Claim Missing Document
Check
Articles

REMOVAL CEMARAN BOD, COD, PHOSPHAT (PO4) DAN DETERGEN MENGGUNAKAN TANAMAN MELATI AIR SEBAGAI METODE CONSTRUCTED WETLAND DALAM PENGOLAHAN AIR LIMBAH I Wayan Sri Sukmawati; Pungut Asmoro
WAKTU Vol 12 No 1 (2014): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v12i1.819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa removal cemaran dan efisiensi penurunan cemaran kandungan BOD, COD, Phosphat (PO4) dan Detergen pada sistem contructed wetland dengan System Sub – Surface Flow Constructed Wetland dengan alirandibawah permukaan, dengan variasi media pasir kasar dan pecahan genting denganmenggunakan tanamam melati air. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabayadengan pertimbangan untuk mendapatkan air limbah yang banyak mengandung polutan terutamadari air limbah bekas pencucian linen yang banyak mengandung BOD, COD, Phospat (PO4) danDetergen. Untuk mengetahui removal cemaran BOD, COD, Phospat (PO4) dan Detergen tersebutdigunakan 2 reaktor dengan variasi media yaitu pasir kasar dan pecahan genting yang sama –sama ditamani dengan tanaman melati air, dengan debit aliran yang tidak kontinyu dan waktutinggal selama 2 hari. Dalam hasil penelitian ditunjukkan bahwa pada reaktor dengan media pasir,untuk kandungan BOD terjadi penurunan sebesar 654 mg/l (efisiensi penurunan sebesar 59 %) sedangkan pada reaktor media pecahan genting terjadi penurunan kandungan BOD sebesar 680 mg/l (efisiensi penurunan sebesar 61 %). Untuk kandungan COD pada reaktor media pasir terjadipenurunan sebesar 307 mg/l (efisiensi penurunan sebesar 56 %), sedangkan pada reaktor mediapecahan genting terjadi penurunan kandungan COD sebesar 322 mg/l (efisiensi penurunansebesar 59 %). Untuk kandungan Phospat (PO4) pada reaktor media pasir terjadi penurunansebesar 8 mg/l (efisiensi penurunan sebesar 32 %), sedangkan pada media pecahan gentingkandungan Phospat (PO4) terjadi penurunan sebesar 10 mg/l (efisiensi penurunan sebesar 40 %). Sedangkan untuk kandungan Detergen pada reaktor media pasir terjadi penurunan sebesar 27mg/l (efisiensi penurunan sebesar 48 %), sedangkan pada reaktor pecahan genting terjadipenurunan kandungan Detergen sebesar 31 mg/l (efisiensi penurunan sebesar 56 %). Pada duareaktor dengan media yang berbeda yaitu media pasir dan pecahan genting sama – samamenunjukkan penurunan kandungan BOD, COD, Phospat (PO4) dan Detergen namun padareaktor yang berisi media pecahan genting efisiensi penurunan kandungan semua parameter yangditeliti lebih tinggi dibandingkan dengan reaktor dengan media pasir.
PENGARUH ARTIFICIAL RECHARGE MELALUI LOBANG RESAP BIOPORI TERHADAP MUKA AIR TANAH Pungut Asmoro; Sri Widyastuti
WAKTU Vol 11 No 1 (2013): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v11i1.835

Abstract

Berubahnya tata guna lahan dari areal terbuka yang permukaannya ditutupi oleh vegetasimenjadi areal terbangun yang permukaan tanahnya dilapisi oleh penutup kedap air seperti atapbangunan, perkerasan jalan aspal maupun pemasangan lapisan beton menjadikan volume airlimpasan hujan sangat sedikit yang meresap ke dalam lapisan tanah. Oleh karena itu makakeberadaan air tanah menjadi sangat berkurang volume cadangannya. Hal ini berlangsung secarameningkat sehingga level muka air tanah semakin dalam dari muka tanah. Dalam kondisi sepertiitu diperlukan metode penggantian proses infiltrasi air limpasan hujan ke dalam lapisan tanah.Beberapa metode imbuhan buatan (artificial recharge) telah diterapkan dibeberapa tempat sepertimetode danau buatan, kolam resapan, parit resap, dan sumur resapan. Maka lubang resap bioporiperlu dikaji keandalannya di dalam membantu proses infiltrasi air limpasan hujan sehinggaberdampak terhadap deposit air tanah.Dalam penelitian ini penerapan biopori pada seluasan areal telah terbukti memiliki peranyang cukup signifikan, bahwa biopori juga mampu meresapkan air ke dalam tanah. Indikasi darimanfaat biopori ini dapat dilihat adanya perbedaan ketinggian muka air tanah pada areal yangdiberi terapan biopori dibandingkan pada areal yang tidak diberi terapan biopori. Selain itu,kecepatan pertambahan level muka air tanah juga terlihat secara nyata bahwa pada areal bioporilebih cepat.
PENURUNAN KADAR BOD DAN COD AIR LIMBAH UPT PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG DENGAN METODE CONTRUCTED WETLAND Endro Sasono; Pungut Asmara
WAKTU Vol 11 No 1 (2013): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v11i1.869

