Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

TANTANGAN DAN ADAPTASI MANAJEMEN PRODI PENDIDIKAN JASMANI, KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS MUSAMUS PASCA PANDEMI COVID 19 Nurcholis, Dani; Ronald, Ronald; Sahruni, Ade Yuni; Suradji, Febry Ramadhani; Warwuru, Pricillya Margaretha; Umakaapa, Muktamar; Rahail, Ronny Brayntin; Marlissa, Damaris
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i3.23972

Abstract

Penelitian ini bertujuan yaitu mengidentifikasi tantangan dan strategi adaptasi manajemen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Universitas Musamus Merauke pada era pasca pandemi COVID-19. Mengetahui strategi adaptasi yang dilakukan oleh pengelola prodi dalam menghadapi tantangan tersebut. Ketiga mengetahui persepsi dosen dan staf terhadap efektivitas manajemen prodi saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui analisis situs dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan tiga tantangan utama yaitu penyesuaian kurikulum, kesiapan sumber daya organisasi dan kebijakan, serta adaptasi pembelajaran oleh dosen. Strategi yang diterapkan mencakup penguatan komunikasi internal dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan kelancaran implementasi kurikulum serta penyesuaian pembelajaran. Persepsi dosen dan staf memandang positif bahwa strategi telah berhasil dilaksanakan sesuai dengan tujuan. Kesimpulannya, keberhasilan adaptasi pasca pandemi ditentukan oleh sinergi manajemen, dosen, dan jejaring kerja sama yang dilaksanakan.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM INTEGRATIF-INTERKONEKTIF AGAMA DAN SAINS DI SMP MUHAMMADIYAH MERAUKE Nurcholis, Dani; Riyanto, Pulung; Yuni Sahruni, Ade; Ramadhani Suradji, Febry; Brayntin Rahail, Ronny
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v10i4.954

Abstract

Curriculum planning must involve analyzing student needs, developing integrative core competencies, and determining collaborative learning strategies. During the implementation phase, teachers are required to creatively connect science concepts with Islamic values ​​in teaching and learning activities. This study aims to describe the implementation of integrative-interconnective curriculum management between religion and science at SMP Muhammadiyah Merauke. Using a descriptive qualitative method with interviews, observations, and documentation, the research involved the principal, Islamic education teachers, science teachers, and students. The findings reveal that curriculum planning explicitly integrates Islamic values into syllabi and lesson plans. Implementation demonstrates collaboration between religion and science teachers through contextual learning that enhances students’ motivation and scientific reasoning. Evaluation is conducted reflectively, although standardized instruments for assessing integrative outcomes are still lacking. Overall, the curriculum positively influences students’ character development and religious-scientific literacy. Sustainable implementation requires institutional support, integrative teaching materials, and cross-disciplinary teacher training.
EFFECTIVENESS OF ACUPUNCTURE IN FACIAL FUNCTION RECOVERY IN BELL'S PALSY PATIENTS: A CASE STUDY Rahail, Ronny Brayntin; Ronald, Ronald; Sahruni, Ade Yuni; Umakaap, Muktamar; Suradji, Febry Rahmadhani; Warwuru, Pricilya Margaretha; Nurcholis, Dani; Marlissa, Damaris
Journal of Sport Science and Tourism Activity Vol 5, No 1 (2026): Journal of Sport Science and Tourism Activity (JOSITA)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/josita.v5i1.39934

Abstract

Bell's Palsy is a peripheral facial nerve palsy that causes unilateral weakness or paralysis of the facial muscles. This study aimed to analyze the effectiveness of acupuncture therapy in restoring facial motor function in Bell's Palsy patients. The study employed a case study design involving two Bell's Palsy patients who underwent acupuncture therapy at a sports health clinic in Merauke City. Both patients received 12 acupuncture sessions over six weeks (two sessions per week), with acupuncture points stimulated including ST4, ST6, ST7, GB14, BL2, GV26, and LI4. Facial function recovery was measured using the House-Brackmann Facial Grading System (HB-FGS) before and after the intervention. The first patient (male, 45 years, initial HB Grade IV) showed significant improvement to Grade II after 12 sessions. The second patient (female, 38 years, initial HB Grade III) achieved Grade I (normal) after 10 sessions. Both cases demonstrated that acupuncture is effective in accelerating facial function recovery in Bell's Palsy patients, with measurable improvements in HB-FGS scores, facial muscle strength, and facial expression symmetry. Acupuncture may be considered an effective complementary therapy modality in the management of Bell's Palsy.
Distribusi Status Gizi Remaja di Daerah Pesisir: Studi pada Siswa SMA Entrepreneurship Chevalier Anasai Merauke, Papua Selatan Febry Ramadhani Suradji; Ronny Brayntin Rahail; Ade Yuni Sahruni; Dani Nurcholis; Damaris Marlissa; Mardhatillah Mardhatillah; Erni Agit Ekawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.50276

Abstract

Status gizi pada remaja menjadi indikator penting dalam menilai tingkat kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok siswa yang sedang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Faktor lingkungan, termasuk letak geografis di wilayah pesisir, dapat memengaruhi ketersediaan bahan pangan dan kebiasaan konsumsi masyarakat setempat. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan kondisi status gizi siswa SMA Entrepreneurship Chevalier Anasai yang berlokasi di pesisir Merauke, Papua Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Sampel penelitian mencakup seluruh siswa baru tahun ajaran 2025/2026 sebanyak 51 orang, yang ditentukan dengan teknik total sampling. Status gizi siswa diukur melalui pengambilan data berat badan dan tinggi badan, kemudian dihitung menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan diklasifikasikan sesuai standar status gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada dalam kategori gizi normal sebanyak 39 orang (76,5%), sedangkan siswa dengan gizi kurang tercatat 13,7% dan gizi lebih sebesar 9,8%. Temuan ini menggambarkan adanya masalah gizi ganda pada remaja, meskipun mayoritas berada dalam kondisi normal, sehingga kelompok dengan gizi kurang maupun lebih tetap memerlukan perhatian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak sekolah dan tenaga kesehatan dalam merancang program pemantauan serta edukasi gizi seimbang bagi remaja. Kata kunci: Status gizi, Indeks Massa Tubuh, Remaja, pesisir, Papua Selatan