Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Religious Leaders’ Interpersonal Communication in Enhancing Teenagers’ Religious Awareness: Case study at Telaga Zam Zam Mosque, Sidikalang Capah, Muhammad Yarham Syahputra; Ritonga, Elfi Yanti
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 19, No. 2, November 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/ai.v0i0.10323

Abstract

Teenagers are often influenced by various distractions, generational challenges, and differences in personality, which hinder their religious awareness, including for the teenagers at Masjid Telaga Zam-Zam Sidikalang. This study aims to understand how religious leaders use interpersonal communication to overcome these obstacles and enhance the religious awareness of teenagers. The research focuses on Masjid Telaga Zam-Zam Sidikalang in analyzing the interpersonal communication patterns of religious leaders, the obstacles faced, and the resulting impacts. This study uses a qualitative approach with data collection through in-depth interviews and direct observation. The informants consist of religious leaders and teenagers who are actively involved in religious activities at the mosque. The data obtained were analyzed using triangulation techniques with the data analysis approach of Miles and Huberman (1994), which includes data reduction, data display, and drawing conclusions. The findings of the study show that religious leaders use various interpersonal communication strategies, such as direct dialogue, providing good behavioral examples, group activities, and religious study sessions, to increase the religious awareness of teenagers. Despite the obstacles, such as distractions from social media and generational challenges, the interpersonal communication efforts successfully increased the teenagers' involvement in religious activities, strengthened emotional bonds, and encouraged positive changes in their attitudes and behavior. The implications of this study emphasize the importance of interpersonal communication in shaping teenagers' religious awareness, particularly in the mosque environment. This study contributes to the understanding of how religious leaders can utilize interpersonal communication to overcome challenges in guiding teenagers. Recommendations include the development of more adaptive and personal communication strategies to address the challenges faced by teenagers and to enhance their involvement in religious activities.
Strategi Komunikasi Islam Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Dalam Menjalankan Qanun di Gayo Lues Maulana, Alphy Shahri; Ritonga, Elfi Yanti
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i1.2024.410-420

Abstract

Perilaku dan proses dalam keterlibatan interaksi dalam penyampaian apa yang terjadi disebut komunikasi. Provinsi Aceh sendiri adalah wilayah yang menjalankan syariat islam, dalam mewujudkannya menjadi islam yang kaffah maka perlu adanya lembaga yang mengawasi dan membina pelaksanaannya. Adapun Lembaga yang dimaksudkan adalah Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah, yang merupakan suatu organisasi memiliki tugas fungsional yang berbeda. Satpol PP bertugas dalam mengatur ketertiban umum, sementara Wilayatul Hisbah bertugas sebagai membina dan penindakan dalam pelaksanaan syariah Islam. Maka dari itu perlunya strategi komunikasi islam dalam menyelesaikan persoalan syariah islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi strategi komunikasi islam Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah dalam upaya pencegahan pelanggaran syariah islam, dan mengetahui bagaimana bentuk dari komunikasi islam yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan key informan. Data penelitian dikumpulkan melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data dikumpulkan peneliti akan memilah dan memilih kebutuhan data yang akan dirangkum dalam temuan penelitian secara sistematis. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat ketahui bahwasanya proses komunikasi islam yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kabupaten Gayo Lues dalam upaya pencegahan pelanggaran syariat islam. Selanjtnya melakukan koordinator antar lembaga yang berhubungan dengan pelaksanaan syariat islam. Sedangkan bentuk-bentuk dari komunikasi islam yang dilakukan secara langsung dan tidak langsung menggunakan media.
Strategi pengurus ma’had al-jami’ah uinsu dalam meningkatkan kemampuan public speaking mahasantri pada kegiatan muhadharah Hajar, Rizki; Ritonga, Elfi Yanti
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 10 No 2 (2024): Oktober 2024 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v10i2.41565

