Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Transformational Leadership in Education: Improving Work Ethic and Professional Commitment of Teachers Supendi, Pepen; Rosa, Ade Tutty R.; Fahrurozi, Fahrurozi; Gaffar, M. Andriana
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2025): Lectura: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v16i1.25842

Abstract

Effective school leadership shapes teachers’ work ethics and overall performance. In the context of MTs Darul Hikam Bandung, understanding how principal leadership influences teacher motivation and commitment is essential. Although transformational leadership has been recognized for fostering a positive school climate, challenges such as declining teacher engagement and productivity persist. This study explores the principal’s leadership strategies for improving teachers’ work ethics and enhancing their commitment to teaching. It examines the impact of transformational leadership on teacher motivation and job satisfaction. A qualitative research approach was employed, utilizing in-depth interviews with principals, teachers, administrative staff, and classroom observations. Thematic analysis was applied to identify leadership practices and their effects on teacher motivation and professional commitment. The findings revealed that the principal adopted a transformational leadership style, emphasizing role modelling, effective communication, and continuous professional development. Teachers reported increased motivation and a greater sense of value due to the principal’s support and responsiveness. Key strategies included regular training sessions, collaborative decision-making, and fostering a supportive work environment to help teachers overcome instructional challenges. The results demonstrated that transformational leadership positively influenced teachers’ commitment and job satisfaction. Transformational leadership significantly enhances teachers’ work ethics by fostering interpersonal relationships, promoting professional development, and ensuring clear communication. This study provides valuable insights for educational stakeholders to strengthen teacher engagement and improve school effectiveness. Further research is recommended to validate these findings in diverse educational settings.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Cerpen Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) Pada Siswa Kelas IX D SMP Negeri 2 Windusari Tahun Pelajaran 2021/ 2022 Fahrurozi, Fahrurozi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol. 2 No. 1 (2023): Science and Education Journal 2023
Publisher : Faculty Of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v2i1.79

Abstract

Keterampilan menulis merupakan kegiatan kebahasaan yang memegang peranan penting dalam dinamika peradaban manusia. Dengan menulis orang dapat melakukan komunikasi, mengemukakan gagasan baik dari dalam maupun dari luar dirinya, dan mampu memperkaya pengalamannya. Teks Cerpen sebagai salah satu jenis bacaan, isinya dapat dijadikan sebagai pelajaran moral, dengan sendirinya akan dapat menambah kecakapan, keterampilan, dan pengetahuan baru yang dapat diambil dari isi cerita yang disajikan. Keterampilan menulis teks cerpen siswa kelas IX D di SMP Negeri 2 Windusari masih kurang, hal ini merupakan salah satu permasalahan pada proses pembelajaran. Penyebab kekurangan ini cukup banyak faktor yang melingkupinya. Keterampilan guru dan teknik pembelajaran yang kurang tepat, barangkali dapat dijadikan sebagai salah satu munculnya permasalahan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX D SMP Negeri 2 Windusari Tahun Pelajaran 2021/2022 menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Subjek penelitian adalah siswa berjumlah 32 orang, sumber data penelitian diperoleh dari data kualitatif berupa data hasil observasi aktivitas guru dan siswa serta data kuantitatif berupa data tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian siklus I diperoleh siswa untas secara individu sebanyak 13 siswa dengan ketuntasan klasikal sebesar 41 %. Sedangkan hasil penelitian siklus II mengalami peningkatan dengan jumlah siswa tuntas secara individu sebanyak 31 siswa dengan presentase ketuntasan 97 %. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pembelajaran menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX D SMP Negeri 2 Windusari Tahun Pelajaran 2021/2022.
Persepsi Netizen terhadap Penggunaan Abreviasi di Twitter pada Unggahan Akun @radenrauf Fahrurozi, Fahrurozi; Aprilia, Dina; Nuraeni, Ane Nabilah; Sakinah, Uswah; Rukmini, Eli; Firmansyah, Arif
Salingka Vol 21, No 2 (2024): SALINGKA, Edisi Desember 2024
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v21i2.1088

Abstract

Perkembangan teknologi dan media sosial memengaruhi cara manusia berkomunikasi. Hal ini ditunjukkan dengan fenomena penggunaan abreviasi sebagai bentuk pemendekan kata atau frasa yang berpotensi menimbulkan salah persepsi dan miskomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan abreviasi oleh akun @radenrauf di twitter, fokus pada caption dan kolom komentar, serta dampaknya terhadap efektivitas komunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui teknik simak, baca, dan catat untuk data abreviasi, serta angket untuk data persepsi dan dampak penggunaan abreviasi terhadap komunikasi. Data penelitian yang terkait dengan abreviasi dianalisis dengan menggunakan aplikasi Antconc, sedangkan data angket dianalisis secara manual untuk memperoleh gambaran tentang persepsi penggunaan abreviasi di media sosial. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa: 1) Terdapat 3 jenis abreviasi yang sering muncul pada unggahan dan kolom komentar pada akun twitter @radenrauf, yaitu singkatan, kontraksi dan penggalan, 2) Dari 81 responden yang mengisi kuesioner, terdapat dua jenis persepsi terhadap penggunaan abreviasi di media sosial, yaitu positif dan negatif. Persepsi positif didasarkan pada kepraktisan, efisiensi, dan kesesuaian dengan situasi informal, sedangkan persepsi negatif didasarkan pada ketidakjelasan makna, dan ketidakcocokan dengan situasi formal, dan 3) Penggunaan abreviasi di media sosial memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan konteks dan situasi komunikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.The development of technology and social media has affected the way people communicate. This is shown by the phenomenon of using abreviation as a form of shortening words or phrases that have the potential to cause misperception and miscommunication. This study aims to analyze the pattern of abreviation use by @radenrauf accounts on twitter, focusing on captions and comment columns, as well as their impact on communication effectiveness. The research method used is qualitative descriptive with data collection through listening, reading, and note-taking techniques for abreviation data, as well as questionnaires for perception data and the impact of the use of abreviation on communication. Research data related to abreviation was analyzed using the Antconc application, while questionnaire data was analyzed manually to obtain an overview of the perception of the use of abreviation on social media. This study produced findings that: 1) There are 3 types of abbreviation that often appear in uploads and comment columns on @radenrauf twitter accounts, namely abbreviations, contractions and fragments, 2) Of the 81 respondents who filled out the questionnaire, there were two types of perceptions of the use of abbreviation on social media, namely positive and negative. Positive perceptions are based on practicality, efficiency, and suitability to informal situations, while negative perceptions are based on unclear meaning, and incompatibility with formal situations. and 3) The use of abreviation on social media has advantages and disadvantages that need to be considered in the context and communication situation so as not to cause misunderstandings.
Pembelajaran PAI dengan Menggunakan Media Google Classroom pada Masa Pandemi di Sekolah Menengah Atas Habibullah, Romadlon; Fahrurozi, Fahrurozi; Putri, Rahayu Lestari
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 4 No. 2 (2022): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v4i2.1432

