Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

BUDAYA KEMISKINAN NELAYAN KECIL DAN BURUH NELAYAN Arfriani Maifizar; Sopar Sopar; Riki Yulianda
Jurnal Community Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jcpds.v7i1.3768

Abstract

Abstrak* Budaya kemiskinan merupakan suatu permasalahan kemiskinan yang disebabkan oleh faktor kebiasaan hidup sehari-hari dalam masyarakat. Budaya kemiskinan pada masyarakat nelayan, khususnya nelayan kecil dan buruh nelayan, karena kebiasaan hidup sehari-hari terus terjadi  secara turun temurun dalam masyarakat, sehingga masyarakat nelayan terjebak di dalam situasi tersebut. Kemiskinan merupakan tidak berdayanya  individu dalam  mewujudkan  kesejahteraan hidup, banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya kemiskinan pada masyarakat, yaitu faktor alamiah, struktural, sumber daya manusia, dan budaya. Penelitian  ini hanya fokus pada salah satu faktor kemiskinan saja yaitu faktor budaya. Penelitian ini membahas tentang budaya kemiskinan pada nelayan kecil dan buruh nelayan. Tujuannya adalah untuk mengetahui potret kemiskinan yang disebabkan oleh faktor budaya. Metodologi yang digunakan yaitu metodologi kualitatif dengan menggunakan paradigma kontruktivistik dan penentuan informan dengan teknik memilih nelayan kecil dan buruh nelayan yang aktif  melaut. Hasil penelitian ini menjelaskan potret dan reproduksi kemiskinan yang disebabkan oleh faktor budaya, analisa data dilakukan melalui analisis naratif berdasarkan kronologi yang dialami oleh individu atau masyarakat dari nelayan kecil dan buruh nelayan.      
POLA INTERAKSI POLISI SEBAGAI MASYARAKAT MULTIKURTURAL DI PEUNAGA RAYEUK ACEH BARAT Nova Sanita; Arfriani Maifizar; Riki Yulianda
Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.599 KB)

Abstract

Kehidupan masyarakat multikultural ditandai dengan adanya heterogenitas masyarakat dalam aktivitasnya, adanya pendatang dari berbagai etnis dan budaya yang berbeda, masyarakat yang sudah mulai terbuka, dan tumbuhnya sikap toleransi masyarakat setempat kepada pendatang, serta terjalinnya interaksi sosial yang baik. Komplek polisi merupakan salah satu tempat dimana mobilitas sosial horizontal terjadi dari berbagai etnis, yang memiliki perbedaan budaya. Maka, anggota Polisi yang tinggal di wilayah tersebut memiliki peran ganda, yaitu sebagai penegak hukum, pengayom masyarakat, mitra masyarakat dalam penanggulangan tindak pidana, dan sekaligus sebagai bagian dari masyarakat setempat yang beradaptasi dengan budaya masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola interaksi polisi sebagai masyarakat multikultural dengan  masyarakat Peunaga Rayeuk Aceh Barat. Metode yang dilakukan yaitu menggunakan pendekatan kualitatif secara deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang. Analisa data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi polisi dan masyarakat di Peunaga Rayeuk Aceh Barat termasuk dalam asosiatif, dimana adanya kerjasama masyarakat dan polisi dalam kegiatan gampong, seperti sebagian keluarga polisi mengikuti wirid, yasinan, pengajian, kenduri dan rapat gampong. Masyarakat tetap melibatkan instansi polisi atau personal Polisi jika ada kegiatan di gampong. Namun masih terdapat interaksi yang dissosiatif,karena masih ada sebagian keluarga polisi yang belum ada kesempatan bergabung dan berinteraksi dengan masyarakat setempat, karena urusan pekerjaan maka masyarakat setempat memberikan toleransi. Jika ada yang berturut-turut belum ada kesempatan untuk bersosialisi, berinteraksi dan bergabung dengan kegiatan masyarakat, maka sebaliknya pada saat kegiatan dilaksanakan di rumah keluarga tersebut, maka masyarakat juga kurang merespon terhadap aktivitas di keluarganya 
EDUKASI PENGENALAN OBAT SERTA OPTIMALISASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA SISWA SEKOLAH DASAR Muh. Taufiqurrahman; Maria Floriana Ping; Fransiska Novita Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14756