Abstract

Abstract Ma’had Al-Jami’ah UIN Sumatera Utara is designed for female students of UIN Sumatera Utara and aims to build their character through strengthening the basics of Islam, developing tahfidz/tahsin AlQur’an, and improving foreign language skills (Arabic and English). Muhadharah is one of the activities at Ma’had Al-Jamiah UIN Sumatera Utara in training public speaking of students. Speeches are delivered in three languages (Indonesian, Arabic and English). In Islam, public speaking is one of the methods used by many preachers to spread Islamic teachings. Muhadharah activities at Ma’had Al-Jami’ah UIN Sumatera Utara are held once a week every Friday at 20.3022.00 WIB and are attended by all students of Ma’had Al-Jami’ah UIN Sumatera Utara. This article aims to explain the strategy of the management of Ma’had Al-Jami’ah UIN Sumatera Utara in improving the public speaking skills of students through muhadharah activities, as well as the supporting and inhibiting factors. This study uses a qualitative descriptive field study. The sources of research data include the students, administrators of the ma'had and students of Ma'had Al-Jami'ah UIN North Sumatra. The results of the study indicate that muhadharah activities, division of tasks and exercises, encouragement, and istinbat. This strategy is expected to help students train their public speaking skills. Supporting factors for muhadharah activities at Ma'had Al-Jami'ah UIN North Sumatra include facilities and infrastructure, human resources, and skills possessed. Meanwhile, the inhibiting factors include inadequate facilities, lack of self-confidence, and limited language skills. Keywords: Muhadharah; mahasantri; public speaking. Abstrak Ma’had Al-Jami’ah UIN Sumatera Utara dirancang untuk mahasiswi UIN Sumatera Utara dan bertujuan untuk membangun karakter mereka melalui penguatan dasar-dasar keIslamanan, pengembangan tahfidz/tahsin Al-Qur’an, dan peningkatan kemampuan berbahasa asing (Arab dan Inggris). Muhadharah merupakan salah satu kegiatan di Ma’had Al-Jamiah UIN Sumatera Utara dalam melatih public speaking para mahasantri. Pidato yang disampaikan dalam tiga bahasa (Indonesia, Arab dan Inggris). Dalam Islam, public speaking merupakan salah satu metode yang digunakan oleh banyak pendakwah untuk menyebarkan ajaran-ajaran Islam. Kegiatan muhadharah di Ma’had Al-Jami’ah UIN Sumatera Utara dilaksanakan seminggu sekali disetiap hari Jum’ah pukul 20.30-22.00 WIB dan diikuti oleh seluruh mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Sumatera Utara. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan strategi pengurus Ma’had Al-Jami’ah UIN Sumatera Utara dalam meningkatkan kemampuan public speaking mahasantri melalui kegiatan muhadharah, serta faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan studi lapangan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian mencakup mudir, pengurus ma’had dan mahasantri Ma’had AlJami’ah UIN Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan muhadharah, pembagian tugas dan latihan, pemberian semangat, dan istinbat. Strategi ini diharapkan dapat membantu mahasantri melatih kemampuan public speaking mahasantri. Faktor-faktor pendukung kegiatan muhadharah di Ma’had Al-Jami’ah UIN Sumatera Utara meliputi saran dan prasarana, sumber daya manusia, dan keterampilan yang dimiliki. Sementa itu, faktor-faktor penghambatnya antara lain fasilitas yang kurang memadai, kurang percaya diri, dan kerbatasan kemampuan bahasa. Kata-kata kunci: Muhadharah; mahasantri; public speaking.
ANALISIS KADERISASI DA’I MELALUI PRINSIP MANAJEMEN DAKWAH DI FORUM DA’I DAN USTADZ MUDA (FODIUM) KOTA MEDAN Habibi, Muhammad Abdillah; Ritonga, Elfi Yanti
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 21, No 1 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v21i1.325

Abstract

AbstractThis study examines the application of da'wah management principles in the cadre program of the Young Da'i and Ustadz Forum (Fodium) in Medan City. Utilizing a descriptive qualitative approach, data were gathered through observation, interviews, and documentation to analyze the cadre process comprehensively. The findings indicate that Fodium’s cadre system is structured under organizational bylaws and consists of two main stages: 1) training, focusing on technical and ideological development, and 2) delivery of da'wah concepts, emphasizing practical application. Four core principles guide the program: Consolidation (strengthening organizational unity), Coordination (ensuring systematic teamwork), Tajdid (encouraging innovation in da'wah methods), and Ijtihad (promoting contextual interpretation of Islamic teachings). This research underscores the importance of integrating community-based regeneration with robust management standards to enhance the effectiveness of da'wah activities. Future studies are encouraged to explore the integration of digital tools and technology to further expand the reach and impact of da'wah efforts.AbstrakPenelitian ini mengkaji penerapan prinsip manajemen dakwah dalam program pengkaderan Forum Da’i dan Ustadz Muda (Fodium) Kota Medan. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menganalisis proses kaderisasi secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kaderisasi Fodium berlandaskan AD/ART organisasi dan terdiri dari dua tahap utama: 1) pelatihan, yang fokus pada pengembangan teknis dan ideologis, dan 2) penyampaian konsep dakwah, yang menekankan aplikasi praktis. Empat prinsip inti menjadi panduan program: Konsolidasi (memperkuat kesatuan organisasi), Koordinasi (memastikan kerjasama yang sistematis), Tajdid (mendorong inovasi metode dakwah), dan Ijtihad (mendorong interpretasi kontekstual ajaran Islam). Penelitian ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan sistem kaderisasi berbasis komunitas dengan standar manajemen yang kuat untuk meningkatkan efektivitas kegiatan dakwah. Studi lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi integrasi teknologi guna memperluas jangkauan dan dampak dakwah. 
THE EFFECTIVENESS OF LIBRARIANS' COMMUNICATION IN SOCIALIZING THE E-LIBRARY SYSTEM FOR STUDENTS OF THE STATE ISLAMIC UNIVERSITY OF NORTH SUMATRA (UINSU): EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PUSTAKAWAN DALAM MENSOSIALISASIKAN SISTEM E-LIBRARY PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA (UINSU) Br Rambe, Suci Wahyu Tami; Batubara, Abdul Karim; Ritonga, Elfi Yanti
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 1 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i1.5175

