Articles
Pelatihan Serta Peningkatan Kemampuan Masyarakat Meruya Selatan Dalam Pembuatan Casing Sumur Biopori
Girsang, Hamonangan;
Citra, Zel
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/abdimoestopo.v8i1.4036
Sampah masih menjadi topik permasalahan dikalangan masyarakat dikarenakan gundukan sampah yang masih terdapat dimana-mana, seperti data yang dikeluarkan oleh kementerian lingkungan Republik Indonesia menyatakan data capaian hasil penginputan sampah yang dilakukan oleh 311 Kabupaten/kota se-Indonesia tahun 2022 dihasilkan sampah 36.218.012, 28 ton per tahun dengan komposisi sampah terkelola sebesar 64.01% dan sampah tidak terkelola sebesar 35.99%, begitu juga di Keluarahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Kotamadya Jakarta Barat mengalami masalah tata Kelola sampah walaupun sudah dilakukan beberapa mitigasi seperti pembersihan sampah pada saluran air jalan Meruya Selatan dengan melibatkan 15 petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum dikerahkan untuk membersihkan keberadaan sampah di saluran air. Dengan melihat fenomena diatas maka dilakukan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat lewat penjelasan metode power point serta langsung praktek pelatihan di lapangan sebagai salah satu inovasi pengelolaan sampah organik berbasis sumur resapan biopori. Sangat diharapkan lewat pelatihan dan peningkatan kemampuan masyarakat kelurahan Meruya Selatan untuk memahami serta melaksanakan aplikasi sumuran biopori dilingkungan masing-masing.
EVALUASI SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF DAN PASIF PADA GEDUNG PUSKESMAS XYZ
Nirwan Budaytna;
Girsang, Hamonangan;
Elhazri Hasdian;
Fahmi
Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31961/gradasi.v8i2.1386
Kebakaran menjadi fokus nasional yang secara bersama harus mendapat perhatikan oleh pemerintah hingga masyarakat. Dengan melihat data kebakaran yang telah terjadi khususnya wilayah Jakarta Timur yang selalu meningkat dari 331 kebakaran pada tahun 2021 meningkat menjadi 346 kebakaran pada Tahun 2022, maka perlunya pengawasan dan evaluasi secara terus menerus agar potensi menurunkan angka kebakaran dapat terwujud. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah mengetahui tingkat kesesuaian pengunaan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif pada gedung puskesmas XYZ agar memberikan rasa keamanan pada okupansi apabila terjadi kedaruratan hingga sampai keluar bangunan gedung. Penelitian dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan, wawancara, dengan membandingkan data gedung dengan peraturan dan standar yang berlaku. Dengan menggunakan metode penilaian risiko skalla guttman dan simulasi menggunakan software pathfinder didapatkan proteksi aktif khususnya sprinkler otomatis belum sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Jakarta No. 8 Tahun 2008 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan kebakaran dan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.10/KPTS/M/2000 tentang ketentuan teknis pengamanan terhadap bahaya kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungan yang menyebutkan setiap bangunan gedung rumah sakit lebih dari 2 lantai harus memiliki sprinkler otomatis.sedangkan dari analisa pengamatan untuk proteksi pasif pada kekhususan sarana penyelamatan jiwa hanya memiliki satu akses jalan keluar dan penilian risiko menggunakan skala guttman dengan parameter Pd – T – 11 – 2005 – C tentang pemeriksaan keselamatan kebakaran bangunan didapatkan tujuh yang sesuai dan dua puluh tidak sesuai dari 27 komponen dengan 25,9% < 60% menunjukan ketidak sesuaian dan tingkat keandalan yang kurang.
