Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH PROGRAM MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS) TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Ramadhani, Deby Luthfiah; Kunaenih, Kunaenih
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.46702

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang disiplin, beretika, dan bertanggung jawab. Salah satu upaya awal dalam membentuk karakter peserta didik adalah melalui Program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang dirancang untuk membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menanamkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, integritas, dan rasa hormat terhadap perbedaan. Program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan langkah awal yang strategis dalam membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah serta menanamkan nilai-nilai karakter positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) terhadap pembentukan karakter peserta didik di MTs Tapak Sunan Jakarta. Pengaruh ini diukur dengan menggunakan metode statistik korelasi, yang menghasilkan nilai korelasi sebesar 0,496, menunjukkan tingkat pengaruh yang sedang atau cukup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program MPLS memiliki pengaruh terhadap pembentukan karakter peserta didik, yang dapat dilihat dari peningkatan proses pembelajaran yang lebih kondusif dan memotivasi. Berdasarkan analisis data, ditemukan bahwa Program MPLS berpengaruh sebesar 49,59% terhadap pembentukan karakter peserta didik. Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan MPLS antara lain kondisi lingkungan siswa, peran guru, fasilitas sekolah, dan perilaku siswa-siswi yang terlibat selama kegiatan berlangsung. Oleh karena itu, diharapkan bahwa program MPLS dapat terus berkontribusi dalam menciptakan pembentukan karakter peserta didik yang lebih baik, serta menjadi langkah penting dalam mendukung karakter positif siswa di MTs Tapak Sunan Jakarta.
IMPLEMENTASI EKSTRAKURIKULER SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER (SURVEI DI SMK NEGERI 26 JAKARTA) Rahmadania, Rahmadania; Kunaenih, Kunaenih
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.47713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi program Keputrian sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dan perannya dalam pembentukan karakter siswi di SMK Negeri 26 Jakarta. Program Keputrian di sekolah ini dirancang sebagai ruang pembinaan spiritual dan sosial yang menyasar siswi melalui berbagai kegiatan seperti kajian keislaman, diskusi tematik, pelatihan kepemimpinan, serta kegiatan berbasis nilai moral dan etika. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Keputrian berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai seperti tanggung jawab, empati, sopan santun, dan kedisiplinan. Meskipun demikian, efektivitas program masih dipengaruhi oleh tantangan seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya koordinasi lintas unit sekolah, serta motivasi peserta yang bervariasi. Peran pembina, dukungan sekolah, dan metode pembelajaran interaktif menjadi faktor pendukung keberhasilan program. Kesimpulannya, Keputrian merupakan strategi potensial dalam membentuk karakter remaja perempuan secara holistik, namun memerlukan penguatan sistemik dan evaluasi berkelanjutan agar lebih adaptif dan berdaya guna.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMK NURUL IMAN KOTA JAKARTA TIMUR Naz’atulhawa, Noni; Kunaenih, Kunaenih; Nadiah, Nadiah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i3.49306

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu pada pendidikan karakter yang merupakan aspek penting dalam pembentukan kepribadian siswa, terutama di tingkat sekolah menengah kejuruan. Di SMK Nurul Iman Kota Jakarta Timur, kegiatan ekstrakurikuler rohis berperan sebagai salah satu metode untuk memperkuat pendidikan karakter. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh observasi awal yang menunjukkan bahwa meskipun terdapat beragam kegiatan ekstrakurikuler, masih ada tantangan dalam implementasi pendidikan karakter, seperti rendahnya partisipasi siswa dan pemahaman yang kurang mendalam mengenai nilai-nilai karakter yang diajarkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya yang dilakukan oleh sekolah dalam memaksimalkan kegiatan ekstrakurikuler rohis sebagai sarana penguatan pendidikan karakter, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Sumber data terdiri dari kepala sekolah, guru pembimbing ekstrakurikuler rohis, dan siswa SMK Nurul Iman. Analisis data dilakukan melalui proses kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Metedologi penelitian dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler rohis mencakup penyediaan beragam kegiatan yang menarik, pelatihan bagi guru pembimbing, serta kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat. Faktor pendukung yang ditemukan adalah dukungan dari pihak sekolah dan antusiasme siswa, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu dan kurangnya minat siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MOVING CLASS TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK (STUDI SURVEY DI SMK NEGERI 26 JAKARTA) Fadilla, Levina Nur; Nadiah, Nadiah; Kunaenih, Kunaenih
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i3.49507

