Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

CITRA TUBUH NEGATIF CENDERUNG MENURUNKAN ASUPAN GIZI PADA REMAJA PEREMPUAN Asna, Alfi Fairuz; Juffrie, M; A. Tsan, A.Fahmi
Jurnal Mitra Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): JMK
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja adalah periode transisi yang melibatkan perubahan perkembangan fisiologis, psikologis, dan sosial yang dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan cenderung menjadi obesitas di masa dewasa. Pada masa remaja ada perubahan fisik, biologis, dan kognitif, cepat dan drastis. Perubahan yang cepat ini membuat respons remaja yang sangat memperhatikan bentuk tubuh mereka dan ingin menurunkan berat badannya. Untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh, asupan makanan dan aktivitas fisik di kalangan remaja perempuan.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional, pada 140 siswa SMU di Yogyakarta. Citra tubuh diukur dengan gambar tubuh-34 kuesioner; asupan makanan yang diukur dengan recall 24 jam yang dilakukan selama 3 hari, mewakili hari kerja dan akhir pekan, dan aktivitas fisik yang diukur denganaktivitasrecall.Data dianalisis dengan uji-T. Ada 22,14% wanita muda yang diketahui mengalami ketidakpuasan dengan citra tubuh. T-test menunjukkan bahwa, ada hubungan yang signifikan antara citra tubuh danasupangizi(p 0,05).Ada hubungan yang signifikan secara statistik antara citra tubuh dengan asupan gizi
Risiko Gangguan Makan dan Kejadian Anemia pada Mahasiswa Putri Program Studi S1 Gizi STIKES Mitra Keluarga Muh. Nur Hasan Syah; Alfi Fairuz Asna
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v2i1.1

Abstract

Pendahuluan & Tujuan: Anemia merupakan masalah gizi kesehatan masyarakat yang dapat terjadi pada seluruh usia. Pada tahun 2013 proporsi anemia di Indonesia adalah 21,7 persen. Anemia dapat disebabkan oleh banyak faktor salah satunya adalah pola konsumsi. Anemia pada remaja putri dan wanita usia subur dapat menyebabkan gangguan pada 1000 hari pertama kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko gangguan makan dan anemia pada mahasiswa gizi. Bahan dan Metode: Penelitian ini adalah studi cross sectional dengan sampel 46 mahasiswa gizi jenis kelamin perempuan berusia 19 tahun. Pengumpulan data risiko gangguan makan menggunakan kuesioner Eating Attitudes Test (EAT-26) data anemia diperoleh dari data sekunder hasil pemeriksaan kesehatan mahasiswa baru. Data dianalisi dengan menggunakan SPSS, dilakukan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian terdapat 21,7 persen anemia dan 26,1 persen berisiko gangguan makan. 20 persen mahasiswa yang anemia memiliki risiko gangguan makan. Hasil uji statistik memperlihatkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara risiko gangguan makan dengan anemia. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian adalah risiko gangguan makan dapat terjadi pada mahasiswa gizi yang memungkinkan dapat menjadi penyebab anemia.
PELATIHAN KADER POSYANDU TERKAIT PENGUKURAN TUMBUH KEMBANG BADUTA DI DESA SRIKAMULYAN, KAB. KARAWANG, PROV. JAWA BARAT Silvia Mawarti Perdana; Afrini Eka Sari; Alfi Fairuz Asna; Muh. Nur Hasan Syah
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 3 No. 2 (2020): MEDIC: Medical Dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v3i2.11178

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pertumbuhan dan perkembangan pada masa baduta penting untuk mendapatkan perhatian serius dan dikuasai oleh kader posyandu sebagai garda terdepan pengukuran tumbuh kembang anak di masyarakat. Pengukuran tumbuh kembang perlu dilakukan secara berkala agar menjadi acuan bagi upaya peningkatan pertumbuhan dan stimulasi perkembangan anak. Masih kurangnya pengetahuan, keahlian, dan motivasi kader posyandu dalam pengukuran tumbuh kembang anak menjadi permasalahan dalam optimalisasi tumbuh kembang anak. Tujuan: meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi kader posyandu dalam pengukuran tumbuh kembang anak. Metode: Kegiatan dalam pelatihan ini menggunakan metode ceramah dan demonstrasi dengan media berupa powerpoint, modul, dan alat pengukuran tumbuh kembang anak (timbangan berat badan anak, lenghtboard, meteran, pita LILA, dan kit pengukuran perkembangan). Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan selama enam bulan di Desa Srikamulyan, Kab. Karawang, Prov. Jawa Barat. Hasil: Telah dilaksanakannya pelatihan kader terkait pengukuran tumbuh kembang baduta melalui diskusi dan praktik langsung terhadap 30 orang kader posyandu. Kesimpulan: Kegiatan pelatihan ini mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi kader posyandu dalam pengukuran tumbuh kembang baduta, namun demikian masih diperlukan monitoring dan evaluasi terhadap keberlanjutan pengukuran tumbuh kembang yang dilakukan kader terhadap anak baduta serta upaya kader untuk memberikan edukasi pada orangtua. Kata Kunci : Baduta, Kader, Perkembangan, Pertumbuhan
Breakfast habits, physical activities, and overweight in elementary school children Dian Nur Khalifah; Alfi Fairuz Asna; Afrinia Eka Sari
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 7 ISSUE 1, 2019
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2019.7(1).9-15

