Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Education on Hospitalization Reactions to Increase Parental Involvement in Yarsi General Hospital, Pontianak Sari, Lintang; Kirana, Wahyu; Safitri, Dewin; Florensa, Florensa; Yousriatin, Fajar
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v6i1.1503

Abstract

Hospitalization not only causes anxiety and stress for children but also their parents. One of the factors behind this is the lack of parental knowledge about the disease and reactions to hospitalization, thus increasing anxiety which has an impact on the lack of parental participation in care. Parents with high anxiety levels tend to be less than optimal in caring for children while in the hospital, which can be shown by parental participation. This study aimed to analyze the effect of education on hospitalization reactions on parental participation in the children's room of Yarsi Pontianak General Hospital. The research design used was a quasi experiment with a pretest-posttest without control group approach. The sample size was 30 children who were treated in the pediatric room of Yarsi Pontianak General Hospital. The instrument used was a parent participation questionnaire that had been tested for validity and reliability. The bivariate test used Wilcoxon Signed Rank to identify the effect of education on hospitalization reactions on parental participation. The results of bivariate analysis using the Wilcoxon test obtained a p-value of 0,042 which indicated the effect of education on hospitalization reactions on parental participation. There is an effect of education about hospitalization reactions on parental participation in the children's room of Yarsi General Hospital Pontianak. Nurses are expected to be more active in involving parents in child care.
Hubungan Peran Serta Orangtua dan Sikap Perawat dengan Reaksi Hospitalisasi Pada Anak di Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak Sari, Lintang; Safitri, Dewin; Florensa, Florensa; Juliana, Diena; Anggreini, Yunita Dwi; Yousriatin, Fajar
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.18360

Abstract

ABSTRACT Hospitalization is a frightening situation for children. This is influenced by various factors including the age and stage of development of the child, previous experience of being treated, parental involvement and the attitude shown by the nurse during providing care. This study aims to identify the relationship between parents' participation and nurses' attitudes with children's hospitalization reactions in the children's room of Yarsi General Hospital Pontianak. The design used was descriptive with a cross-sectional approach. The sample involved in this study were 49 respondents who were selected by purposive sampling. Data collection used questionnaires of parental participation, atraumatic care and hospitalization stress. The data that has been collected was analyzed using the chi square test. The results showed that most parents had good participation (57.1%), good nurse attitude (71.4%) and positive hospitalization reaction (71.4%). The results of bivariate analysis showed that there was a relationship between parental participation (p=0.023) and nurse attitude (p=0.028) with hospitalization reactions. Parental participation and good nurse attitude can prevent negative reactions in children due to hospitalization. Keywords: Role of Parent, Nurse Attitude, Hospitalization Reaction  ABSTRAK Hospitalisasi merupakan situasi yang menakutkan bagi anak. hal ini dipengaruhi oleh berbagai factor diantaranya usia dan tahap perkembangan anak, pengalaman dirawat sebelumnya, keterlibatan orangtua dan sikap yang ditunjukkan oleh perawat selama memberikan perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara peran serta orangtua dan sikap perawat dengan reaksi hospitalisasi anak di ruang anak Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak. Desain yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 49 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner peran serta orangtua, atraumatic care dan stress hospitalisasi. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji chi square.Hasil penelitian didapatkan Sebagian besar orangtua memiliki peran serta yang baik (57,1%), sikap perawat baik (71,4%) dan reaksi hospitalisasi positif (71,4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara peran serta orangtua (p=0,023) dan sikap perawat (p=0,028) dengan reaksi hospitalisasi. Peran serta orangtua dan sikap perawat yang baik dapat mencegah terjadinya reaksi negatif pada anak akibat hospitalisasi. Kata Kunci: Peran Serta Orangtua, Sikap Perawat, Reaksi Hospitalisasi
Hubungan Spiritual Self-Care dengan Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Yousriatin, Fajar; Anggreini, Yunita Dwi; Kirana, Wahyu
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 4 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v4i0.178

