Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Antibacterial Potency and Physicochemical Profiles of Eucalyptus pellita Leaf Waste Essential Oil from PT Surya Hutani Jaya, East Kalimantan Wartomo, Wartomo; Aryani, Farida; Hernandi, Muhammad Fikri; Rositah, Erna; Ngapiyatun, Sri; Sari, Nur Maulida
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2023.122.693-697

Abstract

Eucalyptus is one of the fast growing species plants, currently used in the pulp and paper industry. The leaves of Eucalyptus are known as forest harvesting waste. This research aim to examine the antibacterial potency and the physicochemical profiles of Eucalyptus pellita leaves waste essential oils grown in PT Surya Hutani Jaya Site 32, East Kalimantan named EP B077. The essential oils distilled using water and steam distillation methods. Analysis of physicochemical profiles from this oil included yield, colour, refractive index, specific gravity, and chemical compositions by GC-MS. Antibacterial activity assayed by agar diffusion method against Staphylococcus epidermidis, Streptoccoccus sobrinus and Streptoccoccus mutans with slight modification. The results showed that EP B077 had the yellow colour, yield oils was 0.44%, 1.471 of refractive index, and 0.8706 of specific gravity. Chemical components of EP B077 oils were dominated by α-Pinene (40.36%), 1-β-Pinene (31.75%), Cyclohexene, 1-methyl-4-(1-methylethenyl)- (9.64%), Trans(β)-Caryophyllene (4.29%) and Eucalyptol (1,8-Cineole) (3.88%). This EP B077 oils was active to inhibit bacteria against S. epidermidis and S. sobrinus range from 9-15 mm, also against S.mutans ranging from 9-14 mm. Based on the results, this Eucalyptus pellita leaves named EP B077 had potential to develop as a new source of essential oil and antibacterial agents.
Perhitungan Produktivitas dan Kebutuhan Karyawan Panen Kelapa Sawit di PT. Alam Jaya Persada, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur: Calculation of Employee Productivity and Requirements to Harvest Oil Palm at PT. Alam Jaya Persada, Kutai Kartanegara, East Kalimantan Lidia; Ngapiyatun, Sri; wartomo; Winarni, Budi; Pratiwi, Wike
Jurnal Loupe Vol 19 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i02.2919

Abstract

Indonesia merupakan penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Untuk meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit dibutuhkan kualitas sumber daya manusia yang kompeten karena keberhasilan perusahaan bisa dinilai baik dengan tingkat produktivitas hasil panennya yang tinggi dan sebaliknya keberhasilan perusahaan bisa dinilai buruk dengan tingkat produktivitas hasil panennya yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung produktivitas karyawan panen, mengetahui mutu kualitas tandan buah segar, dan menghitung kebutuhan karyawan panen yang optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode work sampling. Sampel dalam penelitian ini ditentukan oleh karyawan panen yang menggunakan alat panen dodos dan pada topografi datar dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap karyawan serta wawancara dengan karyawan dan atasan langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) produktivitas karyawan panen di PT. Alam Jaya Persada untuk capaian target kerja karyawan sebanyak 76% sedangkan yang belum mencapai target sebanyak 24% karyawan dan tergolong cukup baik, 2) mutu kualitas tandan buah segar yaitu buah masak sebanyak 93,5% angka tersebut menunjukkan kualitas buah baik sekali, dan 3) kebutuhan karyawan panen di Afdeling 3 membutuhkan sebanyak 22 orang karyawan panen dengan target 0,0418 orang/ha.
Analisis Kerusakan Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit dari Serangan Hama Tikus di Afdeling 1 & 2 Estate TSB 1 PT. Tritunggal Sentra Buana: Damage Analysis of Fresh Fruits Bunch (FFB) Palm Oil from Rats Attacks at Afdeling 1 & 2 TSB Estate 1 PT Tritunggal Sentra Buana Ngapiyatun, Sri; Raihan, Riyadh; wartomo; Anwar, Rusli; Mirasari, Rossy; Aziza, Humairo
Jurnal Loupe Vol 19 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i02.2922