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Kegemukan terjadi akibat dari asupan energi yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengeluaran energi. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kegemukan sering diabaikan oleh masyarakat seperti kebiasaan sarapan yang kurang baik dan rendahnya aktivitas fisik yang dilakukan oleh anak sekolah dasar.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi sarapan dan aktivitas fisik dengan kejadian kegemukan pada anak sekolah dasar.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional dengan 130 subjek dan menggunakan uji chi square pada tingkat kemaknaan 95% (α=0,05).Pengambian data kebiasaan sarapan menggunakan kuesioner ang sudah divalidasi, pengambilan data aktivitas fisik menggunakan kuesioner PAQ-C (Physical Activity Questionaire for Children) dan data status gizi diambil dengan melakukan penimbangan serta pengukuran tinggi badan kemudian diklasifikasikan menggunakan indikator IMT/U.Hasil: Hasil analisis menggunakan uji chi square menunjukkan terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi sarapan dengan kegemukan pada subjek (p=0,009) dan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kegemukan pada subjek (p=0,000).Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan konsumsi sarapan dan aktivitas fisik dengan kegemukan pada anak usia sekolah dasar.KATA KUNCI: aktivitas fisik; kebiasaan sarapan; kegemukanABSTRACTBackground: Overweight occurs as a result of higher energy intake compared to energy expenditure. Many people often underestimate about factors that can lead to overweight, such as bad breakfast habits and low physical activity in elementary school children.Objectives: The purpose of this study is to determine a correlation between breakfast habits and physical activity of students in elementary school with overweight.Methods: This study was an observational study with a cross-sectional design with 130 of the students and tests of the significance level of 95% (α=0.05). Breakfast habits data obtained using a validated questionnaire, physical activity data collection using the PAQ-C (Physical Activity Questionnaire for Children) and nutritional status data were taken by weighing and measuring height then classified using BMI/U indicators.Results: The result of the analysis using a chi-square test showed that there was a correlation between breakfast habits and overweight (p=0,009) and there was a correlation between physical activity with overweight (p=0.000).Conclusions: The conclusion, there are correlations between breakfast habits and physical activity with overweight among primary school children.KEYWORDS: physical activity, breakfast habits, overweight
Kebiasaan Sarapan, Status Gizi dan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar di Indonesia Luthfi Sya'baniyah; Laksmi Widajanti; Alfi Fairuz Asna
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13411

Abstract

Breakfast can provide 15-30% of daily energy needs to start activities in the morning and contribute to a balanced nutritional status. This study aims to analyze the relationship between breakfast habits, nutritional status and learning achievement of elementary school students. The method applied is a systematic review. Literature was obtained from several databases namely SINTA, EBSCOhost, Scopus, DOAJ and ScienceDirect. 745 articles were obtained from 4 databases and 10 of them according to the study objectives. The results of the review show that breakfast habits are significantly related to learning achievement of elementary school students. Breakfast also plays a role in maintaining the balance of nutritional status. Breakfast and nutritional status are closely related to endurance, cognitive abilities, intellect, learning capacity, as well as physical and psychological growth of elementary school-age children.Keywords: breakfast habits; nutritional status; learning achievement ABSTRAK Sarapan dapat mencukupi 15-30% kebutuhan energi harian untuk memulai aktivitas di pagi hari dan berkontribusi terhadap keseimbangan status gizi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan, status gizi dan prestasi belajar siswa sekolah dasar. Metode yang diterapkan adalah systematic review. Literatur diperoleh dari beberapa database yaitu SINTA, EBSCOhost, Scopus, DOAJ dan ScienceDirect. Didapatkan 745 artikel dari 4 database dan 10 artikel di antaranya sesuai dengan tujuan studi. Hasil review menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan berhubungan secara signifikan dengan prestasi belajar siswa sekolah dasar. Sarapan juga berperan dalam menjaga keseimbangan status gizi.  Sarapan dan status gizi memiliki kaitan erat dengan daya tahan tubuh, kemampuan kognitif, intelektualitas, kapasitas belajar, serta pertumbuhan fisik maupun psikis anak usia sekolah dasar.Kata kunci : kebiasaan sarapan; status gizi; prestasi belajar
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO TERHADAP KEJADIAN KEGEMUKAN REMAJA PUTRI SMK DI KOTA BEKASI Nindi Andita; Alfi Fairuz Asna; Noerfitri Noerfitri
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi Universitas Binawan Vol. 1 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.286 KB)

