Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNIK MESIN

ANALISIS RANGKA ROADBIKE DENGAN MATERIAL KOMPOSIT KARBON DAN BAJA MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Victor Brilliant Loppies; Djoeli Satrijo; Ojo Kurdi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini penggunaan sistem transportasi sudah menjadi gaya hidup di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, Hal tersebut dapat dilihat pada aktivitas kegiatan bersepeda yang hanya digunakan untuk kebutuhan jarak dekat, olahraga, berkumpul bersama teman, dan pengembangan minat. Beberapa jenis sepeda yang umum digunakan oleh masyarakat adalah sepeda lipat, sepeda gunung atau MTB, sepeda fixie, sepeda kota, sepeda BMX, sepeda hybrid, sepeda tandem, dan road bike (sepeda balap). Dampak positif dari perkembangan teknologi memungkinkan para produsen rangka sepeda dapat menentukan jenis material rangka sepeda yang akan digunakan. Jenis material umum yang sering digunakan dalam membuat rangka sepeda adalah baja, baja dinilai mudah didapatkan dan mudah untuk dilakukan proses produksi. Penggunaan material karbon komposit pada rangka sepeda memiliki banyak kelebihan namun juga kekurangan yang harus diperhatikan dalam desainnya. Di antara kerugiannya,  resistensi dampak yang buruk dapat menyebabkan kegagalan prematur dari frame. Dalam melakukan perancangan sepeda pelaku industri harus memastikan kenyamanan dan kekuatan produk sesuai dengan standar yang berlaku. Pengujian rangka secara langsung akan membutuhkan waktu dan biaya yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan melakukan analisis menggunakan metode elemen hingga (FEM). Pada penelitian kali ini metode elemen hingga digunakan untuk mengetahui kekuatan dari rangka roadbike dengan metode pembebanan statik. Pembebanan dinamik juga dilakukan untuk mengetahui nilai frekuensi pribadi serta modus getar dari rangka roadbike. Analisis dengan metode elemen hingga ini diharapkan dapat melihat kinerja serta kenyamanan dari rangka roadbike.
ANALISIS TEGANGAN TARIK MAKSIMUM PADA KEKUATAN WELDING JOINT TERHADAP KONSTRUKSI UJI GULING BUS Maharsi Anung Kesawasidhi; Ojo Kurdi; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji guling bus merupakan salah satu pengujian aspek keselamatan pada sebuah kendaraan. Uji guling dilakukan untuk memastikan bahwa ruang aman penumpang terpenuhi sehingga saat terjadi kecelakaan atau benturan ruang aman penumpang tetap utuh. Uji guling yang dilakukan telah diatur dalam European safety commission yang disebut dengan UN-ECE. R66. Penelitian tentang uji guling sudah banyak dilakukan. Dalam uji guling bus terdapat beberapa aspek pengujian, salah satunya adalah uji tarik. Pengujian yang dilakukan pada rangka bus terletak pada 3 titik stress yaitu rangka lantai, rangka dinding, dan rangka atap bus. Pada percobaannya, benda diberikan suatu gaya terhadap arah sumbu tertentu dengan kurun waktu yang telah ditentukan hingga benda atau objek mengalami deformasi hingga terjadi patahan. Didapatkan nilai tegangan maksimum pada titik stress diperuntukkan sebagai data kelayakan uji guling bus untuk beroperasi. Pengujian dilakukan secara eksperimental dan secara simulasi dengan menggunakan metode elemen hingga. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan , didapatkan bahwa tegangan tertinggi dari pengujian pada ketiga titik yang telah ditentukan terjadi pada rangka lantai bus dengan nilai 533,3 MPa lalu tegangan terendah terletak pada rangka atap bus dengan nilai 447,3 MPa. Sedangkan untuk besaran gaya yang diberikan pada ketiga titik pengujian memiliki nilai yang beragam, gaya terbesar yang dikeluarkan untuk memperoleh deformasi terdapat pada rangka lantai bus dengan nilai 3.682,92 N dan gaya terkecil dikeluarkan terdapat pada rangka atap bus dengan nilai 911,18 N.