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya melakukan pengelolaan lahan yang baik, agar terhindar dari organisme pengganggu tanaman khususnya hama tikus, hal ini sangat berpengaruh terhadap produksi tandan buah segar yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerugian yang di sebabkan hama tikus serta kerugian rendemen OER yang disebabkan hama tikus dan faktor penyebab terjadinya losses brondolan yang disebabkan hama tikus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengambil data primer yang berupa berat kehilangan hasil losses brondolan yang ditimbang langsung di lapangan, melakukan pengamatan di lapangan dan dokumentasi. Data sekunder yaitu berupa dokumen perusahaan dan studi pustaka. Teknik penentuan sampel menggunakan metode field application atau secara langsung di lapangan dan lokasi penelitian ini dipilih secara acak (random sampling) karena untuk mengetahui keberadaan hama dalam kawasan yang diamati. Hasil penelitian yang dilakukan di Afdeling 1 & 2 Estate TSB 1 PT. Tritunggal Sentra Buana menunjukkan bahwa total losses brondolan yang disebabkan hama tikus pada afdeling 1 sebesar 0,028 % sedangkan untuk afdeling 2 sekitar 0,046 %. Penyebab terjadinya losses berondolan ini akibat dari faktor kurangnya melakukan perawatan dan pengendalian secara maksimal oleh karena itu, perlu perhatian khusus dalam membenahi masalah terkait kehilangan hasil losses berondolan ini agar tercapai produksi yang optimal.
Pemberdayaan Kelompok Dasawisma RT 06 Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana dalam Program Pengembangan Usaha Olahan Miracle Tree “Kelor” Bustomi, Muhamad Yazid; Sardianti, Andi Lelanovita; Sukariyan, Sukariyan; Winarni, Budi; Anwar, Rusli; Obeth, Ernita; Ngapiyatun, Sri; Jamaluddin, Jamaluddin; Mirasari, Rossy; Rahman, Arief; Aziza, Humairo; Puspita, Puspita; Fahrizal, Fahrizal; Suosa Putra, Pandhu Rochman; Pratiwi, Wike; Marlendi, Sri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana memiliki potensi dalam pengembangan tanaman kelor yang tumbuh di daerah warga setempat yang juga tersedia lahan pekarangan yang cukup luas. Tanaman kelor memiliki potensi dan peluang serta kaya manfaat, baik untuk mencukupi kebutuhan pangan, obat herbal keluarga dan secara tidak langsung juga dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Salah satu cara dalam menjaga ketahanan pangan keluarga yaitu dengan memanfaatkan kemampuan dalam pengolahan produk pangan. Kegiatan ini dilakukan kepada kelompok dasawisma di RT 06 Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana yang memiliki potensi dalam mengoptimalkan pemanfaatan tanaman kelor, mengingat khasiat dan manfaat dari tanaman ini. Metode yang digunakan terdiri dari sosialisasi dan praktik untuk menambah keterampilan Ibu-ibu dasawisma, pendampingan, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan ini memiliki tujuan yaitu mendorong masyarakat untuk dapat memanfaatkan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengoptimalkan dalam pengelolaan tanaman kelor melaui pelatihan. Melalui kegiatan ini masyarakat dapat memahami dan mempraktikkan dalam pengolahan tanaman kelor menjadi teh dan tepung yang berbahan baku kelor. Masyarakat menjadi mengetahui bahwa kelor yang diolah menjadi tepung kandungan gizi akan bertambah tinggi. Selain itu juga, masyarakat menjadi tertarik untuk membudidayakan tanaman kelor di pekarangan rumah, walaupun di lahan yang sempit tanaman ini juga dapat berkembang dengan baik.
Pemanfaatan Ekstrak Bunga Rosella Menjadi Selai dan Syrup Pada Kelompok Rumah Tangga RT 20 Kelurahan Sempaja Utara Lelanovita Sardianti, Andi; Yazid Bustomi, Muhamad; Sukariyan, Sukariyan; Winarni, Budi; Anwar, Rusli; Obeth, Ernita; Ngapiyatun, Sri; Jamaluddin, Jamaluddin; Mirasari, Rossy; Rahman, Arief; Aziza, Humairo; Puspita, Puspita; Fahrizal, Fahrizal; Suosa Putra, Pandhu Rochman; Pratiwi, Wike; Marlendi, Sri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3081