ANALYSIS OF FACTORS CAUSING DELAYS IN THE DEVELOPMENT AND CONSTRUCTION BUILDING PROJECT
Azahra, Aziza;
Girsang, Hamonangan
Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31961/gradasi.v9i1.14366
Proyek Pengembangan dan Pembangunan Tower A dan B Gedung Kampus Universitas Negeri Jakarta Tahap 2 yang berlokasi di kampus A Universitas Negeri Jakarta dengan pelaksana Jaya Konstruksi Manggala Pratama yang dimulai pada Bulan Maret 2022 serta direncanakan selesai pada Bulan Desember 2023, akan tetapi realisasi progres pada Bulan Desember 2023 baru mencapai 87%. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh faktor-faktor keterlambatan dan faktor paling berpengaruh penyebab keterlambatan proyek serta memperoleh solusi alternatif penyelesaian terhadap faktor penyebab keterlambatan tersebut Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Analisis Deskriptif dengan memakai kuesioner dan wawancara terhadap pakar danresponden. Analisis data menggunakan program SPSS. Dari analisis SPSS dihasilkan faktor yang menyebabkan keterlambatan proyek yaitu Keterlambatan pembayaran pada kontraktor, Desain dan spesifikasi yang berubah dari rencana awal, Perubahan tipe dan spesifikasi material, Perubahan spesifikasi dan desain akibat kurang lengkapnya desain dan Keterlambatan pengiriman material. dan keterlambatan pembayaran pada kontraktor merupakan faktor paling berpengaruh serta solusi yang ditawarkan adalah sistem pembayaran ke vendor dibuat lebih lama terhadap durasi pembayaran dari owner, Perencanaan dan cost control biaya masuk dan biaya keluar harus matang, Kontraktor lebih aktif koordinasi dengan perencana serta memberikan usulan terhadap perubahan desain, Melakukan review pada desain sebelum dimulainya pekerjaan dan diberikan optional untuk material yang setara apabila spesifikasi material membutuhkan waktu lama.
Analisis Kualitas Pekerjaan Konstruksi BTS PT. XYZ di Daerah Terpencil Menggunakan Structural Equation Modeling untuk Meningkatkan Kinerja Waktu
Lutfiansyah, Yopi;
Girsang, Hamonangan
Rekayasa Sipil Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22441/jrs.2024.v13.i2.01
Untuk memungkinkan akses cepat ke layanan suara dan internet, infrastruktur telekomunikasi diperlukan di daerah-daerah terpencil atau daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Untuk mencegah pengerjaan ulang yang dapat menyebabkan keterlambatan dan pembengkakan biaya, pembangunan infrastruktur telekomunikasi harus dilakukan dengan cepat dan berkualitas tinggi. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pekerjaan di bawah standar di daerah terpencil (3T) dan meminimalkan faktor-faktor tersebut sehingga masyarakat dapat menerima layanan yang diinginkan sesuai jadwal. Studi ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Kabupaten Halmahera Barat. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui penggunaan kuesioner, dan metode SEM-PLS digunakan untuk pengolahan statistik. Sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi ketidaksesuaian kualitas pekerjaan sipil bergantung pada jadwal pemberi tugas. Faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap ketidaksesuaian indikator kualitas pekerjaan PT XYZ adalah sebagai berikut: Jumlah peralatan kurang, Peralatan yang tidak sesuai dengan spesifikasi, Ketepatan jadwal pengiriman material, Keadaan cuaca tidak menentu. Statistik T sebesar 4,298 > 1,96 (berpengaruh positif dan signifikan) menunjukkan bahwa jumlah peralatan kurang merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan
Delay Analysis of Atlas Sports Club Project Based on FTA and ETA
Sari, Devita;
Girsang, Hamonangan
Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2025.019.02.7
The development of infrastructure and commercial facilities in Indonesia continues to increase along with urbanization and economic growth, but delays in construction projects are still a significant problem. The Atlas Sport Club project in Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) experienced delays caused by various factors, such as design changes, material delays, lack of communication, labor shortages, ineffective supervisory control, and extreme weather conditions. This research aims to identify and analyze the factors causing delays in the Atlas Sport Club project in PIK 2 and provide recommendations for mitigation strategies for similar projects in the future. Using quantitative and qualitative mixed methods, data was analyzed using validity and reliability tests and FTA (Fault Tree Analysis) and ETA (Event Tree Analysis) methods to understand the main causes and their impacts. The study found that work method error was the dominant factor with a probability of 0.8987. The five mitigations obtained from the pivotal event of the ETA method are completing the design and specifications at the beginning of the project; the financial process runs smoothly, the need for human resources that are by the needs and have good capabilities and experience; jointly reviewing work methods, initial designs at regular meetings; and finally procuring materials according to specifications.