Abstract

ABSTRAKProgram dan layanan pendidikan kesehatan bagi siswa usia sekolah dasar sudah mulai lebih banyak melakukan pembinaan dan pemberdayaan sejak dini disekolah. Oleh karena itu, pelaksanaan pembangunan kesehatan difokuskan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan setiap orang untuk berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Anak usia dini harus diajarkan bagaimana cara hidup bersih dan sehat, dan salah satu tempat untuk memulainya adalah di dalam kelas. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui proses edukasi yang meliputi penyuluhan, diskusi yang diikuti oleh siswa SDN 014 Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Materi  yang disampaikan  meliputi pengolongan obat, penggunaan obat yang tepat, tempat memperoleh obat yang baik, menyimpan obat yang benar, dan memusnahkan obat yang sudah rusak atau kadaluarsa, serta pada pengetahuan dan pemahaman peserta tentang perilaku hidup bersih dan sehat cuci tangan dengan benar, makan jajanan sehat, olahraga teratur, membuang sampah pada tempatnya, dan melakukan kerja bakti bersama dilingkungan sekolah untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Diakhir sesi pengabdian siswa antusias memberikan jawaban kuis terkait pengenalan obat serta berperilaku hidup bersih dan sehat. Dari hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa kegiatan dapat menambah pengetahuan siswa terkait pengunaan obat, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kata kunci: pelayanan informasi obat; PHBS; sekolah; penyuluhan. ABSTRACTHealth education programs and services for elementary school-age students have begun to provide more guidance and empowerment from an early age in school. Therefore, the implementation of health development is focused on increasing everyone's awareness, willingness and ability to live a clean and healthy life (PHBS) in the family, school and community environment. Early childhood should be taught how to live a clean and healthy life, and one place to start is in the classroom. Community service activities are carried out through an educational process which includes counseling, discussions which are attended by students of SDN 014 Muara Badak, Kutai Kartanegara Regency. The material presented includes drug classification, proper use of drugs, good places to get medicines, store the right medicines, and destroy drugs that are damaged or expired, as well as participants' knowledge and understanding of clean and healthy living behaviors, washing hands properly, eating healthy snacks, regular exercise, disposing of trash in its place, and doing community service in the school environment to create a healthy environment. At the end of the dedication session the students enthusiastically gave quiz answers related to drug introduction and clean and healthy living behavior. From the results of the dedication it can be concluded that activities can increase students' knowledge regarding drug use, clean and healthy living behavior (PHBS). Keywords: drug information; PHBS; school; extension.
Keadilan Gender Pekerja Pada Usaha Komoditi Kopi Arabika Gayo di Kabupaten Bener Meriah Mursyidin, Mursyidin; Darmansyah, Dedy; Yulianda, Riki; Fauzi, Fauzi; Hamsa, Amrizal
Jurnal Community Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jcpds.v9i2.8132

Abstract

Gender equality represents gender justice in various household activities, both in domestic and public spheres. The current issues are highly crucial and require special attention to enhance gender justice, as a means to improve women’s well-being. Gender justice is also observed in the realm of the coffe commodity busness concerning the employment of women in these units. The objective of this research is to analyze gender justice among workers in coffee commodity businesses in Bener Meriah District. The theoretical framework employed in this study is feminist theory, as it provides the analytical tools to examine gender discrimination using various sub-theoritical approaches. The reserch methodology is qualitative with a constructivist paradigm. Qualitative data analysis involves a descriptive analysis of earch gender issue prevalent in society. The results of this reserch addres four noteworthy gender issue: (1) Women’s roles in the public sphere concerning the coffee commodity business are still limited; (2) Many women workers continue to engage in voluntary, unpaid labor, as it has become a tradition for women to work in their own gardens and assist their husbands: (3) Women still uphold local wisdom and values prevalent in the community, such as engaging in rotational collective work during the coffee harvest; (4) Male dominance is observed in coffee shop employment, which may indicate an unequal absorption of female labor compared to male labor, or it might be attributed to a tradition rooted in the local community’s values and wisdom.
Optimalisasi Potensi Gen Z Di Pedesaan Dalam Mengikuti Seleksi CPNS 2024 Ibnu Phonna Nurdin; Dara Fatia; Annisah Putri; Uswatun Nisa; Saleh Sjafei; Riki Yulianda; Devi Intan Chadijah; Rachmat Tullah; Moh. Asri; Susvia Delta Kusdiane; Fasih Vidiastuti Sholihah
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v5i1.150

