Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

IbM SISTEM BANK SAMPAH SEBAGAI SOLUSI PENANGANAN SAMPAH DI DESA BERBEK KECAMATAN WARU KABUPATEN SIDOARJO Widyastuti, Sri; Joko Sutrisno; Setyo Purwoto; Pungut Asmoro
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 3 No 2 (2020): Januari
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol3.no2.a2220

Abstract

Telah dilakukan pengabdian masyarakat di Desa Berbek Kecamatan Waru Kabupaten SidoarjoPropinsi Jawa Timur. Adapun tujuan kegiatan pengabdian ini adalah perubahan pola pikirmasyarakat untuk mengelola sampah kering (anorganik) dengan menerapkan Sistem BankSampah sebagai Solusi Penanganan Sampah Kering (anorganik) di Desa Berbek Kecamatan WaruKabupaten Sidoarjo. Metoda pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah (1) pemberian pre test Bank Sampah, (2) pemberian Materi Teori dengan judul Mengubah Pola Pikir PengelolaanSampah dengan Sistem Bank Sampah, (3) praktek Pengelolaan Bank sampah, (4) post testberkaitan dengan materi yang telah di berikan, (5) pendampingan selama proses berjalan nyaBank Sampah Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini warga mau melaksanakanpemilahan sampah dan menyetorkan sampah kering (anorganik) ke Bank Sampah di Desa BerbekKecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo yang di beri nama Bank Sampah Berbek Mandiri. BankSampah ini membuat warga masyarakat ikut andil dalam bagian menjaga lingkungan,menjagakebersihan lingkungan dan presepsi masyarakat tentang sampah yang tidak punya nilai guna kiniberkurang.
Pemilahan Sampah dengan Manual Pilah Sampah untuk Mendukung Perkembangan Bank Sampah Berbek Mandiri di Desa Berbek Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo Propinsi Jawa Timur WIDYASTUTI, SRI; Setyo Purwoto; Pungut
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no2.a3072

Abstract

The problem that arises in Berbek Village, Waru District, Sidoarjo Regency is that the community has not carried out waste management properly. Garbage is simply thrown into a Temporary Waste Disposal Site (TPS) or burned even though there is a Trash Bank. The purpose of implementing Community Service is training and outreach to the people of Berbek village to be able to sort waste, recognize the types of waste that have economic value so that they can be cached at the Waste Bank and the residue that can enter TPST / TPA. Service implementation methods: socialization, training and hands-on practice. The results obtained by the community members carry out waste sorting and deposit dry waste to the Trash Bank.
PENERAPAN LOGAM ANTIMIKROBA (KAWAT TEMBAGA) UNTUK MENURUNKAN KADAR E-COLI, TOTAL COLIFORM DAN TEMBAGA PADA AIR SUNGAI Pungut, Pungut; Sutrisno, Joko; Nuryanto, Didik
WAKTU Vol 19 No 01 (2021): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v19i01.3241

Abstract

Beberapa tahun terakhir kualitas sungai di Indonesia mengalami penurunan, terutama setelah melalui daerah permukiman, industri dan pertanian. Bakteri Escherichia Coli (E.coli) adalah bakteri yang paling banyak mengkontaminasi air. Logam merupakan alternatif desinfeksi yang potensial untuk digunakan. Tembaga adalah antimikroba yang memiliki kemampuan melawan bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui removal kadar E.coli, Total coliform dan kadar Tembaga dengan menggunakan kawat tembaga. Air hasil filtrasi direndam di 3 reaktor yang terbuat dari fiber plastik berisi kawat tembaga variasi panjang kawat tembaga 6 meter, 9 meter dan 12 meter dan diambil sampel untuk diuji laboratorium setiap 2,5 jam sebanyak 3 kali. Efisiensi removal yang optimum kadar E.coli , Total Coliform dan kadar Tembaga dengan variasi kawat tembaga 6 meter, 9 meter dan 12 meter dan variasi waktu 2,5 jam, 5 jam dan 7,5 jam adalah kadar e.coli 60% turun setelah 7,5 jam perendaman kawat tembaga panjang 6 meter. Sedangkan kadar total colifom mencapai optimal pada variasi kawat tembaga panjang 9 meter dengan waktu 5 jam sebanyak 70,92%. Dan kadar tembaga dalam air tidak ada penurunan maupun kenaikan kadar dari semua variasi (konstan). Kawat tembaga mampu menurunkan kadar E.coli dan total Coliform. Sedangkan perbedaan kawat tembaga tidak memiliki pengaruh terhadap kadar tembaga.
PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK PENANAMAN TOGA DI DESA JATIKALANG KECAMATAN KRIAN KABUPATEN SIDOARJO Ratnawati, Rhenny; Widyastuti, Sri; Pungut
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 5 No 02 (2022): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v5.i02.a3939

