Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Karakterisasi sampah plastik yang terakumulasi di Pelabuhan Timur, Kamal, Bangkalan dan aktivitas degradasinya oleh bakteri indigenous air limbah cucian garam (bittern) Junaedi, Abdus Salam; Zainuri, Muhammad; Triajie, Haryo; Wahyuningtyas, Putri; Ahnan, Maftuh
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.62406

Abstract

Plastik merupakan polimer sintetis yang memiliki sifat stabil dan tahan terhadap degradasi alami. Salah satu cara untuk mengurangi akumulasi plastik di lingkungan perairan adalah menggunakan mikroorganisme sebagai agen biodegradasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur parameter kualitas perairan, mengkarakterisasi jenis plastik yang ditemukan di stasiun pengambilan sampel, dan membandingkan aktivitas degradasi plastik oleh formulasi bakteri indigenous air limbah cucian garam dengan formulasi bakteri kontrol. Seluruh data pengukuran kualitas perairan, karakteristik jenis plastik, dan data aktivitas degradasi plastik dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Lokasi pengambilan sampel berada pada Perairan Pelabuhan Timur sampai Perairan Karang-Kiring, Kamal, Bangkalan. Hasil parameter kualitas air menunjukan nilai DO yang diperoleh dari stasiun 1, 2, dan 3 secara berurutan, yaitu 3,0 mg/L; 3,35 mg/L; dan 2,4 mg/L. Nilai pH yang diperoleh dari stasiun 1, 2, dan 3 secara berurutan, yaitu 8,0; 7,7; dan 7,8. Nilai suhu yang diperoleh dari stasiun 1, 2, dan 3 secara berurutan, yaitu 26,9ºC; 27,7ºC; dan 27,3ºC. Karakteristik plastik yang ditemukan di stasiun 1, 2, dan 3 didominasi oleh jenis plastik LDPE (Low-Density Polyethtlene). Aktivitas degradasi plastik terbaik ditunjukkan oleh formulasi bakteri indigenous air limbah cucian garam (bittern), yaitu nilai rata-rata berat awal sebesar 0,0019 dan berat ahkir sebesar 0,0012, sehingga diketahui hasil presentase kehilangan berat kering sebesar 40% persentase berat kering plastik. Penelitian ini menunjukkan potensi formulasi bakteri indigenous air limbah cucian garam (bittern) sebagai agen biodegradasi plastik yang efektif dan berkontribusi positif terhadap pengembangan bioteknologi lingkungan, serta dapat dijadikan sebagai acuan bagi industri dan pemangku kebijakan dalam pengelolaan limbah plastik secara berkelanjutan
Analisis Penggunaan Probiotik Fish Pro Terhadap Kelimpahan Plankton Pada Budidaya Ikan Lele Mutiara (Clarias gariepinus) Menggunakan Metode Bioflok Pahlevi, Firdha Maulidyah; Asrudi, Lutfia Ardita Mayra Putri; Zainuri, Muhammad; Junaedi, Abdus Salam; Triajie, Haryo
Juvenil Vol 7, No 1: Februari 2026
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i1.29788