ANALISIS SUSPENSI DOUBLE WISBONE TERHADAP PERILAKU KENDARAAN MENGGUNAKAN METODE MULTI BODY DYNAMICS ANALYSIS Ibnu Agistia Dzaky; Toni Prahasto; Ojo Kurdi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkotaan, kendaraan sangat dibutuhkan untuk moda transportasi pulang dan pergi. Kendaraan yang umum digunakan adalah mobil perkotaan (city car), kebutuhan mobil perkotaan tidak jauh dari kenyaman dan handling. Handling kendaraan adalah bagian penting dalam kendaaran untuk mengacu pada reaksi kendaraan terhadap respon pengendara. Handling juga berperan dalam menjaga kestablilan kendaraan saat melewati kontur jalan yang tidak rata. Kendaraan yang mempunyai handling yang bagus pada saat kendaraan berakselerasi pada kecepatan tinggi akan tetap stabil dan mengurangi gangguan seperti body roll (limbung). Dalam mendapatkan performa handling kendaraan yang optimal ada beberapa faktor yang diperhatikan, seperti suspensi. Pada penelitian ini dilaksanankan untuk menghasilkan kinerja suspensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan beban yang di inginkan oleh kebutuhan pengendara. Performa handling kendaraan yang optimal menjadi hal yang ingin dicapai dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini dilakukan guna untuk meneliti sistem suspensi double wishbone terhadap perilaku kendaraan. Untuk acuan kendaraan dalam penelitian ini menggunakan Toyota Vios 2008. Penelitian ini dimulai dengan melakukan studi literatur dan referensi geometri mobil, kemudian dilanjutkan dengan membuat model 1 sampai dengan model 5 di Motion View dengan geometri dari Toyota Vios 2008. Dengan menganalisis suspensi double wishone menggunakan metode multi body dynamic analysis dengan software Altair 2019. Dalam penelitian ini menggunakan pengujian step steer dan single lane change untuk mendapatkan beberapa hasil parameter yang menggunakan 5 model kendaraan yang berbeda berdasarkan kekakuan suspensinya, dengan model 1 menggunakan spesifikasi suspensi depan coil spring k=120, strut damper c= 12 dan suspensi belakang coil spring k=90, strut damper c=1, sedangkan model 5 menggunakan tambahan stabilize bar OD=25 dengan spesifikasi suspensi depan coil spring k=160, strut damper c= 16 dan suspensi belakang coil spring k=100, strut damper c=2. Untuk lintasan pengujian menggunakan jalanan dalam kota dengan kecepatan 30km/jam dan jalan bebas hambatan menggunkan kecepatan 80km/jam. Parameter yang ingin didapat seperti roll angle, yaw angle, pitch angle, lateral acceleration understeer dan perilaku kendaraan lainnya. selanjutnya melakukan simulasi dan analisis. Hasil yang didapatkan model 5 lebih stabil dalam performa handling, untuk mengendalikan kendaraan pada steering wheel harus membutuhan momen, hasil pada model 5 dengan rentang momen diantara 5,18797 Nm dan -4,55829 Nm. Sedangkan pada model 1 ada diantara 5,83085 Nm dan -5,00501Nm.
ANALISIS PENGARUH KEKAKUAN PEGAS SUSPENSI DAN RADIUS TIKUNGAN TERHADAP BODY ROLL PADA MOBIL Mush’ab Mush’ab; Ojo Kurdi; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem suspensi kendaraan dibuat untuk meningkatkan kenyamanan penumpang dan keamanan berkendara, karena dapat mengurangi efek getaran, atau gaya akibat kondisi permukaan jalan yang dilalui dan dinamika kendaraan tersebut. Ketika kendaraan menikung, akan terjadi body roll karena pengaruh gaya sentrifugal yang menyebabkan perpindahan beban dari roda dalam tikungan menuju roda luar tikungan. Body roll berpengaruh terhadap stabilitas dan handling kendaraan. Penelitian ini berisi analisis pengaruh kekakuan pegas suspensi  dan radius tikungan terhadap body roll menggunakan software simulasi kendaraan Altair MotionView. Penelitian ini menggunakan parameter spring stiffness untuk menunjukkan kekakuan suspensi dengan variasi yang diterapkan adalah 59, 70, dam 78 N/mm. Sedangkan, variasi radius tikungan yang diterapkan adalah 15, 30, 45, 60, 75, dan 90 m dengan kecepatan yang diterapkan 20-40 km/jam. Referensi kendaraan yang digunakan adalah mobil Toyota 86 dengan menggunakan pemodelan full vehicle model atau pemodelan kendaraan utuh. Jenis analisis yang digunakan adalah Constant Radius Analysis dimana kendaraan disimulasikan melaju pada jalan yang melingkar dengan radius jalan konstan dengan adanya kenaikan kecepatan. Parameter hasil yang dianalisis adalah roll angle. Hasil yang didapatkan adalah semakin kaku pegas suspensi maka body roll semakin sedikit terjadi, serta semakin kecil radius tikungan, semakin besar body roll yang terjadi ditinjau dari seberapa besar roll angle yang terbentuk.
