Claim Missing Document
Check
Articles

IbM SISTEM BANK SAMPAH SEBAGAI SOLUSI PENANGANAN SAMPAH DI DESA BERBEK KECAMATAN WARU KABUPATEN SIDOARJO Widyastuti, Sri; Joko Sutrisno; Setyo Purwoto; Pungut Asmoro
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 3 No 2 (2020): Januari
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol3.no2.a2220

Abstract

Telah dilakukan pengabdian masyarakat di Desa Berbek Kecamatan Waru Kabupaten SidoarjoPropinsi Jawa Timur. Adapun tujuan kegiatan pengabdian ini adalah perubahan pola pikirmasyarakat untuk mengelola sampah kering (anorganik) dengan menerapkan Sistem BankSampah sebagai Solusi Penanganan Sampah Kering (anorganik) di Desa Berbek Kecamatan WaruKabupaten Sidoarjo. Metoda pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah (1) pemberian pre test Bank Sampah, (2) pemberian Materi Teori dengan judul Mengubah Pola Pikir PengelolaanSampah dengan Sistem Bank Sampah, (3) praktek Pengelolaan Bank sampah, (4) post testberkaitan dengan materi yang telah di berikan, (5) pendampingan selama proses berjalan nyaBank Sampah Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini warga mau melaksanakanpemilahan sampah dan menyetorkan sampah kering (anorganik) ke Bank Sampah di Desa BerbekKecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo yang di beri nama Bank Sampah Berbek Mandiri. BankSampah ini membuat warga masyarakat ikut andil dalam bagian menjaga lingkungan,menjagakebersihan lingkungan dan presepsi masyarakat tentang sampah yang tidak punya nilai guna kiniberkurang.
Pemilahan Sampah dengan Manual Pilah Sampah untuk Mendukung Perkembangan Bank Sampah Berbek Mandiri di Desa Berbek Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo Propinsi Jawa Timur WIDYASTUTI, SRI; Setyo Purwoto; Pungut
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no2.a3072

Abstract

The problem that arises in Berbek Village, Waru District, Sidoarjo Regency is that the community has not carried out waste management properly. Garbage is simply thrown into a Temporary Waste Disposal Site (TPS) or burned even though there is a Trash Bank. The purpose of implementing Community Service is training and outreach to the people of Berbek village to be able to sort waste, recognize the types of waste that have economic value so that they can be cached at the Waste Bank and the residue that can enter TPST / TPA. Service implementation methods: socialization, training and hands-on practice. The results obtained by the community members carry out waste sorting and deposit dry waste to the Trash Bank.
PENERAPAN LOGAM ANTIMIKROBA (KAWAT TEMBAGA) UNTUK MENURUNKAN KADAR E-COLI, TOTAL COLIFORM DAN TEMBAGA PADA AIR SUNGAI Pungut, Pungut; Sutrisno, Joko; Nuryanto, Didik
WAKTU Vol 19 No 01 (2021): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v19i01.3241

Abstract

Beberapa tahun terakhir kualitas sungai di Indonesia mengalami penurunan, terutama setelah melalui daerah permukiman, industri dan pertanian. Bakteri Escherichia Coli (E.coli) adalah bakteri yang paling banyak mengkontaminasi air. Logam merupakan alternatif desinfeksi yang potensial untuk digunakan. Tembaga adalah antimikroba yang memiliki kemampuan melawan bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui removal kadar E.coli, Total coliform dan kadar Tembaga dengan menggunakan kawat tembaga. Air hasil filtrasi direndam di 3 reaktor yang terbuat dari fiber plastik berisi kawat tembaga variasi panjang kawat tembaga 6 meter, 9 meter dan 12 meter dan diambil sampel untuk diuji laboratorium setiap 2,5 jam sebanyak 3 kali. Efisiensi removal yang optimum kadar E.coli , Total Coliform dan kadar Tembaga dengan variasi kawat tembaga 6 meter, 9 meter dan 12 meter dan variasi waktu 2,5 jam, 5 jam dan 7,5 jam adalah kadar e.coli 60% turun setelah 7,5 jam perendaman kawat tembaga panjang 6 meter. Sedangkan kadar total colifom mencapai optimal pada variasi kawat tembaga panjang 9 meter dengan waktu 5 jam sebanyak 70,92%. Dan kadar tembaga dalam air tidak ada penurunan maupun kenaikan kadar dari semua variasi (konstan). Kawat tembaga mampu menurunkan kadar E.coli dan total Coliform. Sedangkan perbedaan kawat tembaga tidak memiliki pengaruh terhadap kadar tembaga.
PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK PENANAMAN TOGA DI DESA JATIKALANG KECAMATAN KRIAN KABUPATEN SIDOARJO Ratnawati, Rhenny; Widyastuti, Sri; Pungut
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 5 No 02 (2022): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v5.i02.a3939