Abstract

Masalah gizi lebih merupakan salah satu masalah kesehatan dunia dan masih menjadi masalah gizi di Indonesia. Remaja yang mengalami kegemukan memiliki risiko sebesar 70% mengalami kegemukan atau obesitas pada saat dewasa. Prevalensi remaja umur 16-18 tahun di Kota Bekasi yang mengalami overweight sebesar 7,5%. Faktor yang menyebabkan terjadinya kegemukan seperti faktor lingkungan, psikologis, dan aktivitas fisik. Remaja merupakan tahapan yang rawan mengalami stress dan akan mengalami perubahan nafsu makan yang meningkat. Remaja yang mempunyai asupan energi, karbohidrat, protein dan lemak yang berlebih, mempunyai risiko mengalami kegemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan tingkat stres terhadap kejadian kegemukan remaja putri di SMK Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain Cross Sectional. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan sampel sebanyak 240 responden dengan teknik pengumpulan sampel mengunakan Purposive Sampling. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan memberikan Formulir kuesioner SQ-FFQ (Semi Quantitatif Food Frequency Questionaire) dan kuesioner Depresion Anxiety Stres Scale 42 (DASS 42). Presentase kegemukan remaja putri SMK di Kota Bekasi sebesar 19,9%. Presentase remaja yang mempunyai asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak berlebih berturut-turut 37,2%, 33%, 61,3%, dan 50,7%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan tingkat stres dengan kejadian kegemukan remaja putri di SMK Kota Bekasi dengan P value > 0,05, terdapat hubungan signifikan antara asupan protein dengan kejadian kegemukan remaja putri di SMK Kota Bekasi dengan P value < 0,05, tidak terdapat hubungan antara tingkat stress, asupan energi, karbohdrat, lemak, dengan kejadian kegemukan remaja putri di Kota Bekasi dengan Pvalue > 0,05.
Edukasi Indeks Gizi Seimbang pada Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang Dina Rahayuning Pangestuti; Naintina Lisnawati; Alfi Fairuz Asna; Apoina Kartini; Mohammad Zen Rahfiludin; Sulistyawati Sulistyawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8644

