Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Development of Contextual-Based Mathematics and IPAS Textbooks for Elementary School Phase A in Support of Independent Learning Tantu, Year Rezeki Patricia; Listiani, Tanti; Tangkin, Wiyun Philipus
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v5i2.2841

Abstract

Guru sering mengalami kesulitan menciptakan aktivitas belajar yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga pembelajaran menjadi kurang bermakna. Penggunaan buku ajar sangat mempengaruhi cara guru mengajar dan pemahaman siswa, terutama di tingkat rendah Sekolah Dasar (kelas 1 dan 2) sesuai dengan Fase A Kurikulum Merdeka. Mata pelajaran seperti matematika dan IPAS banyak materi yang bisa dieksplorasi dengan aktivitas menarik agar siswa lebih menikmati dan memahami pembelajaran. Saat ini, Indonesia menggunakan Kurikulum Merdeka yang menuntut guru memberikan pembelajaran berbasis proyek dan sesuai konteks. Oleh karena itu, pada penelitian ini tertarik mengembangkan buku ajar yang bisa digunakan guru SD sebagai pedoman mengajar. Buku ajar ini diharapkan dapat membantu mahasiswa calon guru dalam mempersiapkan diri saat program pengalaman lapangan atau pembelajaran mikro pada mata kuliah PSAP. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4-D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku yang disusun layak digunakan dengan hasil validasi 88,19 % dengan beberapa revisi agar lebih mudah dibaca dan membantu guru dalam mengajar secara integratif. Buku ajar yang disusun juga memiliki keunikan, diantaranya terdapat integrasi antara matematika dengan IPAS. Harapannya buku yang telah disusun dapat memberikan manfaat bagi pembaca khususnya dalam mengajar materi matematika dan IPA pada sekolah dasar. Teachers often face difficulties in creating enjoyable and relevant learning activities that connect to students' daily lives, making the learning experience less meaningful. Textbooks significantly impact how teachers teach and students learn, especially at the lower elementary level (grades 1 and 2), as per Phase A of the Merdeka Curriculum. Subjects like mathematics and IPAS have a wealth of material that can be explored through engaging activities, helping students enjoy and understand the learning process. Indonesia uses the Merdeka Curriculum, which requires teachers to provide project-based and contextually appropriate learning. Therefore, this research aims to develop a textbook that elementary school teachers can use as a teaching guide. This textbook is also expected to assist prospective teacher students in preparing field experience programs or microteaching in the PSAP course. The research method used is Research and Development (R&D) with a 4-D model. The research results indicate that the developed textbook is suitable for use, with some revisions to make it easier to read, and to help teachers provide integrative teaching, achieving 88.19% validity. The textbooks that are prepared also have uniqueness, including the integration between mathematics and IPAS. It is hoped that the developed textbook will benefit readers, particularly in teaching mathematics and science in elementary schools.
PARENTING IN THE DIGITAL ERA: INDONESIAN PARENTS' ADAPTATION TO TECHNOLOGY Tangkin, Wiyun Philipus; Fauziah, Puji Yanti; Silitonga, Bertha Natalina
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 7 No 2 (2025): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v7i2.1418

Abstract

Technological advancements in the digital era have significantly transformed human civilization, particularly in the way families interact and practice parenting. In Indonesia, these changes have become increasingly complex due to the growing access children have to the internet and digital devices from an early age. This phenomenon presents new challenges for parents, such as exposure to negative content, gadget addiction, reduced social interaction, and a digital literacy gap between parents and children. This study aims to explore in depth the dynamics of parenting in the digital era within the Indonesian context. The research employs a descriptive-qualitative approach, referring to various relevant national and international literature sources. Findings indicate that many parents still face confusion in setting boundaries and supervising their children’s digital activities, while others have begun to adopt more adaptive and digitally literate parenting approaches. This article also proposes several strategies that parents can implement, such as strengthening family communication, utilizing digital monitoring tools, and continuously enhancing their technological knowledge. With proper understanding and approach, parents in Indonesia can become effective partners in guiding their children to navigate the digital age safely, healthily, and with dignity.
CULTIVATING BIBLICAL LEARNING COMMUNITY IN A VIRTUAL LEARNING ENVIRONMENT THROUGH GROUP PROJECT-BASED LEARNING Tantu, Year Rezeki Patricia; Silitonga, Bertha Natalina; Tangkin, Wiyun Philipus
Polyglot Vol 18 No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v18i2.5736

