Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PERBANDINGAN KADAR HEMOGLOBIN PEMERIKSAAN LANGSUNG DAN PENUNDAAN 96 JAM PADA SUHU 20-25°C METODE HEMATOLOGY ANALYZER Bustam, Lusiana; Anwar, Chairil; Hadi, Wahid Syamsul
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6358

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai di Indonesia dan menjadi fokus perhatian utama dalam layanan kesehatan, karena anemia dapat mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas masyarakat sehingga pemeriksaan kadar hemoglobin sangat penting untuk diagnosis dan pemantauan terapi. Tujuan: untuk menganalisis perbedaan kadar hemoglobin yang terukur antara pemeriksaan langsung dan pemeriksaan setelah penundaan selama 96 jam pada suhu ruang 20–25°C menggunakan metode hematology analyzer di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. Metode:  digunakan, yaitu true eksperimen dengan pendekatan pre-post test only control group pada 31 sampel darah vena yang dikumpulkan secara purposive sampling, kemudian diperiksa kadar hemoglobin secara langsung dan setelah penyimpanan selama 96 jam pada suhu 20-25°C. Hasil: diperoleh nilai rata-rata kadar hemoglobin pada pemeriksaan langsung sebesar 13,8 g/dL dan meningkat menjadi 13,9 g/dL setelah penundaan. Analisis statistik paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara kedua pemeriksaan (p = 0,006), meskipun perubahan tersebut kecil secara klinis. Faktor jenis kelamin dan usia juga memengaruhi kadar hemoglobin, dimana laki-laki dan kelompok usia dewasa memiliki kadar lebih tinggi dibandingkan perempuan dan anak-anak. Kesimpulan: bahwa terdapat perbedaan signifikan terhadap penyimpanan sampel darah EDTA pada suhu 20-25°C selama 96 jam meskipun kadar hemoglobin yang diperoleh relatif stabil, namun pemeriksaan hemoglobin sebaiknya tetap dilakukan sesegera mungkin untuk memperoleh hasil yang lebih akurat.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DAN LAMA HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIS DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Fanida, Fanida; Hadi, Wahid Syamsul; Suryanto, Suryanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51659

Abstract

Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal secara progresif yang menyebabkan defisiensi eritropoietin dan anemia. Di sisi lain, terapi hemodialisis jangka panjang sering berdampak pada penurunan kualitas hidup penderita karena kelelahan, pembatasan aktivitas, dan stres psikososial. Hubungan antara kadar hemoglobin dan durasi hemodialisis terhadap kualitas hidup masih menjadi perdebatan dalam berbagai penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dan lama hemodialisis terhadap kualitas hidup penderita GGK. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang. Data diperoleh dari rekam medis, wawancara, dan kuesioner WHOQOL-BREF versi Bahasa Indonesia , dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistic versi 25. Sebanyak 159 penderita GGK yang menjalani hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta diikutsertakan melalui teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank untuk variabel numerik. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat rendah antara kadar hemoglobin dan lama hemodialisis (p=0,390; r=0,069). Sementara itu, lama hemodialisis juga memiliki hubungan positif yang sangat lemah dengan kualitas hidup pasien (p=0,170; r=0,109). Hal ini menandakan bahwa kadar hemoglobin maupun lama hemodialisis bukan faktor utama penentu kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis.