Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT Agung Sarana Persada Kota Kendari Florenza, Florenza; Tandirerung, Jeane; Sambara, Kordiana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5882

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kepuasan kerja karyawan PT Agung Sarana Persada Kota Kendari. Tingginya angka kecelakaan kerja di sektor konstruksi Indonesia yang mencapai 41,2% dari total kasus nasional pada tahun 2022 menunjukkan urgensi penerapan sistem K3 yang komprehensif sebagai upaya perlindungan pekerja dan peningkatan kesejahteraan psikologis karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal terhadap seluruh populasi karyawan berjumlah 23 orang melalui teknik sampling jenuh. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur berbasis skala Likert lima poin yang telah divalidasi, dengan analisis menggunakan korelasi Spearman Rank, uji parsial (uji t), dan koefisien determinasi melalui program SPSS versi 25. Variabel K3 diukur melalui enam dimensi meliputi komitmen manajemen, peraturan dan prosedur, komunikasi, kompetensi pekerja, kondisi lingkungan kerja, dan keterlibatan pekerja. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif kuat antara implementasi K3 dengan kepuasan kerja, ditandai koefisien Spearman sebesar 0,764 pada tingkat signifikansi p<0,001. Uji parsial memperlihatkan nilai t hitung 5,958 (t tabel 2,080) dengan signifikansi p<0,001, mengonfirmasi pengaruh signifikan K3 terhadap kepuasan kerja. Koefisien determinasi terkoreksi (Adjusted R Square) menunjukkan kontribusi K3 sebesar 61,1% dalam menjelaskan variasi kepuasan kerja, sementara 38,9% dipengaruhi faktor eksternal seperti kompensasi, hubungan interpersonal, lingkungan fisik, dan beban kerja. Temuan ini memperkuat teori hierarki kebutuhan Maslow yang menempatkan keamanan sebagai fondasi kepuasan kerja. Penelitian merekomendasikan penguatan program K3 melalui penyediaan alat pelindung diri memadai, pelatihan keselamatan berkelanjutan, dan sistem pengawasan konsisten untuk mengoptimalkan kepuasan serta produktivitas karyawan di industri konstruksi.
Pengaruh Penilaian Kinerja Terhadap Kepuasaan Karyawan Pada Koperasi Simpan Pinjam Balo’ta Di Cabang Rantepao Rasinan, Adriana Mendo; Bandhaso, Mira La’bi; Sambara, Kordiana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penilaian kinerja terhadap kepuasan karyawan pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balo’Ta Cabang Rantepao. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh populasi karyawan yang berjumlah 40 orang. Teknik analisis data yang digunakan meliputi Korelasi Pearson Product Moment untuk mengetahui hubungan antara variabel penilaian kinerja dan kepuasan karyawan, Koefisien Determinasi untuk mengukur besarnya kontribusi penilaian kinerja terhadap kepuasan karyawan, serta Uji t untuk menguji signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kinerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan karyawan. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,372 menunjukkan adanya hubungan positif dengan kategori rendah antara penilaian kinerja dan kepuasan karyawan. Koefisien determinasi sebesar 13,8% mengindikasikan bahwa penilaian kinerja memberikan kontribusi terhadap kepuasan karyawan, sedangkan 86,2% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain seperti gaji, lingkungan kerja, hubungan antar karyawan, serta peluang promosi. Hasil Uji t menunjukkan bahwa nilai t-hitung sebesar 2,470 lebih besar dari t-tabel sebesar 2,010, sehingga hipotesis penelitian diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem penilaian kinerja di KSP Balo’Ta telah berjalan cukup baik dan berpengaruh terhadap peningkatan kepuasan kerja karyawan, meskipun masih diperlukan perbaikan pada aspek umpan balik, transparansi, dan konsistensi penilaian.
Analisis Pengaruh Kualitas Kinerja Karyawan terhadap Tingkat Kepuasan Pelanggan di Toko Anty Shop28 di Makassar Pattola, Femina; Baharuddin, Baharuddin; Sambara, Kordiana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6000