Abstract

Latar Belakang: Perubahan yang terjadi selama proses kehamilan menimbulkan kecemasan pada ibu hamil. Apabila tidak ditangani, maka akan berdampak terhadap kondisi ibu dan janin. Kecemasan dapat diatasi apabila ibu hamil memiliki mekanisme koping yang baik dengan cara meningkatkan spiritual self-care. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan spiritual self-care dengan kecemasan ibu hamil trimester III. Metode: Desain penelitian menggunakan studi cross-sectional. Penelitian dilakukan di UPT Puskesmas Kampung Dalam. Sebanyak 40 sampel ibu hamil trimester III dipilih secara purposive dengan kriteria inklusi penelitian ini yaitu ibu hamil trimester III yang berkunjung ke UPT Puskesmas Kampung Dalam Pontianak Timur, ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yang terdiri dari kuesioner spiritual self-care practice dan kuesioner Zung self-rating anxiety scale yang telah dialih bahasa oleh peneliti sebelumnya. Hasil: Hasil uji statistik dengan korelasi Kendall’s tau-b menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara spiritual self-care dengan kecemasan ibu hamil trimester III dengan nilai p = 0,038 (p Kurang dari 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara spiritual self-care dengan kecemasan ibu hamil trimester III. 
Hubungan Kejenuhan Belajar (Learning Burn Out) Dengan Prodromal Early Psychosis Pada Remaja Kota Pontianak Islamiati, Islamiati; Florensa, Florensa; Yousriatin, Fajar
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v5i2.254

Abstract

Latar Belakang: Gangguan psikosis merupakan salah satu bentuk gangguan jiwa, yang dapat mengganggu banyak fungsi seperti kejiwaan, perkembangan saraf, neorologis dan medis. Psikosis ini sudah timbul pada masa kanak-kanak atau remaja yang menderita psikosis awal terjadi pada usia 15-20 tahun. Meningkatnya kejenuhan belajar (learning burnout) di kalangan remaja Kota Pontianak seperti yang sudah dipaparkan diatas, yang berpotensi menjadi faktor risiko munculnya gejala prodromal early psychosis. Kondisi ini, jika tidak diidentifikasi dan ditangani sejak dini, dapat mengarah pada gangguan mental yang lebih serius, sehingga memerlukan perhatian mendesak untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan mental dan perkembangan remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran antara kejenuhan belajar dengan prodromal early psychosis pada remaja Kota Pontianak. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 111 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode angket. Hasil: Remaja yang mengalami prodromal early psychosis dalam kategori tidak prodromal sebanyak 14 orang persentase (12,6%) dan prodromal sebanyak 97 orang persentase (87,4%). Kejenuhan belajar remaja dengan kategori rendah sebaganyak 89 orang persentase (80,2%), dan tinggi sebanyak 22 orang (19,8%). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin responden yang terbanyak yaitu perempuan sebanyak 104 orang (94.6%). Dan karakteristik usia menunjukan usia rata-rata responden usia 15 tahun (100%). Hasil analisis univariat kejenuhan belajar dan prodroma early psychosis, pada variabel kejenuhan belajar dengan kategori rendah sebanyak 89 orang (80,2%), Sedangkan variabel prodroma early psychosis diketahui sebanyak 97 orang (87,4%) memperlihatkan adanya prodromal early psychosis. Saran: berdasarkan hasil dari penelitian ini agar dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan terhadap learning burn out yang mungkin memicu gejala prodromal psikosis pada remaja, serta dilakukan penelitian yang lebih mendalam untuk memahami hubungan sebab-akibat antara learning burn out dan perkembangan psikosis di masa depan.
Hubungan Karakteristik Responden Budaya Dan Pemberian MPASI Dini Dengan Kejadian Stunting Di Desa Padi Jaya Kecamatan Kuala Mandor B Nadia, Nadia; Juliana, Diena; Yousriatin, Fajar
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v5i2.255

