Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL

Meta-Analisis Efektivitas Konsumsi Telur Rebus terhadap Peyembuhan Luka Post Operasi Iswahyuni, Sri; Rejo, Rejo; Mubarok, Ahmad Syauqi; Sunaryanti, Sri Sayekti Heni; Widiyanto, Aris
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2650

Abstract

Proses penyembuhan luka pasca operasi dipengaruhi oleh kecukupan asupan nutrisi terutama pola makan mengingat tingginya kandungan protein yang diperlukan untuk proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi dan menganalisis efektivitas konsumsi telur rebus terhadap peyembuhan luka post oprasi. Penelitian ini merupakan penelitian sys¬te¬ma¬tic review dan meta- analysis denagn menggunakan diagram PRISMA. Pencarian artikel dilakukan berdasarkan kriteria kela¬yakan Model PICO. P= Pasien post oprasi; I= Konsumsi telur rebus; C= Tidak konsumsi telur rebus; O= Luka post oprasi. Artikel yang digunakan berasal dari 1 dat¬a¬b¬a¬se, yaitu: Google Scho¬lar. Dengan kata kun¬ci antara lain "patient" AND "boiled egg" AND “post-operative wound” AND “randomized controlled trial”. Artikel dianalisis menggunakan digram PRISMA dan aplikasi Review Manager 5.3. 4 artikel dengan de¬sain studi randomized controlled trial yang akan digu¬nakan sebagai sumber meta-analisis efektivitas konsumsi telur rebus terhadap peyembuhan luka post oprasi. Menunjukan bahwa tidak konsumsi telur rebus menurunkan kemungkinan terjadinya penyembuhan luka pada pasien post oprasi. Pasien yang tidak konsumsi telur rebus menurunkan peyembuhan luka post oprasi sebesar -1.89 kali dibandingkan pasien yang penyyembuhan luka post oprasi yang konsumsi telur (SMD= -1.89; CI 95%= -2.75 hingga -1.04; p=0.001), dan hasilnya signifikan secara statistik. Meta-analisis dari 4 studi randomized controlled trial menyimpulkan bahwa tidak konsumsi telur rebus menurunkan kemungkinan terjadinya penyembuhan luka pada pasien post oprasi.
Meta-Analisis Pengaruh Debu terhadap Gangguan Fungsi Paru di Lingkungan Kerja Iswahyuni, Sri; Mubarok, Ahmad Syauqi; Atmojo, Joko Tri; Handayani, Rina Tri; Sunaryanti, Sri Sayekti Heni
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4379

Abstract

Paparan debu mineral diketahui menyebabkan perubahan karakteristik pada mekanisme pernapasan dan volume paru-paru dalam pola yang terbatas. Gangguan fungsi paru akibat paparan partikel debu dapat bersifat restriktif, obstruktif, atau kombinasi keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi pengaruh debu terhadap gangguan fungsi paru di lingkungan kerja. Penelitian ini merupakan penelitian systematic review dan meta-analisis. Pencarian artikel dilakukan berdasarkan kriteria kelayakan Model PICO meliputi: P Masyarakat di lingkungan kerja; I= Paparan debu; C= Tidak terpapar debu; O= Gangguan fungsi paru. Artikel yang digunakan berasal dari 3 database, yaitu: PubMed, Google Scholar, dan Science Direct. Kata kunci yang digunakan antara lain “dust” AND “impaired lung function” AND “work environment” AND “cross section study”. Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi artikel fulltext dengan desain studi cross-sectional, ukuran hubungan yang digunakan adalah adjusted Odds Ratio (aOR), artikel diterbitkan dalam rentang 2020-2021, dan outcome adalah gangguan fungsi paru. Artikel dianalisis menggunakan digram PRISMA dan aplikasi Review Manager 5.3.Hasil penelusuran 6 artikel dalam penelitian yang berasal dari 1 benua Eropa (Kanada) dan 5 benua Asia (Indonesia, Korea Selatan, China) menunjukan bahwa terpapar debu di lingkungan kerja meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan pada fungsi paru pada masyarakat di lingkungan kerja. Masyarakat di lingkungan kerja terpapar debu meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan pada fungsi paru sebesar 2.09 kali dibandingkan dengan masyarakat di lingkungan kerja yang tidak terpapar debu (aOR= 2.09; CI 95%= 1.40 hingga 3.14; p< 0.004), dan hasilnya signifikan secara statistik. Meta-analisis dari 6 studi cross-sectional menyimpulkan bahwa terpapar debu di lingkungan kerja meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan pada fungsi paru pada masyarakat di lingkungan kerja.