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh hasil observasi yang peneliti lakukan terhadap peserta didik di SMK Negeri 26 Jakarta. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah pembelajaran moving class berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar peserta didik di SMK Negeri 26 Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pembelajaran moving class terhadap hasil belajar peserta didik. Pembelajaran moving class merupakan sistem pembelajaran di mana siswa berpindah kelas sesuai dengan mata pelajaran, dengan harapan dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman dan meningkatkan konsentrasi siswa yang dianggap memiliki dampak positif terhadap hasil belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survey yang melibatkan siswa kelas X. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diberikan kepada siswa kelas X untuk mengukur persepsi mereka terhadap efektivitas moving class dan kaitannya dengan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran moving class memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dan berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika dilihat dari uji koefisien Product Moment menghasilkan “rxy” atau “ro” sebesar 0,715, sedangkan “rt” pada tabel signifikan 5% = 0,312 dan taraf signifikan 1% = 0,403. Dengan demikian dapat diketahui bahwa “ro” > “rt” baik pada signifikan 5% maupun 1%. Maka berdasarkan hasil tersebut Hipotesis Alternatif (Ha) diterima atau disetujui dan Hipotesis Nihil (Ho) ditolak atau tidak disetujui. Berdasarkan penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh efektivitas pembelajaran moving class terhadap hasil belajar peserta didik di SMK Negeri 26 Jakarta.
PERANAN GURU DALAM MEMBINA KESEHATAN MENTAL PADA PESERTA DIDIK DI SMA ISLAM AL-MA’RUF JAKARTA Noval, Muhammad; Suhaimi, Firdaus; Kunaenih, Kunaenih
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i3.50249

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kesehatan mental pada remaja saat ini menjadi isu yang semakin mengkhawatirkan, termasuk di lingkungan pendidikan seperti SMA Islam Al-Ma’ruf Jakarta, yang menunjukkan adanya tekanan psikologis pada sebagian peserta didiknya. Dalam situasi ini, peranan guru menjadi sangat penting, bukan hanya sebagai pendidik kepada peserta didik, tetapi juga sebagai pembina kesehatan mental. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana peranan guru dalam membina kesehatan peserta didik.  Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi serta studi kasus, yang berfokus pada pengalaman dan peranan guru dalam membina kesehatan mental peserta didik di SMA Islam Al-Ma’ruf Jakarta. Teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi langsung, serta dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan proses reduksi data, penyajian data, dan validasi atau menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peranan sangat penting dalam pembinaan kesehatan mental pada peserta didik, seperti guru sebagai detektor awal gangguan mental, sebagai teladan dalam sikap dan perilaku, sebagai pendamping emosional, dan sebagai pusat konseling, serta sebagai fasilitator kegiatan positif dengan pendekatan religius. Tantangan kesehatan mental yang dihadapi peserta didik di SMA Islam Al-Ma’ruf Jakarta berasal dari faktor internal dan eksternal, yang berpengaruh pada proses belajar dan perkembangan pribadi mereka. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan khusus bagi guru agar mampu memahami dan menangani permasalahan kesehatan mental peserta didik secara lebih efektif.
PENGEMBANGAN SOFT SKILL MAHASISWA MELALUI ORGANISASI EKSTERNAL Hidayat, Azka Yanal; Ulfah, Maria; Kunaenih, Kunaenih
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i3.51088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi bedasarkan data yang tepat, valid, serta dapat dipercaya yang berhubungan dengan Pengembangan Soft Skill Mahasiswa Melalui Organisasi Eksternal (Survey Mahasiswa Universitas Islam Jakarta yang Mengikuti Organisasi Eksternal). Tujuan dan Sasaran pengembangan Soft Skill Mahasiswa tidak hanya pada ranah kognitif saja, melainkan harus berdampak terhadap ranah afektif yang berupa sikap dan prilaku pada Mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tentu harus di intregasikan dan terefleksikan melalui keteladanan (Uswah Hasanah), pembiasaan (Habit) dan pengkondisian lingkungan serta kegiatan-kegiatan yang bersifat spontanitas maupun kegiatan yang terprogram. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi mahasiswa UIJ dalam organisasi eksternal dan hanya mengikuti organisasi internal saja, yang mengakibatkan banyak di antara mereka belum menyadari pentingnya serta besarnya manfaat yang dapat diperoleh dari keikutsertaan dalam kegiatan tersebut. Padahal, keterlibatan dalam organisasi eksternal dapat menjadi sarana efektif untuk mengembangkan berbagai soft skill, seperti publik speaking, problem solving, dan social relation, dengan jangkauan yang lebih luas. Fenomena yang terjadi menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa lebih memilih berfokus pada perkuliahan saja, kemudian langsung pulang, tanpa memanfaatkan peluang berorganisasi sebagai wadah pengembangan diri di luar kegiatan akademik. Adapun metode yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode deskriptif analitik serta mengambil data melalui studi kepustakaan (Library Reaserch). Sedangkan pendekatan yang penulis lakukan adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode content analisis, yaitu dengan cara menganalisis Urgensi Pengembangan Soft Skill Mahasiswa melalui Organisasi Eksternal. Serta mengkaji sumber-sumber lain yang berkaitan dengan judul. Adapun hasil yang didapatkan dari penyusunan penelitian ini adalah: Organisasi Eksternal mempunyai peranan penting dalam pengembangan Public Speaking, Problem Solving dan Sosial Relation, karena Organisasi Eksternal merupakan salah satu wadah atau lembaga pendidikan bahkan sebagai lembaga pendidikan yang harus menaruh perhatian yang mendalam dalam pendidikan Mahasiswa di dalam pertumbuhan jasmani dan rohaninya dengan memberi dasar nilai-nilai Keorganisasian yang akan menjadi pedoman kehidupan baginya dalam berorganisasi. Jadi Pengembangan Soft Skill Mahasiswa melalui Organisasi Eksternal, sangat memiliki peranan penting dan dapat mempengaruhi sukses atau tidaknya mahasiswa dalam studi dan karirnya kelak.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Mira, Mira; Kunaenih, Kunaenih
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.751