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan pada anak yang harus mendapat perhatian. Stunting ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dari rata-rata usia anak yang seharusnya. Stunting dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak dan anak mudah mengalami resiko penyakit seperti obesitas. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara karakteristik responden, budaya dan pemberian MPASI dini dengan kejadian stunting. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross Sectional, serta menggunakan kuesioner ataupun angket sebagai instrumen. Tehnik sampling yang digunakan merupakan tehnik non probalility sampling dengan jenis purposive sampling dengan jumlah sampel 62 responden. Analisis menggunakan chi square dengan nilai p Value < 0.05. Hasil: Tidak ada hubungan pedidikan ibu dengn kejadian stunting dengan hasil nilai analisis yang diperoleh p value= 0,094. Ada hubunan pekejaan ibu dengan kejadian stunting dengan nilai p value = 0,007. Tidak ada hubungan usia ibu dengan kejadian stunting dengan nilai p value = 0.953. Ada hubungan budaya dengan kejadian stunting dengan nilai p value yang peroleh 0,000. Ada hubungan pemberian MPASI dini dengan kejadian stunting dengan nilai p value = 0,000. Kesimpulan: tidak ada hubungan pendidikan ibu dan usia ibu dengan kejadian stunting. Ada hubungan pekerjaan ibu, budaya dan pemberian MPASI dini dengan kejadian stunting.
Hubungan Tingkat Kecemasan dan Kebutuhan Informasi Preoperatif dengan Derajat Nyeri pada Pasien Sectio Caesarea dengan Anastesi Spinal Yusmadiah, Yusmadiah; Juliana, Diena; Yousriatin, Fajar
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v6i2.261

Abstract

Latar Belakang: Proses persalinan dengan Sectio Caesarea, fenomena yang dijumpai adalah masih ditemukan pasien yang merasa kurang informasi tentang pembedahan dan proses pembiusan serta merasakan kecemasan sebelum tindakan operasi, serta pasien juga masih merasakan nyeri pada saat intra operatif, walaupun sudah dilakukan pembiusan dengan Anastesi Spinal. Tujuan: penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dan kebutuhan informasi preoperatif dengan derajat nyeri pada pasien Sectio Caesarea dengan anastesi Spinal. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dan desain penelitian dengan menggunakan cross sectional study dengan sampel sebanyak 30 di Instalasi Bedah Sentral RSUD Sambas, teknik pengambilan sampel yang digunakan berupa purposif sampling. Pengukuran tingkat kecemasan dan kebutuhan informasi menggunakan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) dan derajat nyeri menggunakan skala Numeric Rating Scale (NRS). Hasil: Hasil uji statistik dengan Rank Spearman untuk tingkat informasi dengan derajat nyeri diperoleh nilai α= 0,047 dan untuk tingkat kecemasan dengan derajat nyeri diperoleh nilai α= 0,021, yang artinya ada hubungan antara tingkat kecemasan dan kebutuhan informasi dengan derajat nyeri. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan ada hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan kebutuhan informasi preoperatif dengan derajat nyeri pada pasien Sectio Caesarea dengan Anastesi Spinal di Rumah Sakit Umum Daerah Sambas.
Pemberdayaan Keluarga melalui Pendekatan Komunikasi Terapeutik di Desa Temajuk Kabupaten Sambas Priyatnanto, Hendra; Yousriatin, Fajar; Anggreini, Yunita Dwi; Nurannisa, Nurannisa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15631

