Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

STUDY ON THE INFLUENCE OF THE ANGULAR DIRECTION OF ALUMINUM COOLING FINS ON THE WORKING TEMPERATURE OF SOLAR PANELS Binyamin, Binyamin; Riswan, Muhammad; Nugroho, Andi; Julianto, Eko
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol. 27 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v27i1.8587

Abstract

The utilization of solar energy through solar panels as a source of electrical energy for households and street lighting is increasing rapidly. However, solar panels face problems related to working temperature. When the absorption of solar radiation is too high, it results in a decrease in efficiency. High temperatures cause solar panels to produce lower energy than in cold conditions. Therefore, the purpose of this study was to explore the effect of aluminum cooling fins on solar panels, with variations of fin inclination angles of 30° and 45°, and compared with panels without a cooling system to reduce the working temperature of solar panels by using cooling fins and air blowing media. The results showed that at an angle of 30°, the panel temperature was 43.60°C at the 13th iteration, with a temperature drop of about 3.13%. At an angle of 45°, the temperature obtained was 41.80°C with a temperature drop of about 6.68%. Meanwhile, the uncooled condition reached a maximum temperature of 44.40°C. No cooling causes the panel temperature to be higher, and the 45° angle provides a better cooling effect than the 30° angle, although the difference is not very significant when compared to the uncooled condition.
Interaksi Simbolik dalam Dakwah Instagram: Studi Kualitatif Pada Remaja Muslim Perkotaan Adrian, Adrian; Riswan, Muhammad; Qudratullah, Qudratullah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35884

Abstract

Pesatnya perkembangan dakwah melalui media sosial, khususnya Instagram, membuka kebutuhan akan kajian mendalam mengenai bagaimana pesan keagamaan direpresentasikan dalam bentuk simbol visual maupun teks, serta bagaimana remaja Muslim di kawasan perkotaan menanggapinya sebagai kelompok pengguna digital yang paling dominan. Penelitian ini bertujuan mengurai proses produksi dan peredaran simbol dakwah dalam unggahan Instagram, menelusuri cara remaja Muslim menafsirkan simbol-simbol tersebut, dan mengidentifikasi dinamika psikologis serta faktor bawah sadar yang memengaruhi pola interaksi mereka terhadap pesan dakwah digital. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis konten yang dirancang berdasarkan kerangka Interaksi Simbolik dan teori psikoanalisis klasik maupun kontemporer. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa simbol dakwah tidak hanya berfungsi sebagai penyampai nilai keagamaan akan tetapi juga bertindak sebagai penanda identitas, medium negosiasi makna, serta sarana pembentukan orientasi emosional bagi remaja Muslim di lingkungan urban. Aktivitas digital seperti komentar, pesan langsung, dan pemberian tanda suka menjadi bagian dari mekanisme penafsiran kolektif yang berlangsung spontan, dinamis, dan sarat emosi. Analisis psikoanalisis mengungkap adanya dorongan-dorongan bawah sadar termasuk kebutuhan akan ketenteraman batin, afeksi simbolik, dan figur ideal yang turut mendorong keterlibatan remaja terhadap konten dakwah daring. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada integrasi perspektif sosial dan psikologis untuk memahami fenomena dakwah digital secara komprehensif. Hasil penelitian memberikan pemahaman baru mengenai bagaimana identitas religius terbentuk melalui proses simbolisasi di ruang digital yang dipengaruhi oleh konteks sosial serta dinamika psikodinamis. Selain itu, temuan ini menyajikan implikasi praktis bagi pengembangan dakwah digital yang lebih empatik dan relevan dengan kondisi emosional remaja. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas ragam sampel, memperbandingkan konten dakwah dari berbagai wilayah, serta mengkaji dampak jangka panjang interaksi simbolik dalam praktik dakwah digital kontemporer.