Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Self Efficacy Penderita Diabetes Mellitus melalui Supportive Group Therapy Dirhan, Dirhan; Vioneery, Deoni; Fitriyani, Noor; Listiyanawati, Mutiara Dewi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.7049

Abstract

Self efficacy yang optimal adalah faktor kunci dalam keberhasilan manajemen diri pada penderita DM. Tingkat self efficacy yang rendah dapat mempengaruhi berbagai hal seperti motivasi dan kepatuhan sehingga manajemen diri penderita DM dapat berjalan dengan baik. Melalui metode supportive group therapy untuk peningkatan self efficacy penderita diabetes mellitus di Desa Sanggrahan Kel. Jatikuwung. Tujuan pengabdian kepada masyarakatiniuntukmengetahui dan memahami tentang peningkatan self efficacy enderita diabetes mellitus melalui supportive group therapy. Sampel dalam pengabdian kepada masyarakat ini berjumlah 40 lansia yaitu lansia yang menderita hipertensi di Desa Sanggrahan Kel. Jatikuwung Kab. Karanganyar. Metode yang dilakukan adalah ceramah, demonstrasi, diskusi/tanya jawab. Media yang digunakan adalah flipchart dan leafleat. Luaran kegiatan adalah mampu meningkatkan pengetahuan lansia tentang pentingnya menjaga kesehatan tentang diabetes mellitus, dengan self efficacy serta supportive group therapy.
Hubungan Nursing as Caring dan Teori Self Care dalam Mencegah Komplikasi Akut pada Pasien Diabetes Mellitus Dirhan, Dirhan; Vioneery, Deoni; Fitriyani, Noor; Listiyanawati, Mutiara Dewi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.5693

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi akut jika tidak dikelola dengan baik. Perawatan pasien DM tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga pada pendekatan holistik yang melibatkan kepedulian (caring) dalam keperawatan dan perawatan mandiri (self-care) oleh pasien. Teori Nursing as Caring menekankan pentingnya kepedulian dalam membangun hubungan terapeutik antara perawat dan pasien. Hubungan yang berbasis kepedulian dapat meningkatkan motivasi pasien dalam menjalankan self-care secara optimal. Sementara itu, teori Self-Care yang menyoroti peran pasien dalam menjaga kesehatannya sendiri, yang mencakup pemantauan kadar gula darah, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan kepatuhan terhadap terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asuhan keperawatan nursing as caring dan teori self care dalam mencegah komplikasi akut pada pasien diabetes mellitus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana yang bertugas di ruang rawat Shofa RS Assalam Gemolong Sragen yang berjumlah 18 orang, dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuisioner, dengan teknik observasi secara langsung. Hasil penelitian dari pelaksanaan nursing as caring dan teori self care dalam mencegah komplikasi akut pada pasien diabetes mellitus, sebagian besar dalam kategori baik 19 (36,7%), dan sebagian lagi kategori cukup 11 (63,3%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0,000 di mana nilai p< 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pelaksaanaan nursing as caring dan teori self care dalam mencegah komplikasi akut pada pasien Diabetes Mellitus.
GANGGUAN PENYAKIT KULIT DAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT TELUK SEPANG KOTA BENGKULU: ANALISIS DERMATOLOGY LIFE QUALITY INDEX Wulan, Susilo; Oktia, Vanika; Dirhan, Dirhan; Puri, Chandrainy; Syavani, Dini
Journal of Psychology Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jp.v2i2.3487

Abstract

angguan penyakit kulit merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sering diremehkan, meskipun berdampak signifikan terhadap kualitas hidup penderitanya. Paparan lingkungan yang tidak sehat, seperti polusi udara, bahan kimia, dan kualitas air yang buruk, diketahui berperan dalam meningkatnya kejadian penyakit kulit, terutama di wilayah urban dengan aktivitas industry dan transportasi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gangguan penyakit kulit dan kualitas hidup masyarakat di kelurahan Teluk Sepang, Kota Bengkulu, menggunakan Dermatology Life Quality Index (DLQI). Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 85 repsonden berusia ≥17 tahun yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner karakteristik responden, paparan lingkungan, dan DLQI. Analisis bivariate dilakukan menggunakan uji chi square dan odds ratio (OR) untuk menilai hubungan antara gangguan penyakit kulit dan kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,4% responden mengalami gangguan penyakit kulit. Dari kelompok tersebut, 49,1% memiliki kualitas hidup buruk (moderate hingga extreme effect), sedangkan pada kelompok tanpa gangguan kulit hanya 3,1% yang mengalami kualitas hidup buruk. Analisis statistic menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gangguan penyakit kulit dan penurunan kualtaas hidup (p = 0,000; OR = 29,85). Penurunan kualitas hidup terutama terjadi pada domain gejala dan perasaan, ditandai oleh keluhan gatal kronis, nyeri dan rasa terbakar yang menetap. Dampak lanjutan terlihat pada domain aktivitas sehari-hari dan pekerjaan atau pendidikan berupa keterbatasan aktivitas, gangguan tidur dan penurunan produktivitas. Selain itu, domain hubungan personal dan rekreasi juga terdampak akibat lesi kulit yang telihat, rasa malu, dan pembatasan aktivitas social. Beban pengobatan yang berulang dan berkepanjangan turut berkontribusi terhadap penurunan kualitas hidup pada domain pengobatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa responden dengan gangguan kulit memiliki peluang hampir 30 kali lebih besar untuk mengalami penurunan kualitas hidup dibandingkan responden tanpa gangguan kulit. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa gangguan penyakit kulit merupakan masalah kesehatan multidimensial yang dipengaruhi oleh factor lingkungan dan berdampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat. Diperlukan upaya promotive dan preventif melalui pengendalian paparan lingungan, peningkatan akses air bersih, serta integrase skrining dan penatalaksanaan gangguan kulit berbasis DLQI di layanan kesehatan primer.