Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMBERDAYAAN SISWA SMA SEBAGAI KADER KESEHATAN REMAJA DENGAN KEBIASAAN KONSUMSI BAHAN MAKANAN (ASAM FOLAT, B12, FE) DAN MELAKUKAN SKRENING PEMERIKSAAN HB UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA GIZI REMAJA PUTRI DI SMAN 7 SURABAYA Christiany, Irine; Waluyo, Kiaonarni Ongko; Ambarwati, Rini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.26566

Abstract

Penguatan pelayanan kesehatan khususnya pencegahan anemia , pemerintah telah melakukan berbagai Upaya seperti pemberian tablet Fe yang mana dilakukan pada masing2 sekolah pada kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah atau (UKS) , sasaran dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat kelompok khusus remaja ini adalah siswi SMAN 7 Surabaya. Metode: ceramah dan tanya jawab secara luring.  Materi yang diberikan pengertian anemia, dampak yang terjadi anemia pada remaja sampai dengan kebiasaan konsumsi asupan asam folat, B12, Fe dan cara mengukur status gizi memakai antropometri dengan IMT , Praktek menghitung antropometri, AMB dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) mengetahui status gizi, menghitung kebutuhan kalori dalam sehari dan melakukan food recall 24 jam yang melakukan skrening pemeriksaan haemoglobin (HB). Hasil dan pembahasan pengetahuan teori anemia gizi dan pencegahan anemia gizi juga praktek ketrampilan menghitung kebutuhan kalori (AMB) dan pembiasaan makan dengan mengisi food recall 24 jam dan Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan di konversikan dengan food picture untuk perbaikan status gizi,   sesuai dengan nilai yang di dapat semua siswi yang di berdayakan sebagai kader remaja semua dalam kategori baik hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan sebagai kader kesehatan  remaja dari hasil evaluasi pengetahuan dan ketrampilan tersebut didapatkan hasil sangat baik dengan nilai 94%. Rata-rata didapatkan hasil 36 orang (72%) pemeriksaan Haemoglobin pada remaja putri didapatkan 13 orang (26%) yang terdeteksi anemia. Kesimpulan peningkatan pengetahuan kader kesehatan siswi dalam pembiasaan konsumsi bahan penukar makan yang mengandung zat gizi (asam folat, B12 dan Fe) dan pengukuran status gizi, sikap dan ketrampilan menghitung  kebutuhan kalori sebagai pencegahan anemia gizi pada remaja putri di SMAN 7 Surabaya sebagian besar mempunyai pengetahuan baik. peningkatan kader kesehatan siswi  hasil  didapatkan dari pengisian food recall 24 jam dan Food Frequency Questionnaire (FFQ)  
PEMBERDAYAAN KELOMPOK MASYARAKAT DALAM MANAJEMEN TERAPI DIABETES Waluyo, Kiaonarni Ongko; Mu’afiro, Adin; Suwito, Joko; Christiany, Irine; Yuniarti, Siswari; Soelystiowati, Endang
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.46576

Abstract

Angka kematian yang tinggi pada klien DM disebabkan oleh komplikasinya yang menjadi penyebab kematian dengan persentase 70-80% dan yang tidak dikendalikan sering menyebabkan kecacatan. Tujuan umum pelatihan ini memberikan pengetahuan dan pemahaman manajemen terapi diabetes pada masyarakat di Anak Ranting Muslimat NU Darmo Cisadane dan KSH Kelurahan Sawunggaling dan Jagir Surabaya. Jumlah Peserta sebanyak 30 orang. Metode pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan, praktikum dan skill station. Hasil sebelum pelatihan, kader berpengetahuan kurang sekali sebesar 10% (3 orang), berpengetahuan kurang sebesar 16,7% (5 orang), dan tidak ada yang berpengetahuan sangat baik. Setelah pelatihan, didapatkan perubahan pemahaman pengetahuan dengan nilai baik sekali sebanyak 16 orang (53,3%) dan yang mempunyai nilai baik jumlahnya meningkat sebanyak 9 orang (30%) serta tidak ada yang berpengetahuan kurang sekali. Sebelum pelatihan setengah dari jumlah kader 50% (15 orang) nilai ketrampilannya kurang, dan setelah pelatihan meningkat menjadi baik 33,3% (10 orang) dan baik sekali 16,7% (5 orang). Bagi masyarakat/ Kader DM hendaknya senantiasa menyebarluaskan ilmu dan ketrampilan tentang manajemen terapi diabetes khususnya pada klien DM di lingkungannya agar kualitas hidup klien DM semakin meningkat dan angka kejadian komplikasi DM dapat diturunkan.
Kepatuhan Minum Obat dan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi di Wilayah Puskesmas Kenjeran Surabaya Anjarsari, Ranum; Padoli, Padoli; Waluyo, Kiaonarni Ongko
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i1.31