Abstract

Pendidikan Agama Islam berbasis Kurikulum Merdeka menggambarkan evolusi konsep pendidikan agama yang menyesuaikan diri dengan semangat kebebasan dan fleksibilitas pembelajaran. Kurikulum Merdeka Belajar sebagai perubahan paradigma dalam dunia pendidikan, menawarkan pendekatan yang berorientasi pada kemandirian dan kebebasan peserta didik dalam menentukan jalannya proses pembelajaran. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif jenis lapangan (Field Research) di mana peneliti mengamati dan berpartisipasi secara langsung dalam penelitian skala sosial kecil dan mengamati budaya setempat. Peneliti secara langsung melakukan pengamatan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan untuk penelitian. Penelitian ini menggunakan Purposive Sampling, yaitu peneliti memilih partisipan yang dianggap memiliki pengetahuan atau pengalaman yang relevan dengan topik penelitian. Hasil dari penerapan ini adalah peningkatan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran PAI meningkatkan respons terhadap materi pelajaran, dan pembangunan keterampilan sosial dan emosional yang lebih baik. Implementasi ini sesuai dengan visi Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran yang relevan, responsif terhadap kebutuhan peserta didik, dan mempersiapkan mereka untuk menjadi individu yang berkualitas dan berpotensi dalam masyarakat, yaitu Guru PAI sudah menggunakan Rumusan Capaian Pembelajaran Fase E sebagai panduan, dengan menetapkan 3 jam waktu pelajaran yang cukup untuk memastikan materi yang diajarkan tersampaikan secara efektif. Guru PAI telah melakukan asesmen diagnostik dan observasi teliti terhadap interaksi peserta didik dengan materi pelajaran serta antar sesama menjadi praktik rutin untuk memantau keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan pendekatan yang berpusat pada peserta didik, guru-guru di SMKN 14 Jakarta memberdayakan peserta didik untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan kelas, responsif terhadap topik yang diajarkan, dan terlibat dalam diskusi serta aktivitas pembelajaran lainnya.
PROBLEMATIKA PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK NEGERI 34 JAKARTA Kunaenih, Kunaenih; Ulfah, Maria; I𝚛𝚑𝚊𝚖, M𝚞𝚑𝚊𝚖𝚖𝚊𝚍
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 8, No 1 (2023): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v8i1.328-338