Abstract

Kelurahan Sempaja Utara memiliki wilayah yang cukup luas dibandingkan dengan kelurahan lain yang ada di Kota Samarinda. Wilayah yang sebagian besar lahan yang cocok untuk dijadikan sebagai lahan pertanian menjadi potensi dalam pengembangan tanaman rosella. Pekarangan rumah yang di wilayah ini juga masih tergolong luas, sehingga cocok untuk digunakan untuk menanam bunga rosella. Tanaman rosella dapat diolah menjadi beberapa produk olahan yang kaya manfaat, di antaranya yaitu diolah menjadi selai dan syrup. Tujuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada kelompok rumah tangga dalam pehamaman manfaat tanaman rosella, pengolahan menjadi syrup dan selai, pemahaman sebagai peluang bisnis yang menjanjikan, serta pemahaman harga jual dan pangsa pasar syrup dan selai rosella. Metode yang digunakan yaitu dengan sosialisasi langsung kepada peserta dengan mempraktikkan pengolahan bunga rosella. Kegiatan berjalan dengan lancar dan diikuti oleh anggota dasawisma yang menghasilkan produk berupa selai dan syrup yang dibagikan kepada peserta kegiatan. Berbagai manfaat yang terkandung dalam bunga rosella diharapkan dapat meningkatkan motivasi masyarakat untuk dalam memanfaatkannya jika diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil pelaksanaan dari kegiatan pengabdian ini berupa peningkatan softskill pemahaman manfaat tanaman rosella 100%, pemahaman pengolahan menjadi syrup dan selai 100%, pemahaman sebagai peluang bisnis yang menjanjikan 100%, serta pemahaman harga jual dan pangsa pasar syrup dan selai rosella 70%.
Pelatihan Pemanfaatan Nasi Sebagai Campuran Pembuatan Kerupuk Rasa Bawang di Dasawisma Lily RT 25 Kelurahan Harapan Baru Sukariyan, Sukariyan; Sardianti, Andi Lelanovita; Bustomi, Muhamad Yazid; Winarni, Budi; Anwar, Rusli; Obeth, Ernita; Ngapiyatun, Sri; Jamaluddin, Jamaluddin; Mirasari, Rossy; Rahman, Arief; Aziza, Humairo; Puspita, Puspita; Fahrizal, Fahrizal; Suosa Putra, Pandhu Rochman; Pratiwi, Wike; Marlendi, Sri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4212

Abstract

Salah satu upaya untuk memanfaatkan limbah rumah tangga yaitu dengan mendorong kreativitas di kalangan masyarakat. Dalam pelatihan ini, para peserta diajarkan teknik-teknik terbaik untuk mengolah nasi sisa menjadi kerupuk yang lezat dan bergizi. Tujuan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu mengajarkan keterampilan masyarakat dalam pengolahan pangan, dengan harapan peserta mampu menghasilkan produk olahan yang bernilai ekonomis melalui pemanfaatan nasi sebagai campuran pembuatan kerupuk. Metode kegiatan yang digunakan yaitu ceramah, diskusi dan tanya jawab dengan peserta. Peserta kegiatan tertarik untuk menerapkan apa yang disampaikan di rumah masing-masing. Hal ini tergambar dari keseriusan peserta dalam bertanya terkait proses atau urutan dalam pengolahan nasi tersebut, karena sering ditemui nasi yang dimasak masih berlebih dan perlu untuk dimanfaatkan. Kerupuk nasi rasa bawang ini dapat mendorong masyarakat untuk dapat mengurangi biaya dalam pemenuhan menu tambahan yaitu kerupuk yang akan menjadi pelengkap makanan. Selain itu, kegiatan ini juga menambah wawasan dan mind set peserta akan pentingnya pemanfaatan nasi menjadi suatu peluang usaha yang menguntungkan.
Pengembangan Sistem Agribisnis Melalui Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu dan Diversifikasi Produk pada Kelompok Tani Lada Mega Buana Humairo Aziza; Ngapiyatun, Sri; Sukariyan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4378