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of librarian communication in promoting the E-Library system to students at the State Islamic University of North Sumatra (UINSU) Medan. The focus of this research is to understand how librarians convey information about the features, benefits, and procedures for using the E-Library, as well as to identify challenges encountered during the socialization process. This research employs a qualitative approach using the field research method. Data were collected through in-depth interviews with the Head of the Library, library staff, and students who had participated in the E-Library socialization program. Additionally, non-participatory observation and documentation were utilized to complement the data obtained. Data analysis was conducted in three stages: data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the effectiveness of librarian communication in promoting the E-Library is influenced by the communication methods employed, such as the use of visual media and a personalized approach in delivering information. Challenges faced include limited digital collections, technical issues with the E-Library system, and students' low digital literacy. To address these issues, it is recommended that the library increase regular digital literacy training, expand the digital collection through partnerships with publishers, and improve the stability of the E-Library system. By implementing these measures, students are expected to be more encouraged to optimally utilize the E Library as a credible and high-quality source of religious information.
Strengthening Islamic Communication Ethics in Premarital Guidance Services at the Muara Sipongi Office of Religious Affairs (KUA) through a Local Cultural Approach Kholilah, Ummi; Ritonga, Elfi Yanti
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 6 No. 1 (2025): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v6i1.7782

Abstract

This study explores the integration of Islamic communication principles with local cultural traditions in premarital guidance at the Office of Religious Affairs (KUA) Muara Sipongi, Mandailing Natal. The purpose of this research is to analyze how qaulan sadiidan, qaulan layyinan, qaulan kariman, and qaulan balighan are applied in counseling sessions. Using a qualitative approach with a Participatory Action Research (PAR) design, the partners involved were four pairs of prospective brides and grooms, two religious counselors, and the Head of the KUA. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed thematically with triangulation. The results show that the integration of Islamic communication with local traditions such as sumando and manjujur enriched the counseling process and made it more contextual. Participants also demonstrated increased knowledge: initially limited in understanding Islamic communication, after the sessions they could explain and apply the concepts in marital contexts. This study concludes that premarital guidance becomes more effective when Islamic values are combined with cultural wisdom, offering a contextual model for other regions.
Communication Strategy of North Sumatra Addakwah Institution in Developing Dai and Daiyah Public Speaking Skills Nabila, Frisca; Ritonga, Elfi Yanti
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9, No 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v9i1.35280

Abstract

Abstrak: Lembaga Addakwah Sumatera Utara merupakan organisasi yang aktif dalam pengelolaan ajaran agama Islam khususnya di desa minoritas Muslim yang ada di Sumatera Utara. Public speaking menjadi fondasi dalam menyampaikan pesan dakwah kepada khalayak agar pesan tersampaikan secara efektif. Melalui penelitian ini, penulis ingin melihat strategi apa yang digunakan oleh Lembaga Addakwah Sumatera Utara dalam mengembangkan kemampuan public speaking kader dai dan daiyah serta efektivitasnya dalam kehidupan sehari-hari. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deksriptif yang dimana data hasil penelitian di peroleh dari lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Melalui metode penelitian tersebut Lembaga Addakwah Sumatera Utara melakukan tiga strategi pokok dalam mengembangkan kemampuan public speaking kader dai dan daiyahnya melalui pembinaan, pengabdian ke desa minoritas Muslim, dan pengembangan diri. Abstract: The North Sumatra Addakwah Institute is an organization that is active in the management of Islamic religious teachings, especially in Muslim minority villages in North Sumatra. Public speaking is the foundation in conveying da'wah messages to the audience so that the message is conveyed effectively. Through this study, the author wants to see what strategies are used by the North Sumatra Addakwah Institute in developing the public speaking skills of dai and daiyah cadres and their effectiveness in daily life. The author uses a qualitative approach with a descriptive method where research data is obtained from the field with data collection techniques through observation and interviews. Through this research method, the North Sumatra Addakwah Institute carries out three main strategies in developing the public speaking skills of its dai and daiyah cadres through coaching, service to Muslim minority villages, and self-development. 
Penghulu's Assistance in Providing Premarital Guidance to Realize a Sakinah Mawaddah Warahmah (Samara) Family at KUA Tanjung Morawa Risma, Ade; Ritonga, Elfi Yanti
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 5 No. 2 (2024): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v5i2.5666

