Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM INTEGRATIF-INTERKONEKTIF AGAMA DAN SAINS DI SMP MUHAMMADIYAH MERAUKE Nurcholis, Dani; Riyanto, Pulung; Yuni Sahruni, Ade; Ramadhani Suradji, Febry; Brayntin Rahail, Ronny
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v10i4.954

Abstract

Curriculum planning must involve analyzing student needs, developing integrative core competencies, and determining collaborative learning strategies. During the implementation phase, teachers are required to creatively connect science concepts with Islamic values ​​in teaching and learning activities. This study aims to describe the implementation of integrative-interconnective curriculum management between religion and science at SMP Muhammadiyah Merauke. Using a descriptive qualitative method with interviews, observations, and documentation, the research involved the principal, Islamic education teachers, science teachers, and students. The findings reveal that curriculum planning explicitly integrates Islamic values into syllabi and lesson plans. Implementation demonstrates collaboration between religion and science teachers through contextual learning that enhances students’ motivation and scientific reasoning. Evaluation is conducted reflectively, although standardized instruments for assessing integrative outcomes are still lacking. Overall, the curriculum positively influences students’ character development and religious-scientific literacy. Sustainable implementation requires institutional support, integrative teaching materials, and cross-disciplinary teacher training.
Distribusi Status Gizi Remaja di Daerah Pesisir: Studi pada Siswa SMA Entrepreneurship Chevalier Anasai Merauke, Papua Selatan Febry Ramadhani Suradji; Ronny Brayntin Rahail; Ade Yuni Sahruni; Dani Nurcholis; Damaris Marlissa; Mardhatillah Mardhatillah; Erni Agit Ekawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.50276

Abstract

Status gizi pada remaja menjadi indikator penting dalam menilai tingkat kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok siswa yang sedang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Faktor lingkungan, termasuk letak geografis di wilayah pesisir, dapat memengaruhi ketersediaan bahan pangan dan kebiasaan konsumsi masyarakat setempat. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan kondisi status gizi siswa SMA Entrepreneurship Chevalier Anasai yang berlokasi di pesisir Merauke, Papua Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Sampel penelitian mencakup seluruh siswa baru tahun ajaran 2025/2026 sebanyak 51 orang, yang ditentukan dengan teknik total sampling. Status gizi siswa diukur melalui pengambilan data berat badan dan tinggi badan, kemudian dihitung menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan diklasifikasikan sesuai standar status gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada dalam kategori gizi normal sebanyak 39 orang (76,5%), sedangkan siswa dengan gizi kurang tercatat 13,7% dan gizi lebih sebesar 9,8%. Temuan ini menggambarkan adanya masalah gizi ganda pada remaja, meskipun mayoritas berada dalam kondisi normal, sehingga kelompok dengan gizi kurang maupun lebih tetap memerlukan perhatian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak sekolah dan tenaga kesehatan dalam merancang program pemantauan serta edukasi gizi seimbang bagi remaja. Kata kunci: Status gizi, Indeks Massa Tubuh, Remaja, pesisir, Papua Selatan
Adaptasi Manajemen Pembelajaran Olahraga Terhadap Karakteristik Peserta Didik Era Society 5.0 di Program Studi PJKR Universitas Musamus Dani Nurcholis; Pulung Riyanto; Ronny Brayntin Rahail; Damaris Marlissa
JURNAL PRESTASI Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL PRESTASI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/8mnwq481

Abstract

Perkembangan era Society 5.0 membawa perubahan terhadap karakteristik peserta didik, terutama dalam pola belajar, penggunaan teknologi, serta interaksi dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut menuntut adanya penyesuaian manajemen pembelajaran, termasuk pada pembelajaran olahraga di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk adaptasi manajemen pembelajaran olahraga terhadap karakteristik peserta didik era Society 5.0 di Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Universitas Musamus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri atas dosen dan mahasiswa PJKR yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi manajemen pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan media digital, penerapan pembelajaran kolaboratif, penguatan komunikasi pembelajaran, serta penggunaan metode pembelajaran yang lebih fleksibel dan partisipatif. Karakteristik peserta didik yang cenderung visual, interaktif, dan dekat dengan teknologi mendorong dosen melakukan inovasi dalam pengelolaan pembelajaran olahraga agar proses pembelajaran tetap efektif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Temuan penelitian menegaskan bahwa adaptasi manajemen pembelajaran menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran olahraga di perguruan tinggi.
Optimalisasi Peran Guru PJOK dalam Penerapan Kurikulum Merdeka melalui Kegiatan Outdoor Learning di Merauke Dani Nurcholis; Ronald; Ade Yuni Sahruni; Febry Ramadhani Suradji; Pricillya Margaretha Warwuru; Muktamar Umakaapa; Ronny Brayntin Rahail; Damaris Marlissa
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/kcj9zf78

