Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peran Pendidikan Agama Islam Berbasis Rekonstruksionisme dalam Membentuk Generasi yang Berakhlak dan Adaptif Dela Andriani; Putri Nurhidayah; Herlini Puspika Sari
Dialektika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2025): Vol 4 No 1 (2025): Dialektika : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/dialektika.v4i1.15271

Abstract

Conventional Islamic Religious Education (PAI), with its strong emphasis on normative and ritual aspects, often struggles to address contemporary social challenges and global transformation, resulting in a gap between religious values and social engagement (Nata, 2014; Muhaimin, 2004). This study aims to conceptually examine and develop a theoretical model of Reconstructionism-based PAI that connects Islamic ethical principles with social action. Using a Library Research method supported by Concept Analysis and Theory Synthesis, the study analyzes primary works of Reconstructionist philosophy (Brameld, 1956) and literature on transformative PAI through Content Analysis and Comparative–Synthesis techniques, with data credibility strengthened through Source Triangulation (Lincoln & Guba, 1985). The theoretical synthesis indicates that integrating Reconstructionism offers a coherent framework for restructuring PAI toward issue-centered learning, critical inquiry, and socially oriented action. This model conceptually supports the development of Transformative Ethics (Gusau, 2021) and adaptive socio-religious skills, positioning PAI as a more responsive and action-oriented educational approach. The novelty of this study lies in formulating a philosophical model that aligns Islamic values with Reconstructionist principles, providing a conceptual basis for future empirical development and curriculum reform. Keywords: Islamic Religious Education, Reconstructionism, Transformative Ethics, Social Action.
TIPOLOGI FASAD KAWASAN PARIWISATA UJONG BLANG Andrit Yamesa; Soraya Masthura Hassan; Dela Andriani
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.20

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memberikan peranan penting dalam perekonomian suatu wilayah. Pariwisata juga mendorong sektor-sektor lain seperti jasa, hunian, tenaga kerja untuk ikut berkembang bersama. Kawasatan pariwisata Ujong blang merupakan kawasan pariwisata unggulan yang ada di Kota Lhokseumawe. Secara praktis pantai Ujong blang merupakan salah satu destinasi yang paling diminati masyarakat. Oleh karena itu kajian Tipologi terhadap Fasad kawasan tersebut perlu untuk dilakukan sebagai usaha pengembangan dan pelestarian kawasan tersebut sebagai kawasan pariwisata unggulan di Kota Lhokseumawe. Varibel yang dipakai untuk menggali fasad kawasan pariwisata Ujong blang adalah delapan elemen perancangan kota. Data yang didapatkan dari identifikasi elemen perancangan kota tersebut akan dianalisa dengan menggunakan analisa SWOT untuk merumuskan strategi yang mutakhir dalam usaha pengembangan dan pelestarian kawasan tersebut. Metode penelitian yang dipakai adalah Deskriptif Kuaitatif Eksplorasi. Diharapkan penelitian ini bisa menjadi rujukan bagi pemerintah dalam pengembangan kawasan pariwisata Ujong blang sebagai kawasan pariwisata unggulan yang ada di Kota Lhokseumawe.
Evaluasi Purna Huni Pasar Tradisional : (Studi Kasus: Pasar Sangkumpal Bonang Kota Padangsidimpuan) Dela Andriani
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v4i2.675