Abstract

Usaha untuk mencegah penularan COVID 19 dapat dilakukan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun menggunakan handsanitizer dan lain sebagainya. Menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari COVID 19 salah satunya dengan menjaga imun tubuh dengan mengkonsumsi obat herbal/obat tradsional atau suplemen kesehatan. Kunyit, jahe, temulawak, meniran, jambu biji, sambiloto merupakan Tanaman obat keluarga (TOGA) yang berfungsi untuk meningkatkan imun. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah pengetahuan tenatng pemanfaatan lahan pekarangan yang dapat dibuat sebagai taman TOGA. Metode pelaksanaan pengabdian diawali dari survey lokasi, penyuluhan dan monitoring serta evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat masyarakat memperoleh, pengetahuan dan kertampilan serta kesadaran untuk memanfaatkan lahan sebagai lahan tanaman TOGA. Hal itu ditandai dengan terlihatnya perubahan beberapa lahan warga yang sudah banyak ditanami tanaman TOGA dan mulai memanfaatkan hasilnya.
PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH SAYUR (KANGKUNG, BAYAM, SAWI) Amalia Karyanto, Siti; Pungut, Pungut; Widodo, Widodo
WAKTU Vol 20 No 01 (2022): Jurnal WAKTU
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v20i01.5142

Abstract

Setiap harinya pasar tradisional menghasilkan limbah seperti limbah sayur. Apabila limbah tidak diolah maka limbah tersebut menjadi media untuk pertumbuhan dan perkembangan mikroba yang mengalami proses pembusukan. Tujuan penelitian ini unntuk mengetahui kadar C-organik, N, P, dan K. penelitian ini menggunakan 3 reaktor dengan kapasitas 10 L yang dilengkapi dengan saluran gelembung udara. Bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu limbah sayur dan larutan effective microorganisme 4 yang difermentasi selama 25 hari. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu variasi bahan baku limbah sayur (kangkong; bayam; sawi). Sedangkan variabel terikat penelitian ini adalah kualitas pupuk organik cair yang mengacu pada Permentan No.70/Permentan/SR.140/10/2011. Hasil dari penelitian adalah variasi bahan baku berpengaruh pada kualitas pupuk organik cair yang dihasilkan. Variasi bahan baku yang memenuhi standart Peraturan Menteri Pertanian Nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenahan Tanah bahwa Persyaratan Teknis Minimal Pupuk Organik Cair adalah pada variasi bahan baku pada variasi bahan baku limbah sayur bayam dengan hasil C=13.65, N=3.06, P=3.18, K=3.32, dan variasi bahan baku limbah sayur sawi dengan hasil C=16.21, N =3.45, P =3.84, K =4.44. Sedangkan Pementan No.70/Permentan/SR.140/10/2011 C= min 6, N=3-6, P=3-6, K=3-6, artinya produk pupuk cair ini layak digunakan.
Pemilahan Sampah dengan Manual Pilah Sampah untuk Mendukung Perkembangan Bank Sampah Berbek Mandiri di Desa Berbek Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo Propinsi Jawa Timur SRI WIDYASTUTI; Setyo Purwoto; Pungut
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no2.a3072

Abstract

The problem that arises in Berbek Village, Waru District, Sidoarjo Regency is that the community has not carried out waste management properly. Garbage is simply thrown into a Temporary Waste Disposal Site (TPS) or burned even though there is a Trash Bank. The purpose of implementing Community Service is training and outreach to the people of Berbek village to be able to sort waste, recognize the types of waste that have economic value so that they can be cached at the Waste Bank and the residue that can enter TPST / TPA. Service implementation methods: socialization, training and hands-on practice. The results obtained by the community members carry out waste sorting and deposit dry waste to the Trash Bank.
PENGGUNAAN REAKTOR BIOFILTER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LIMBAH CAIR DI RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA Suhariyono Suhariyono; Pungut Asmoro
WAKTU Vol 13 No 1 (2015): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v13i1.45