Abstract

ABSTRAK Indeks Gizi Seimbang (IGS) pada masyarakat di Indonesia masih tergolong rendah. Hal tersebut menunjukkan bahwa konsumsi pangan masyarakat belum sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Konsumsi masyarakat yang belum sesuai dengan gizi seimbang dapat disebabkan karena adanya faktor rendahnya pengetahuan. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi terkait IGS untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik yang lebih baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik yang baik terakit indeks gizi seimbang pada kader posyandu sehingga kader dapat menerapkan konsumsi pangan yang sesuai dengan pedoman gizi seimbang dan dapat menyampaikan kepada masyarakat. Program pengabdian masyarakat dilakukan dengan pendekatan pada kader untuk melakukan edukasi dengan metode ceramah dan menggunakan media booklet serta powerpoint. Kegiatan dimulai dengan pemberian pre test kemudian pemberian edukasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diakhiri dengan pemberian post test. Jumlah peserta edukasi sebanyak 20 kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sumowono. Rata-rata skor pengetahuan, sikap, dan praktik subjek sebelum dan sesudah dilakukan edukasi mengalami peningkatan. Rata-rata skor pengetahuan subjek sebelum dilakukan edukasi adalah 7,74 dan setelah dilakukan edukasi skornya menjadi 8,63 (p=0,466). Rata-rata skor sikap subjek sebelum dilakukan edukasi adalah 5,47, sesudah edukasi skornya 6,63 (p=0,160). Skor praktik subjek sebelum dilakukan edukasi adalah 5,47 sedangkan setelah nya menjadi 9,00 (p=0,003). Tidak terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap setelah dilakukan edukasi Indeks Gizi Seimbang, namun terdapat perbedaan praktik kader setelah dilakukan edukasi IGS. Kata Kunci: Edukasi, IGS, Kader, Booklet, Gizi Seimbang, Sumowono  ABSTRACT Healthy Eating Index (HEI) for people in Indonesia is still relatively low. This shows that people's food consumption is not following balanced nutrition guidelines. Community consumption that is not yet by balanced nutrition is caused by a factor of low knowledge. Therefore, it is necessary to carry out education related to HEI to increase knowledge, attitudes, and better practices. This community service activity aims to increase knowledge, attitudes, and good practices regarding the balanced nutrition index for posyandu cadres so that cadres can consume food according to balanced nutrition guidelines and can convey it to the community.  The community service program is carried out with an approach to cadres to conduct education using the lecture method using booklets and PowerPoint media. The activity began with giving a pre-test then giving education followed by a question and answer session and giving a post-test at the end of the activity. The number of participants was 20 posyandu cadres in the working area of the Sumowono Health Center.  The average score of knowledge, attitudes, and practice subjects before and after education has increased. The average score of subject knowledge before education was 7.74 and after education, the score was 8.63 (p=0.466). The average score of the subject's attitude before education was 5.47, after education the score was 6.63 (p=0.160). The subject's practice score before the education was 5.47 while after that it was 9.00 (p=0.003).  There were no differences in knowledge and attitudes after education on the Health Eating Index, but there were differences in cadre practices after HEI education Keywords: Education, HEI, Cadres, Booklets, Balanced Nutrition, Sumowono
Gambaran Implementasi Kursus Pranikah di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Indonesia: Implementation of Premarital Counseling Description in Grobogan District, Central Java, Indonesia Sri Achadi Nugraheni; Atik Mawarni; Cahya Tri Purnami; Sri Winarni; Alfi Fairuz Asna; Apoina Kartini; Septo Pawelas Arso; Novia Handayani; Naila Fauziatin
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 1 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i1.2023.70-78

Abstract

Background: Pre-marital period is the best time to prepare for the quality of family health; however, In Indonesia, examinations and promotion of reproductive health and pre-marital counseling have yet to be carried out in all districts. Objectives: This study aimed to identify the description of reproductive health services and marriage counseling in Grobogan Regency, Central Java. Methods: This study used an assessment method of the implementation of the Reproductive Health Service Program for the bride, which includes IEC (Communication, Information, and Education) and medical examination of the bride and groom by health workers conducted in community health centers (Puskesmas) and other health care facilities, and office of religious affair (KUA), with the In-depth Interview Method. The subject was the KUA Officer under the Department of Religious Islamic Education in the Marriage Guidance program. Results: The interviews with KUA officers obtained results in 2017. There were still underage marriages, and the number increased in 2018. Prospective brides have submitted forms (N1, N2, N3, and N4) to KUA. Most of the brides were not physically examined (pulse, breathing frequency, blood pressure, body temperature) by health workers (63.7%), and blood groups were not examined (91.4%). Half of the respondents examined blood sugar, HIV, IMS, Hepatitis, and TORCH (56.8%). The bridegrooms were not examined for mid-upper arm circumferences (MUAC) (17.2%) and for signs of anemia (8.6%). The brides were not immunized against Hepatitis B (72.4%). Almost all brides get TT immunization at the Puskesmas (94.8%). Health workers stated that only some brides had been getting counseling about the bride's mental health (29,3%). Only 17.2% of the officers stated that the bride still needs to get a certificate of following the reproductive health IEC. Conclusions: KUA has conducted pre-marriage courses for couples according to the rules of the Ministry of Religion. Some PUSKESMAS had carried out activities for the bride and groom on a scheduled basis (for example, every Tuesday/Wednesday) but have not been carried out routinely, even stopped due to budgetary problems. The certificate is given after the bride and groom take the marriage guidance course, but it has yet to be required for marriage registration. 
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Puskesmas Kertek 2 Kabupaten Wonosobo: Low Birth Weight Related Factors at Kertek 2 Public Health Centre Wonosobo Regency Anggit Rizkika; Mohammad Zen Rahfiludin; Alfi Fairuz Asna
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 1 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i1.2023.37-44