ANALISIS IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI BERBASIS HIRADC
Sampurna, Ryan Muhammad;
Girsang, Hamonangan
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 2, Agustus Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30742/axial.v13i2.4655
Hazard Identification, Risk Assessment, And Determining Control atau disingkat HIRADC merupakan salah satu program K3 yang terdiri dari serangkaian kegiatan untuk mengidentifikasi bahaya yang mungkin terjadi di lokasi proyek konstruksi. Metode penelitian diawali dengan menyusun dan mengidentifikasi variabel berdasarkan tinjauan literasi dan penelitian sebelumnya kemudian melakukan pengambilan data lewat kuesioner. Dengan menggunakan aplikasi statistik khusus yaitu SPSS versi 27, lalu dilanjutkan dengan analisis data dengan melakukan penilaian terhadap tingkatan risiko dan menentukan pengendalian risiko berbasis HIRADC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan yang paling berpengaruh adalah faktor pengecoran dengan indikator terciprat adonan beton. Untuk meminimalisir kecelakaan kerja pada faktor dominan, tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah setiap pekerja diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri standard seperti Helm Safety, sepatu Safety, dan masker. Selain itu, kontrol tambahan dapat dilakukan dengan memasang rambu-rambu K3. Selanjutnya setelah dilakukan pengelolaan risiko dihasilkan perubahan tingkat risiko ekstrim dari 25,71 persen menjadi 0 persen dan perubahan tingkat risiko tinggi dari 25,71 persen menjadi 0 persen, Tingkat risiko sedang kisaran bahaya 25,71 persen menjadi 31,42 persen dan tingkat risiko rendah berkisar antara 22,87 persen hingga 68,58 persen.
Pelatihan Tukang Metode Pelaksanaan Konstruksi Struktur Pondasi Bangunan Ramah Gempa
Girsang, Hamonangan;
Dharmapribadi, Ernanda
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36982/jam.v9i2.5670
Komunitas sinergi tukang yang berdomisili di Kecamatan Menes dan sekitarnya, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang dibawah arahan Mitra PT. Tunas Lima Warna, yang masih belum secara optimal memahami dan mengerti akan keberadaan Kecamatan Menes terhadap zonasi gempa, serta pemilihan jenis struktur pondasi di daerah rawan gempa dengan tepat, sehingga diperlukan untuk mengadakan pelatihan, praktik langsung memilih jenis pondasi, perakitan tulangan pondasi tipe material dan metode pengecoran yang sesuai dengan standar SNI 1726:2019 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, sehingga bersama dengan Mitra bekerja sama dan memfasilitasi pemenuhan pelatihan serta praktik struktur pondasi yang ramah terhadap gempa dan langkah yang dilakukan adalah persiapan paparan materi lewat pelatihan yang selanjutnya dilakukan praktik langsung dilapangan dengan membuat struktur pondasi bangunan rumah sederhana, mulai proses pemotongan besi, pembengkokan pembesian, perakitan pembesian yang memenuhi standar SNI dan dilanjutkan pengecoran beton dengan mempergunakan teknologi concrete mixer atau molen. Yang kesemuanya tahapan pekerjaan ini dilakukan bersama dengan Komunitas Sinergi Tukang dibawah binaan Mitra. Pengabdian Masyarakat yang dilakukan melalui pelatihan dan dilanjutkan dengan praktik membangun struktur pondasi akan menambah pengetahuan terhadap komunitas tukang sehingga memahami bagaimana memilih, memasang struktur pondasi yang ramah terhadap gempa, tentunya akan menambah keahlian dan profesionalisme pada komunitas tukang yang menjadikan nilai tawar yang menghasilkan keuntungan tentu akan berkesinambungan seturut meningkatnya keahlian tukang bangunan. Dari hasil survey lewat kuisioner yang dilakukan terhadap tukang sebelum dan sesudah pelatihan didapatkan kompetensi pemahaman komunitas tukang yang signifikan meningkat sebesar 53%. Dan peserta komunitas tukang menyatakan puas dengan kegiatan tersebut serta berharap kegiatan serupa dengan objek pelatihan yang berbeda untuk dilanjutkan kembali untuk tahun-tahun mendatang agar lebih banyak tukang bangunan yang ikut serta.