Abstract

ABSTRAK Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yang bertujuan untuk mempercepat proses penyembuhan. Melalui komunikasi yang baik, diharapkan segala informasi dan kebutuhan pasien dapat terpenuhi sehingga membantu dalam proses penyembuhan. Keluarga tentunya memiliki peran penting dalam merawat atau mendampingi anggota keluarga yang sakit, namun dilapangan menggambarkan banyak diantaranya keluarga dengan anggota keluarga yang sakit kurang mengetahui proses pengobatan dan perawatan yang dibutuhkan. Tujuan: pemberdayaan keluarga yaitu meningkatkan pengetahuan dan kemandirian keluarga dalam melakukan pencegahan maupun perawatan dengan cara optimalkan kemampuan komunikasi terapeutik antar anggota keluarga sebagai pilar kesehatan dalam keluarga. Metode: Pelaksanaan Kegiatan PKM dilakukan dengan metode edukasi selama 45 menit yang diikuti oleh 30 peserta. Untuk mengukur tingkat pengetahuan maka dilakukan pre dan post test. Hasil: hasil pengukuran sebelum edukasi dilakukan, pengetahuan peserta sebagian besar rendah (53,33%), kemudian diberikan edukasi tentang komunikasi terapeutik dan melakukan praktik cara melakukan komunikasi terapeutik, didapatkan hasil pengukuran pengetahuan sebagian besar tinggi yaitu 73,33%. Kesimpulan: Pemberian edukasi yang disertai dengan praktik atau simulasi dapat meningkatkan pengetahuan yang signifikan pada peserta. Kata Kunci: Komunikasi Terapeutik, Keluarga, Pemberdayaan  ABSTRACT Therapeutic communication is communication that aims to speed up the healing process. Through good communication, it is hoped that all information and patient needs can be met, thereby helping in the healing process. The family certainly has an important role in caring for or accompanying sick family members, but in field it is clear that many families with sick family members do not know the treatment and care process needed. Family empowerment, namely increasing family knowledge and independence in carrying out prevention and treatment by optimizing therapeutic communication skills between family members as a pillar of health in the family. Implementation of community service activities was carried out using an educational method for 45 minutes, attended by 30 participants. To measure the level of knowledge, pre and post tests were carried out. The results of the measurements before the education was carried out, the knowledge of the participants was mostly low (53.33%), then they were given education about therapeutic communication and practicing how to carry out therapeutic communication, the knowledge measurement results were mostly high, namely 73.33%. Providing education accompanied by practice or simulation can significantly increase participants' knowledge.  Keywords: Therapeutic Communication, Family, Empowerment
Edukasi Caring Islami di Desa Temajuk Kabupaten Sambas Yousriatin, Fajar; Priyatnanto, Hendra; Florensa, Florensa; Sari, Lintang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15630

Abstract

ABSTRAK Perilaku caring mencerminkan pengetahuan, sikap dan perilaku yang dilandaskan oleh nilai kebaikan, perhatian, kasih sayang terhadap diri sendiri maupun orang lain. Caring bisa diberikan oleh siapa saja termasuk oleh keluarga atau orang terdekat terhadap anggota keluarga yang sakit dengan harapan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan. Namun, masih banyak yang belum mengetahui bagaimana berperilaku caring, sehingga perlu dilakukannya edukasi terkait caring islami sehingga dapat meningkatkan pengertahuan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang caring yang dibutuhkan keluarga dalam melakukan perawatan pada anggota keluarga yang sakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan metode edukasi kesehatan selama 60 menit yang diikuti oleh 30 orang. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebelum mendapatkan edukasi sebagaian besar tingkat pengetahuan pada kategori rendah (50%). Kemudian setelah diberikan edukasi mengalami peningkatan sehingga kategori pengetahuan menjadi tinggi (83,33%). Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi. Hal ini berarti edukasi yang diberikan sangatlah efektif. Selama kegiatan berlangsung responden sangat fokus dan antusias untuk bertanya terkait hal-hal yang mereka alami yang berkaitan dengan caring islami. Kata Kunci: Edukasi, Caring Islami, Keluarga  ABSTRACT Caring behavior reflects knowledge, attitudes and behavior that are based on the values of kindness, attention, compassion towards oneself and others. Caring can be given by anyone, including family or those closest to a sick family member in the hope that it can help speed up the healing process. However, there are still many who do not know how to behave caringly, so it is necessary to provide education regarding Islamic caring so that it can increase public knowledge. This activity aims to increase knowledge about caring that families need in providing care for sick family members. Community service activities were carried out using the health education method for 60 minutes, attended by 30 people. Results: The results of community service activities before receiving education were mostly the level of knowledge in the low category (50%). Then after being given education, it increased so that the knowledge category became high (83.33%). Based on the results above, it can be concluded that there has been an increase in public knowledge after being given education. This means that the education provided is very effective. During the activity, respondents were very focused and enthusiastic in asking questions regarding things they experienced related to Islamic caring. Keywords: Education, Islamic Caring, Family
Efektivitas Buku Saku Perilaku Profesional Caring Perawat Model “Praktis” terhadap Peningkatan Pengetahuan Perawat Yousriatin, Fajar; Priyatnanto, Hendra; Juliana, Diena
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.19933

