Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

DISKRIMINASI RASISME WARGA PAPUA DALAM SUDUT PANDANGAN HAM Nawipa, Ancelina M; Esterilita, Mari; Trustisari, Hastin
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 7 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena rasisme yang dialami oleh warga Papua di Indonesia dari sudut pandang Hak Asasi Manusia (HAM). Diskriminasi rasial terhadap warga Papua merupakan masalah yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek sosial, politik, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk rasisme yang terjadi, menguraikan faktor-faktor penyebab, dan mengevaluasi efektivitas kebijakan yang telah diterapkan untuk mengatasi masalah ini. Melalui pendekatan kualitatif,  aktivis HAM, dan pakar di bidang ini. serta analisis dokumen dari laporan-laporan resmi dan literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warga Papua menghadapi berbagai bentuk diskriminasi,  kekerasan fisik, ketidakadilan dalam layanan publik, dan pengucilan sosial. Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun ada beberapa kebijakan yang dirancang untuk melindungi hak-hak warga Papua, implementasinya seringkali tidak efektif dan tidak konsisten. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperkuat kebijakan anti-diskriminasi, meningkatkan pendidikan tentang HAM, dan memperbaiki sistem peradilan untuk memastikan perlindungan yang lebih baik bagi warga Papua. Upaya kolaboratif antara pemerintah, masyarakat sipil, dan komunitas internasional juga diperlukan untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang rasisme terhadap warga Papua dan menekankan pentingnya tindakan nyata untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi manusia bagi semua warga negara Indonesia.
ANALISIS SISTEM KEBIJAKAN PENDIDIKAN ANAK JALANAN DI BEBERAPA WILAYAH DAERAH DI INDONESIA: KAJIAN LITERATUR Solekhah, Eka Yulia; Esterilita, Mari; Trustisari, Hastin
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 7 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak jalanan merupakan mereka yang waktunya dihabiskan sebagian besar di jalanan, mencari nafkah atau berkeliaran. Pemerintah telah membuat kebijakan untuk membantu anak jalanan, seperti pelatihan, tempat tinggal, dan reintegrasi sosial, meski implementasinya perlu ditingkatkan. Penelitian dilakukan untuk menganalisis sistem kebijakan pendidikan bagi anak jalanan dibeberapa wilayah Indonesia. Metode pengkajian menggunakan metode naratif dari beberapa literatur riview, dengan mencari referensi dari berbagai sumber secara online ditemukan 10 artikel melalui google scholar tentang kebijakan pendidikan anak jalanan.  Hasil kajian dari berbagai studi menunjukkan bahwa sistem pendidikan memiliki berbagai kendala yang dihadapi dalam upaya pembaruan kurikulum secara nasional. Keadaan ini membutuhkan adanya tinjauan evaluasi yang harus diperhatikan, seperti faktor politik, ekonomi, sosial, dan budaya di Indonesia. Beberapa kebijakan yang telah diterapkan, seperti kebijakan pendidikan layanan khusus untuk mengentaskan anak dari jalanan melalui pendidikan informal dan nonformal, serta program pembinaan Dinas Sosial, ternyata tidak lagi relevan dengan realitas kehidupan di beberapa daerah. Studi lain menunjukkan bahwa anak-anak jalanan di suatu wilayah daerah, umumnya berasal dari luar daerah dan memiliki keragaman latar belakang, baik dari segi ekonomi maupun keluarga. Terkait dengan kebijakan pemerintah daerah, dapat dikatakan bahwa tidak ada kebijakan yang secara khusus mengarah pada pemenuhan hak pendidikan anak jalanan. Berdasarkan beberapa kajian, diperlukan reformulasi kebijakan pendidikan anak jalanan yang komprehensif, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan memperhatikan kebutuhan dasar anak-anak jalanan, seperti pendidikan, jaminan sosial, dan layanan kesehatan. Selain itu, dibutuhkan koordinasi yang baik antar instansi terkait untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut secara efektif.
KESETARAAN GENDER DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL: ANALISIS LITERATUR REVIEW Septiyani, Dhepita; Esterilita, Mari; Trustisari, Hastin
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 7 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu kesetaraan gender telah menjadi perhatian global dalam upaya mencapai pembangunan yang adil dan berkelanjutan, termasuk dalam bidang pendidikan. Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan kesetaraan gender di bidang pendidikan di Indonesia. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan terkait, namun berbagai studi menunjukkan masih adanya kesenjangan gender di lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan menelaah hasil penelitian di google scholar. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa salah satu isu utama adalah rendahnya akses dan partisipasi perempuan dalam pendidikan, terutama di jenjang pendidikan tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain budaya dan norma sosial yang menempatkan perempuan pada peran domestik serta terbatasnya dukungan orang tua. Implementasi kebijakan membutuhkan komitmen kuat dari pemangku kepentingan serta sinergi kebijakan, program, dan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan kesetaraan gender yang sesungguhnya dalam sistem pendidikan nasional.
Kombinasi Terapi Seni dan Relaksasi dalam Mengurangi Tingkat Stress pada Lanjut Usia Esterilita, Mari; Nur’Aini; Rochman, Uut Hanafi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 2: Agustus (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i2.530

