Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

CAPABILITY OF SEA CUCUMBER Holothuria scabra TO REMOVE NITROGEN AND PHOSPHOR WASTE FROM SHRIMP PONDS CULTURE Supriyono, Eddy; Nirmala, Kukuh; Sabilu, Kadir; Wa Iba, Wa Iba; Sabilu, Murni
Indonesian Aquaculture Journal Vol 18, No 1 (2023): (June, 2023)
Publisher : Center for Fisheries Research, Agency for Marine and Fisheries Research and Human Resource

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/iaj.18.1.2023.17-25

Abstract

Solid organic waste (PSW) in shrimp ponds contains relatively high levels of nitrogen and phosphorus and can endanger the ecological balance of the waters. This study evaluates the ability of sea cucumber Holothuria scabra to remove nitrogen and phosphorus loads from shrimp pond sediment waste in water and sediment. Sea cucumbers were reared for 40 days with a density of 20 individuals/m2 (average body weight 2.65±0.09 g) and a double-bottom recirculation system. Five levels of PSW accumulation were inserted into the aquarium substrate and were the sole source of nutrition for sea cucumbers without additional feeding: 10%, 20%, 30%, 40%, and 50% (with three replications). The results showed that increasing the PSW content in the aquarium research substrate significantly increased the substrate's TOC, TN, and TP content and increased the concentrations of TOM, DOC, NH3, NO2, and PO4 in the water column. The activity of sea cucumbers in utilizing PSW nutrients in all treatments up to a PSW level of 50% significantly reduced TOC, TN, and TP in sediments. This activity also substantially removes the concentration of TOM, DOC, NH3, NO2, and PO4 in the water. It is estimated that every kilogram of H. scabra can remove up to 12.65-12.73 g of nitrogen/day and 2.57-2.60 g of phosphorus/day contained in the solid organic waste of shrimp ponds. Therefore, this study concluded that H. scabra has great potential to be used as integrated multi-trophic aquaculture (IMTA) species, especially to remove nitrogen and phosphorus loads from shrimp pond sediment waste in waters.
Hubungan Gaya Belajar dengan Kemampuan Berpikir Kreatif dalam Menyelesaikan Proyek Pembelajaran Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik Di SMAN 8 Kendari Sabilu, Murni; Safilu, Safilu; Sirih, M; Arifin, Kasman; Jahidin, Jahidin; Amiruddin, Amiruddin; Zubaidah, Dwi Nurhidayah; Rayani, Nur; Nurrijal, Nurrijal
Jambura Edu Biosfer Journal Vol 6, No 1 (2024): Jambura Edu Biosfer Journal
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jebj.v6i1.24485

Abstract

Salah satu aspek yang kurang diperhatikan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran adalah gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara gaya belajar dan kemampuan berpikir kreatif pada siswa kelas XII IPA di SMAN 8 Kendari. Tiga tipe gaya belajar, yaitu visual, auditorial, dan kinestetik, diidentifikasi sebagai variabel penelitian. Selain itu, pentingnya pengembangan kemampuan berpikir kreatif sebagai potensi setiap individu juga diperhatikan. Penelitian dilakukan dengan memberikan angket gaya belajar dan angket kemampuan berpikir kreatif kepada peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tipe gaya belajar kinestetik dengan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas XII IPA di SMAN 8 Kendari. Hubungan ini bersifat positif dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,468, menunjukkan tingkat hubungan sedang. Sementara itu, tipe gaya belajar auditorial dan visual tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Penemuan ini memberikan kontribusi dalam pemahaman pentingnya memahami gaya belajar kinestetik dan mengintegrasikannya dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Implikasi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan gaya belajar siswa, sehingga dapat memaksimalkan potensi kreatif mereka dalam mencapai tujuan pembangunan nasional di bidang pendidikan.Kata kunci: Gaya Belajar, Berpikir Kreatif, Strategi Pembelajaran, Biologi
Peningkatan Mutu Pendidikan Berkelanjutan melalui Pembelajaran Berbasis Kebutuhan Siswa dengan Teknologi Adaptif Damhuri; Darlian, Lili; Sabilu, Murni; Kolaka, La; Nurrijal
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i2.345