Abstract

 For the last two years, the Covid-19 pandemic has caused students to learn in a virtual mode, cultivating a learning community that fully supports students is therefore particularly challenging.  Studies have proved that in a virtual learning environment there is a greater possibility of learning loss including loss of learning about and through interaction and relationship values. From a Biblical perspective, relationship in the learning community needs to be built, repaired, and maintained to make learning fruitful, constructive, and meaningful to students. Therefore, strategies for building this learning community are required in virtual classrooms to help students learn effectively. This study focuses on the experiences of how the biblical learning community is cultivated through an iterative process in group project-based learning. This study uses a qualitative descriptive method on cohort-2020 primary student-teachers at Teachers College, Pelita Harapan University. The data was obtained from observation, performance rubric, and questionnaire. Results from the performance rubric showed that around 65-66% of total students have consideration for the feelings and learning needs of other members in his/her group and encourage others to contribute, and 73-74% of total students show solid cooperation in the group. In addition, data from observation and questionnaires indicated that few students still need time to develop those abovementioned aspects. Bahasa Indonesia AbstrakPandemi Covid-19 yang sudah terjadi selama dua tahun terakhir ini telah menyebabkan siswa belajar dalam sebuah mode virtual, mengkultivasi sebuah komunitas belajar yang sepenuhnya mendukung mereka adalah hal yang menantang. Penelitian-penelitian telah membuktikan bahwa di dalam sebuah lingkungan pembelajaran virtual, terdapat kemungkinan yang lebih besar untuk terjadinya kehilangan pembelajaran, termasuk kehilangan pembelajaran tentang dan melalui nilai-nilai interaksi dan hubungan. Dari perspektif Alkitabiah, hubungan di dalam komunitas belajar perlu dibangun, diperbaiki, dan dipelihara untuk membuat pembelajaran berbuah, konstruktif, dan bermakna bagi para siswa. Oleh karena itu, strategi untuk membangun komunitas belajar ini diperlukan dalam ruang kelas virtual untuk membantu siswa belajar secara efektif. Penelitian ini berfokus pada pengalaman tentang bagaimana komunitas belajar yang alkitabiah dikultivasi melalui sebuah proses berulang dalam pembelajaran berbasis proyek grup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif pada mahasiswa-guru angkatan 2020 di Teachers College, Universitas Pelita Harapan. Datanya diperoleh dari observasi, rubrik performa, dan kuesioner. Hasil dari rubrik performa menunjukkan bahwa sekitar 65--66% dari keseluruhan siswa memiliki perhatian untuk perasaan dan kebutuhan belajar anggota-anggota lain dalam grupnya, juga mendorong siswa-siswa lain untuk berkontribusi dan 73--74% dari keseluruhan siswa menunjukkan kerja sama yang solid dalam grup. Selain itu, data dari observasi dan kuesioner mengindikasi bahwa beberapa siswa masih membutuhkan waktu untuk mengembangkan aspek-aspek yang disebutkan di atas.
SEMINAR PENDIDIKAN KRISTEN DENGAN TOPIK IDENTITAS DIRI DAN PENGEMBANGAN POLA PIKIR KRISTIANI DI SMA KRISTEN 1 SURAKARTA Andriani, Neneng; Sitompul, Lastiar Roselyna; Tangkin, Wiyun Philipus
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2288