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan dan efisiensi tanaman air, yaitu melati air ( Echinodorus palaefolius ) dan bambu air ( Equisetum hymale ) dalam menurunkan kandungan BOD dan COD pada air limbah puskesmas. Untuk mengetahuikemampuan tanaman air dalam mendegradasi polutan digunakan sistem sunsurface contructed wetland yang terdiri atas 2 ( dua ) reaktor. Reaktor I berisi media tanam dan tanaman air yaitu melati air ( Echinodorus palaefolius ) , reaktor II berisi media tanam dantanaman air yaitu bambu air ( Equisetum hymale ). Air limbah puskesmas yang akan diuji dialirkan secara tidak kontinyu. Sampel air limbah diambil dari outlet masing-masing reaktor setiap 2 (dua) hari sebanyak 3 (tiga) kali dan dianalisa kandungan BOD dan CODnya.Hasil penelitian menunjukkan melati air lebih efektif dalam menurunkan kadar BOD dan COD pada air limbah puskesmas. Tanaman melati air memiliki efisiensi penurunan kadar BOD rata-rata 92% dan COD rata-rata 92%. Tanaman bambu air memiliki efisiensi penurunan kadar BOD rata-rata 86% dan COD rata-rata 84%. Kesimpulannya bahwa melati air lebih efisien dalam menurunkan kadar BOD dan COD dibanding bambu air
PENGOLAHAN AIR LIMBAH PABRIK TEMPE DENGAN BIOFILTER Indah Nurhayati; Pungut Asmoro; Sugito Sugito
WAKTU Vol 9 No 2 (2011): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v9i2.917

Abstract

Industri tempe Bapak Karipan di Desa Sedenganmijen Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur merupakan home industri dengan teknologi yang sangat sederhana. Air limbah yang dihasilkan langsung dibuang ke sungai. Kedaan ini akan sangat mengganggu kesehatan lingkungan sekitar yang pada akhirnya akan mengganggu kesehatan masyarakat pengguna air sungai tersebut. Untuk mengatasi masalah lingkungan di lokasi industri tempe Bapak Karipan, maka tim dosen Teknik Lingkungan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya melalukan pengabdian kepada masyarakat melalui program VUCER dari DP2M DIKTI Depdiknas. Program yang dilaksanakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah membangun instalasi penglah air limbah (IPAL) dengan proses biofilter di industri tempe P. Karipan. Tujuan dari pengadaan IPAL adalah untuk meningkatkan kualitas lingkungan produksi, meningkatkan kualitas produk (tempe) industri tempe sehingga hygienis, meningkatkan kesejahteraan pengusaha mitra dan kenyamanan masyarakat sekitar dari gangguan cemaran akibat proses produksi industri tempe,meningkatkan rasa aman pengusaha mitra dari segala bentuk komplain (protes) masyarakat dan pihak berwenang terkait dengan pencemaran lingkungan akibat limbah cair industri tempe tersebut. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama penyebaran angket, yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak air limbah pabrik tempe terhadap lingkungan sekitar. Tahap kedua pembangunan IPAL. Tahap ke tiga penyebaran angket dengan tujuan untuk mengetahui dampak limbah industri tempe terhadap lingkungan sekitar setelah dibangun instalasi pengolah air limbah. Pelaksanaan pegabdian masyarakat di pabrik tempe memberikan hasil sebagai berikut : Sebelum dilakukan pengolahan limbah cair industri tempe menggangu lingkungan sekitar, terutama menyebabkan bau busuk dan pencemaran air sungai, pengolahan limbah industri tempe milik bapak Karipan yang berada di Desa Sedengan Mijen Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo setelah diolah dengan biofilter diperoleh hasil yang sangat memuaskan dengan efisiensi penurunan rata-rata 98 %, untuk parameter BOD, COD, TSS, sehingga efluen yang dibuang ke sungai sudah memenuhi baku mutu sesuai dengan SK. Gub. Jatim No. 136 tahun 1994, Tentang Baku Mutu Limbah Cair Industri, dengan dibangunnya IPAL untuk mengolah limbah cair industri tempe Bapak Karipan menjadikan lingkungan sekitar industri menjadi lebih baik,pemilik industri tempe merasa aman dari ancaman protes masyarakat terkait karena limbah cair industrinya sudah tidak mengganggu lingkungan sekitar.
PENGGUNAAN BIOFILTER ANAEROB UNTUK MENURUNKAN KADAR PENCEMAR ORGANIK PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU Muhammad Al Kholif; Frisyi Alfiah; Sugito Sugito; Pungut Pungut; Joko Sutrisno
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 7, No 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v7i2.11951