Abstract

Kurikulum merdeka adalah kurikulum baru dan juga untuk penyempurnaan kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 2013. Kurikulum merdeka lebih memfokuskan kepada pengembangan karakter serta kompetensi pada peserta didik. Selain itu kurikulum merdeka memberikan kebebasan kepada guru untuk mengembangkan kurikulum dan juga penerapan pembelajarannya yang sesuai dengan minat maupun bakat peserta didik. Penelitian ini memiliki tujuan dalam proses penerapan pembelajarannya apa saja problematika yang dihadapi oleh guru dalam penerapan kurikulum merdeka, dan mengetahui bagaimana upaya guru dalam menghadapi problematika penerapan kurikulum merdeka khususnya dalam mata pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode field research (lapangan). Penelitian ini membahas terkait permasalahan yang terjadi di SMK Negeri 34 Jakarta lalu menganalisis dalam bentuk uraian yang bersifat kualitatif. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa di SMK Negeri 34 memiliki permasalahan dalam penerapan kurikulum yaitu kesulitan mengubah pola pikir atau kebiasaan lama, siswa harus naik kelas, kurangnya proyektor, adanya diferensiasi, kurang paham dalam penerapan pembelajaran kurikulum Merdeka, dan siswa tidak boleh tinggal kelas.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SMA NEGERI 1 BELITANG HILIR Kunaenih, Kunaenih; N𝚊𝚗𝚍𝚊, 𝚂𝚑𝚒𝚍𝚒𝚚
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 7, No 1 (2022): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v9i1.118-138

Abstract

Para guru sebagai tenaga pendidikan sering mengalami masalah dalam penerapan kurikulum dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan karena satu kurikulum belum benar-benar dipahami dan diterapkan dengan baik, sudah muncul kebijakan baru tentang perubahan kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Belitang Hilir berdasarkan aspek manajemen kelas, durasi belajar, media pembelajaran, metode mengajar, serta pencapaian ranah kognitif dan psikomotorik siswa. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) manajemen kelas guru belum maksimal; (2) pemanfaatan durasi belajar belum optimal; (3) penggunaan media pembelajaran monoton; (4) metode mengajar didominasi ceramah; (5) capaian kognitif dan psikomotorik siswa masih rendah. Rekomendasi yang diberikan antara lain peningkatan keterampilan guru dalam manajemen kelas, pengelolaan waktu mengajar, penggunaan media pembelajaran inovatif, penerapan metode mengajar interaktif, serta perancangan pembelajaran dan penilaian otentik.
The Influence of Teacher Competence on Students' Critical Thinking Skills (A Survey at SMK Daarul Uluum, South Jakarta) Rosidah, Rosidah; Kunaenih, Kunaenih
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 8 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i8.1833

Abstract

The role of teacher competence in the education system is a major pillar in character formation, knowledge enhancement, and the development of a competent young generation. Amid the dynamic changes in the world of education, the role of teachers holds a very crucial position in guiding students to achieve good academic performance and shape good character as well. One of the primary roles of teachers is developing pedagogical competence to improve learning discipline. This study was motivated by the observation that students’ critical thinking skills are influenced by teachers’ pedagogical competence in classroom teaching, aiming to measure the extent of teacher competence’s influence on the critical thinking skills of students at SMK Daarul Uluum, Karet Kuningan, South Jakarta. The sample consisted of 30 students, and the study employed a descriptive analytical correlational method. By analyzing the data using the product moment correlation, the results show that the product moment coefficient (r_xy or r_o) is 0.225. This indicates that r_o is lower than r_t at a significant level of 5% (0.367) and at a significant level of 1% (0.470). Thus, since r_o < r_t at both significance levels, the null hypothesis is accepted, while the alternative hypothesis is rejected, meaning that there is a low influence of teacher competence on the critical thinking skills of students at SMK Daarul Uluum, South Jakarta.