Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Terapi Guided Imagery Terhadap Nyeri Post Operasi Sectio Caesarea di RSUD Sanjiwani Gianyar Liliana, Ni Wayan; Karuniadi , I Gusti Agung Manik; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Sumawati, Ni Made Risna
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 8 No 2 (2024): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v8i2.330

Abstract

Latar Belakang: Persalinan sectio caesarea memunculkan komplikasi seperti infeksi pada luka insisi abdomen. Penyembuhan luka pasca operasi lebih lama dibandingkan persalinan normal serta, karena adanya sayatan atau incise di daerah abdomen maka akan menimbulkan rasa nyeri. Rasa nyeri ini akan sangat mengganggu activity daily living dan juga gangguan mobilisasi. Manajemen nyeri post operasi dapat diatasi dengan dua cara yaitu dengan teknik non farmakologi dan teknik farmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat dilakukan adalah terapi guided imagery. Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi guided imaginary terhadap penurunan kualitas nyeri pada pasien post operasi sectio caesare di RSUD Sanjiwani Gianyar. Metedologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimen dengan desain one group pre-test post-test design. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan porpusive sampling dengan jumlah sampel 40 responden. Data di analisis menggunakan uji hipotesis Wilcoxon rank test. Hasil: nilai p value sebesar 0,000 < 0,05. Kesimpulan: ada pengaruh yang signifikan antara terapi guided imagery terhadap nyeri post operasi sectio caesarea di RSUD Sanjiwani Gianyar.
Hubungan Dukungan Keluarga tentang Mobilisasi Dini Ibu Post Sectio Caesarea dengan Motivasi Ibu dalam Mobilisasi : Penelitian Ni Luh Juniari; Pande Putu Indah Purnamayanthi; Ni Made Egar Adhiestiani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5838

Abstract

Mobilisasi dini merupakan teknik yang diperlukan untuk meningkatkan penyembuhan ibu post Sectio Caesarea (SC) namun terdapat beberapa faktor yang dinilai dapat mempengaruhi motivasi ibu post SC dalam melakukan mobilisasi dini salah satunya adalah dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga tentang mobilisasi dini ibu post SC dengan motivasi ibu dalam mobilisasi dini di Ruang Nifas RSUD Tabanan. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu post SC sebanyak 40 orang yang ditentukan berdasarkan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 1 November hingga 30 November 2023 menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga tentang mobilisasi dini sebagian besar berada dalam kategori baik (52,5%) dengan motivasi mobilisasi dini ibu post SC sebagian besar dalam kategori tinggi (60%). Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan dukungan keluarga tentang mobilisasi dini ibu post SC dengan motivasi ibu dalam mobilisasi dini di Ruang Nifas RSUD Tabanan (p-value=0,003). Bidan dan petugas kesehatan lainnya diharapkan dapat memperhatikan dan mendorong terciptanya dukungan keluarga sebagai salah satu cara meningkatkan motivasi ibu dalam melakukan mobilisasi dini
PENGARUH PIJAT LAKTASI TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS NORMAL DI PMB LUH ASIH, A.MD.KEB Komang Windi; Pande Putu Novi Ekajayanti; Pande Putu Indah Purnamayanthi
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 8 No 1 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i1.283

Abstract

Pendahuluan: Pijat laktasi adalah pemijatan area leher, bahu, scapula, punggung dan payudara dilakukan 2 kali sehari dengan durasi 5 menit selama 3 hari. Pijat laktasi merupakan salah satu metode perawatan payudara tanpa rasa sakit yang dapat menstimulasi kekuatan otot payudara yang bertujuan untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI dan dapat membuat payudara menjadi elastis yang dapat memudahkan bayi menghisap ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi produksi ASI setelah dilakukan pijat laktasi pada ibu nifas normal antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan.Metode: Pengaruh Pijat Laktasi Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas Normal Di PMB Luh Asih, A.Md.Keb ini berjenis Quasy Eksperimen dengan pendekatan two group pre-post test control grup design dengan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel 30. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan uji Paried t-Test, didapatkan bahwa nilai p < 0,05 maka Ho ditolak yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara Pengaruh Pijat Laktasi Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas Normal di PMB Luh Asih,Amd.Keb. Simpulan: Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien dengan ketidaklancaran produksi ASI pada ibu nifas normal untuk dapat meningkatkan produksi ASI nya dengan melakukan metode pijat laktasi
EFEKTIVITAS PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI DI WILAYAH KERJA UPTD. PUSKESMAS PETANG II TAHUN 2022 Komang Leni; Pande Putu Indah Purnamayanthi; Ni Made Egar Adhiestiani
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 8 No 1 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i1.285

Abstract

Pendahuluan: Perawatan bayi yang tidak optimal pada masa kritis maka bisa menyebabkan kematian pada bayi. Angka Kematian Neonatal (AKN) ditetapkan hingga 12 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Pijatan memberi stimulus pada sistem di dalam tubuh, satu substansi yang mengatur fungsi fungsi seperti nafsu makan, tidur, ingatan dan belajar, pengatur temperatur, mood, perilaku, fungsi pembuluh darah, kontraksi otot, pengatur sistem endokrin dan depresi. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas pemberian pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi experiment with pre-post test with control group. Jumlah sampel sebanyak 30 orang bayi yang berusia 1 sampai 6 bulan yang terbagi menjadi 15 orang kelompok perlakuan dan 15 orang kelompok kontrol. Analisa data menggunakan man whitney. Hasil: Ada perbedaan rata-rata berat badan bayi sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan pijat bayi, dengan p vaule 0,000 Simpulan: pijat bayi efektif meningkatkan berat badan bayi di wilayah kerja UPTD. Puskesmas Petang II.