Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Inhibisi Enzim α-Glukosidase oleh Bacillus Megaterium ITU 9 Isolat Sumber Air Panas Sumatera Utara Piska, Finna; Ginting, Chrismis Novalinda; Harmileni, Harmileni; Fachrial, Edy
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.17045

Abstract

Diabetes adalah penyakit multifaktor yang insidensinya meningkat dengan pesat di negara berkembang. Diabetes mellitus (DM) tipe 2 adalah jenis diabetes yang paling umum ditemui, dimana penyakit ini erat kaitannya dengan kemajuan industri dan teknologi sehingga mempengaruhi gaya hidup seseorang. Penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan dengan menghambat aktivitas α-glukosidase. Beberapa mikroorganisme terutama dari sumber air panas dapat dimanfaatkan sebagai penghasil senyawa inhibitor α-glukosidase. Pada penelitian sebelumnya isolat Bacillus megaterium ITU 9 merupakan isolat yang diisolasi dari sumber air panas. Pada penelitian ini diuji kemampuan isolat Bacillus megaterium ITU 9 sebagai penghasil inhibitor α-glukosidase dengan metode sumur. Daya persen inhibisi supernatan B. megaterium ITU 9 terhadap kerja enzim α-glukosidase adalah sebesar 46,67%, sedangkan daya persen inhibisi acarbose yaitu 70%. Dalam hal ini B. megaterium ITU 9 termofilik memiliki daya inhibisi terhadap enzim α-glukosidase. Kata Kunci: Bakteri Termofilik, Inhibitor, Akarbose, Metode Sumur, Persen Inhibisi Diabetes is a multifactorial disease whose incidence is increasing rapidly in developing countries. Diabetes mellitus (DM) type 2 is the most common type of diabetes, where this disease is closely related to industrial and technological advances, thus affecting a person's lifestyle. This disease can be controlled by inhibiting α-glucosidase activity. Several microorganisms, especially from hot springs, can be used to produce α-glucosidase inhibitor compounds. In previous research, the Bacillus megaterium ITU 9 isolate was an isolate isolated from hot springs. In this study, the ability of the Bacillus megaterium ITU 9 isolate to produce α-glucosidase inhibitors was tested using the well method. The percent inhibition power of B. megaterium ITU 9 supernatant on the action of the α-glucosidase enzyme was 46.67%, while the percent inhibition power of acarbose was 70%. In this case, the thermophilic B. megaterium ITU 9 has inhibitory power against the α-glucosidase enzyme.
Potensi Ekstrak Etanol Daun Suren (Toona Sinensis) Sebagai Insektisida Nabati dalam Pengendalian Hama Ulat Api (Setothosea Asigna V. Eecke) Harmileni, Harmileni
Agroprimatech Vol. 6 No. 1 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu hama yang terdapat pada perkebunan kelapa sawit adalah hama ulat api (Setothosea asigna v. Eecke), merupakan hama yang dapat menyebabkan kerusakan berat serta sangat merugikan perkebunan kelapa sawit. Untuk daerah tertentu, ulat api sudah menjadi endemik sehingga sangat sulit dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemberian ekstrak daun suren sebagai insektisida nabati dalam mengendalikan hama ulat api (Setothosea asigna V. Eecke). Daun suren diekstrak menggunakan pelarut etanol 96% dengan cara maserasi, yang selanjutnya dilakukan penguapan menggunakan rotary evaporator sehingga didapatkan ekstrak pekat. Variasi konsentrasi ekstrak daun suren yang digunakan pada penelitian ini adalah 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%. Metode yang dilakukan adalah metode penyemprotan langsung ekstrak daun suren ke ulat api yang ada pada bibit kelapa sawit dengan menggunakan Deltametrin sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun suren dapat mengendalikan hama ulat api dengan rataan tercepat waktu kematian seluruh ulat api adalah 22 jam 3 menit pada konsentrasi 30%. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun suren mempunyai aktivitas yang sangat baik dalam mengendalikan hama ulat api pada tanaman kelapa sawit. Kata kunci: Daun suren; hama ulat api (Setothosea asigna V. Eecke.); insektisida nabati
Hypoglycemic Activity and Safety Assessment of Pediococcus acidilactici Strain DNH16 in Experimental Type 2 Diabetes Mellitus Rats Induced with Streptozotocin Fachrial, Edy; Lina, Juliana; Harmileni, Harmileni; Anggraini, Sari; Sihotang, Widya Yanti
The Indonesian Biomedical Journal Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v16i1.2781