Abstract

Desa Batuah Kecamatan Loa Janan merupakan salah satu daerah penghasil lada terbesar di Kalimantan Timur dengan jenis lada yang dibudidayakan dan disebut varietas lokal oleh masyarakat setempat yakni jenis Malonan 1. Hingga tahun 2020, Kecamatan Loa Janan masih menjadi sentra komoditas lada dengan luas tanaman 3.379,34 ha dengan jumlah produksi sebesar 3.263,02 ton. Serangan hama dan penyakit yang menyerang tanaman lada serta belum terjaminnya kesejahteraan petani akibat harga jual lada yang berfluktuasi menjadi masalah yang dihadapi oleh petani di Kelompok Tani Mega Buana. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk membangun kesadaran petani yang selama ini menggunakan pestisida kimia dengan dampak negatif yang ditimbulkan dapat berubah dan paham akan pentingnya penggunaan pestisida nabati dalam pengendalian hama dan penyakit tersebut serta memberikan solusi alternatif yang mampu menciptakan pengelolaan bisnis lada dengan mengolah biji lada yang selama ini dijual menjadi produk baru yaitu lada bubuk sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui kegiatan ini wawasan petani menjadi terbuka bahwa pengendalian hama dan penyakit menggunakan bahan-bahan alami memiliki kelebihan diantaranya dapat dibuat sendiri karena bahan bakunya mudah didapat dan tersedia di sekitar lokasi, murah, dapat memperbaiki kondisi tanah serta mampu mengurangi resiko yang ditimbulkan terhadap kesehatan manusia. Selain itu petani juga menyadari bahwa lada yang selama ini dibudidayakan dan dijual dalam bentuk biji akan memberikan nilai jual yang lebih tinggi apabila diolah dalam bentuk bubuk dan dikemas higienis dan menarik.
Kombinasi Tulang Ikan, Kepala Udang dan Bonggol Pisang untuk Meningkatkan Kualitas MOL Sebagai Aktivator Pengomposan Ngapiyatun, Sri; Aziza, Humairo; Rahman, Arief; Triyono, Joko; Wartomo, Wartomo
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid X Nomor 1 Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v10i1.381

