Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Ebers Papyrus

Pengetahuan Mahasiswa Kedokteran tentang Penyakit yang Berkaitan dengan Pemanasan Global dan Perubahan Iklim Novendy, Novendy; Irawaty, Enny; Selvilla, Paulina; Butar Butar, Ananda Josua Triagus Pahala; Mosso, Justhina Ensly
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 1 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i1.29870

Abstract

Data Intergovermental Panel of Climate Change tahun 2018 menunjukkan pemanasan global yang terjadi sejak revolusi industri telah meningkatkan suhu bumi hingga 1oC, dan akan mencapai 1,5oC pada tahun 2030-2052. Salah satu ancaman dari pemanasan global dan perubahan iklim adalah masalah kesehatan pada masyarakat. Berbagai penyakit seperti infeksi saluran pernafasan, kanker, penyakit jantung, gangguan tumbuh kembang anak, gangguan mental, demam berdarah, malaria, penyakit Covid-19 dapat dipengaruhi oleh adanya perubahan iklim. Mahasiswa kedokteran sebagai generasi muda menjadi salah satu penentu keberhasilan mencegah kenaikan suhu bumi maka memerlukan pengetahuan yang cukup mengenai persoalan yang dihadapi. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terkait hal tersebut pada kalangan mahasiswa kedokteran sebagai generasi muda yang berkontribusi besar dalam penanganan pemanasan global dan perubahan iklim terhadap dampak masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan studi potong lintang dengan menggunakan teknik purposive nonrandom sampling. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang terstruktur. Total sebanyak 376 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan <30% responden tidak mengetahui bahwa pemanasan global dan perubahan iklim memliki dampak terhadap penyakit jantung, kanker, gangguan mental, gangguan tumbuh kembang pada anak serta penyakit Covid-19. Maka perlu meningkatkan pengetahuan responden terkait pemanasan global dan perubahan iklim sehingga dapat meningkatkan kesadaran untuk ikut berperan dalam menanggulangi pemanasan global dan perubahan iklim yang berdampak terhadap masalah kesehatan pada masyarakat Indonesia.
GAMBARAN GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA MAHASISWA YANG MENJALANI SCHOOL FROM HOME Putri, Gading Salsabila; Novendy, Novendy
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.32933

Abstract

Sejak terjadinya penyebaran penyakit Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah banyak membawa perubahan pada rutinitas kegiatan kita sehari – hari. Salah satu yang mendapatkan dampak adalah di dunia pendidikan. Salah satu kebijakan yang diambil pemerintahan Indonesia adalah perubahan sistem belajar mengajar menjadi metode pembelajaran jarak jauh atau school from home (SFH). Meski terbukti efektif sebagai solusi pembelajaran pada kondisi pandemi COVID 19, namun SFH memiliki beberapa kekurangan. Salah satu kekurangan SFH adalah adanya kemungkinan peningkatan keluhan fisik yang diakibatkan oleh kurangnya aktifitas fisik selama SFH. Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara juga tidak terlepas dari kegiatan SFH. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui gambaran lokasi terjadinya gangguan muskuloskeletal pada mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2019 yang menjalakan SFH. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan data lokasi keluhan menggunakan kuesioner Nordic body map pada 88 responden. Lokasi tubuh yang paling sering dikeluhkan adanya gangguan sebelum adanya SFH adalah bagian bokong (7,95%), lengan kiri (6,81%) dan pinggang (6,81%). Namun setelah SFH lokasi tubuh yang sering memiliki keluhan sakit adalah lengan kiri atas (37,5%); leher atas dan bokong (34,09%); pinggang (30,68%); bahu kiri (28,40%); bokong bagian bawah (27,27%) dan leher bawah (26,13%). Hasil penelitian didapatkan bahwa lokasi gangguan muskuloskeletal yang dikeluhkan responden sebelum menjalankan SFH meningkat jumlah lokasi dan kejadiannya setelah menjalankan SFH.
GAMBARAN PROFIL LIPID PADA SALAH SATU LABORATORIUM DI WILAYAH KOTA TANGERANG Novendy, Novendy; Tirtasari, Silviana; Farid, Ivanov Radhitya; Simatupang, Eirene Priscilla Caroline
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 1 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v31i1.34666

