Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Relief: Journal of Craft

KREASI MOTIF RUMOH ACEH PADA KEMEJA BATIK PRIA Nurlaili, Nurlaili; Akmal, Ahmad; Ferawati, Ferawati
Relief : Journal of Craft Vol 5, No 1 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v5i1.6128

Abstract

Kreasi motif rumoh Aceh bersumber dari rumah adat Aceh, rumoh adat yang berbentuk panggung memiliki serambi depan, serambi tengah dan serambi belakang. Rumah Aceh sebagai rumah tradisional memiliki ornamentasi yang khas Aceh seperti sumber ini yang dipilih sebagai acuan untuk motif pada baju batik yaitu, bungoeng meusingklet dan taloe meuputa yang dikreasikan ke bentuk Motif rumah Aceh. Metode penciptaan motif baju batik bercorak kreasi motif rumoh Aceh melalui tiga tahap yaitu, tahap Eksplorasi, tahap Perancangan dan tahap Perwujudan. Eksplorasi melalui pengumpulan data, referensi yang berhubungan dengan kreasi motif rumoh Aceh. Perancangan membuat gambar motif secara sederhana dan dikreasikan, Perwujudan motif ini melalui teknik batik tulis yang dicanting pada mori menggunakan teknik pewarnaan reaktif atau remazol menggunakan teknik mencolet. Hasil karya kreasi motif rumoh Aceh pada baju kemeja laki-laki terdiri dari motif roa umah, Motif taloe takue rumoh, kubah rumoh, jeundela rumoh, rumoh meupucok, rumoh singet, dan ija simplah
PERKEMBANGAN BENTUK SUNTIANG ANAK DARO DI KOTA PARIAMAN Mulya, Kartika Firdha; Akmal, Ahmad; Yulimarni, Yulimarni
Relief : Journal of Craft Vol 5, No 1 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v5i1.6129

Abstract

Salah satu budaya tradisional Minangkabau adalah baralek. Baralek adalah upacara perkawinan antara seorang pria dan seorang wanita di Minangkabau. Pakaian mempelai pria disebut roki dan dilengkapi dengan asesoris lainnya. Pakaian wanita lengkap terdiri dari baju kurung (atasan), kodek (bawahan), hiasan kepala berupa suntiang, dan aksesoris lengkap lainnya. Penelitian ini berfokus pada perkembangan bentuk suntiang yang mengalami perubahan dari waktu ke waktu yang dikenakan pada anak daro di Kota Pariaman, perkembangan bentuk, dan ragam hias suntiang.Metode yang digunakan penulis dalam mempelajari perkembangan bentuk suntiang anak daro di Kota Pariaman adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data melalui data referensi, data lapangan, setelah itu data dikumpulkan dan dianalisis sesuai dengan kebutuhan, kemudian ditarik kesimpulan.Hasil penelitian perkembangan suntiang anak daro dapat dilihat dari cara pemasangan dan bentuk suntiang, yaitu dari suntiang tusuak berkembang menjadi suntiang songkok. Suntiang songkok terdiri dari tiga bentuk, pertama suntiang berbentuk kipas atau mahkota, kedua suntiang berbentuk gonjong rumah gadang, ketiga suntiang berbentuk tingkuluk tanduak. Suntiang anak daro tersusun dari gabungan beberapa unsur berupa bungo sarunai dengan motif bunga melati, kambang goyang dengan motif bunga ros, mansi-mansi dengan motif cumi-cumi, burung merak dan kote-kote atau jurai-jurai yaitu beberapa helai yang memiliki motif berupa ikan, kupu-kupu dan burung.