Early Identification of Potential Increases in Construction Costs Based on SAP S/4 HANA
Gunawan, Ratih Yuliani;
Girsang, Hamonangan;
Djawu, Patricia Kanicia
Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2025.019.03.8
The construction industry plays a strategic role in developing infrastructure and facilities. However, issues such as cost overruns often lead to losses in the construction project implementation. This issue has been highlighted recently, especially in state-owned construction service companies. Rapid evaluation of cost control is crucial to mitigate potential project cost increases. This is because a cost overrun can potentially harm the company. Therefore, cost control in construction projects becomes a very important aspect and needs to be managed effectively. Currently, one of the software programs widely used in company cost management is the SAP S/4 HANA program, an Enterprise Resource Planning (ERP) application. This research aims to identify the potential of construction cost overruns. Through the data analysis conducted, this research includes analysis of cost management in construction projects, project implementation budgets, work breakdown structure (WBS), and cost breakdown structure (CBS). It presents solutions for potential cost overruns early using SAP S/4 HANA in the University XYZ building project. The research was conducted using a literature study and a quantitative analysis method—data collection from interviews and analysis, as well as conclusions. Data processing using the SAP S/4 HANA program provides advantages in providing real-time information about the project budget conditions and enables effective and efficient decision-making. The research findings indicate that Top management support, Vendor support, User Training, and SAP S/4 HANA’s report can influence the successful implementation of SAP S/4 HANA in early detection. The analysis of the final project costs based on the SAP S/4 HANA Project System module in the University XYZ Lecture Building Project indicates a potential construction cost increase.
The Influence of the Material Specification Plan of Gas Transmission Pipeline Construction on Cost Performance
Girsang, Hamonangan;
Lutfiansyah, Yopi;
Rochmad, Imbuh
Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2025.019.03.12
The fulfillment of gas networks in industry and households continues to be developed to meet the needs of gas consumers with piping systems in households and industries so that the construction of gas transmission pipeline projects which are the main routes before being distributed to households or certain sectors continues to be carried out, this study aims to find the impact of costs when detailed engineering design of pipes based on the specifications of the pipes used compared to the basic conceptual design. The method used in this study is quantitative, involving field engineering surveys, followed by volume analysis based on work methods, and subsequently unit price analysis. The data generated by the detailed engineering design is compared with the conceptual design volume. An integrated design contractor carries out the construction of a 74-kilometer gas transmission pipeline located on the edge of toll roads and national roads, and its construction implementation. In contrast, the basic conceptual design is carried out by a consultant with an estimated volume of work to be carried out with various work methods, including the Horizontal Directional Drilling method of 5,439 meters, the Auger Boring method of 228 meters, and the Open Cut method of 68,333 meters. According to the technical specifications, the pipe material used varies in each work method, depending on the stress-strain during construction. Integrated design and build contractors are required to perform detailed detailing of conceptual design by verifying through engineering surveys to obtain the necessary volume, following the implementation method associated with using pipe materials for cost management. This study found that the influence of pipe material specifications based on work methods resulted in an 18.3% increase in costs.
Meningkatkan output produksi dengan mengurangi downtime menggunakan metode DMAIC di Industri atap semen fiber
Imbuh, Imbuh Rochmad;
Hamonangan Girsang;
Kukuh Mahi Sudrajat
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 6 No 2 (2025): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37373/jenius.v6i2.1772
Persaingan bisnis terus meningkat, terutama industri atap fibersemen. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya industri sejenis yang bermunculan. Untuk mempertahankan kelangsungan bisnisnya berbagai upaya perbaikan harus dilakukan oleh pelaku bisnis atap fibersemen, salah satunya adalah penerapan Lean Manufacturing. Penelitian ini dilakukan pada salah satu line mesin di industri atap fibersemen dengan stoppages/downtime mesinnya 4.45%, hal ini menjadi masalah besar terhadap hasil produksi. Perusahaan hanya memberikan batasan stoppages/downtime setiap mesin sebesar 2%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyebab utama dari downtime mesin, kemudian menentukan tindakan perbaikan sebagai implementasi Tingkat Kesiapterapan Teknologi Level 8. Metode yang digunakan adalah DMAIC. DMAIC meliputi tahapan define, measure, analyze, improve dan control. Setelah diidentifikasi ternyata permasalahan menunjukkan bahwa proses pemotongan menggunakan water jet merupakan penyebab utama downtime. Tindakan perbaikan berupa penggantian sistem pemotongan menjadi circular saw. Hasil perbaikan ini dapat menurunkan downtime mesin sebesar 70% dari masalah utama yang sudah ditentukan.