Abstract

Usaha untuk mencegah penularan COVID 19 dapat dilakukan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun menggunakan handsanitizer dan lain sebagainya. Menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari COVID 19 salah satunya dengan menjaga imun tubuh dengan mengkonsumsi obat herbal/obat tradsional atau suplemen kesehatan. Kunyit, jahe, temulawak, meniran, jambu biji, sambiloto merupakan Tanaman obat keluarga (TOGA) yang berfungsi untuk meningkatkan imun. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah pengetahuan tenatng pemanfaatan lahan pekarangan yang dapat dibuat sebagai taman TOGA. Metode pelaksanaan pengabdian diawali dari survey lokasi, penyuluhan dan monitoring serta evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat masyarakat memperoleh, pengetahuan dan kertampilan serta kesadaran untuk memanfaatkan lahan sebagai lahan tanaman TOGA. Hal itu ditandai dengan terlihatnya perubahan beberapa lahan warga yang sudah banyak ditanami tanaman TOGA dan mulai memanfaatkan hasilnya.
PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH SAYUR (KANGKUNG, BAYAM, SAWI) Amalia Karyanto, Siti; Pungut, Pungut; Widodo, Widodo
WAKTU Vol 20 No 01 (2022): Jurnal WAKTU
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v20i01.5142

Abstract

Setiap harinya pasar tradisional menghasilkan limbah seperti limbah sayur. Apabila limbah tidak diolah maka limbah tersebut menjadi media untuk pertumbuhan dan perkembangan mikroba yang mengalami proses pembusukan. Tujuan penelitian ini unntuk mengetahui kadar C-organik, N, P, dan K. penelitian ini menggunakan 3 reaktor dengan kapasitas 10 L yang dilengkapi dengan saluran gelembung udara. Bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu limbah sayur dan larutan effective microorganisme 4 yang difermentasi selama 25 hari. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu variasi bahan baku limbah sayur (kangkong; bayam; sawi). Sedangkan variabel terikat penelitian ini adalah kualitas pupuk organik cair yang mengacu pada Permentan No.70/Permentan/SR.140/10/2011. Hasil dari penelitian adalah variasi bahan baku berpengaruh pada kualitas pupuk organik cair yang dihasilkan. Variasi bahan baku yang memenuhi standart Peraturan Menteri Pertanian Nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenahan Tanah bahwa Persyaratan Teknis Minimal Pupuk Organik Cair adalah pada variasi bahan baku pada variasi bahan baku limbah sayur bayam dengan hasil C=13.65, N=3.06, P=3.18, K=3.32, dan variasi bahan baku limbah sayur sawi dengan hasil C=16.21, N =3.45, P =3.84, K =4.44. Sedangkan Pementan No.70/Permentan/SR.140/10/2011 C= min 6, N=3-6, P=3-6, K=3-6, artinya produk pupuk cair ini layak digunakan.
Kombinasi Teknologi Filtrasi Dan Anaerobik Buffled Reaktor (ABR) Untuk Mengolah Air Limbah Domestik Muhammad Al Kholif; Annisa Rifka Alifia; Pungut Pungut; Sugito Sugito; Joko Sutrisno
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 2. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.894 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.15.2.2020.19-24

Abstract

Latar belakang: Pencegahan pencemaran air limbah domestik di kota-kota besar seperti di Kota Surabaya dapat dilakukan jika masyarakat memiliki komitment yang sama untuk melakukan pengolahan secara mandiri. Masyarakat umumnya langsung membuang limbah ke lingkungan tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Secara umum air limbah domestik mengandung banyak zat pencemar yang dapat membuat lingkungan menjadi berubah peruntukannya. Pengolahan air limbah domestik dengan sistem filtrasi maupun dengan sistem Anaerobic Baffled Reactor (ABR) hanya diterapkan pada satu sistem pengolahan diantara dua pengolahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji kemampuan reaktor kombinasi dengan filtrasi dan ABR dalam mereduksi kadar BOD dan COD pada air limbah domestik. Metode: Teknologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kombinasi teknologi filtrasi dan ABR dalam mereduksi zat pencemar pada limbah domestik. Keunggulan dari kedua penerapan teknologi ini adalah nilai peningkatan efisiensi yang relatif besar meskipun waktu dalam pengumpulan data yang singkat. Media filtrasi yang digunakan yaitu media bioball dan karbon aktif, sedangkan pada teknologi ABR menggunakan sistem tersuspensi dengan memanfaatkan 4 kompartemen sebagai pemisah antar ruang. Proses pengambilan data dilakukan selama 5 hari setelah masa seeding dan aklimatisasi guna mendapatkan hasil yang maksimal. Data yang terkumpul disajikan dalam bentuk tabel yang memuat data penurunan kadar pencemar dan efisiensi. Hasil: Penggunaan dua teknologi sekaligus memberikan pengaruh terhadap hasil yang diperoleh yakni untuk kadar BOD5 nilai efisiensinya adalah 79% dan efisiensi COD sebesar 68%. Simpulan: Kombinasi teknologi filtrasi dan ABR mampu menurunkan beban pencemar BOD5 dan COD, namun hanya parameter COD yang memenuhi baku mutu yang ditetapkan.
KOMBINASI TRAY AERATOR DAN FILTRASI UNTUK MENURUNKAN KADAR BESI (FE) DAN MANGAN (MN) PADA AIR SUMUR Muhammad Al Kholif; Sugito Sugito; Pungut Pungut; Joko Sutrisno
ECOTROPHIC : Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science) Vol 14 No 1 (2020)
Publisher : Master Program of Environmental Science, Postgraduate Program of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.997 KB) | DOI: 10.24843/EJES.2020.v14.i01.p03