Abstract

Pasar merupakan fasilitas umum yang digunakan sebagai tempat untuk mewadahi aktivitas masyarakatnya dalam memperoleh kebutuhan hidup seharihari, seperti kebutuhan sandang dan pangan. Pasar Sangkumpal Bonang merupakan pasar induk di Kota Padangsidimpuan yang terdiri dari 3 lantai. Namun sejalan dengan berfungsinya pasar, ditemukan fenomena yaitu fisik bangunan yang sudah terbilang tidak layak dan belum berfungsinya kios-kios yang berada di lantai dua bangunan dengan maksimal. Kios-kios tersebut terlihat sepi dan tidak digunakan untuk usaha. Evaluasi purna huni didefinisikan sebagai pengujian efektivitas sebuah lingkungan binaan bagi kebutuhaan manusia, baik pengujian efektivitas bangunan sendiri maupun efektivitas programnya terhadap kebutuhan pengguna. Evaluasi purna huni (EPH) ini bertujuan untuk mengetahui performa bangunan pasar berdasarkan standar yang ada dan faktor penyebab tidak optimalnya ruang lantai 2 sehingga dapat menggambarkan tingkat kualitas performansi dan fungsi bangunan pasar. Cakupan evaluasi penelitian ini terdiri dari 3 aspek yaitu elemen teknis, fungsional dan perilaku. Metode yang digunakan pada kajian ini adalah mix method yang dilaksanakan dengan pendekatan studi kasus, serta menggunakan teknik evaluasi purna huni induktif. Hasil evaluasi yang ditemukan bahwa performa bangunan pasar pada pendekatan teknis, fungsional, dan perilaku dengan total elemen yaitu 12, memiliki performa yang kurang baik dimana terdapat 7 elemen dalam kondisi kurang baik dan perlu diperbaiki, 5 memiliki performa yang cukup baik dan sudah banyak yang sesuai dengan standar peraturan. Penyebab pedagang tidak menempati ruang dalam lantai 2 bangunan pasar disebabkan penentuan fungsi (fisik) yaitu keamanan dan kenyamanan ruang serta pertimbangan karakter uang sewa dalam keberhasilan berdagang. Temuan penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah lanjutan pada Pasar Sangkumpal Bonang.Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mix method) yang merupakan penelitian yang menggabungkan antara data kuantitatif dan data kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengamatan atau observasi, dan metode wawancara yang terdiri dari kuisioner serta depth interview. Wawancara difokuskan pada pengguna ruang yaitu pedagang baik berupa pedagang formal maupun pedagang kaki lima.
Evaluasi Fungsi Ruang Masjid Berdasarkan Kaidah Ajaran Islam (Studi Kasus : Masjid Al-Ikhlas Simpang Lau Njahong Namu Ukur Selatan) Sitepu, Deni Chandra Irawan; Deni, Deni; Dela Andriani
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.774

Abstract

Masjid merupakan sebuah tempat yang identik dengan umat Islam dan dipergunakan sebagai tempat ibadah spiritualnya. Mengingat pentingnya masjid bagi umat Islam dapat dilihat dari sejarah dan perkembangannya mulai sejak zaman Nabi Muhammad Saw yang dimanfaatkan sebagai tempat beribadah, media dakwah serta kemaslahatan umat. Seiring berjalannya waktu, pada masa kini masjid sudah banyak mengalami perubahan paradigma. Hal ini terkait pada fungsi masjid itu sendiri yang cenderung sudah tidak sesuai dengan fungsi masjid pada zaman Nabi. Penelitian ini berfokus pada pembahasan pemanfaatan ruang pada masjid dengan melakukan penilaian secara langsung serta peninjauan terkait fungsi ruang luar maupun ruang dalam pada masjid. Dalam melakukan pencarian data dan analisanya, dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif - eksploratif. Hasil akhirnya berupa penjelasan lebih mendalam dan original terkait sejauh mana masjid Al-Ikhlas mengalami pergeseran fungsi jika dilihat berdasarkan masjid Nabawi yang menjadi acuan dan juga dinilai dari sudut pandang fungsi kompleks. Sehingga mendapatkan hasil bahwa masjid Al-Ikhlas belum sesuai dengan fungsi ruang dan juga fungsi berdasarkan kaidah ajaran Islam.
Kajian Karakteristik Arsitektur Islam Pada Masjid Agung Sulthan Jeumpa Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireun Yusuf Fadhil; Armelia Dafrina; Dela Andriani
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i1.777

Abstract

Munculnya arsitektur masjid di Indonesia tidak terlepas dari perkembangan Islam yang masuk ke Indonesia. Perkembangan peradaban Islam telah menghasilkan berbagai macam bentuk dan jenis masjid, sehingga bentuk masjid di Indonesia sangat beragam, khususnya di Aceh, Kecamatan Kota Juang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik arsitektur Islam pada masjid Agung Sulthan Jeumpa. Penelitian ini terdiri dari penelitian lapangan (field research) dan penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.. Karakteristik arsitektur islam yang dominan pada masjid Agung Sulthan Jeumpa ialah Masa peradaban Arsitektur islam Utsmaniyah.
Pendekatan Arsitektur kontemporer Melalui Desain Fasad Terminal Paya Ilang Di Takengon Elvi Damayanti; Yenny Novianti; Dela Andriani
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.996

Abstract

Terminal Tipe A Paya Ilang mengalami transformasi yang signifikan, baik dari segi fasilitas dan estetika bangunan. Terminal ini merupakan salah satu fasilitas transportasi umum yang melayani masyarakat lokal dan pengunjung. Dengan latar belakang yang unik, desain fasad terminal seharusnya dapat menciptakan identitas yang kuat dan menarik bagi pengunjung. Desain fasad yang menarik dan kontekstual dapat berkontribusi signifikan terhadap persepsi pengguna dan integrasi terminal dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini diharapkan dapat membantu menciptakan desain terminal yang lebih baik yang memenuhi kebutuhan Masyarakat. Metode yang digunakan penelitian deskriptif, penelitian ini akan mengkaji tentang karakteristik arsitektur kontemporer pada fasad diantaranya yaitu komposisi ekspresif dan dinamis, konsep ruang terbuka, harmoni ruang luar dan ruang dalam, memiliki fasad transparan, kenyamanan hakiki, eksplorasi elemen lanskap, dan bangunan yang kokoh. Hasil dari analisa pada gedung utama Terminal Tipe A Paya Ilang secara keseluruhan sudah menerapkan arsitektur kontemporer pada fasad bangunannya. Elemen-elemen seperti penggunaan material kaca dan ACP, serta desainnya mengedepankan fungsi dan efisiensi serta estetika, telah terlihat dalam bentuk serta struktur bangunan. Penerapan dapat dilihat dari beberapa aspek berupa penggunaan material beton bertulang dan kaca, Beton bertulang memberikan kesan kuat dan kokoh, sedangkan kaca memberikan kesan transparan dan terang. Warna kontras menciptakan Kesan cerah dan terbuka, dinding dan lantai menggunakan warna terang. Pada bentuk Gedung utama terminal dapat menjawab kesan ekspresif dan dinamis bangunan, terminal juga sudah memiliki kenyamanan hakiki yang ramah untuk semua pengguna.
Pola pemanfaatan ruang berdasarkan perilaku pengguna pada perpustakaan Universitas Malikussaleh Amelia Nabila Putry; Dela Andriani; Hendra Aiyub
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 7 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v7i1.1223

Abstract

Perpustakaan perguruan tinggi sangat penting sebagai pusat kegiatan akademik, dan mereka membutuhkan tata letak yang nyaman dan efisien untuk digunakan. Perpustakaan Universitas Malikussaleh berada di Lhokseumawe, Aceh, dan memiliki ruang seluas 1.836 meter persegi. Pada Maret 2026, ada 738 mahasiswa aktif yang menggunakannya. Meskipun demikian, masih ada banyak masalah spasial yang mengganggu kenyamanan dan efisiensi ruang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan pola pemanfaatan ruang, mengevaluasi kondisi sirkulasi, dan membuat saran untuk mengatur ulang tata letak ruang baca perpustakaan. Selama lima hari pengamatan, pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode placed centered mapping, dimana aktivitas pengguna dipetakan secara sistematis pada empat zona yang telah ditetapkan dan disajikan dalam bentuk sketsa digital. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Zona D selalu menjadi pusat aktivitas utama karena banyaknya koleksi buku yang tersedia. Di sisi lain, Zona A dan B menjadi titik kepadatan sirkulasi, atau bottleneck, karena seluruh arus keluar-masuk terpusat pada satu pintu yang beroperasi. Tiga masalah spasial utama teridentifikasi, lebar lorong antar rak yang hanya 80-130 cm di bawah standar minimal 150 cm, fasilitas toilet yang tidak pernah digunakan selama periode pengamatan karena kekurangan penanda arah, juga ketidakjelasan zonasi koleksi, yang membuat penelusuran referensi lebih sulit. Selain itu, ada gap antara area diskusi Zona B yang tidak pernah digunakan dan area baca individu yang hanya enam unit, yang selalu penuh saat jam sibuk. Pengaktifan kembali pintu kedua, perbaikan aksesibilitas dan penanda toilet, penataan ulang zonasi koleksi, dan penambahan dan pemisahan unit meja baca individu dan kelompok adalah rekomendasi utama penelitian ini