Abstract

BACKGROUND: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) cases tend to rise throughout the year in all parts of the world. The α-glucosidase inhibitors are frequently used to both prevent and treat T2DM. This α-glucosidase inhibitor activity is seen in some probiotic species, and a certain strain of Pediococcus acidilactici exhibits promising characteristics as an α-glucosidase inhibitor. This study was conducted to assess the hypoglycemic activity and safety of P. acidilactici strain DNH16 (PADNH16) in experimental rats with T2DM induced by streptozotocin.METHODS: The experiment was conducted in vivo using Wistar rats. Acarbose was employed as a positive control, and Lactobacillus casei was used as a comparative. For 24 days, post-prandial blood glucose levels were assessed every 3 days, followed by serum biochemical levels measurement of liver, kidney, and lipid profiles. The pancreas was histopathologically examined utilizing the Hematoxyline-Eosin staining procedure.RESULTS: Administration of PADNH16 to T2DM rats lowered post-prandial blood glucose levels and gave hypoglycemic benefits comparable to acarbose and commercial probiotics. PADNH16 dosing did not affect serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT), serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT), urea, or creatinine levels, showing that PADNH16 was not hazardous to liver or kidney function. The lipid profile assessment revealed that the values, including high-density lipoprotein (HDL), low-density lipoprotein (LDL), and triglycerides, were comparable to the control group. The pancreatic histopathology revealed that injection of PADNH16 caused no alterations to pancreatic β cells.CONCLUSION: P. acidilactici isolate DNH16 has a hypoglycemic effect on T2DM rats, but does not affect liver function enzymes, kidneys, lipid profiles and does not provide significant changes in pancreatic β cells.KEYWORDS: diabetes mellitus, inhibitor α-glucosidase, Pediococcus acidilactici strain DNH16
Potensi Ekstrak Etanol Daun Suren (Toona Sinensis) Sebagai Insektisida Nabati dalam Pengendalian Hama Ulat Api (Setothosea Asigna V. Eecke) Harmileni, Harmileni
Agroprimatech Vol. 6 No. 1 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i1.2820

Abstract

Salah satu hama yang terdapat pada perkebunan kelapa sawit adalah hama ulat api (Setothosea asigna v. Eecke), merupakan hama yang dapat menyebabkan kerusakan berat serta sangat merugikan perkebunan kelapa sawit. Untuk daerah tertentu, ulat api sudah menjadi endemik sehingga sangat sulit dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemberian ekstrak daun suren sebagai insektisida nabati dalam mengendalikan hama ulat api (Setothosea asigna V. Eecke). Daun suren diekstrak menggunakan pelarut etanol 96% dengan cara maserasi, yang selanjutnya dilakukan penguapan menggunakan rotary evaporator sehingga didapatkan ekstrak pekat. Variasi konsentrasi ekstrak daun suren yang digunakan pada penelitian ini adalah 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%. Metode yang dilakukan adalah metode penyemprotan langsung ekstrak daun suren ke ulat api yang ada pada bibit kelapa sawit dengan menggunakan Deltametrin sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun suren dapat mengendalikan hama ulat api dengan rataan tercepat waktu kematian seluruh ulat api adalah 22 jam 3 menit pada konsentrasi 30%. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun suren mempunyai aktivitas yang sangat baik dalam mengendalikan hama ulat api pada tanaman kelapa sawit. Kata kunci: Daun suren; hama ulat api (Setothosea asigna V. Eecke.); insektisida nabati