Abstract

The problem that is often found in water well is the high content of iron (Fe) and manganese (Mn). This study aims to decrase the content of Fe and Mn in water well with aeration and filtration systems. Aeration used is a multilevel tray aerator by using a tray within 50 cm, while the filtration media used are activated carbon and zeolite sand with a height of 70 cm each. The results showed that the aeration process with tray aerator was able to reduce Fe levels up to 98.34% and Mn reached 97.40%. In the filtration process with activated carbon can reduce Fe levels by 98.48% and Mn by 98.25%. In the filtration process with zeolite sand media can reduce Fe levels by 98.43% and Mn by 97.44%.
PENERAPAN ADSOBSI, PERTUKARAN ION DAN VARIASI KETINGGIAN MEDIA FILTRASI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS AIR SUMUR GALI Joko Sutrisno; Muhammad Al Kholif; Pungut Pungut; Arifa Nur Rohma
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2178.968 KB) | DOI: 10.31258/jst.v19.n2.p69-75

Abstract

Air sumur gali yang tidak memenuhi baku mutu diperlukan perlakuan agar memenuhi pesyaratan estetika dan aman digunakan. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas air sumur gali menggunakan teknologi adsorbsi bermedia karbon aktif, pertukaran ion dengan manganese greensand dan filtrasi bermedia pasir silika. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji efisiensi dan efektivitas penurunan kadar kesadahan, total padatan terlarut (TDS), Mangan (Mn), dan total coliform pada air sumur gali setelah dilakukan perlakuan. Pengambilan sampel dilakukan selama kurun waktu 2 jam, setiap selang waktu 30 menit. Pengukuran parameter dilakukan pada kolom adsorbsi denan ketinggian media pasir silica 8 cm, 13 cm, 17 cm untuk mengetahui setiap perubahan parameter yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa efisiensi penurunan tertinggi terjadi pada filtrasi pada ketinggian media pasir silica 17 cm yakni: kesadahan 39,37%, TDS 58,58%, Mn 90,27%, dan total coliform 61.88%, sedangkan   perlakuan efektif untuk penurunan parameter kesadahan, TDS, Mn namun kurang efektif untuk parameter total coliform.
PENURUNAN KADAR CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) DAN FOSFAT PADA LIMBAH LAUNDRY DENGAN METODE ADSORPSI Pungut Pungut; Muhammad Al Kholif; Wilda Diah Indah Pratiwi
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2021): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol13.iss2.art6

Abstract

The large number of laundry in big cities also results in a lot of environmental pollution produced by these laundry services. Pollution from laundry services contains a lot of contaminants such as Chemical Oxygen Demand (COD), phosphate and so on. This study aims to examine how much the effectiveness of the type of media and the height of the media in removing COD and phosphate levels in laundry wastewater. The method applied is an adsorption system using activated carbon and zeolite media which is arranged in a series of laboratory scale reactors with media heights of 40 cm and 60 cm. The research reactor consisted of 4 reactors containing activated carbon and zeolite media. The results showed that the efficiency of COD levels using activated carbon media in reactor 1 was 72.48%. The highest efficiency for COD levels using zeolite media in reactor 3 is 64.55%. Meanwhile, for the phosphate content with activated carbon media, the reduction efficiency in reactor 2 was 92.09%, while the zeolite media with the highest efficiency was found in reactor 4, which was 96.44%. The media that was most effective in reducing COD levels was activated carbon media, while zeolite media was used to reduce phosphate levels. Moreover the height of the medium that was effective in reducing COD levels was activated carbon with a height of 40 cm, while lowering the levels of phosphate was a zeolite with a height of 60 cm.
Pengaruh Waktu Tinggal dan Media Tanam pada Constructed Wetland untuk Mengolah Air Limbah Industri Tahu Muhammad Al Kholif; Pungut; Sugito; Joko Sutrisno; Winda Sulistyo Dewi
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2020): Maret
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.492 KB) | DOI: 10.29080/alard.v5i2.901

Abstract

Tofu industry waste pollution is still a serious problem. The high burden of tofu industrial waste pollutants is still a major problem. besides, the unavailability of the budget for processing and the limitations of a cheap and efficient treatment system are factors supporting the pollution of tofu waste in the environment. This study examines the efficiency of reducing BOD5 and COD treated with constructed wetlands using water jasmine plants (Enchinodorus palaefolius). The system used is the wetland subsurface with continuous flow. The media used include sand and biochar with a residence time of 12 hours 18 hours. Whereas pH, temperature, and flow rate are conditioned as control variables. The greatest efficiency of BOD5 and COD occurs in reactors using biochar media and a residence time of 18 hours with an efficiency of BOD5 of 50.52% and COD of 55.02%.