Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perancangan Lampu Otomatis Menggunakan Solar Cell Untuk Kebutuhan Listrik Pada Perahu Nelayan Di Kabupaten Luwu Timur Baco, Syarifuddin; Kamal; Suharni; Riswan; Wahyudi, Muh. Tri
Jurnal Teknologi dan Komputer (JTEK) Vol. 3 No. 02 (2023): DESEMBER
Publisher : Teknik Informatika Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56923/jtek.v3i02.146

Abstract

Energi alternatif pada masyarakat kalangan menengah ke bawah terutama mereka yang memiliki pekerjaan sebagai nelayan kecil harus mengeluarkan dana lebih untuk membayar bahan bakar minyak untuk kebutuhan genset sebagai penerangan dengan menggunakan petromax. Solar cell sering kali disebut sel photovoltatic merupakan alat yang terdiri dari sel surya yang mengubah cahaya menjadi listrik, Alat ini disebut surya atas matahari atau “sol” karena matahari merupakan sumber cahaya yang dapat dimanfaatkan. Tujuan penelitian merancang lampu menggunakan solar cell guna nelayan tidak perlu lagi menggunakan energi minyak tanah (Petromax) karena lampu ini dirancang mengunakan sensor cahaya yang dapat menyala secara otomatis. Metode penelitian Research and Development (R&D) yang mengacu pada model perancangan yang menghasilkan dan mengembangkan sistem tertentu serta menguji keefektifan lampu otomatis pada perahu nelayan. Hasil penelitian perancangan lampu solar cell otomatis untuk kebutuhan listrik yang telah dirancang dan diimplementasikan pada perahu nelayan dengan ukuran solar cell 30 WP, inverter 100 watt dan accu 12V–5Ah/10 Hr, dengan cuaca temperatur 30°C dapat mengisi penuh selama 8 jam, dengan daya pada accu dapat menyalakan lampu 15 watt selama 8 jam 20 menit. Kesimpulan mengimplementasikan solar cell dengan memanfaatkan energi matahari sebagai alternatif dalam meminimalisir pemakaian bahan bakar minyak untuk penerangan perahu.
ANALISIS HUKUM HASIL AUTOPSI FORENSIK TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN DALAM PROSES PERADILAN PIDANA Seftiani Nurul Lutfia; Hamdan Rampadio; Kamal
TADULAKO MASTER LAW JOURNAL Vol 9 No 2 (2025): JUNE
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this writing is to understand and analize the evidentiary power of forensic autopsy results in the process of proving murder and the legal implications of differences in forensic autopsy results in one object in the criminal justice process. The research method used is normative law, using a conceptual approach, statutory approach and case approach. The results showed that; evidence of forensic autopsy results in the form of letters when compared to other evidence based on the provisions of the Criminal Procedure Code, has the same evidentiary power as other evidence and non-binding and non-compelling for judges or free to judge while still based on truth and justice in giving the final decision. Then, differences in forensic autopsy results in one object in the criminal justice process can be very significant in determining the final outcome of the case. Legal implications can arise from these differences in the form of Consideration of Evidence, Uncertainty in Determining Facts, Reputation and Credibility of Forensic Experts, and Decision Making. Tujuan penulisan ini untuk memahami dan menganalisis kekuatan pembuktian hasil autopsi forensik dalam proses pembuktian pembunuhan serta implikasi hukum terhadap perbedaan hasil autopsi forensik dalam satu objek pada proses peradilan pidana. Metode penelitian yang diguanakan adalah hukum normatif, dengan menggunakan pendekatan konseptual, pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa alat bukti hasil autopsi forensik berupa surat jika dibandingkan dengan alat bukti lain berdasarkan ketentuan KUHAP, mempunyai kekuatan pembuktian yang sama derajatnya dengan alat bukti yang lain dan bersifat tidak mengikat dan tidak memaksa bagi hakim atau bebas dalam menilai dengan tetap berdasarkan pada kebenaran dan keadilan. Kemudian, Perbedaan hasil autopsi forensik dalam satu objek pada proses peradilan pidana dapat sangat signifikan dalam menentukan hasil akhir dari kasus tersebut. Implikasi hukum dapat timbul dari perbedaan tersebut berupa pertimbangan bukti, ketidakpastian dalam penentuan fakta, reputasi dan kredibilitas ahli forensik, dan penentuan keputusan.
A Criminological Study of Motor Vehicle Traffic Violations by Children in the Parigi Moutong Police Resort Area Marlena; Kamal; Titie
Masterpiace Journal Society Service Insight Vol. 1 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : www.amertainstitute.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65246/mapc6549

Abstract

Motor vehicle traffic violations committed by minors represent a significant criminological and legal issue, particularly because they directly affect road safety and reflect the state's responsibility to provide legal protection for children. This study aims to examine the criminogenic factors underlying traffic violations committed by minors and to analyze preventive and control measures implemented by the Parigi Moutong Police Resort. An empirical legal research method was employed by integrating normative and sociological approaches. Primary data were collected through field observations and interviews with officers of the Traffic Unit (Satlantas) of Parigi Moutong Police Resort, while secondary data were obtained from statutory regulations and contemporary criminology literature. The findings reveal that traffic violations by minors are driven by internal factors—including emotional immaturity, impulsive behavior, sensation seeking, and low legal awareness—and external factors such as inadequate parental supervision, permissive social norms, peer group influence, and weak early-stage law enforcement. Police data from 2024 recorded 61,991 traffic incidents involving minors aged 15–17, indicating a critical public safety concern. Preventive efforts implemented by the police include legal education programs, traffic patrols, enforcement operations, ticketing, and targeted counseling for both minors and parents. This study concludes that traffic violations committed by minors should not be viewed merely as legal infractions but as a complex form of juvenile delinquency requiring comprehensive intervention from families, schools, communities, and law enforcement agencies to improve road safety and child protection.