Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : bimaster

PENGELOMPOKAN PROVINSI DI INDONESIA BERDASARKAN FAKTOR PENYEBAB STUNTING DENGAN VALIDASI KORELASI COPHENETIC Andini, Syarifah; Perdana, Hendra; Imro'ah, Nurfitri
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol. 15 No. 2 (2026): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak balita yang dipicu oleh defisiensi gizi yang tercermin dari panjang atau tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan standar usianya. Hingga saat ini, stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang serius di Indonesia dengan karakteristik penyebab yang beragam antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan provinsi di Indonesia berdasarkan faktor penyebab stunting serta memvalidasi hasil pengelompokan menggunakan koefisien korelasi Cophenetic. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari publikasi Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 dengan sepuluh variabel faktor penyebab stunting, meliputi akses air minum layak, akses sanitasi layak, kelengkapan imunisasi dasar, berat badan lahir rendah (<2500 gram), ASI eksklusif, prevalensi ISPA balita, ANC K4, konsumsi tablet tambah darah (≥90 tablet), bayi segera disusui kurang dari 60 menit setelah lahir, dan keragaman pangan minimal. Metode analisis yang digunakan adalah analisis klaster hierarki dengan metode Ward dan jarak Squared Euclidean. Hasil validasi menggunakan koefisien korelasi Cophenetic menghasilkan nilai sebesar 0,509, yang menunjukkan bahwa dendrogram cukup merepresentasikan jarak antarprovinsi pada data asli. Hasil analisis menghasilkan empat klaster provinsi dengan karakteristik yang berbeda. Klaster 1 merupakan wilayah dengan kondisi paling ideal dalam pencegahan stunting, klaster 2 mencerminkan wilayah dengan kondisi menengah, klaster 3 merupakan wilayah yang tergolong rentan dalam upaya pencegahan stunting, dan klaster 4 menunjukkan wilayah dengan kondisi paling kompleks dan paling rentan terhadap permasalahan stunting.