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Halu Oleo dilaksanakan sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan berkelanjutan di SMA Negeri 10 dan 11 Konawe Selatan. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan guru dalam menganalisis kebutuhan belajar siswa, yang berdampak pada kurang optimalnya penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan literasi numerasi guru, kemampuan analisis kebutuhan belajar siswa, serta pemanfaatan teknologi adaptif dalam proses pembelajaran. Melalui pelatihan berbasis data, guru mitra dibekali keterampilan dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan platform digital interaktif untuk merancang pembelajaran yang lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung penggunaan teknologi adaptif dalam merancang pembelajaran diferensiatif berbasis data siswa. Pelaksanaan program ini menunjukkan hasil yang signifikan, di mana evaluasi mengungkapkan peningkatan pemahaman guru terhadap literasi numerasi hingga 50%. Guru juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menggunakan teknologi adaptif untuk menganalisis kebutuhan siswa dan merancang pembelajaran berbasis data. Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih inklusif, relevan, dan berkelanjutan, serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di kedua sekolah mitra. Hasil program ini menunjukkan pentingnya dukungan berkelanjutan dalam bentuk pelatihan tambahan dan penyediaan infrastruktur teknologi untuk mendukung implementasi pembelajaran berbasis teknologi adaptif.
Workshop Pengembangan Pembelajaran Biologi Berbasis Aktivitas Terintegrasi Teknologi Microsite Nurrijal, Nurrijal; Damhuri, Damhuri; Darlian, Lili; Sabilu, Murni; Ede, Suriana Gende
Publikasi Pendidikan Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v14i3.59532

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah paradigma pendidikan global dengan memfasilitasi pembelajaran lebih interaktif melalui platform digital. Meskipun demikian, pelaksanaannya dalam kurikulum masih terkendala seperti dialami para guru Biologi pada beberapa sekolah di luar Kota Kendari dalam menyiapkan sumber dan aktivitas belajar yang interaktif dan menarik. Salah satu faktor penyebabnya adalah keterbatasan akses teknologi dan sumber informasi hasil riset terkini terkait pembelajaran modern. Sebagai solusi yang dilakukan yaitu menyelenggarakan workshop "Pengembangan Pembelajaran Biologi Berbasis Aktivitas dengan Terintegrasi Teknologi Microsite." Tujuan workshop ini adalah membagikan best practice pembelajaran dengan memperkenalkan teknologi microsite sebagai media sumber belajar interaktif. Melalui workshop ini, pendidik dapat memberdayakan diri untuk mengembangkan pembelajaran berbasis aktivitas yang lebih interaktif dengan mengintegrasikan materi terkini untuk memperkuat keterlibatan dan pengalaman siswa serta pemahaman yang lebih dalam. Metode yang diterapkan yaitu workshop dengan sesi pelatihan praktis mengenai penggunaan teknologi microsite secara blended learning. Hasil dari kegiatan workshop menunjukkan peningkatan signifikan terkait wawasan pengetahuan peserta sebesar 46%, dengan skor rata-rata pre-test 62,75 meningkat menjadi 91,86 pada post-test. Selain itu, 87% peserta berhasil memiliki keterampilan mendesain pembelajaran yang sesuai dengan kriteria. Melalui workshop ini, dapat mengatasi hambatan praktis dalam upaya meningkatkan kualitas para guru di sekolah untuk mengembangkan pembelajaran Biologi yang berkualitas.Kata kunci: Workshop, Pembelajaran Berbasis Aktivitas, Teknologi Microsite, Biologi
Pengenalan Tumbuhan Berkhasiat Obat Bagi Masyarakat Sabilu, Murni; Amiruddin; Gende Ede, Suriana; Kolaka, La; Damhuri; Darlian, Lili; Nurhidayah Z, Dwi; Rayani, Nur; Agustan
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v4i2.89