Abstract

Background: Low Birth Weight (LBW) has a negative impact because it may cause infant mortality and other nutritional problems. This research differs from previous research because particular variables are characteristic of agricultural areas and tobacco producers.   Objectives: This study was to analyze the factors associated with low birth weight at the Kertek 2 Public Health Centre.  Methods: It was a quantitative research with a cross-sectional study design. The population was all babies born at the Kertek 2 Public Health Centre, Wonosobo Regency, in 2020. The sample in this study was found using the survey sample size formula with a known N value and was taken using a simple random sampling technique. The independent variables studied in this study included anemia, maternal age, mid-upper arm circumference, maternal weight gain during pregnancy, gestational age, parity, disease and infection, pregnancy interval, exposure to pesticides and smoke, alcohol, economic status, and education. The data were analyzed using Chi-Square and Fisher Exact tests with p-value <0.05. Multivariate data analysis was performed using a binary logistic regression test.   Results: Maternal factors related to LBW were maternal age (p= 0,003), gestational age (p=0,000), parity(p=0,022), and pregnancy interval (p= 0,018). Other factors, such as anemia, upper arm circumference, maternal weight gain, disease and infection, and environmental and socioeconomic factors, did not show a significant relationship. Conclusions: The risk factors for low birth weight at Kertek 2 Public Health Centre were maternal age, gestational age, parity, and pregnancy interval.
CITRA TUBUH NEGATIF CENDERUNG MENURUNKAN ASUPAN GIZI PADA REMAJA PEREMPUAN Alfi Fairuz Asna; A. Fahmi A. Tsani; M. Juffrie
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v1i1.8

Abstract

Pendahuluan: Remaja adalah periode transisi yang melibatkan perubahan perkembangan fisiologis, psikologis, dan sosial yang dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan cenderung menjadi obesitas di masa dewasa. Pada masa remaja ada perubahan fisik, biologis, dan kognitif, cepat dan drastis. Perubahan yang cepat ini membuat respons remaja yang sangat memperhatikan bentuk tubuh mereka dan ingin menurunkan berat badannya. Untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh, asupan makanan dan aktivitas fisik di kalangan remaja perempuan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional, pada 140 siswa SMU di Yogyakarta. Citra tubuh diukur dengan gambar tubuh-34 kuesioner; asupan makanan yang diukur dengan recall 24 jam yang dilakukan selama 3 hari, mewakili hari kerja dan akhir pekan, dan aktivitas fisik yang diukur dengan aktivitas recall.Data dianalisis dengan uji-T. Hasil: Ada 22,14% wanita muda yang diketahui mengalami ketidakpuasan dengan citra tubuh. T-test menunjukkan bahwa, ada hubungan yang signifikan antara citra tubuh dan asupan gizi (p<0,05). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan secara statistik antara citra tubuh dengan asupan gizi.
Co-Authors A. Fahmi A. Tsani A. Tsan, A.Fahmi Afrini Eka Sari Afrinia Ekasari Alviskarahma, Keizha Alya Fahimah Keisha Anastasia Wulandari Andi Trimulyono Andi Trimulyono Anggit Rizkika Anggita, Reni Dwi Apoina Kartini Apoina Kartini Atik Mawarni Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Cahya Tri Purnami Chioma Utah-Iheanyichukwu Christiana Natalia Dharmawan, Ligar Tresna Dian Nur Khalifah Dina Rahayuning Pangestuti, Dina Dion Zein Nuridzin Erlin Friska Faik Kurohman Faik Kurrohman Farhana, Annisa Hana Novianti Hanifa Maher Denny, Hanifa Maher Hanyfah, Dewinta Roebiyana Hasna Izdihar Latifah Hasna Naurah Afkar Hatadina, Zidan Alriski Putra Hidayanti, Lilik Ihza, Shalza Ellian Farthur Juffrie, M Kholidah, Laili Nur Kurrohman, Faik Laksmi Widajanti Latifah, Hasna Izdihar Luthfi Sya&#039;baniyah M. Juffrie Maharani Citradewi Maharani, Afifah Listiyandira Martha Irene Kartasurya Mohammad Zen Rahfiludin Mohammad Zen Rahfiludin Mohammad Zen Rahfiludin Muhammad Nur Hasan Syah Mulyono, Andi Tri Naila Fauziatin Naintina Lisnawati Nindi Andita Noerfitri, Noerfitri Novia Handayani Novia Handayani Nuridzin, Dion Zein Paulina Anggita Sihaloho Rahmatika, Tarisca Roja Roja Safitri, Laela Septo Pawelas Arso Septo Pawelas Arso Silitonga, Beatrik Mayisa Abelia Silitonga, Steward Febrianto Silvia Mawarti Perdana Silvia Mawarti Perdana Siti Fatimah Sri Achadi Nugraheni Sri Winarni Sulistyawati Sulistyawati SUYATNO Suyatno Suyatno Syafrillia, Dewi Tri Joko Tri Marta Fadhialh, Tri Marta Wahyu Ramadhani, Wahyu Weslee, Chalvin Yahdun, Finodya