba, serta menumbuhkan rasa senang dalam mempelajari bahasa Inggris.
PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN PADA KOMUNITAS REMAJA: EDUKASI MANFAAT GIZI DALAM MENDUKUNG PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUBUH MANUSIA Maria Floriana Ping; Fransiska Novita Sari
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 6 No 2 (2025): April
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v6i2.812

Abstract

Adolescents in Indonesia face a triple burden of malnutrition, characterized by the co-existence of undernutrition, overnutrition, and micronutrient deficiencies. Dietary patterns and health, established during youth, are influenced by behavioral choices and environmental factors. Generally, adolescents are at risk of malnutrition, primarily due to high nutritional requirements that often conflict with their food choices and eating habits. This community service activity involved 35 female high school students residing at the Kartini Dormitory in Samarinda. The program was conducted by a team of lecturers from STIKES Dirgahayu Samarinda through discussion methods and physical examinations. The results indicated that the majority of female adolescents at the Kartini Dormitory were underweight based on Body Mass Index (BMI), totaling 15 individuals (43%), and the majority had a Mid-Upper Arm Circumference (LILA) of <23.5 cm, totaling 20 individuals (57%). BMI and MUAC are key indicators of nutritional status. The health education results showed a p-value of 0.00, signifying a significant change in the participants' knowledge regarding the importance of nutrition. Health education is a vital process to enhance the community's ability to maintain and improve their health status.
PHBS: PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI SEBAGAI UPAYA PREVENTIF BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA BUDAYA SUNGAI BAWANG Maria Floriana Ping; Fransiska Novita Sari
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 5 No 1 (2023): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v5i1.814

Abstract

Early adolescence is a critical period of physical maturation often accompanied by risky behaviors due to a lack of reproductive health knowledge. This community service project aims to enhance the understanding of elementary school students regarding reproductive health and Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). The activities were conducted at SD Negeri 014 in Sungai Bawang Cultural Village, involving 30 students from the 5th and 6th grades. The implementation method included interactive education using flip charts and role-play media, as well as evaluation through pre-test and post-test questionnaires. The results showed a significant increase in students' knowledge levels, with the mean score rising from 22.42 to 33.23 after the intervention (p=0.00). This improvement proves that school-based education is effective in equipping students to face puberty. In conclusion, reproductive health education integrated with PHBS can serve as an effective preventive strategy for school-aged children in fostering independence in maintaining personal health and protection from social risks.