Abstract

ABSTRAKBudidaya ikan lele di Bangkalan mengalami kesulitan berupa biaya pakan yang tinggi dan keterbatasan lahan, dengan ini metode bioflok menjadi alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut karena mampu menghasilkan pakan alami dengan tambahan probiotik. Selain itu dapat memperbaiki kualitas air melalui bakteri Bacillus sp, mampu meningkatkan kelimpahan plankton, kadar nitrat dan menekan kadar ammonia pada budidaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan probiotik fish pro terhadap kelimpahan, indeks keanekaragaman dan indeks dominansi plankton serta kandungan nitrat pada kolam budidaya bioflok. Data diperoleh dari 2 kolam yang memiliki perlakuan berupa penggunaan probiotik melalui pakan dan air. Pendataan penelitian ini dilakukan setiap 4 hari sekali. Hasil penelitian untuk kelimpahan plankton di kolam probiotik pada air lebih tinggi yaitu 53,5x105 – 17,05x106 Ind/L dibandingkan di kolam pada pakan yaitu 26,5x105 – 13,25x106 Ind/L. Indeks keanekaragaman plankton pada kedua kolam termasuk ke dalam kategori sedang (1 H’ 3), sedangkan indeks dominansi plankton untuk kedua kolam tergolong kategori rendah (0,00 C ≤ 0,50). Kadar nitrat di kolam probiotik pada air yaitu 2,07 mg/L – 17,63 mg/L lebih tinggi daripada kolam probiotik pada pakan, yaitu antara 2,85 mg/L – 14,42 mg/L. Penggunaan probiotik fish pro pada air berimplikasi positif terhadap kelimpahan, indeks keanekaragaman, dan indeks dominansi plankton serta menunjukkan hubungan positif terhadap ketersediaan nitrat di kolam budidaya bioflok. Kata Kunci: Probiotik fish pro, Metode Bioflok, Plankton, dan NitratABSTRACTCatfish cultivation in Bangkalan experiences difficulties in the form of high feed costs and limited land, with this biofloc method is an alternative to overcome these problems because it is able to produce natural feed with the addition of probiotics. In addition, it can improve water quality through Bacillus sp bacteria, able to increase plankton abundance, nitrate levels and reduce ammonia levels in cultivation. Therefore, the study aims to analyze the use of fish pro probiotics on abundance, diversity index and plankton dominance index as well as nitrate content in biofloc cultivation ponds. Data were obtained from 2 ponds that had treatment in the form of the use of probiotics through feed and water. Data collection for this research is carried out every 4 days. The results of the study for plankton abundance in probiotic ponds in water were higher, namely 53.5x105 – 17.05x106 Ind/L compared to ponds in feed, which was 26.5x105 – 13.25x106 Ind/L. The plankton diversity index in both ponds was included in the medium category (1 H' 3), while the plankton dominance index for both ponds was classified as low (0.00 C ≤ 0.50). The nitrate levels in probiotic pools in water are 2.07 mg/L – 17.63 mg/L higher than in probiotic pools in feed, which is between 2.85 mg/L – 14.42 mg/L. The use of probiotic fish pro in water has positive implications for abundance, diversity index, and plankton dominance index and shows a positive relationship with the availability of nitrates in biofloc aquaculture ponds.Keywords: Probiotic fish pro, Biofloc Method, Plankton, and Nitrate
Strategi Menuju Swasembada Pangan Nasional Melalui Optimalisasi Produksi Perikanan di Pembudidaya King Lele Farm, Arosbaya Junaedi, Abdus Salam; Nexvia, Cinta Marshanda; Zainuri, Muhammad; Biroli, Alfan; Argiandini, Devita Mega; Nadifah Safitri , Talitha Aulia; Pratiwi, Putri Ajeng; Madkholiq, Madkholiq; Ramadhani, Mohammad Rifli
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8374

Abstract

King Lele Farm di Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan menghadapi beberapa permasalahan krusial dalam budidaya lele, yaitu kualitas air kolam yang belum stabil, efisiensi pakan yang rendah, ketergantungan tinggi pada pakan komersial dengan biaya produksi besar, serta keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam formulasi pakan dan perbanyakan probiotik. Program pengabdian masyarakat MBKM KKNT 2025 bertujuan mengatasi permasalahan tersebut melalui penerapan inovasi manajemen budidaya berbasis bioflok, pelatihan perbanyakan probiotik mandiri, serta pendampingan formulasi pakan berbasis bahan lokal yang diinduksi probiotik. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan melalui tahapan survei dan pemetaan kebutuhan mitra, penguatan sarana budidaya melalui pembangunan sumur bor, sosialisasi sistem bioflok, pelatihan teknis perbanyakan probiotik, serta pendampingan manajemen pakan, pembesaran lele, dan strategi pemasaran. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengelolaan budidaya lele. Tingkat pemahaman mitra terhadap manajemen kualitas air dan sistem bioflok meningkat dari 45% menjadi 80%, sementara keterampilan dalam formulasi pakan berbasis bahan lokal dan perbanyakan probiotik meningkat dari 40% menjadi 78%. Selain itu, mitra mulai menerapkan praktik pengelolaan pakan yang lebih efisien untuk menekan biaya produksi. Program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas teknis mitra serta menjadi dasar pengembangan budidaya lele yang lebih efisien, mandiri, dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan lokal.