Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MENGENAL SLOW LEARNER: TANTANGAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Nadia Damayanti, Nadia Damayanti; Dina Rahayu, Dina Rahayu; Meisya Florencia De.Langgut, Meisya Florencia De.Langgut; Joni Tito Kaharap, Joni Tito Kaharap; Romiaty Romiaty, Romiaty Romiaty
Al-Thifl: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1 No 2 (2005): Al-Thiefl : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : STAI Nusantara Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Understanding the characteristics and needs of slow learner children from an early age is essential in supporting their learning process optimally. Slow learners are part of the group of children with special needs who have slightly below-average intelligence levels and tend to face challenges in cognitive, affective, and socio-emotional aspects. These children are not incapable of learning, but they require more time and tailored approaches that align with their individual conditions and potential. This article uses the Systematic Literature Review (SLR) method, which provides a comprehensive overview of the contributing factors, challenges faced, and effective learning strategies for slow learners. The findings indicate that the causes of this condition include internal factors such as biological and psychological disorders, as well as external factors like inappropriate parenting styles, unresponsive school environments, and social stigma that hinders the child’s development. The challenges faced by slow learners arise not only in school environments but also within families and communities. They often struggle with concentration, abstract thinking, memory retention, and building social relationships. Therefore, individualized, gradual, and consistent learning approaches—both at home and at school—are necessary. Teachers and parents play a central role in supporting the child’s learning process through strategies such as simplified materials, the use of audio-visual media, multisensory approaches, and emotional reinforcement. With the implementation of appropriate strategies, inclusive learning environments, and strong collaboration among educators, parents, and the surrounding community, slow learners can be supported in overcoming their barriers and developing their academic, social, and emotional potential to the fullest.
Perkembangan Kepribadian Pada Remaja : Membangun Identitas Simamora , Sartika Celsilya; Bima; Yuliani Saputri; Chintya Purba; Romiaty, Romiaty
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol 2 No 3 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Publisher : Pijar Pustaka Widyadhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas secara mendalam tentang bagaimana identitas remaja terbentuk dalam konteks sosial budaya Indonesia, serta bagaimana kepribadian berkembang sebagai hasil interaksi antara berbagai faktor internal dan eksternal. Fokus utama penelitian adalah pada pentingnya peran lingkungan, keluarga, pendidikan, dan media digital dalam membentuk pola pikir, perilaku, serta karakter remaja. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dari berbagai jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan, kemudian dianalisis melalui analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas remaja sangat dipengaruhi oleh faktor internal seperti perkembangan psikologis, emosi, dan pengalaman pribadi, serta faktor eksternal seperti nilai budaya, tekanan sosial, dan kemajuan teknologi. Konteks Indonesia yang memiliki keberagaman budaya dan nilai-nilai sosial yang kompleks, tantangan dalam pembentukan identitas menjadi semakin besar, terutama di era digital saat ini. Remaja cenderung mengalami kebingungan identitas akibat pengaruh media sosial yang membentuk persepsi tidak realistis tentang diri dan lingkungan. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan strategis dalam membangun identitas yang sehat, seperti membangun komunikasi yang terbuka dengan orang tua, mengembangkan kecerdasan emosional, serta menyediakan ruang bagi remaja untuk bereksplorasi dan mengenali jati diri mereka. Rekomendasi yang diberikan menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang suportif guna membentuk kepribadian remaja yang kuat, mandiri, dan berkarakter. Melalui pemahaman dinamika ini, para pihak yang berkepentingan diharapkan mampu memberikan pendampingan yang sesuai bagi perkembangan remaja di Indonesia.
Pelatihan Pemilahan Sampah dan Pemanfaatan Sampah Anorganik Untuk Craft Dengan Prinsip Do It Yourselft (DIY) Pada Kelompok Milenial Kota Palangka Raya Nurwati, Solikah; Mulyani, Rahmawati Budi; Romiaty; Rahmiati; Ulfah, Sri Mujiarti; Zulaika, Tatik; Sarie, Fatma
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v10i2.9199

Abstract

Kegiatan Pengabdian ini difokuskan kepada kelompok milenial yang dipilih berasal dari mahasiswa semester akhir Universitas Palangka Raya. Berdasarkan hasil wawancara sebelum kegiatan pelatihan diperoleh gambaran bahwa  1). Mahasiswa semester akhir selain  fokus pada penyelesaian tugas akhir atau skripsi, cukup banyak waktu luang yang belum termanfaatkan dengan baik, sehingga mereka menginginkan kegiatan seperti pelatihan yang mampu menumbuhkan daya kreasi dan jiwa wirausaha, 2). Banyaknya limbah berupa sampah anorganik di sekitar tempat tinggal mereka yang dibuang sembarangan dan mengotori lingkungan, 3) Mahasiswa belum pernah mengikuti pelatihan bagaimana memilah sampah serta memanfaatkan sampah anorganik untuk dibuat craft (kerajinan) yang memiliki nilai jual tinggi dan dapat menambah penghasilan.  Berdasarkan latar belakang tersebut maka tujuan dari kegiatan Abdimas ini adalah untuk memberikan pelatihan memilah sampah dan memanfaatan sampah anorganik untuk craft dengan prinsip do it yourselft (DIY) pada kelompok mahasiswa mewakili generasi milenial Kota Palangka Raya. Metode kegiatan menggunakan presentasi materi terkait cara pemilahan sampah dan praktek secara langsung pembuatan craft dari limbah sampah anorganik. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil evaluasi diperoleh gambaran bahwa kegiatan pelatihan pemilahan sampah dan pemanfaatan sampah anorganik untuk craft dapat berjalan dengan baik dan berhasil, seluruh peserta (100%) menyatakan penjelasan materi dan pelatihan  praktek pembuatan craft mudah di pahami, dimana seluruh peserta menyatakan puas atas pelatihan yang diberikan. Setelah pelatihan, seluruh peserta merasakan manfaat pelatihan dapat meningkatkan produktivitas diri dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan, sehingga peserta berminat untuk berwirausaha dibidang kerajinan tangan (handicraft).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BERPRESTASI PADA HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) UNIVERSITAS PALANGKA RAYA PERIODE 2025/2026 Febriani Amanda; Nofi Mustikasari; Keren Monika; Dewi Virna Sipayung; Oktavia Ramadhani; Nur Hidayah Mafiroh; Timoti Elwisto Sipayung; Siti sariyah; Elsa Natalia Girsang; Tri Wulandari; Clementina Ayudhea; Romiaty Romiaty; Susi Sukarningsi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35565

Abstract

This study aims to analyze the factors influencing Achievement Motivation among members of the Islamic Students Association (HMI) at the University of Palangka Raya for the 2025/2026 period. Achievement motivation is viewed as a fundamental drive for students in achieving personal and professional success. HMI, as a cadre-based and learning organization, plays a crucial role in shaping leaders with integrity (Good Governance) and a strong sense of responsibility to realize a just and prosperous society in harmony with Islamic and Indonesian values.This study adopts a quantitative approach using a population survey method. Data were collected through questionnaires based on the Likert Scale from all HMI members at the University of Palangka Raya, class of 2025/2026. Descriptive analysis results show that the overall Achievement Motivation of HMI members at the University of Palangka Raya falls into the high category.This strong level of motivation is reflected in the high level of agreement across six measured factors. The factor with the highest percentage is Risk Consideration (94% strongly agree and agree), indicating mature thinking in selecting challenging tasks. Other strong factors include high awareness of Task Completion Time (85.6%) and Responsibility (75%). On the other hand, the Feedback Awareness factor shows the lowest percentage of agreement (65.3%) compared to other factors.