ANALISIS KEKUATAN FATIGUE SENSOR FIBER OPTIK DIPENGARUHI OLEH GETARAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Nurgalih Prasetiya; Ojo Kurdi; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fiber Optik memiliki peran yang sangat penting terutama dalam bidang telekomunikasi dikarenakan fiber optik dapat mentransmisikan informasi volume besar dengan kecepatan cahaya serta memiliki ketelitian yang tinggi dibandingkan dengan teknologi lain. Namun dalam pengaplikasiannya, sensor fiber optic juga akan menerima impact dari pembebanan yang dibaca atau diukur dikarenakan fiber optik yang dijadikan sensor akan berkontak secara dekat dengan objek yang diamati atau diukur, sehingga akibatnya sensor fiber optic berpotensi mengalami fatigue. objek yang terus menerus terkena stress atau mengalami deformasi atau menerima beban repetitive (berulang) dalam periode waktu yang cukup panjang pada prosesnya akan  memunculkan suatu crack retakan. Salah satu penyebab terjadi fatigue pada fiber optik adalah adanya getaran. Dalam penelitian kali ini, fiber optik yang diteliti yaitu fiber optik yang digunakan pada rel kereta api untuk memantau getaran yang terjadi. Getaran yang terjadi pada rel kereta sangat berpengaruh pada kenyamanan kereta itu sendiri. Dengan melakukan analisis faitgue pada fiber optik di rel kereta, diharapkan dapat diketahui masa hidup dari fiber optik tersebut. Untuk menganalisis hal tersebut, maka digunakan meteode elemen hingga. Metode elemen hingga merupakan metode numerik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan getaran mekanis dan struktural yang komplek.
RANCANG BANGUN MAINAN MEKANIKAL LUNCURAN KELERENG MENGGUNAKAN SISTEM PENGANGKAT TANGGA BERJALAN DAN KINCIR SILANG Andrean Rizky Agung Maulana; Dwi Basuki Wibowo; Ojo Kurdi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mainan adalah salah satu sarana pembelajaran yang sangat efektif, salah satunya adalah mainan mekanikal yang memiliki nilai edukatif dan terdapat unsur science dan teknologi. Tujuan dari mainan mekanikal ini adalah untuk memperkenalkan fisika mekanika kepada masyarakat melalui media mainan. Produk mainan ini mensimulasikan gerak kelereng berupa siklus yang secara umum terdiri dari 2 komponen yaitu: (1) pengangkat kelereng berbentuk kombinasi kincir dan tangga berjalan, dan (2) panel lintasan turun berupa down rail dan screw drop. Setiap komponen dirancang dari beberapa modul dan setiap modul disimulasikan dan di lakukan analisa posisi dan kecepatan agar pergerakan kelereng bisa terus meluncur ke modul      berikutnya tanpa hambatan. Dari hasil simulasi dan analisa pada mainan mekanikal kelereng luncur, kelereng membutuhkan waktu tempuh 25,33 detik serta kecepatan kelereng tertinggi pada mainan mekanikal luncuran kelereng berada di panel lintasan screw drop, dengan kecepatan kelereng 0,526 m/s dengan waktu tempuh 1,77 s, saat posisi kelereng terdapat pada sumbu x = 0,088 y = 0,199 z = 0,238 pada saat kelereng bergerak menuruni panel screw drop.
STUDI UJI UNJUK KERJA ALAT PENGUJIAN VIBRATION TRAINING SYSTEMTM 150: EKSPERIMEN BANDUL DAN TWO MASS ABSORBER SYSTEM Rayhan, Muhammad Arif; Kurdi, Ojo; Satrijo, Djoeli
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Getaran disebabkan oleh berbagai macam hal yang berada di sekitar kita. Penguikuran serta analisis getaran dinilai sangat penting karena hal tersebut merupakan salah satu faktor utama dalam perancangan dan pengoptimalan kinerja sistem mekanik. Unit TM 150 digunakan untuk melakukan berbagai macam eksperimen fenomena getaran. Pada makalah ini dilakukan eksperimen bandul yang meliputi bandul sederhana, bandul fisik, bandul gabungan, bandul reversible dan bandul bifilar, serta eksperimen two mass absorber system. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas setiap jenis eksperimen yang dilakukan pada alat uji terhadap perhitungan teoritisnya. Dari hasil perbandingan data eksperimen dengan perhitungan teoritis pada seluruh eksperimen bandul, ditemukan bahwa terdapat error pada jarak 0% hingga 8%, sehingga performa alat sangat baik dalam segi keakuratan data dan juga fenomena yang terjadi. Sedangkan pada eksperimen two mass absorber system tidak dapat membandingkan data hasil eksperimen dan teoritis karena keterbatasan alat, sehingga hanya dapat dibandingkan grafik fenomena resonansinya saja.