Abstract

Pendidikan Kristen bertujuan untuk memperkenalkan Yesus Kristus dalam hidup siswa agar semakin dewasa dalam pertumbuhan iman. Sekolah Kristen merupakan wadah pendidikan Kristen yang berperan mengajarkan karakter Kristus dalam kehidupan siswa. Pentingnya peran pendidikan Kristen menjadi dasar kerja sama antara Yayasan Amarta Kasih Indonesia (AKSI) di Surakarta dan para dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pelita Harapan, dengan melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui program seminar Pendidikan Kristen. Yayasan AKSI hadir dengan sebuah visi yaitu menyebarkan kasih Kristus kepada setiap orang, di mana terdapat program AKSI untuk anak yang bertujuan memberikan kesempatan kepada anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di SMA Kristen 1 Surakarta, di mana merupakan sekolah pilihan yayasan AKSI untuk menyekolahkan anak-anak yayasannya, dengan harapan siswa mendapatkan pengajaran kristiani dan komunitas belajar yang berwawasan Kristen alkitabiah. Namun berdasarkan observasi, ditemukan bahwa guru dan siswa pada sekolah tersebut masih kesulitan dalam mengintegrasikan wawasan Kristen alkitabiah di dalam pembelajaran maupun struktur hidup. Berdasarkan analisis kebutuhan ini maka dilakukan seminar Pendidikan Kristen untuk 127 siswa SMA Kristen 1 Surakarta dengan topik identitas diri dan pengembangan pola pikir. Metode yang diterapkan adalah presentasi, tanya jawab interaktif, dan refleksi. Pada akhir kegiatan seminar dilakukan evaluasi, dan hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa dapat memahami dengan baik materi yang disampaikan dan berkomitmen mengaplikasikan pemahamannya dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkan pola pikir. Namun hasil evaluasi juga menunjukkan siswa secara pribadi masih belum yakin akan makna sesungguhnya dari identitas dirinya di dalam Kristus, sehingga diperlukan tindak lanjut kegiatan dengan program berkelanjutan untuk mendampingi siswa dalam menemukan identitas diri yang sejati dan mengembangkan pola pikir serta aplikasi praktis di dalam hidupnya sehari-hari.
Motivasi Belajar Siswa Terhadap Proses Pembelajaran Ditinjau Dari Filosofi Pendidikan Kristen Zega, Yusnarita; Tangkin, Wiyun Philipus
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 5 No 1 (2023): JIREH: Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v5i1.140

Abstract

The purpose of this writing is to explain a student's learning motivation to the learning process covered by the philosophy of Christian education. The method of research used was literature. In the learning process, students will face various problems, requiring proper motivation to address the problem. A student's learning motivation must be based on correct values of truth, for the student to have the right encouragement as a basis for resonating in the face of every problem he encounters. The student's learning motivation for the learning process is based on the Christian education philosophy that the student's learning motivation must come from a precise and absolute source of truth, even God, which would encourage the student to understand his or her existence as a glorious creation of God. By this, students will respond to knowledge that they know by expressing good, valuable, and beautiful things according to God's will in the learning process. Tujuan penulisan ini adalah menjelaskan motivasi belajar siswa terhadap proses pembelajaran ditinjau dari filosofi pendidikan Kristen. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur. Pada proses pembelajaran, siswa akan menghadapi berbagai permasalahan, sehingga membutuhkan motivasi yang tepat untuk dapat menghadapi masalah tersebut. Motivasi belajar siswa harus didasarkan pada nilai-nilai kebenaran yang tepat, agar siswa mempunyai dorongan yang benar sebagai dasar berespons dalam menghadapi setiap permasalahan yang ia temui. Motivasi belajar siswa terhadap proses pembelajaran ditinjau dari filosofi pendidikan Kristen adalah bahwa motivasi belajar siswa harus bersumber pada sumber kebenaran yang tepat dan absolut, yaitu Allah, yang akan mendorong siswa untuk memahami tentang keberadaannya sebagai ciptaan Allah yang mulia. Melalui hal ini, siswa akan memberikan respons berdasarkan pengetahuan yang ia tahu dengan mengekspresikan hal yang baik, bernilai, dan indah sesuai dengan kehendak Allah di dalam proses pembelajaran.
IMPLICATIONS OF BRUNER'S COGNITIVE THEORY ON ELEMENTARY SCHOOL EDUCATION IN THE 21ST CENTURY Nur Arsyad, Susalti; Tangkin, Wiyun Philipus; Sumartono, Sumartono; Astuti, Budi
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 6 No 3 (2024): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v6i3.1225

Abstract

Jerome Bruner's cognitive theory plays a significant role in modern education, particularly in primary education, by emphasizing active student involvement in the learning process. This theory is structured around three stages of learning: enactive, iconic, and symbolic. Bruner's discovery learning approach encourages students to construct knowledge through exploration, fostering critical thinking, creativity, and problem-solving. The spiral curriculum further supports continuous learning, revisiting basic concepts at progressively complex levels. In the context of 21st-century education, Bruner's theory aligns well with the development of higher-order thinking skills, communication, and collaboration, supported by the integration of technology. Despite the promising outcomes, challenges such as limited resources, teacher training, and technology integration remain. This literature review explores studies from 2010 to 2024 that analyze the application of Bruner's cognitive theory in primary education, with a focus on the effectiveness of discovery learning, scaffolding, and spiral curriculum in fostering critical thinking and 21st-century skills