Abstract

This assistance aims to analyze Penghulu's Islamic Communication Assistance Strategy in Providing Premarital Guidance to Create a Sakinah Mawaddah Warahmah (Samara) Family in Kua Tanjung Morawa. The approach uses PAR (Participatory Action Research). The Islamic communication assistance strategy implemented by the headmen at KUA Tanjung Morawa in providing pre-marital guidance plays a very important role in creating a Sakinah Mawaddah Warahmah (SAMARA) family. The approach used includes a deep understanding of Islamic values, effective communication techniques, as well as empathy and emotional support for prospective bride and groom couples. Through structured guidance and based on Islamic principles, the bride and groom are able to help prospective bride and groom couples understand the importance of commitment, mutual understanding and cooperation in building a harmonious family, so that the goal of achieving a sakinah, mawaddah and warahmah family can be realized more fully real.
Strategi Komunikasi Islam Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Dalam Menjalankan Qanun di Gayo Lues Maulana, Alphy Shahri; Ritonga, Elfi Yanti
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i1.2024.410-420

Abstract

Perilaku dan proses dalam keterlibatan interaksi dalam penyampaian apa yang terjadi disebut komunikasi. Provinsi Aceh sendiri adalah wilayah yang menjalankan syariat islam, dalam mewujudkannya menjadi islam yang kaffah maka perlu adanya lembaga yang mengawasi dan membina pelaksanaannya. Adapun Lembaga yang dimaksudkan adalah Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah, yang merupakan suatu organisasi memiliki tugas fungsional yang berbeda. Satpol PP bertugas dalam mengatur ketertiban umum, sementara Wilayatul Hisbah bertugas sebagai membina dan penindakan dalam pelaksanaan syariah Islam. Maka dari itu perlunya strategi komunikasi islam dalam menyelesaikan persoalan syariah islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi strategi komunikasi islam Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah dalam upaya pencegahan pelanggaran syariah islam, dan mengetahui bagaimana bentuk dari komunikasi islam yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan key informan. Data penelitian dikumpulkan melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data dikumpulkan peneliti akan memilah dan memilih kebutuhan data yang akan dirangkum dalam temuan penelitian secara sistematis. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat ketahui bahwasanya proses komunikasi islam yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kabupaten Gayo Lues dalam upaya pencegahan pelanggaran syariat islam. Selanjtnya melakukan koordinator antar lembaga yang berhubungan dengan pelaksanaan syariat islam. Sedangkan bentuk-bentuk dari komunikasi islam yang dilakukan secara langsung dan tidak langsung menggunakan media.
Religious Leaders’ Interpersonal Communication in Enhancing Teenagers’ Religious Awareness: Case study at Telaga Zam Zam Mosque, Sidikalang Capah, Muhammad Yarham Syahputra; Ritonga, Elfi Yanti
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 19, No. 2, November 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/ai.v0i0.10323

Abstract

Teenagers are often influenced by various distractions, generational challenges, and differences in personality, which hinder their religious awareness, including for the teenagers at Masjid Telaga Zam-Zam Sidikalang. This study aims to understand how religious leaders use interpersonal communication to overcome these obstacles and enhance the religious awareness of teenagers. The research focuses on Masjid Telaga Zam-Zam Sidikalang in analyzing the interpersonal communication patterns of religious leaders, the obstacles faced, and the resulting impacts. This study uses a qualitative approach with data collection through in-depth interviews and direct observation. The informants consist of religious leaders and teenagers who are actively involved in religious activities at the mosque. The data obtained were analyzed using triangulation techniques with the data analysis approach of Miles and Huberman (1994), which includes data reduction, data display, and drawing conclusions. The findings of the study show that religious leaders use various interpersonal communication strategies, such as direct dialogue, providing good behavioral examples, group activities, and religious study sessions, to increase the religious awareness of teenagers. Despite the obstacles, such as distractions from social media and generational challenges, the interpersonal communication efforts successfully increased the teenagers' involvement in religious activities, strengthened emotional bonds, and encouraged positive changes in their attitudes and behavior. The implications of this study emphasize the importance of interpersonal communication in shaping teenagers' religious awareness, particularly in the mosque environment. This study contributes to the understanding of how religious leaders can utilize interpersonal communication to overcome challenges in guiding teenagers. Recommendations include the development of more adaptive and personal communication strategies to address the challenges faced by teenagers and to enhance their involvement in religious activities.