Abstract

Desa Ambololi memiliki potensi sumber daya alam yang cukup baik termasuk lingkungan pekarangan masyarakat yang mendukung untuk ditanami berbagai tumbuhan berkhasiat obat sehingga memiliki daya guna. Beberapa tumbuhan diyakini oleh masyarakat memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Pemberian edukasi kepada masyarakat menjadi penting untuk dilaksanakan sehingga masyarakat memperoleh kebenaran informasi terkait tumbuhan berkhasiat obat. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan pengenalan meliputi jenis tumbuhan berkhasiat obat dan manfaatnya kepada masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi tentang tumbuhan berkhasiat obat bagi masyarakat Desa Ambololi. Pelaksanaan kegiatan inti pengabdian terdiri dari dua sesi. Sesi pertama dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi. Sesi kedua dilakukan dengan pembagian lembar instrumen kerja untuk peserta. Berdasarkan hasil kegiatan diperoleh informasi bahwa dari 26 jenis tumbuhan obat yang diperkenalkan pada masyarakat desa tersebut, 76% diantaranya telah diketahui nama dan manfaatnya. Secara umum, manfaat tumbuhan berkhasiat obat yang diketahui oleh masyarakat adalah sebagai pengobatan beberapa penyakit ringan seperti batuk, demam, hingga beberapa penyakit dalam dan dapat pula dimanfaatkan sebagai obat luar.
Pengenalan dan Pelestarian Tumbuhan Obat Bagi Masyarakat Kolaka, La; Damhuri; Darlian, Lili; Munir, Asmawati; Sabilu, Murni; Ede, Suriana G.; Nurhidayah Z., Dwi; Jumadin, La; Walukou, Maryce A.; Rayani, Nur
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v5i2.223

Abstract

Kesadaran masyarakat akan kesehatan, terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh bahan kimia yang terkandung dalam makanan atau obat-obatan semakin meningkat. Pengetahuan tentang tumbuhan berkhasiat obat berdasar pada pengalaman dan keterampilan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Penggunaan tumbuhan obat harus sesuai aturan agar aman dikonsumsi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang jenis, manfaat, keberadaan dan cara pelestarian tumbuhan berkhasiat obat. Proses pelaksanaan kegiatan pengabdian ini terdiri dari dua tahap. Tahap pertama yaitu pemberian edukasi menggunakan metode ceramah dan diskusi. Tahap kedua dengan pembagian instrumen (kuesioner) untuk mengetahui pengetahuan masyarakat desa tersebut terhadap tumbuhan obat yang ada di lingkungan mereka. Rata-rata persentase masyarakat yang mengetahui 16 jenis tumbuhan obat yang diperkenalkan adalah 83,13%. Beberapa khasiat/manfaat tumbuhan obat yang diketahui oleh masyarakat sangat beragam dimulai dari pengobatan luar seperti luka hingga penyakit dalam seperti gangguan ginjal. Rata-rata terbesar keberadaan tumbuhan obat yang diketahui oleh masyarakat adalah tumbuh secara liar dengan nilai persentase 81,25%. Selain itu, diperoleh juga informasi bahwa rata-rata terbesar cara pelestarian tumbuhan obat yang diketahui oleh masyarakat adalah tumbuhan obat tersebut dibiarkan tumbuh di alam dengan nilai persentase 79,06%. Kegiatan pengabdian pengenalan tumbuhan berkhasiat obat mampu memberikan informasi kepada masyarakat Desa Tumbu-Tumbu Jaya pada beberapa tumbuhan yang belum diketahui termasuk manfaat atau khasiatnya
PERSEPSI PESERTA DIDIK TENTANG PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) MATA PELAJARAN BIOLOGI Munir, Asmawati; Sabilu, Murni; Nurfadilla
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10 nomor 4 tahun 2025 Terbit Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i4.7174

Abstract

This study aims to determine the perceptions of independent class XI students about the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in Biology at SMAN 3 Kendari. P5 is part of the Independent Curriculum which aims to integrate Pancasila values into learning through a project-based approach. One of the projects studied is "Beauty from Plastic", which examines the issue of plastic waste management as a creative product relevant to biology material on pollution and environmental preservation. This study uses a survey method with a quantitative descriptive approach, using a questionnaire instrument (google form) in the form of a Likert scale. Data were distributed to 259 independent class XI students, in this study using Purposive sampling with a sampling technique with certain considerations, so the sample was 198 respondents. The research instrument was tested for validity and reliability. Analyzed using descriptive statistics, then frequency distribution analysis to determine the position of perception. The Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in Biology at SMAN 3 Kendari has variations in perception, namely high, medium, and low perceptions. The results of the study showed that the highest percentage of understanding indicators was in the high category at 67%, the highest percentage of acceptance indicators was in the high category at 52%, and the highest percentage of evaluation indicators was in the high category at 49%. The perceptions of independent class XI students regarding the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in Biology subjects at SMAN 3 Kendari were generally in the High category.