Abstract

Limbah cair yang berasal dari rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemaran air. Hal ini disebabkan karena limbah cair rumah sakit mengandung senyawa organik yang cukup tinggi dan mengandung senyawa kimia lain serta mikro-organisme patogen yang dapat menyebabkan penyakit terhadap masyarakat di sekitarnya. Limbah cair rumah sakit mengandung zat pencemar organik maupun anorgnik seperti COD dan BOD, zat padat tersuspensi yaitu TSS dan nutrient seperti Phosfat (PO4). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi penurunan kandungan TSS, BOD, COD, PO4 pada limbah cair IPAL Sentral RSUD Dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan reaktor biofilter yang membandingkan 3 buah reaktor. Reaktor pertama menggunakan media pasir silika (diameter 2-5 mm) dan kerikil (diameter 2-3 cm), reaktor kedua menggunakan media bioball (diameter 4 cm) dan reaktor ketiga menggunakan gabungan media pasir silika-kerikil dan media bioball. Proses penelitian ini meliputi proses pembiakan bakteri dengan merendam di IPAL selama 15 hari, dilanjutkan dengan aklimatisasi selama 2 hari dengan arah aliran up flow dan debit aliran rata-rata pada reaktor I adalah 1,06 ml/dt, reaktor II adalah 0,83 ml/dt dan reactor III adalah 0,85 ml/dt. Hasil penelitian diperoleh bahwa reaktor biofilter I menghasilkan efisiensi penurunan kandungan TSS sebesar 57 %, efisiensi penurunan kandungan BOD5 sebesar 71 %, efisiensi penurunan kandungan COD sebesar 67 % dan efisiensi penurunan kandungan Phospat (PO4) sebesar 12 %. Reaktor biofilter ke II menghasilkan efisiensi penurunan kandungan TSS sebesar 46 %, efisiensi penurunan kandungan BOD5 sebesar 62 %, efisiensi penurunkan kandungan COD sebesar 55 % dan efisiensi penurunan kandungan Phospat (PO4) sebesar 12 %. Untuk reaktor biofilter ke III menghasilkan efisiensi penurunan kandungan TSS sebesar 74 %, efisiensi penurunan kandungan BOD5 sebesar 73 %, efisiensi penurunan kandungan COD sebesar 70 % dan efisiensi penurunan kandungan Phospat (PO4) sebesar 14 %.Dari hasil penelitian yang dilakukan, maka ketiga reaktor yang diteliti mampu menurunkan parameter TSS, BOD, COD dan PO4, tetapi nilai tersebut sebagian masih di atas baku mutu berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013. Kata Kunci : IPAL Biofilter, limbah cair rumah sakit, kandungan TSS, BOD5, COD dan PO4, Media Pasir, Media Kerikil dan Media Bioball
ARANG AKTIF AMPAS TEBU SEBAGAI MEDIA ADSORPSI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS AIR SUMUR GALI Indah Nur hayati; Joko Sutrisno; Pungut Asmoro; Budi Prijo Sembodo
WAKTU Vol 13 No 2 (2015): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v13i2.61

Abstract

Penelitian ini tentang pemanfaatan karbon aktif ampas tebu sebagai media adsorpsi untuk menurunkan kandungan zat besi dan kesadahan pada air sumur gali. Tujuan penelitian untuk menentukan suhu karbonasi dan konsentrasi CaCO yang paling optimum untuk pembuatan karbon aktif serta mengkaji efektifitasnya dalam menurunkan kadar logam Fe dan kesadahan. Penelitian ini terdiri atas dua tahap, tahap pertama menentukan kondisi optimum karbon aktif berdasarkan SNI 06-3730-1995 yang didasarkan pada suhu karbonasi dan konsentrasi CaCO3 tahap kedua penggunaan karbon aktif dalam penyerapan logam Fe dan kesadahan berdasarkan ketinggian media. Pengukuran kadar Fe3+ menggunakan spektrofotometer, sedangkan pengukuran kesadahan dengan menggunakan titrimeteri EDTA. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi CaCO3 5,5.10-5 M dan suhu karbonasi 3500C paling optimum untuk menghasilkan karbon aktif paling sesusai SNI 06-3730-1995. Serapan optimum pada waktu operasi 2 jam pada media karbonaktif ampas tebu dengan tinggi 60 cm dapat menurunkan Fe sebesar 88% dan kesadahan 60%. Kata Kunci : Adsorpsi, Ampas Tebu, Besi, Karbon Aktif, Kesadahan.
PEMANFAATAN PARIT DRAINASE SEBAGAI WETLAND UNTUK MENDEGRADASI CEMARAN AIR LIMBAH DOMESTIK Pungut Asmoro; Muhammad Al Kholif
WAKTU Vol 14 No 1 (2016): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v14i1.99

