Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Menelaah Maskulinitas dalam Kajian Bentuk dan Fungsi Tari Igel di Kabupaten Lampung Utara Adzan, Nabilla Kurnia; Habsary, Dwiyana; Setiawan, Afrizal Yudha
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam manifestasi maskulinitas yang terdapat dalam Tari Igel di Kabupaten Lampung Utara, khususnya dalam konteks upacara adat Begawi Cakak Pepadun. Fokus kajian diarahkan pada analisis bentuk gerak dan fungsi tarian sebagai representasi nilai-nilai ideal pria Lampung Pepadun. Hasil kajian menunjukkan bahwa maskulinitas dalam Tari Igel terwujud secara deskriptif melalui bentuk gerak yang ekspresif dan bertenaga. Gerakan didominasi oleh gerakan tangan, putaran, dan sikap tangan yang diangkat tinggi, menyimbolkan keperkasaan, keberanian, dan kesiagaan seorang pemimpin. Secara fungsional, Igel memainkan peran krusial sebagai sarana ritual pengesahan status sosial Suttan atau Penyimbang, sekaligus media edukasi non-verbal yang mewariskan nilai-nilai kepemimpinan, wibawa, dan tanggung jawab adat kepada generasi penerus. Meskipun kini Igel juga berfungsi sebagai hiburan, esensi maskulinitas yang tertanam kuat dalam gerak dan konteks ritualnya tetap menjadikannya simbol utama identitas laki-laki dalam adat Pepadun khususnya di Lampung Utara.
Hubungan Antara Minat Dengan Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan Tari Pada Tari Klana Raja Muna, Nina Nailatul; Setiawan, Afrizal Yudha; Adzan, Nabilla Kurnia
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 13, No 3 (2025): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara minat dengan hasil belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Tari Universitas Lampung dalam mempelajari Tari Klana Raja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 100 mahasiswa angkatan 2021- 2022 yang telah menempuh mata kuliah Tari Jawa. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert serta studi dokumen terhadap nilai akademik mahasiswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson untuk melihat hubungan antara variabel minat dan hasil belajar. Berdasarkan Hasil perhitungan uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara minat mahasiswa terhadap Tari Klana Raja dengan hasil belajar mereka. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh adalah r = -0,110 dengan nilai signifikansi = 0,477, yang lebih besar dari 0,05, sehingga hipotesis nol diterima. Hal ini mengindikasikan bahwa minat mahasiswa terhadap mata kuliah ini tidak berpengaruh langsung terhadap hasil belajar mereka. Berdasarkan tabel koefisien korelasi, nilai tersebut memiliki hubungan yang berada pada kategori cukup.Kata Kunci: Minat, Hasil Belajar, Tari Klana Raja, Korelasi.
Dance Learning Model in the Education of the Independent Curriculum Adzan, Nabilla Kurnia; Setiawan, Afrizal Yudha; Anastasya, Putri Novia
Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Until 2024, at least four curricula have been used as a reference for implementing learning in schools. Currently, the curriculum used is the independent curriculum. This curriculum covers learning from early childhood to the tertiary level. All lessons at school are regulated in the independent curriculum, including dance. The word independence in the curriculum invites teachers and students to freely choose materials, learning models, methods, media, and evaluation techniques in implementing learning. It intersects with the educational dance learning model. This research looks at how dance learning in the independent curriculum is implemented with an educational dance perspective containing two main things, namely creative and expressive dance. This research used a qualitative descriptive method using observation, interview, and documentation data collection techniques. This research presents a description of dance learning at the high school level. The research results show that several schools in Lampung have implemented learning as stated in the independent curriculum before this curriculum existed in Indonesia. This research describes how this learning takes place.            
PENGGUNAAN THEILEREN METHOD PADA PEMBELAJARAN TARI MAPAK DI SMP NEGERI 1 TEBING TINGGI Ladri, Nasywa Dwi; Wendhaningsih, Susi; Setiawan, Afrizal Yudha; Kurniawan, Agung
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 13, No 2 (2025): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan  Theileren Method pada pembelajaran tari Mapak di SMP  Negeri 1 Tebing Tinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah guru dan siswa kelas tujuh yang berjumlah 30 siswa. Adapun konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah Theileren Method menurut Nina Yanuarti (2016). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis melalui tahapan berupa pengumpulan data, reduksi data, dan data display. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan Theileren Method dalam bentuk praktik langsung. Terdapat empat tahap penggunaan Theileren Method diantaranya preview, analisis, melatih dan sintesis. Pada tahap preview guru mengenalkan ragam gerak tari Mapak kemudian diperagakan oleh siswa. Proses analisis siswa memperagakan gerak lalu guru mengamati per gerak yang diperagakan. Selanjutnya melatih guru memperagakan kembali gerak kemudian siswa mereplikasikan gerak yang telah diajarkan. Pada tahap sintesis penggabungan semua ragam gerak yang telah dipelajari. Siswa dengan inisal AS, TR, MF DAN SP sulit memahami materi setiap pertemuan dari hasil pengamatan yang diperoleh bahwa siswa kelas 7 I tidak seluruhnya mampu menguasai ragam gerak tari Mapak setiap pertemuan karena guru konsistensi guru dalam menerapkan tahapan Theileren Method dalam setiap pertemuan.