ANALISIS TEGANGAN FRICTION BLOCK KERETA API CEPAT DENGAN BENTUK CIRCULAR MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD JURNAL TEKNIK MESIN S-1 Pangestu, Aldian Dwi; Kurdi, Ojo; Widodo, Achmad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis tegangan pada friction block kereta api kecepatan tinggi dilakukan menggunakan Finite Element Method, baik dalam kondisi statik maupun transient. Studi ini memberikan wawasan penting untuk pengembangan dan keamanan sistem pengereman kereta api kecepatan tinggi. Simulasi statik menunjukkan deformasi keseluruhan yang aman, namun ujung atas friction block mencapai batas deformasi maksimum 0,39131 mm, berpotensi menyebabkan kerusakan struktural. Shear stress secara umum memadai dan memberikan hasil yang optimal. Safety factor secara umum memadai, kecuali pada dekat permukaan ass disc brake. Simulasi thermal statik menunjukkan peningkatan temperatur pada bagian bawah disc brake hingga 24,99℃, sementara disc brake mengalami penurunan yang tidak signifikan. Simulasi transient dengan kondisi berputar mengungkapkan deformasi minimum pada friction block, tetapi disc brake mencapai deformasi maksimum, menandakan batas elastisitas tercapai. Shear stress menunjukkan nilai yang optimal, namun perlu perhatian pada area disekitar permukaan ass disc brake. Safety factor menunjukkan keamanan struktural keseluruhan, tetapi perlu perhatian terhadap deformasi maksimum pada disc brake. Simulasi thermal transient menunjukkan peningkatan temperatur di sekitar ass disc brake, tetapi friction block tetap pada temperatur minimum.
ANALISIS PERUBAHAN TEGANGAN PADA FRICTION BLOCK KERETA API CEPAT DENGAN BENTUK OCTAGONAL MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD Pranatagama, Sultan Alif; Kurdi, Ojo; Widodo, Achmad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan fasilitas transportasi sangat dibutuhkan dan terus meningkat seiring perkembangan jaman. Negara Indonesia adalah negara berkmbang, maka kebutuhan transportasi sangat krusial terhadap perkembangan setiap daerahnya. Kereta api sudah dipilih menjadi transportasi massal bagi Masyarakat Negara Indonesia dikarenakan dikenal sebagai transportasi yang cepat dan aman, serta ramah lingkungan. Namun, perkembangan teknologi membuat banyak negara berinvestasi dalam sistem kereta api yang lebih cepat dan lebih canggih. Kereta api cepat adalah transportasi massal dengan menggunakan rel yang dapat menempuh kecepatan diatas 250 Km/Jam. Sistem yang memungkinkan untuk kereta berlaju dengan ccepat juga memerlukan pengereman yang sepadan dengan kecpatannya. Pada dasarnya sistem pengereman yang digunakan pada kereta api cepat tidak jauh berbeda dibandingkan dengan kereta api konvensional, namun memiliki beberapa sistem tambahan untuk mengimbangi tenaga yang harus dihentikan. Sistem pengereman dengan menggunakan cakram masih digunakan untuk kecepatan terentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sudut pemasangan brake pad/friction block (kampas rem) terhadap gerak rotasi disc brake (piringan cakram), variasi yang digunakan adalah 0°, 22,5°, dan 30°. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method) untuk mengetahui sebaran tegangan dan regangan von-mises yang terjadi pada sistem pengereman dengan friction block berbentuk octagonal. Metode elemen hingga (Finite Element Method) menggunakan analisis transient structural dengan nilai konvergensi >1%. Penggunaan geometri dan properti material mengacu pada penelitian Z,Y, Xiang, dkk. Proses simulasi dan analisis menghasilkan data  equivallent stress Von-mises terbesar pada variasi 30°, sedangkan nilai terkecil terdapat pada variasi 0°. Data equivallent elastic strain Von-mises terbesar terdapat pada variasi 30°, dan nilai elastic strain Von-mises terkecil terdapat pada variasi 0°.
Evaluasi Radial Clearance Pada Bantalan Ti6Al4V-On-Si3N4 Total Hip Prosthesis Menggunakan Metode Elemen Hingga Juliansyah, Muhammad Anas; Kurdi, Ojo; Tauviqirrahman, Mohammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang penggantian pinggul total oleh peneliti sebelumnya berfokus pada dampak penggunaan material, penerapan permukaan bertekstur, penggunaan pelapis, serta desain dan geometri departemen komponen. Variabel ini diukur berdasarkan parameter resistansi yang digambarkan sebagai tekanan kontak atau sejenisnya. Namun, belum ada penelitian yang dilakukan mengenai kinerja menahan beban dari prostesis pinggul total, yang diukur menggunakan parameter kekuatan yang lebih spesifik dan kriteria yang berbeda. Penelitian ini menyajikan analisis mekanika kontak yang meliputi tekanan kontak, tegangan von Mises, regangan, dan tegangan Tresca pada prosthesis pinggul total dengan menggunakan material Ti6Al4V-ON-Si3N4. Model elemen hingga 2D dibuat untuk  analisis. Simulasi numerik dilakukan dengan menerapkan beban fisiologis yang sesuai  pada sendi panggul manusia selama aktivitas berjalan normal.