Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengembangan Pengembangan LKPD berbasis PjBL-STEM pada materi keanekaragaman hayati untuk peserta didik Fase E MAN 1 Kota Padang billa, salsa; Rahmi, Fitri Olvia; Syamsurizal, Syamsurizal; Kurniati, Rahmi
Al-Alam: Islamic Science Education Journal Vol 4 No 2 (2025): (Edisi Juli) Inovasi dalam Pembelajaran Sains
Publisher : LP2M UIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/al-alam.v4i2.12888

Abstract

This research is a development study using the Four-D Model development model. The research instruments used in this study were interview guidelines for teachers, student questionnaires, validity test questionnaires, and practicality test questionnaires. The LKPD was validated by two lecturers from the Department of Biology, FMIPA UNP, one biology teacher, and 28 students from MAN 1 Kota Padang Phase E Academic Year 2025/2026 to test the practicality of the product. Based on the results of the initial and final analysis, the LKPD developed is a PjBL-STEM-based LKPD on biodiversity material for Phase E students. The validity of the PjBL-STEM-based LKPD is 88.64% (highly valid), and the practicality test results by teachers are 90.97% (highly practical) and practicality scores by students are 89.97% (highly practical). The average practicality test results by teachers and students were 90.47% (very practical). Thus, the developed LKPD is highly valid and highly practical.
A Study of Students’ Awareness Level of Professional Accounting Ethics Based on Q.S. Al-Baqarah (2): 282–284 Khotami, Hanifa Nurul; Khairunisa, Irma; Bahri, Jamiludin Saepul; Aisah, Nur; billa, Salsa; Kusumaning Daru, Ulya Khairunnisa; Suresman, Edi
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 4, No 3 (2026): April 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20072099

Abstract

Professional ethics in the accounting profession are crucial for accountants in managing financial matters to prevent unethical actions in the preparation and presentation of financial statements. However, in practice, many accountants still violate professional ethics due to individual materialistic motives, which are not in accordance with Islamic provisions and sharia principles. Therefore, this study aims to determine the level of awareness among Accounting students based on Islamic values as contained in Q.S. Al-Baqarah (2): 282–284 and the hadith of the Prophet Muhammad (peace be upon him), which are derived from the Al-Qur'an. The research method used is descriptive statistics with a quantitative approach to examine the level of students’ awareness of accounting professional ethics based on Islamic sharia, using a closed-ended questionnaire as the instrument. The instrument testing results indicate that the data are valid and reliable. Statistical results show that students have a high level of awareness of professional ethics. This provides empirical evidence that the inclusion of ethical content in accounting education significantly influences the moral development of students.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KOGNITIF DAN BEHAVIOR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Nur Azizah, Siti; billa, Salsa; Fairuz Malihah, Hanna
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48369

Abstract

This study aims to analyze in depth the cognitive and behavioral learning models, their implementation and influence on student learning outcomes, and to identify the advantages and disadvantages of each model. The research method used is qualitative with a literature review approach. Secondary data collection was conducted by searching relevant national and international reputable scientific journal articles. The results of the study show that the cognitive model focuses on students' internal mental processes and has a strong influence on improving high-level conceptual learning outcomes (higher-order thinking) through the application of problem-based learning, discovery learning, and mind mapping methods. Conversely, the behavioral model emphasizes observable behavioral changes through stimulus-response manipulation, which is proven to be effective in increasing the accuracy of students' basic and procedural skills through drill methods and systematic reinforcement. The advantage of the cognitive model lies in its ability to build deep understanding, but its disadvantage is the long duration of material preparation. Meanwhile, the advantage of the behavioral model lies in its efficiency in forming basic skills and discipline, but it lacks in developing critical thinking. This article concludes that a synergistic integration between cognitive and behavioral approaches can formulate a more holistic learning model in optimizing student learning outcomes as a whole. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam model pembelajaran kognitif dan behavioristik, bentuk penerapan dan pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa, serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari masing-masing model tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui penelusuran artikel jurnal ilmiah bereputasi nasional dan internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa model kognitif berfokus pada proses mental internal siswa dan berpengaruh kuat dalam meningkatkan hasil belajar konseptual tingkat tinggi (higher-order thinking) melalui penerapan metode problem-based learning, discovery learning, dan mind mapping. Sebaliknya, model behavioristik menekankan pada perubahan perilaku nyata melalui manipulasi stimulus-respons, yang terbukti berpengaruh efektif dalam meningkatkan akurasi keterampilan dasar dan prosedural siswa melalui metode drill dan penguatan sistematis (reinforcement). Kelebihan model kognitif terletak pada kemampuannya membangun pemahaman yang mendalam, namun memiliki kekurangan berupa durasi persiapan materi yang lama. Sementara itu, kelebihan model behavioristik terletak pada efisiensinya dalam membentuk keterampilan dasar dan disiplin, tetapi memiliki kekurangan dalam mengembangkan berpikir kritis. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi yang sinergis antara pendekatan kognitif dan behavioristik dapat menghasilkan model pembelajaran yang lebih holistik dalam meningkatkan hasil belajar siswa secara menyeluruh.
Hubungan Tingkat Stres dengan Nilai Hb pada Remaja Usia 15-17 Tahun Batubara, Khairunnisa; Hasan, Afrizal; Shandra, Shandra; Siregar, Wiyanna Mathofani; Khalis, Naila; Billa, Salsa; Husaini, M. Hafinawa
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 14 No. 1 (2026): JKP JUNI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v14i1.1316

Abstract

  Latar Belakang: Stres merupakan salah satu faktor psikologis yang berpotensi memengaruhi kondisi fisiologis, termasuk kadar hemoglobin (Hb) pada remaja. Pada masa remaja, perubahan biologis, sosial, dan akademik meningkatkan risiko terjadinya stres yang berkepanjangan sehingga dapat memengaruhi keseimbangan hormonal dan proses hematopoiesis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stres dengan nilai Hb pada remaja usia 15-17 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian berjumlah 70 remaja, dengan sampel sebanyak 52 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan nilai Hb diperoleh melalui pemeriksaan hemoglobin menggunakan metode standar laboratorium. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas dan uji korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar responden mengalami tingkat stres sedang (50,0%) dan memiliki nilai Hb dalam kategori normal (65,4%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan nilai Hb (p < 0,05), dengan kekuatan hubungan sedang dan arah negatif (p = -0,482), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat stres, semakin rendah nilai Hb pada remaja. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan sedang antara tingkat stres dan nilai Hb pada remaja usia 15-17 tahun. Temuan ini menunjukkan pentingnya upaya promotif dan preventif dalam pengelolaan stres serta pemantauan kadar Hb sebagai bagian dari program kesehatan remaja.