Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Makna Tradisi Memere Nakan Pagit dan Mengkelembisi di Desa Sukaramai, Kabupaten Pakpak Bharat: The Meaning of the Traditions of Memere Nakan Pagit and Mengkelembisi in Sukaramai Village, Pakpak Bharat Regency Septi Nabila Solin; Ayu Rulyani
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 10 No. 1 Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jssh.v10i1.30763

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses pelaksanaan tradisi Memere Nakan Pagit dan Mengkelembisi, serta mengkaji makna simbolik dan nilai sosial budaya yang terkandung di dalamnya pada masyarakat etnis Pakpak.Tradisi ini merupakan bagian dari siklus kehidupan yang berkaitan dengan masa kehamilan dan pasca kelahiran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Sukaramai, Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan yang berasal dari berbagai latar belakang etnis, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Memere Nakan Pagit merupakan bentuk perhatian dan perlindungan keluarga kepada ibu hamil. Tradisi ini tidak hanya berupa pemberian makanan, tetapi juga memiliki makna simbolik, di mana rasa pahit melambangkan kekuatan, ketahanan, serta perlindungan dari penyakit dan gangguan. Sementara tradisi Mengkelembisi sebagai bentuk dukungan sosial dan perlindungan keluarga terhadap ibu dan bayi. Pengolesan kelembis pada bayi dalam tradisi ini memiliki makna sebagai doa dan perlindungan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal sekaligus memperkaya khazanah kajian antropologi budaya, khususnya yang berkaitan dengan tradisi masyarakat etnis Pakpak.
Implementasi Full Day School di SMA Negeri 1 Palipi Desa Saor Nauli Kecamatan Palipi Isabella Yosandira Sitanggang; Ayu Rulyani
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2613

Abstract

The implementation of full day school in each school can face different dynamics according to the conditions and characteristics of the environment where the policy is implemented. These conditions are the basis for studying the implementation of full day school in SMA Negeri 1 Palipi, Saor Nauli Village. The study aims to examine the implementation of full day school and analyze the obstacles that influence its implementation in SMA Negeri 1 Palipi, Saor Nauli Village. The type of research used is qualitative with a descriptive approach. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. Implementation began at the beginning of the odd semester, precisely on July 16, 2025. Activities were carried out with an allocation of 10 hours of lessons every day, starting from 07.00–16.00 WIB with 2 breaks, namely at 10.15–10.30 and 12.45–13.45 WIB. Obstacles also influence its implementation, including: (1) the inconsistency of the longer duration in the full day school system with the characteristics of the community, the majority of whom are farmers; (2) limited access to transportation caused by the diverse conditions of the organization, such as the location of the organization which is separated in the waters of Lake Toba and the organization which is in the highland area; (3) inadequate facilities and infrastructure to support the needs of the full day school system activity process; (4) the learning process which is not conducive due to inadequate support from the school's readiness; and (5) the physical and psychological condition of students and teachers. Thus, the implementation of full day school at SMA Negeri 1 Palipi still requires various adjustment efforts and support so that its implementation can run more optimally in accordance with the internal and external conditions of the school.