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk lebih adaptif dan kreatif dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Di wilayah 3T seperti Merauke, tantangan tersebut semakin kompleks, khususnya bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang menghadapi keterbatasan sumber daya dan akses pelatihan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru PJOK dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran luar ruang (outdoor learning) yang selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi kebijakan kurikulum, lokakarya desain pembelajaran outdoor, praktik langsung bersama siswa, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman di lingkungan sekitar sekolah. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam membangun ekosistem pendidikan jasmani yang kontekstual dan merdeka di daerah perbatasan.
EFFECTIVENESS OF ACUPUNCTURE IN FACIAL FUNCTION RECOVERY IN BELL'S PALSY PATIENTS: A CASE STUDY Ronny Brayntin Rahail; Ronald Ronald; Ade Yuni Sahruni; Muktamar Umakaap; Febry Rahmadhani Suradji; Pricilya Margaretha Warwuru; Dani Nurcholis; Damaris Marlissa
Journal of Sport Science and Tourism Activity Vol 5, No 1 (2026): Journal of Sport Science and Tourism Activity (JOSITA)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/josita.v5i1.39934

Abstract

Bell's Palsy is a peripheral facial nerve palsy that causes unilateral weakness or paralysis of the facial muscles. This study aimed to analyze the effectiveness of acupuncture therapy in restoring facial motor function in Bell's Palsy patients. The study employed a case study design involving two Bell's Palsy patients who underwent acupuncture therapy at a sports health clinic in Merauke City. Both patients received 12 acupuncture sessions over six weeks (two sessions per week), with acupuncture points stimulated including ST4, ST6, ST7, GB14, BL2, GV26, and LI4. Facial function recovery was measured using the House-Brackmann Facial Grading System (HB-FGS) before and after the intervention. The first patient (male, 45 years, initial HB Grade IV) showed significant improvement to Grade II after 12 sessions. The second patient (female, 38 years, initial HB Grade III) achieved Grade I (normal) after 10 sessions. Both cases demonstrated that acupuncture is effective in accelerating facial function recovery in Bell's Palsy patients, with measurable improvements in HB-FGS scores, facial muscle strength, and facial expression symmetry. Acupuncture may be considered an effective complementary therapy modality in the management of Bell's Palsy.
Integrasi Pendidikan dan Sport Tourism melalui Pengabdian Berbasis Aero Sport di Kabupaten Merauke Ade Yuni Sahruni; Carolus Wasa; Muktamar Umakaapa; Ronny Brayntin Rahail; Ronald; Febry Ramadhani Suradji; Damaris Marlissa; Dani Nurcholis; Pricilya Margaretha Warwuru; Adi Sumarsono
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol. 7 No. 2 (2026): Juli (2026)
Publisher : PJKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v7i2.844

Abstract

Program pengabdian kepada Masyarakat berbasis aero sport di kabupaten Merauke dilaksanakan sebagai upaya memperkenalkan dan mengembangkan potensi aero sport serta mendukung pengembangan sport tourism di Papua Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan dua hari terdiri dari Teori dan Praktek lapangan yang melibatkan sebanyak 20 mahasiswa jurusan Penjaskesrek Universitas Musamus dan dilaksanakan selama dua hari dalam empat sesi meliputi : teori, diskusi, praktik lapangan serta evaluasi yang dipandu oleh instruktur berlisensi dari FASI Prov. Papua Selatan. Metode pelaksanaan mencakup tahapan, edukasi dan sosialisasi, implementasi lapangan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, minat dan motivasi mahasiswa terhadap aero sport. Berdasarkan hasil pretest dan postest, pemahaman mahasisiwa sebesar 42,5%. Selain itu, publikasi kegiatan turut meningkatkan informasi Masyarakat mengenai aero sport sebagai potensi baru daerah. Program ini memeberikan kontribusi positif bagi pengembangan kompetensi mahasiswa serta memperkuat kerja sama antara Universitas Musamus dan FASi Prov. Pupua Selatan.