Abstract

This study describes PAI learning through Google Classroom media during the Covid-19 pandemic at SMAN 4 Bojonegoro. This research is descriptive and qualitative. The population and sample are students of class X SMAN 4 Bojonegoro. Research data was obtained through interviews, observation, and documentation. The results showed that the implementation of PAI learning in class X SMAN 4 Bojonegoro during the pandemic season was by using Google Classroom media. The steps taken include; planning, implementation, organization, and evaluation of learning. The supporting factors for learning are; Google Classroom is learning media workshops for teachers and students, a strong network and internet, students having smartphones, and enthusiastic parents. While the inhibiting factors for learning are; the existence of a wrong internet network due to natural conditions, resulting in students' concentration being easily disturbed, and the application of blended learning being less than optimal.
RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK SISTEM HYBRID TENAGA AIR DAN SURYA DENGAN SISTEM KONTROL BERBASIS ARDUINO Fahrurozi, Fahrurozi; Buntoro, Ghulam Asrofi; Habiby, Jawwad Sulthon
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v13i2.6300

Abstract

Kabupaten Pacitan merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur dengan luas sekitar 1.390 km² dengan kondisi geografis berupa hutan dan pegunungan. Pasokan listrik utama di daerah ini didapatkan dari gardu induk yang lokasinya jauh serta jaringan listrik yang melalui medan pegunungan. Kondisi ini menyebabkan beberapa wilayah salah satunya di Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo sering terjadi gangguan pasokan listrik akibat dari kabel yang tertimpa pohon. Dari permasalahan tersebut maka dibutuhkan cadangan energi listrik sebagai backup apabila terjadi gangguan listrik PLN. Desa Nogosari terdapat potensi energi dari air yang bersumber dari sungai dan energi dari matahari yang dapat dimanfaatkan sebagai energi terbarukan dan digabungkan menjadi sistem hybrid. Kondisi tersebut melatarbelakangi peneliti merancang sebuah pembangkit listrik sistem hybrid tenaga air dan surya dengan sistem kontrol berbasis arduino. Rancang bangun ini menggunakan panel surya dan generator untuk mengkonversi energi serta arduino sebagai pengontrol sistem. Hasil pengujian dalam penelitian ini didapatkan bahwa pembangkit listrik sistem hybrid menghasilkan daya maksimal pada panel surya sebesar 58 watt dan daya maksimal yang dihasilkan generator sebesar 18,8 watt. Total daya yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga air dan surya mendapat hasil tertinggi pada tanggal 2 Januari 2025 pukul 12.00 yaitu sebesar 74,9 watt.
PENGARUH KOMBINASI PENAMBAHAN TEPUNG GURITA (Octopus sp.) SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN LELE (Clarias sp.) Fahrurozi, Fahrurozi; Fahrurozi; Lumbessy, Salnida Yuniarti; Dewi Putri Lestari
Journal of Fish Nutrition Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v3i2.3033

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk malakukan analisa pengaruh kombinasi penambahan tepung gurita terhadap laju pertumbuhan ikan lele (Clarias sp). Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Aspek yang diteliti adalah pengaruh Aspek yang di teliti adalah melihat laju pertumbuhan benih ikan lele dengan menggunakan kombinasi pakan yang dicampurkan dengan tepung daging gurita. Parameter yang diteliti adalah bagaimana pengaruh kombinasi penambahan tepung gurita sebagai bahan baku ikan lele, sehingga diperoleh 12 percobaan. Perlakuan 1: Penambahan 100% pakan komersil, 0% tepung gurita Perlakuan 2 : Penambahan 98% pakan komersil, 2% tepung gurita, Perlakuan 3 : Penambahan 96% pakan komersil, 4% tepung gurita, Perlakuan 4: Penambahan 94% pakan komersil, 6% tepung gurita. Hasil penelitian menunjukan nilai laju pertumbuhan bobot mutlak pada perlakuan 4 senilai 5,44 gram, laju pertumbuhan berat spesifik senilai 2,60%, nilai laju pertumbuhan panjajng mutlak sebesar 3,30 cm, laju pertumbuhan Panjang spesifik senilai 0,81%, dan pada tingkat kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan 3 dan 4 sebesar 100%, nilai efisiensi pakan tertinggi pada perlakuan 4 sebesar 87,54%, dan rasio konversi pakan terendah pada perlakuan 4 senilai 1,13. Untuk hasil parameter kualitas air suhu 26,8-30,10C, DO 3,6-5,2 mg/L, dan pH 7,5-8,4.