Abstract

The narrowing of the workplace is one of the reasons for the high unemployment rate in Indonesia. This unemployment is also experienced by Generation Z, who are in the territory of Indonesia in general and the province of Aceh in particular. Therefore, it takes skills and skills for Generation Z to get a job. In addition to being an alternative job, being a civilian apparatus of the state also helps the government to realize the golden generation in 2045 because who will be the PNS at that time many are from Generation Z. There are 3 main activities given during this training: provision of choosing the right formation and instance, provisioning provisions for passing grade CPNS approval, and provision filling answers at the time of the CAT test. These three main activities are the core activities that are mandatory, followed by Generation Z as an initial step for implementing the CPNS test in 2024. The results of this dedication demonstrate that the participants understand the material given. The hope of this activity is that the participants can pass the CPNS test in 2024. 
Fungsi Laten dan Fungsi Manifes Wirausaha Perempuan terhadap Pembangunan Ekonomi di Kota Sabang Chadijah, Devi Intan; Juraida, Irma; Yana, Rahmah Husna; Yulianda, riki
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i2.2024.683-688

Abstract

This research aims to determine the manifest and latent functions of women entrepreneurs and what impacts they have on economic development in Sabang City. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Based on the analysis results, it can be concluded that the latent function and manifest function always appear in every condition. This can be seen from (1) Difficult economic factors have proven to encourage female entrepreneurs to get involved in the business world. For the government this is a desired function (manifest function). However, for women's personal lives, this is an undesirable function because it causes women's duties and responsibilities as wives and mothers to increase. (2) Environmental factors, the support of the women's entrepreneurial community is also a strength in women's entrepreneurship. This is certainly a manifest function for economic development in Sabang City. However, it is a latent function for the individual woman herself due to (3) Family Factors, women who are entrepreneurs are proven to be more productive, can also make the family prosperous and increase regional income (manifest function). Meanwhile, in terms of parenting, it becomes an obstacle due to dual roles. Thus, these three factors are a manifestation of a social system that is considered functional for a group, but this can also be non-functional for other groups.
POLA PENYELESAIAN KONFLIK YANG DILAKUKAN LEMBAGA ADAT PANGLIMA LAOT DALAM MASYARAT NELAYAN DI PESISIR GAMPONG KUALA BUBON Uswa, Uswatun Hasanah
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 12 No. 2 (2024): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola penyelesaian konflik oleh lembaga adat yang umumnya digunakan adalah dengan mediasi. Dalam proses pemenuhan kebutuhannya sehari-hari tentu banyak hal yang akan terjadi pada kehidupan masyarakat nelayan di Gampong Kuala Bubon, misalnya konflik. Konflik adalah bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dihindari. Konflik dapat timbul dari berbagai aspek, termasuk budaya, sosial, ekonomi, dan politik. Dalam masyarakat adat, konflik juga dapat timbul dan berpotensi mengganggu stabilitas dan keharmonisan masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana konflik dapat diselesaikan secara efektif dan efisien. Gampong Kuala Bubon, misalnya, memiliki lembaga adat yang berfungsi sebagai penyelesai konflik dalam masyarakat adat. Lembaga adat ini memiliki sistem dan prosedur yang telah ditentukan untuk menyelesaikan konflik, yang didasarkan pada nilai-nilai dan budaya masyarakat adat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola penyelesaian konflik oleh lembaga adat di Gampong Kuala Bubon. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, melalui pendekatan konstruktivis, yaitu pendekatan yang menempatkan ukuran pengamatan dan objektivitas dalam menemukan suatu realitas yang ada di lapangan penelitian dengan teknik pengumpulan informasi berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang sering terjadi di Gampong Kuala Bubon adalah konflik antar nelayan terkait kerusakan jaring sebagai alat tangkap ikan yang saling terkait satu sama lain. Pola penyelesaian konflik oleh lembaga adat yang umumnya digunakan adalah melalui mediasi. Kata kunci: Lembaga adat, Panglima Laot, Konflik, Nelayan
Sosialisasi Pencegahan Perundungan di Sekolah Dasar Negeri Seumantok Kabupaten Aceh Barat Sopar, Sopar; Saputra, Akmal; Yulianda, Riki; Abdillah, Ligar; Sarianti, Lilis; Arfriani, Arfriani
Mitra Abdimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/mabdimas.v4i2.1600