Abstract

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Pusat Statistik prevalensi kejadian stres di Indonesia mencapai 8,34% (BPS,2012).lansia merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap gangguan stress karena dampak penurunan kemampuan dalam mempertahankan hidup, menyesuaikan diri dengan lingkungannya, fungsi badan, dan kejiwaan secara alami (stress sebagai akibat) (Hidaayah, 2015). Tujuan penelitian ini adalah menilai dampak penerapan kombinasi terapi seni dan relaksasi dalam mengurangi tingkat stress pada lanjut usia . Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental design with one group pre-test post-test. Penelitian ini dilakukan di Kanopi Nursing Home dengan sampel dalam penelitian ini sebanyak 12 responden yang diperoleh dengan cara non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Uji yang digunakan yaitu uji wilcoxon. Tingkat stres responden diukur dengan kuesioner DASS 42 dengan 14 pertanyaan terkait stress. Hasil penelitian didapatkan p value adalah 0,019 (α < 0,05) artinya terdapat pengaruh yang signifikan kombinasi terapi seni dan relaksasi terhadap penurunan Tingkat stress pada lanjut usia. Implikasi penelitian adalah bahwa kombinasi terapi seni dan relaksasi dapat menurunkan tingkat stress pada lanjut usia. Rekomendasi penelitian ini adalah kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin untuk mengurangi Tingkat stress pada lanjut usia.. Kata kunci: Kombinasi; Terapi Seni; Terapi Relaksasi; Tingkat Stress; lanjut usia
Perancangan Aplikasi GO ZERO Berbasis Smartphone (Prototip) Untuk Mencegah Kegagalan Terapi Antiretroviral Esterilita, Mari; Chairiyah, Royani; Kasofi, Adnan
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang muncul di lapangan yakni masih rendahnya kepatuhan ODHA dalam minum obat ARV yakni hanya 50% dari 324 orang yang patuh dalam minum obat ARV di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati. Melihat permasalahan dan factor penghambat di lapangan maka diperlukan sebuah model pengembangan dalam meningkatkan kepatuhan ODHA dalam minum ARV demi mencegah kegagalan terapi antiretroviral. Model yang akan dikembangkan oleh tim pengusul adalah melalui perancangan aplikasi berbasis Smarthphone Bernama GO ZERO. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melalui asesmen masalah, analisis data, pembuatan rancangan aplikasi, uji coba rancangan aplikasi, penggunaan rancangan aplikasi dan evaluasi. Hasil dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah tercapainya kepatuhan ODHA menjadi 70 % bahkan lebih dan peningkatan pelayanan Puskesmas. Selain itu rancangan aplikasi dapat meningkatkandukungan social bagi ODHA yang dapat meningkatkan kepatuhan ODHA dalam minum ARV . Berdasarkan hal tersebut rancangan aplikasi yang dikembangkan diharapkan dapat mencegah kegagalan Terapi Antiretroviral di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati.
Pemberdayaan Komunitas Pemulung Melalui Pengembangan Usaha Pertanian Hidroponik Wilayah Sempit Perkotaan Swara Hijau Farm Prayoga, Puspitasari Nurul D; Esterilita, Mari; Kasofi, Adnan
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swara Hijau Farm berdiri di kawasan domisili 156 KK komunitas pemulung Kelurahan Klender. Permasalahan bidang produksi adalah belum tersanggupinya permintaan perorangan maupun retail dikarenakan minimnya jumlah produk yang dihasilkan. Permasalahan bidang manajemen usaha, yaitu masih terbatasnya dalam pengelola, sehingga perlunya menambah sumber daya manusia yang dididik dan dilatih secara kompeten tidak hanya produksi namun juga dalam bidang manajerial seperti bendahara, sekretaris, dan pemasaran. Permasalahan bidang pemasaran yakni dimilikinya berbagai media sosial dan market place, namun pengoperasian belum digunakan dikarenakan produk yang dihasilkan belum memenuhi target penjualan. Masa new normal covid-19, komunitas pemulung terdampak biopsikososial ekonomi dimana dituntut beradaptasi dengan keadaan yang terbatas. Diperlukannya akses sumber kepada dalam memulihkan keberfungisian sosialnya dengan pelibatan usaha skema bagi hasil. Tujuan pengembangan usaha, memiliki fokus kedepan jumlah produk yang dihasilkan berkembang dari skala rumah tangga menjadi skala industri yang siap bersaing dengan kualitas unggulan produk hidroponik lainnya. Pelaksanaan kegiatan mengusung fokus skema pemberdayaan dalam pengelolaan usaha sebagai peningkatan alternative income. Metode penanganan permasalahan menggunakan metode Social Work Intervention With Organization And Community. Metode ini mengedepankan upaya perubahan dengan melibatkan seluruh unsur dalam merumuskan permasalahan, pembuatan rencana kerja terstruktur, pelaksanaan kegiatan, dan monitoring evaluasi partisipatif. Hasil akhir, Swara Hijau Farm mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Kondisi akhir saat terminasi adalah peningkatan jumlah produk dengan bertambahnya green house baru, kemampuan manajerial usaha pengurus mengalami peningkatan dari segi (1)pengetahuan dan keterampilan manajemenu saha (2)identifikasi dan asesmen (3)perencanaan kerja (4)perluasan jejaring kerja (5)pencatatan dan pelaporan (5)penggalangan dana serta dilibatkannya komunitas pemulung sekitar sebagai pekerja dalam usaha.
DUKUNGAN SOSIAL BAGI ORANG DENGAN HIV AIDS (ODHIV) MELALUI APLIKASI GO ZERO BERBASIS SMARTPHONE (PROTOTIP) MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) Esterilita, Mari; Yusuf, Husmiati
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 6 No 2 (2024): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/biyan.v6i2.1239