Abstract

ABSTRAK         Hipertensi merupakan penyakit kronis dan menahun yang hanya bisa dikontrol dengan rutin minum obat. Minum obat berpengaruh untuk keberhasilan terapi dan terkontrolnya tekanan darah. Klien apabila tidak rutin minum obat akan berdampak pada kesehatannya yaitu komplikasi seperti penyakit jantung, gagal ginjal bahkan kematian. Hal ini dapat menyebabkan kualitas hidup pasien hipertensi menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pada pasien hipertensi di Puskesmas Kenjeran Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian desain deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi dengan besar sampel 83 orang yang dipilih dengan accidental sampling. Pengukuran kepatuhan minum obat menggunakan kuesioner MMAS-8 dan pengukuran kualitas hidup menggunakan WHOQOL-BREF. Data yang terkumpul dianalisis univariat untuk mendeskripsikan kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar patuh dalam minum obat 64,1% dan sebagian besar kualitas hidup pasien hipertensi baik 87,1%. Pada kesehatan secara umum sebagian besar baik 61,4%,pada domain fisik sebagian besar buruk 74,6%, pada domain psikologis sebagian besar buruk 54,2%, pada domain sosial sebagian besar baik 71,0%, pada domain lingkungan sebagian besar baik 65,0%. Untuk itu diharapkan pada pasien hipertensi untuk selalu patuh dalam minum obat dan rutin kontrol tekanan darah untuk menjadikan kualitas hidup yang baik. Kata Kunci: Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, Kualitas Hidup   ABSTRACT         Hypertension is a chronic disease that can only be controlled by taking medication regularly. Taking medication affects the success of therapy and controlled blood pressure. If the client does not take medication regularly, it will have an impact on his health, namely complications such as heart disease, kidney failure and even death. This can cause the quality of life of hypertensive patients to decrease. The purpose of this study was to determine adherence to medication and quality of life in hypertensive patients at the Kenjeran Public Health Center Surabaya. The type of research used in this research is quantitative with descriptive design research method using a cross sectional approach. The population in this study were hypertensive patients with a sample size of 83 people who were selected by accidental sampling. Measuring medication adherence using the MMAS-8 questionnaire and measuring quality of life using WHOQOL-BREF. The data collected were analyzed univariately to describe medication adherence and quality of life of patients. The results of this study showed that most of them were obedient in taking medication 64.1% and most of the quality of life of hypertensive patients was good 87.1%. In general health, mostly good 61.4%, in the physical domain mostly bad 74.6%, in the psychological domain mostly bad 54.2%, in the social domain mostly good 71.0%, in the environmental domain mostly good 65.0%. For this reason, it is expected that hypertensive patients will always be obedient in taking medication and regularly control blood pressure to make a good quality of life Keywords: Hypertension, Compliance with Medication, Quality of Life
Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi di Masyarakat Desa Jonggrang Kecamatan Barat Kabupaten Magetan Anggraini, Wulan Nur; Proboningsih, Jujuk; Waluyo, Kiaonarni Ongko; Ambarwati, Rini
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i2.92

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak di masyarakat. Kejadian hipertensi masih mengalami peningkatan akibat salah satu faktornya adalah ketidakpatuhan pasien dalam minum obat. Ketidakpatuhan ini mengakibatkan tekanan darah yang tidak terkontrol sehingga beresiko mengalami komplikasi seperti kerusakan otak dan penyakit jantung. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di masyarakat. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah pasien hipertensi yang berkunjung ke Polindes Desa Jonggrang, dengan besar sampel  81 orang yang dipilih dengan accidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  sebagian besar (64%) pasien hipertensi memiliki kepatuhan minum obat sedang dan sebagian kecil 10% pasien  memiliki kepatuhan minum obat rendah. Diharapkan pasien hipertensi memiliki komitmen yang tinggi tentang pentingnya mengkonsumsi obat secara rutin Kata Kunci : Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, Masyarakat ABSTRACT Hypertension is one of the most common diseases in the community. The incidence of hypertension is still increasing due to one of the factors is patient non-compliance in taking medication. This non-compliance results in uncontrolled blood pressure, putting patients at risk of complications such as brain damage and heart disease. The purpose of this study was to identify medication adherence in hypertensive patients in the community. This study used a descriptive research design. The population of this study were hypertensive patients who visited Jonggrang Village Polindes, with a sample size of 81 people selected by accidental sampling. The results of this study indicate that most (64%) hypertensive patients have moderate medication compliance and a small proportion of 10% of patients have low medication compliance. It is expected that hypertensive patients have a high commitment to the importance of taking medication regularly. Keywords: Hypertension, Adherence to Taking Medication, Community