Abstract

This study aims to examine the effect of employee performance quality on customer satisfaction at Anty Shop28 Cosmetics in Makassar. The research employs a quantitative approach using primary data collected through questionnaires distributed to 91 respondents who are customers of Anty Shop28 Cosmetics. The independent variable in this study is employee performance quality, while the dependent variable is customer satisfaction. Data were analyzed using Pearson correlation analysis, coefficient of determination, and partial hypothesis testing (t-test). The results indicate that employee performance quality has a positive and significant effect on customer satisfaction. This is evidenced by a significance value of 0.001, which is lower than the significance level of 0.05. The Adjusted R Square value of 0.711 suggests that 71.1% of the variation in customer satisfaction is explained by employee performance quality, while the remaining 28.9% is influenced by other factors not examined in this study. Furthermore, the t-test results show a t-value of 14.688, which exceeds the t-table value of 1.961, indicating that the proposed hypothesis is accepted. In conclusion, higher employee performance quality leads to higher levels of customer satisfaction. This study recommends that Anty Shop28 Cosmetics continuously improve employee performance through service training, discipline, effective communication, and accuracy in order to enhance customer satisfaction and maintain competitiveness in the cosmetic retail industry.
Pengaruh Pelatihan terhadap Peningkatan Kompetensi Karyawan: PENGARUH PELATIHAN TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI KARYAWAN Milasari, Milasari; Sambara, Kordiana; Bandhaso, Mira La’bi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan terhadap peningkatan kompetensi karyawan pada Credit Union (CU) Sauan Sibarrung di Tana Toraja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada seluruh karyawan CU Sauan Sibarrung yang berjumlah 27 orang, sehingga teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sensus. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pelatihan, sedangkan variabel dependen adalah peningkatan kompetensi karyawan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman, uji t, dan koefisien determinasi (Adjusted R²) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kompetensi karyawan, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi Spearman sebesar 0,708 dengan tingkat signifikansi 0,000 (<0,05), sehingga hubungan antara kedua variabel tergolong kuat. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai Adjusted R² sebesar 0,505, yang mengindikasikan bahwa pelatihan mampu menjelaskan sebesar 50,5% variasi peningkatan kompetensi karyawan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi kerja, pengalaman kerja, lingkungan kerja, dan karakteristik individu. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan yang dirancang secara sistematis, relevan dengan kebutuhan pekerjaan, dan dilaksanakan secara berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap kerja, serta efektivitas karyawan. Oleh karena itu, pelatihan dapat dijadikan sebagai strategi utama dalam pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing lembaga keuangan koperasi, khususnya pada Credit Union yang berbasis pemberdayaan masyarakat.
Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Di PT Enseval Putera Megatrading Tbk Cabang Makassar Rani, Reinhard Moses; Rasinan, Djusniati; Sambara, Kordiana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Enseval Putera Megatrading Tbk Cabang Makassar. Perusahaan yang bergerak di bidang distribusi farmasi menghadapi tuntutan operasional yang tinggi, sehingga kondisi tersebut dapat memengaruhi semangat kerja, persepsi terhadap lingkungan kerja, serta pencapaian kinerja karyawan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 50 responden yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Variabel yang diteliti mencakup motivasi kerja (X₁), lingkungan kerja (X₂), dan kinerja karyawan (Y). Data dianalisis dengan regresi linear berganda serta pengujian validitas, reliabilitas, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya, lingkungan kerja tidak memberikan pengaruh signifikan secara parsial. Namun secara simultan, kedua variabel tersebut terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,210 menggambarkan bahwa motivasi dan lingkungan kerja secara bersama-sama mampu menjelaskan 21% variasi kinerja karyawan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan perlunya perusahaan meningkatkan motivasi karyawan melalui sistem penghargaan, pengembangan kompetensi, dan dukungan manajerial, serta tetap mendorong perbaikan lingkungan kerja untuk mendukung produktivitas. Penelitian ini juga menjadi dasar bagi pengembangan riset lanjutan yang melibatkan variabel mediasi atau moderasi agar memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.