Abstract

The need for the Go Zero application began during the Covid-19 period where PLHIV were one of the vulnerable groups exposed to the Covid-19 virus. Social restrictions in health services also limit services for PLHIV in taking medication and counseling services. The development of applications in the world of health not only helps patients access health services but also makes it easier for health workers to monitor and provide services. Social workers have a role in advocating and increasing social support for vulnerable groups, including HIV/IADS groups. Social support with its development is not only given directly but can also be done based on technology. This study aims to describe the Utilization of the Technology Acceptance Model (TAM) method as social support for PLHIV. The Technology Acceptance Model (TAM) method consists of 4 Aspects, namely Perceived Usefulness, perceived ease of use, attitude toward use, and behavioral intention to use. This study uses a Quantitative approach through the TAM approach which is analyzed descriptively. The number of respondents in this study was 30 people selected using the purposive sampling technique. Data collection methods were through questionnaires and literature studies. The results showed that PLHIV strongly agreed and accepted the Go Zero application with aspects of perceived usefulness (PU) with a percentage of 82.5%. Aspects of Attitude Toward Using (AT) with a percentage of 82.8%. Aspects of ease of use (PE) with a percentage of 85.67%. Aspects of Behavioral Intention to Use (BI) with a percentage of 83.06%. Based on this, it can be concluded that the use of the Technology Acceptance Model (TAM) method is considered very good and can increase social support for PLHIV. The results of the analysis of respondent acceptance of the GO ZERO Application are high, so it can be developed in increasing social support for PLHIV.
KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN ANAK USIA DINI MENURUT PERSPEKTIF IBU Esterilita, Mari; Utami, Nazera Nur
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i2.579

Abstract

Ibu adalah individu yang paling dekat dan mampu menilai keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak secara langsung. Perspektif ibu mengenai pengasuhan anak oleh ayah menjadi penting untuk memahami seberapa besar keterlibatan ayah dalam pengasuhan, yang dapat mempengaruhi realisasi dan harapan ibu terkait pembagian beban pengasuhan. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan memberikan dampak positif, tidak hanya pada perkembangan anak, tetapi juga pada pemulihan mental ibu pasca melahirkan, serta menjaga keharmonisan dalam pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak menurut pandangan ibu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif, dan data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Populasi dan sampel penelitian terdiri dari 19 responden, yaitu ibu yang memiliki balita usia 1-3 tahun dan tinggal di RW 07 Kelurahan Rancamaya, Kabupaten Bogor. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak bervariasi pada berbagai aspek. Pada aspek komunikasi, 47,4% ayah terlibat; pada aspek mengajarkan, 52,6% ayah terlibat; pada aspek pengawasan, 36,8% ayah terlibat; pada aspek proses kognitif, 42,1% ayah cukup terlibat; pada aspek mengurus, 42,1% ayah terlibat; pada aspek perawatan anak, 36,8% ayah kurang terlibat; pada aspek berbagi pengalaman, 42,1% ayah cukup terlibat; pada aspek mampu hadir dan menunjukkan keberadaan bagi anak, 47,4% ayah kurang terlibat; pada aspek perencanaan, 47,4% ayah terlibat; pada aspek berbagi aktivitas menyenangkan bersama, 47,4% ayah terlibat; pada aspek mempersiapkan kegiatan, 47,7% ayah terlibat; pada aspek memberikan kasih sayang dan sentuhan emosional, 36,8% ayah terlibat; pada aspek memberikan perlindungan, 42,1% ayah sangat terlibat; dan pada aspek memberikan dukungan emosional, 42,1% ayah terlibat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ayah terlibat dalam berbagai aspek pengasuhan anak. Namun, pada aspek proses kognitif, perawatan anak, berbagi pengalaman, dan keberadaan yang nyata bagi anak, keterlibatan ayah masih kurang dan perlu ditingkatkan.