Abstract

Pertanian konvensional merupakan pertanian yang menggantungkan input produksi dari bahan-bahan kimia, karena praktis dan cepat memberikan hasil panen yang tinggi, tetapi berdampak negatif pada lingkungan seperti kesehatan manusia serta ekosistem. Oleh karena itu perlu terobosan teknologi baru menggunakan produk organik yang memanfaatkan limbah pertanian yang tidak bermanfaat dan mencemari lingkungan untuk dijadikan produk bermanfaat serta memiliki nilai jual yaitu kompos. Memanfaatkan limbah tulang ikan, kepala udang dan bonggol pisang untuk dibuat mikroorganisme lokal (MOL) sebagai aktivator dalam pembuatan kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada hari ke berapa kompos jadi, menganalisis sifat fisik dan kimia kompos, dan mengetahui kualitas kompos hasil penelitian dengan membandingkan standar Permentan No. 70/Permentan/SR.140/10/2011. Penelitian ini berlangsung selama 4 bulan, mulai Agustus hingga November 2021 yang terdiri dari survei lokasi, persiapan, pembuatan MOL dan kompos serta analisis unsur hara yang dilaksanakan di tempat terpisah yaitu di Laboratorium Produksi (pembuatan MOL dan kompos) dan di Laboratorium Ilmu Tanah (analisis kimia kompos). Lama pengomposan hingga jadi memerlukan waktu 23 hari dengan ciri-ciri teksturnya hambur, bentuk hancur, warna kompos hitam, tidak berbau dan suhu stabil yaitu mendekati suhu ruang. Kualitas kompos hasil penelitian berdasarkan standar Permentan No. 70/Permentan/SR.140/10/2011 untuk pH H2O, C Organik, dan C/N sudah sesuai standar, sedangkan untuk kandungan N, P dan K belum sesuai standar.
Peningkatan Nilai Ekonomi Udang Rebon menjadi Terasi Bubuk Humairo Aziza; Ngapiyatun, Sri; Ade Saputra, Muhammad
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 01 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk-produk perikanan, seperti udang memiliki tingkat ketahanan yang relatif singkat sehingga cepat mengalami kerusakan atau penurunan mutu. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengolahan dan pengawetan agar dapat sampai ke tangan konsumen dalam kondisi layak konsumsi sehingga dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing produk tersebut. Pengolahan terasi udang menjadi salah satu kegiatan yang dapat dilakukan oleh kaum perempuan khususnya ibu rumah tangga dalam rangka untuk menambah penghasilan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi ibu rumah tangga di Desa Handil Terusan dalam mengolah udang menjadi produk yang memiliki nilai tambah serta mampu mengemas dan memasarkannya. Metode yang digunakan yaitu melalui pendampingan dengan kegiatan yang terdiri dari penyuluhan dan sosialisasi tentang pengolahan dan pemanfaatan udang untuk memperoleh nilai tambah, pelatihan pembuatan terasi udang, pelatihan pengemasan dan pelabelan, dan pelatihan pemasaran. Dengan diadakannya penyuluhan dan pelatihan tentang cara pengolahan dan pemasaran terasi udang ini, masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga  dapat menerapkan ilmu atau pengetahuan yang didapat dari kegiatan pengabdian sehingga muncul keinginan untuk berwirausaha dan memberikan penghasilan tambahan dari hasil penjualan terasi udang.
PEMANFAATAN ECO-ENZYME SEBAGAI SOLUSI LIMBAH ORGANIK DAN ALTERNATIF PUPUK CAIR RAMAH LINGKUNGAN Sukariyan, Sukariyan; Saridanti, Andi Lelanovita; Bustomi, Muhamad Yazid; Winarni, Budi; Anwar, Rusli; Obeth, Ernita; Ngapiyatun, Sri; Jamaluddin, Jamaluddin; Mirasari, Rossy; Rahman, Arief; Aziza, Humairo; Puspita, Puspita; Putra, Pandhu Rochman Suosa; Fahrizal, Fahrizal; Marlendi, Sri
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 11, No 3 (2025): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v11i3.20811

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan berupa eco-enzyme sebagai alternatif pupuk cair alami. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah tingginya volume limbah organik rumah tangga yang belum terkelola dengan baik serta ketergantungan terhadap pupuk kimia dalam kegiatan pertanian dan penghijauan. Kegiatan dilaksanakan melalui metode sosialisasi, demonstrasi pembuatan eco-enzyme, serta pendampingan praktik langsung kepada peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan kelompok masyarakat peduli lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta. Hal ini dijelaskan sebelum kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan limbah hanya sebesar 55% peserta memahami pentingnya pengelolaan limbah organik, namun setelah dilakukan pelatihan dan sosialisasi maka pengetahuan tentang eco-enzyme menjadi 82,8% menilai eco-enzyme sebagai solusi efektif dalam mengurangi limbah rumah tangga, dan 89,4% menyadari manfaatnya sebagai pengganti pupuk kimia. Selain itu, 85,8% peserta mengalami dampak perubahan yang pola pikir tentang pemanfaatan eco-enzyme dan berencana membuat eco-enzyme secara rutin dan mengajak keluarga atau tetangga untuk berpartisipasi. Evaluasi kegiatan juga menunjukkan tingkat kepuasan yaitu 89,4% peserta menilai kegiatan ini bermanfaat bagi diri mereka serta lingkungan sekitar.