Abstract

Limbah cair industri tahu mengandung zat organik yang tinggi seperti BOD5 dan COD sehingga perlu adanya pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu alternatif pengolahan yaitu menggunakan sistem biofilter anaerob. Penelitian ini bersifat eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar BOD5 dan COD pada limbah cair industri tahu menggunakan sistem biofilter anaerob. Reaktor yang digunakan terdiri dari 2 buah reaktor dan terbuat dari kaca dengan ketebalan 10 mm. Reaktor pertama bervolume 0,081 m3 yang diisi dengan media batu kerikil setinggi 70 cm dan reaktor kedua bervolume 0,059 m3 diisi dengan media bioball rambutan setinggi 45 cm. Limbah cair industri tahu dialirkan ke dalam reaktor biofilter anaerob secara kontinyu dengan arah aliran down flow. Parameter yang diukur yaitu kadar BOD5 dan COD pada inlet maupun outlet reaktor biofilter anaerob. Reaktor 1 bermedia batu kerikil mampu menyisihkan kadar BOD5 dengan penyisihan tertinggi terjadi pada waktu operasi hari ke-4 yaitu sebesar 943,8 mg/L dan penyisihan kadar COD tertinggi pada waktu operasi hari ke-4 yaitu sebesar 1931,2 mg/L. Sedangkan pada reaktor 2 bermedia bioball rambutan mampu menyisihkan kadar BOD5 dengan penyisihan tertinggi terjadi pada waktu operasi hari ke-4 yaitu sebesar 936,7 mg/L dan penyisihan kadar COD tertinggi pada waktu operasi hari ke-4 yaitu sebesar 1856,6 mg/L.  Kata Kunci : batu kerikil, bioball rambutan, biofilter anaerob, limbah tahu.  Tofu industrial liquid waste contains high organic matter such as BOD5 and COD so it needs processing before being discharged into the environment. One of alternative processing is using an anaerobic biofilter system. This study is experimental which aims to determine the decrease of BOD5 and COD levels in tofu wastewater using anaerobic biofilter system. The reactor consist is 2 reactors and is made of glass with a thickness of 10 mm. The first reactor with a volume of 0.081 m3 was filled with 70 cm of gravel media and a second reactor with a volume of 0.059 m3 filled with 45 cm of rambutan bioball media. Tofu industrial liquid waste is flowed into the anaerobic biofilter reactor continuously with down flow direction. Parameters measured were BOD5 and COD levels at the anaerobic biofilter reactor inlet and outlet. The highest removal of BOD5 levels in reactor 1 with gravel media occurred on the 4th day of operation with a allowance of 943.8 mg/L and the highest removal of COD levels at the 4th day of operation was 1931.2 mg/L. Whereas the highest removal of BOD5 levels in reactor 2 with rambutan bioball media occurred on the 4th day of operation with a allowance of 936.7 mg/L and the highest removal of COD levels at the 4th day of operation with a allowance of 1856.6 mg/L. Keywords: anaerobic biofilter, gravel stone, rambutan bioball, tofu waste.
Pengaruh Tekanan Blower pada Proses Pembakaran Sampah Medis Menggunakan Insinerator Statis terhadap Kualitas Abu Pungut Pungut; Muhammad Al Kholif; Audi Arga Perwira Nagariagam Sugianto
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v7i1.3821