Abstract

Bullying in elementary schools is a common issue that can negatively impact children's psychological, social, and academic development. Therefore, preventive efforts through socialization activities are necessary to raise awareness and understanding among students, teachers, and parents regarding bullying prevention. This community service was carried out at Seumantok Public Elementary School, West Aceh Regency, aiming to provide education on the effects of bullying and strategies for its prevention. The methods used included interactive presentations, group discussions, and bullying scenario simulations to provide participants with a comprehensive understanding. The results showed that this socialization successfully increased students' awareness of the importance of mutual respect and the adverse effects of bullying. Teachers were also trained to recognize signs of bullying and implement strategies to manage classroom conflicts. Additionally, parents were provided with guidance on creating a family environment that supports children's emotional development. Program evaluation through surveys indicated that 85% of participants felt more prepared to prevent and handle bullying cases. This community service concludes that an education-based approach, collaboration, and the involvement of all stakeholders effectively raise awareness and foster an anti-bullying culture in elementary schools. Similar programs are recommended to be implemented in other schools as part of efforts to create a safe and conducive learning environment.
Sosialisasi Karya Tulis Ilmiah Bagi Siswa SMA Negeri 1 Kuala Kabupaten Nagan Raya Sopar, Sopar; Yana, Rahmah Husna; Abdillah, Ligar; Juraida, Irma; Yulianda, Riki
Mitra Abdimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/mabdimas.v4i2.1619

Abstract

Community service activities with the theme of socializing scientific writing for students at SMA Negeri 1 Kuala Nagan Raya Regency aim to increase students' interest in writing because the aim of writing is no longer just stringing words together, but demands more complex abilities. The approach method used in this service is through outreach to students of SMA Negeri 1 Kuala, Nagan Raya Regency, Aceh Province, totaling 30 (thirty) people. The planned activities are in the form of socialization which will later be followed by questions and answers, discussions and writing practice for participants. Based on the results obtained in the KTI outreach to SMA Negeri 1 Kuala, Nagan Raya Regency, Aceh Province, it can be explained that the students are able to understand and understand the importance of writing as scientific work in school. The growth and development of students' interest and talent in writing at SMA Negeri 1 Kuala, Nagan Raya Regency, Aceh Province towards scientific writing which is expected to be able to grow and develop student achievements together.
Peran Panglima Laot Dalam Adaptasi Nelayan Tangkap Di Pulau Banyak Aceh Singkil Mursyidin, Mursyidin; Sopar, Sopar; Yulianda, Riki; Abdillah, Ligar; Sariyanti, Lilis; Samwil, Samwil
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.242-249

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang bagaimana peran panglima laot dalam adaptasi nelayan tangkap di Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Sedangkan tujuan penelitian adalah untuk menganalisis peran panglima laot di Pulau Banyak Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, melalui pendekatan konstruktivis. Penelitian ini dilakukan di Pulau Banyak Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh. Pengumpulan data lapangan yang dibutuhkan peneliti gunakan metode wawancara mendalam atau indefth interview dan observasi lapangan secara partisipatif. Wawancara dilakukan terhadap Panglima laot dan juga nelayan yang bertempat tinggal di Pulau Banyak Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Pengolahan dan analisa data menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa panglima   laot   secara umum memiliki   peran   untuk   mengatur   segala   hal   yang berkaitan dengan pesisir dan kelautan di wilayah adatnya. Panglima Laot dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya mempunyai batas-batas wilayah kewenangan yang diatur melalui ketentuan adat laot yang termaktub dalam Qanun Aceh Nomor 10 tahun 2008 tentang Lembaga Adat. Peran panglima laot dalam adaftasi nelayan tangkap meliputi peran dalam menentukan waktu melaut, peran dalam menentukan alat tangkap yang digunakan, peran dalam menggunakan teknologi modern sebagai fasilitas melaut serta peran dalam kehidupan sosial masyarakat nelayan tangkap