Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Spiritualitas Dengan Keluhan Masa Menopause Pada Wanita Pra-Lansia Juliana, Diena; florensa, Florensa; Yousriatin, Fajar
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/jka.v10i1.372

Abstract

Menopause merupakan fenomena biologis alami pada akhir fase reproduksi yang dialami setiap wanita pada masanya. Wanita menopause umumnya mengalami gejala fisik atau psikologis yang menyebabkan timbulnya berbagai macam keluhan. Berbagai faktor mempengaruhi keluhan masa menopause, salah satunya yaitu spiritualitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan spiritualitas dengan keluhan masa menopause pada wanita pra-lansia di Kota Pontianak.Penelitian ini merupakan studi kuantitatif deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Responden yaitu wanita berusia 45-59 yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Perumnas II Pontianak. Sampel diambil menggunakan purposive sampling untuk mendapatkan 82 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner Menopause Rating Scale (MRS) dan Spiritual Well Being Scale (SWBS). Data dianalisa dengan menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara tingkat spiritual dengan keluhan masa menopause pada wanita pra-lansia dengan p-value ? 0,05. Tingkat spiritual mempunyai pengaruh terhadap keluhan masa menopause yang dialami wanita pra-lansia. Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat spiritual yang tinggi akan membantu menurunkan keluhan pada masa menopause, sehingga diharapkan wanita pra-lansia yang memasuki masa menopause dapat mempersiapkan kondisi spiritual untuk menghadapi keluhan pada masa menopause
Peningkatan Literasi Kesehatan Jiwa Remaja melalui Program Edukasi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Florensa, Florensa; Hidayah, Nurul; Kirana, Wahyu; Sari, Lintang; Yousriatin, Fajar; Huda, Nurul; Astuti, Dwi Puji
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24386

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami permasalahan kesehatan jiwa, terutama remaja yang berada dalam lingkungan pembinaan seperti Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Kondisi keterbatasan sosial, tekanan psikologis, serta stigma dapat berdampak pada kesejahteraan mental remaja binaan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan jiwa remaja melalui program edukasi kesehatan jiwa di LPKA Sungai Raya / Lapas Anak Pontianak. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 70 remaja binaan sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan pemberian materi edukatif mengenai kesehatan jiwa remaja, pengenalan emosi, strategi koping adaptif, serta pentingnya mencari bantuan. Evaluasi kegiatan dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipasi, keaktifan diskusi, dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, mampu mengungkapkan pemahaman dasar tentang kesehatan jiwa, serta menunjukkan sikap yang lebih terbuka dalam membicarakan perasaan dan masalah psikologis. Program edukasi ini diharapkan menjadi upaya promotif dan preventif dalam mendukung kesehatan jiwa remaja binaan di LPKA. Kata Kunci: Literasi Kesehatan Jiwa, Remaja, Edukasi, LPKA, Pengabdian Masyarakat.  ABSTRACT Adolescents are a particularly vulnerable age group when it comes to mental health issues, especially those in institutional care settings such as Juvenile Correctional Facilities (LPKA). Social limitations, psychological pressures, and stigma can significantly impact the mental well-being of these young individuals. This Community Service Program (PKM) aims to enhance adolescent mental health literacy through an educational initiative at the Sungai Raya LPKA / Pontianak Juvenile Detention Center. The program engaged 70 incarcerated youth as participants. Implementation methods included interactive counseling, group discussions, and educational materials covering adolescent mental health, emotional awareness, adaptive coping strategies, and the importance of seeking professional support. The activity was evaluated qualitatively through observation of participation, engagement in discussions, and participant feedback. Results indicate that participants enthusiastically took part in the program, demonstrated a foundational understanding of mental health, and showed greater openness in discussing feelings and psychological issues. This educational initiative is expected to serve as a promotive and preventive effort in supporting the mental health of juvenile inmates at LPKA. Keywords: Mental Health Literacy, Adolescents, Education, LPKA, Community Service.