Abstract

Area suatu komplek atau suatu kawasan hunian, pada umumnya memiliki sistem pematusan yang telah sistematis. Sistem pematusan tersebut biasanya diwujudkan dalam suatu jaringan sistem saluran terbuka yang berbentuk selokan. Selokan berfungsi untuk menjadi kumpulan timbulan drainase dari sumber-sumber timbulan, baik oleh limpasan hujan maupun limbah domestik yang selanjutnya disalurkan ke saluran confeyor. Jika hanya sekedar menampung dan menyalurkan limpasan hujan, maka saluran tersebut pasti sudah dirancang sedemikian baik,  namun jika dialiri oleh limbah domestik menuju ke badan air umum, maka sesungguhnya saluran drainase tersebut dapat didayagunakan sebagai pengolah cemaran limbah cair domestik dengan menambahkan konstruksi wetland yang berbentuk rawa buatan memanjang pada dasar bangunan drainase sepanjang yang dibutuhkan. Disekitar kampus universitas PGRI Adi Buana Surabaya di DukuhMenanggal Surabaya drainase utamanya berada pada sisi luar area lahanya. Oleh karenanya menampung seluruh limbah cair yang dikeluarkan oleh pengguna kampus tersebut. Sebelum limbah cair meninggalkan area kampus untuk selanjutnya masuk di badan air drainase perkotaan, maka pada dasar parit drainase tersebut diperlakukan bangunan wetland untuk mengolah limbah domestik. Hasil perlakuan terhadap limbah cair yang dilewatkan wetland pada aliran drainase tersebut mampu menurunkan kandungan cemaran limbah cair untuk parameter BOD dengan efisiensi  52,33%, parameter COD dengan efisiensi 57,88%, dan parameter Detergen dengan efisiensi 72,50%.
PENERAPAN PRODUKSI BERSIH SEBAGAI STRATEGI PENGHEMATAN PENGGUNAAN AIR BERSIH DI PUSKESMAS PUCANG SEWU SURABAYA Muhammad Al Kholif; Pungut Asmoro
WAKTU Vol 14 No 2 (2016): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v14i2.136

Abstract

Puskesmas Pucang Sewu merupakan puskesmas perawatan. Observasi awal yang telah dilakukan pada Puskesmas yaitu mengamati kondisi dari masing-masing unit terkait dengan penggunaan kebutuhan air bersih. Kebutuhan air bersih akan berpengaruh terhadap volume limbah yang dihasilkan. Semakin besar kebutuhan air bersihnya, maka semakin banyak limbah cair yang dihasilkan. Produksi bersih merupakan sebuah strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif atau pencegahan dan terpadu yang perlu diterapkan secara terus menerus pada proses produksi dan daur hidup produk dengan tujuan mengurangi risiko terhadap manusia dan lingkungan. Masalah dari penelitian ini adalah berapa besar efisiensi penggunaan air bersih pada unit-unit yang ada di Puskesmas Pucang Sewu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode survey lapangan dengan menganalisis seluruh kebutuhan air bersih pada seluruh aktivitas di Puskesmas Pucang Sewu dan analisis sampel inlet dan outlet air limbah puskesmas. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa jumlah kebutuhan air bersih secara keseluruhan yang ada pada Puskesmas Pucang Sewu terbilang cukup besar yaitu mencapai 4,48 m3 /hari. Hal ini jelas melampaui jumlah kebutuhan air bersih untuk sektor puskesmas yang hanya mencapai 2 m3 /hari. Kapasitas limbah cair yang dihasilkan cukup besar yaitu sebesar 3,58 m3 /hari. Parameter limbah cair yang dianalisis masih memenuhi baku mutu limbah cair yang ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur no 72 tahun 2013 terutama parameter BOD dan COD.