Abstract

ABSTRACT Nursing care is a crucial element in patient recovery. In Islam, the nursing care informed by the Quran and Sunnah is regarded as Islamic Caring, representing a professional conduct that demonstrates intellectual competence in delivering nursing services to patients, families, and communities in compliance with Islamic principles. This study aims to assess the efficacy of the "PRAKTIS" model pocketbook in increasing nurses' knowledge. This research employs quasy experiment design using a one-group pretest-posttest methodology without a control group. The research findings indicated that prior to the intervention, knowledge was predominantly classified bad (40.0%), however subsequent to the intervention, it elevated to the good group (70.0%). The PRAKTIS model pocketbook is a learning resource designed to augment nurses' understanding, particularly in relation to Islamic professional caregiving conduct. Exemplary caregiving is anticipated to be a crucial factor for increasing patient recovery rates. Keywords: Islamic Caring, Knowledge, Nurse, Pocketbook, PRAKTIS  ABSTRAK Caring perawat menjadi salah satu kunci kesembuhan pasien. Dalam islam, caring perawat yang dilakukan dengan landasan alquran dan sunnah merupakan Caring Islami sebagai bentuk perilaku profesional yang kompeten secara intelektual dari seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien, keluarga, dan masyaraka yang berlandaskan nilai islami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai efektivitas buku saku perilaku profesional caring perawat model “PRAKTIS” dalam meningkatkan pengetahuan perawat. Desain penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperiment dengan one grup pretest posttest without control group. Hasil penelitian dimana pengetahuan sebelum diberikan intervensi sebagian besar pada kategori kurang (40.0%), kemudian setelah diberikan intervensi meningkat menjadi kategori baik (70.0%). Buku saku model PRAKTIS salah satu media pembelajaran yang dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan perawat terutama tentan perilaku professional caring islami. Dengan perilaku caring yang baik, diharapkan menjadi salah satu komponen meningkatnya angka kesembuhan pasien.  Kata Kunci: Buku Saku, Caring Islami, Pengetahuan, Perawat, PRAKTIS
Hubungan Perilaku Caring Perawat dalam Konteks Islam dengan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Umum (RSU) Yarsi Pontianak Yousriatin, Fajar; Kirana, Wahyu; Anggreini, Yunita Dwi; Juliana, Diena; Safitri, Dewin
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.10054

Abstract

ABSTRACT Patient satisfaction is one indicator of the success of hospital services. Patient satisfaction, especially those who are Muslim is influenced by several factors including Islamic caring behavior shown by nurses. This study aims to determine the relationship between caring behavior of nurses in the islami context and patient satisfaction. The research method used a cross-sectional study. The research was conducted at YARSI General Hospital (RSU) with a total of 88 patients as respondens. Data collection used research instruments consisting of an Islamic behavior questionnaire to measure caring behavior in an Islamic context, and a RATER questionnaire (Reliability, Assurance, Tangible, Empathy, Responsiveness) to measure patient satisfaction. The result of statistical test with Spearman-rank correlation showed that there was a positive relationship between nurse caring behavior in the Islamic context and patient satisfaction with a significance value of 0.0005 (p value < 0.05). The better the nurse’s caring behavior in the Islamic context, the patient’s satisfaction will increase Keywords: Caring behavior, Nurse, Islam, Patient’s satisfaction  ABSTRAK Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan di rumah sakit. Kepuasan pasien terutama yang beragama islam dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya perilaku caring yang ditunjukkan oleh perawat dengan memperhatikan nilai-nilai islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara perilaku caring perawat dalam konteks islam dengan kepuasan pasien. Desain penelitian menggunakan studi cross-sectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum (RSU) YARSI Pontianak dengan jumlah responden sebanyak 88 pasien. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yang terdiri dari kuesioner perilaku islami untuk mengukur perilaku caring dalam konteks islam, dan kuesioner RATER (Reliability, Assurance, Tangible, Emphaty, Responsiveness) untuk mengukur kepuasan pasien. Hasil uji statistik dengan korelasi Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara perilaku caring perawat dalam konteks islam dengan kepuasan pasien dengan nilai signifikansi 0,005 (p < 0,05).Semakin baik perilaku caring perawat dalam konteks islam maka kepuasan pasien akan semakin meningkat. Kata Kunci: Perilaku Caring, Perawat, Islam, Kepuasan Pasien