Abstract

Profil lipid merupakan indikator penting dalam penilaian risiko penyakit kardiovaskular, dimana penyakit ini sendiri masih merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia. Berdasarkan data World Health Organization pada tahun 2008, prevalensi laki-laki yang mengalami dislipidemia adalah 37% Indonesia sendiri angka hiperkolesterolemia yang merupakan bagian dari dislipidemia menyentuh angka 28,8%. Kota Tangerang yang termasuk dalam kota metropolitan yang sedang berkembang pesat, membawa banyak perubahan kepada gaya hidup pada masyarakatnya. Salah satu perubahan terutama pola makan karena bermunculan makanan dan minuman kekinian yang tinggi akan kandungan lemak dan gula. Sehubungan data penelitian epidemiologi mengenai profil lipid di Kota Tangerang masih sedikit, maka penelitian ini perlu dilakukan, agar dapat memberikan pandangan lebih jelas mengenai kondisi kesehatan, terutama profil lipid masyarakat yang ada di Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif potong lintang dan teknik pengambilannya sampel nya adalah total population sampling. Data didapatkan dengan mengumpulkan data dari salah satu laboratorium swasta di Kota Tangerang selama tahun 2022. Penelitian ini mendapatkan sebanyak 386 data responden, yang mayoritas adalah perempuan (56%). Proporsi kelainan profil lipid dalam penelitian ini berada dalam rentan 6,7%-37,3% tergantung dari profil lipid yang dinilai. Dengan adanya penelitian ini diharapkan adanya peningkatan kesadaran pada masyarakat mengenai hasil profil lipid yang sudah dilakukan. Sehingga jangan sampai menimbulkan gangguan kesehatan di kemudian hari.
HUBUNGAN DURASI BERKENDARA DENGAN KEJADIAN GEJALA LOW BACK PAIN PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE Sylvano, Laurencia; Novendy, Novendy
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 2 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i2.16125

Abstract

Transportasi memiliki peranan penting dalam aktivitas sehari-hari manusia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah motor yang ada di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup besar dibandingkan jenis kendaraan lain dalam beberapa tahun belakangan ini. Dengan berkembangnya teknologi di era globalisasi, terdapat inovasi yang memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan menciptakan peluang kerja baru. Salah satunya adalah ojek online. Dengan tingginya penggunaan ojek online penyedia jasa dalam hal ini pengemudi ojek seringkali menghabiskan waktu yang cukup lama mengendarai sepeda motor. Lamanya durasi berkendara sepeda motor oleh para pengemudi ojek online dapat menyebabkan faktor resiko beberapa penyakit. Salah satunya adalah low back pain (LBP). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan timbulnya kejadian low back pain pada pengemudi ojek online sehingga dapat dilakukan pencegahan akan kejadian tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analitik-observasional dengan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengisian kuisioner. Total jumlah responden pada penelitian ini adalah 188 responden, dengan 168 orang responden berjenis kelamin laki-laki dan 20 orang perempuan. Pada penelitian durasi berkendara dibagi menjadi >10 jam dengan jumlah responden 97(51,3%) orang dan ?10 jam dengan jumlah responden 91(48,1%)orang. Dari penelitian didapatkan 124 responden mengalami gejala low back pain dan 64 responden tidak mengalaminya. Berdasarkan analisis bivariat, didapatkan P- value adalah 0.006 dan PR adalah 1.343, sehingga dinyatakan terdapat hubungan yang bermakna antara durasi bekendara dengan gejala low back pain pada driver ojek online.
PENGARUH BERDIRI LAMA SAAT BEKERJA DENGAN KEJADIAN VARISES VENA TUNGKAI BAWAH PADA JURU MASAK Arianti, Vera; Novendy, Novendy
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19425

Abstract

Menurut data Badan Pusat Statistik Republik Indonesia pada tahun 2020, hampir 8,8 juta penduduk diatas usia 15 tahun bekerja di sektor penyediaan akomodasi, makanan dan minuman. Juru masak merupakan bagian dari sektor tersebut. Juru masak memiliki kecenderungan untuk berdiri selama bekerja. Sikap kerja dengan berdiri yang terlalu sering dan lama memiliki risiko menyebabkan timbulnya varises vena pada tungkai bawah. Namun hubungan berdiri lama dengan kejadian varises vena tungkai bawah masih belum diketahui dengan jelas, maka dengan itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah studi potong lintang. Responden dalam penelitian ini adalah juru masak di Jabodetabek yang diambil secara purposive nonrandom sampling. Total sebanyak 134 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Sebanyak 59 (44%) responden memiliki durasi berdiri lebih dari 8 jam per hari. Selain itu terdapat sebanyak 20 (14.9%) responden memiliki varises vena tungkai bawah Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara lama berdiri dengan kejadian varises vena tungkai bawah (p value = 0.007) dan nilai PRR = 3.7. Dapat disimpulkan bahwa lama berdiri lebih dari 8 jam per hari selama memasak berisiko menimbulkan penyakit varises vena tungkai bawah. Maka dengan itu diperlukan tindakan selanjutnya sebagai upaya dalam mencegah timbulnya varisess vena tungkai bawah pada juru masak.