Abstract

Medical waste generated from the activities of hospitals or other health facilities is very dangerous and can cause health problems for humans. One way of processing medical waste is by using an incinerator. This study aims to determine the effect of blower pressure on the medical waste incineration process on the levels of Cadmium (Cd), Chromium VI (Cr⁺⁶), and Lead (Pb) in the ash residue based on the TCLP test. The method applied is to weigh 300 kg of medical waste and then burn it in an incinerator with a blower pressure variation of 10 and 30 mbar at an optimal temperature of 1,200 °C. The results showed that the best TCLP test with a blower pressure of 10 mbar was Cd of 0.411 mg/L in experiment 2, Cr⁺⁶ of 0.143 mg/L in experiment 2, and Pb of 59.4 mg/L in experiment 3. Meanwhile, the results of the best TCLP test in Experiment 3 with a blower pressure of 30 mbar are Cd of 0.34 mg/L, Cr⁺⁶ of 0.098 mg/L, and Pb of 42.2 mg/L. The results showed that the levels of Cd and Cr+6 had met the environmental quality standards, while the Pb levels had not met the required environmental quality standards.
Evaluasi Kesesuaian Jalur Trayek BRT Trans Sidoarjo Terhadap Pengembangan Antar CBD Suning Suning; Pungut Pungut
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2016: SNTIKI 8
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.962 KB)

Abstract

Sidoarjo Regency is one of the main economic growth in the East Java which has CentralBussiness District (CBD) spreading over the region includes the Buduran District, Candi District andSidoarjo City District. As the main hub of Sidoarjo regional growth, Sidoarjo City has implemented theconcept of environment-friendly transportation of Bus Rapid Transit (BRT) to connect the economic spots.BRT has operating since 2015 on a certain bus routes through 14 stops with 15 Buses. Previous studyshows the road level of service that connects between urban economic spot in Sidoarjo have an averagevalue of the degree of saturation (DS) > 1, causing traffic jams, low speed and volume exceeds capacity.The level of transportation services has affect the accessibility of the traffic lane between the CBD withBRT passing through Jl. Raya Candi, Jl. Sunandar, Jl. Pahlawan, bypassing the CBD in the Buduran area.Therefore, it is important to investigate the suitability of the route of BRT lane towards the development ofeach CBD and its connectivity. This study aims to identify the problems of operational performance ofBRT, which has been implemented based on the bus routes by the city government. This empirical studyused both qualitative and quantitative method with data collection through surveys on bus and interviewswith bus passenger. This study used the comparative analysis of the empirical data with the standard ofDirjen. of Land and Transportation No. 687 Yr 2002. The research finding shows that the public interest inusing BRT is low, which load factor only 43%, compared to a load factor based on the standard of Dirjen ofLand Transportation by 70%. Moreover, only 58% of BRT facility is in compliance with the minimumstandards of the Ministerial Regulation No. 27 Yr. 2015 on the BRT. Therefore, it needs to determine anew policy with regard to the route of BRT lane Trans Sidoarjo in accordance with the development ofinter-CBD in the Sidoarjo City.Keywords: Bus Rapid Transit (BRT), bus route, CBD, Sidoarjo city, transportation
Penerapan Bus Rapid Transit (BRT) Menuju Sidoarjo Smart City Suning suning; Pungut pungut
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2015: SNTIKI 7
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.292 KB)

Abstract

Sidoarjo high population growth will affect the increase in private vehicle ownership. The impact is, traffic congestion is high and the accessibility of the city into decline. Empirical data shows the growth rate of light vehicle (LV) of 6% per year, heavy vehicles (HV) 3% per year, and motorcycles (MC) 11% per year. Sidoarjo city of a sub-district of Sidoarjo, Candi and Buduran. The three districts are SSWP II development region with the main function of settlements, governance and trade and services. As the city, center of activity with a fairly rapid development, implementable policy is needed to increase the accessibility of the city from the aspect of transportation. Transport policy to reduce the use of private vehicles is sustainable transportation. This study aims to identify and analyze the conditions of the transporttation, so that sustainable transportation to Sidoarjo city can be implemented. The method used is the method of primary and secondary survey, by using descriptive analysis of qualitative and quantitative research. The results showed Sidoarjo transportation conditions have an average value of the degree of saturation (DS) of> 1, meaning that the level of service in category F is the jammed flow, low speed, volume above capacity and long queues. The contribution of carbon emissions from transportation activities in Jl.Raya Buduran amounted to 34 960 grams of CO2 / day for motor cyckle and 20,240 grams of CO2 / day for cars. The carbon emissions in Jl.Pahlawan is 59,800 grams of CO2 / day for car and 14 720 grams of CO2 / day for motor cyckle. The carbon emissions in Jl.Raya Candi is 31 264 grams of CO2 / day for motor cyckle and 26,680 grams of CO2 / day for car. The amount of carbon emissions exceeded the quality standards allowed. Thus, sustainable transport policy that is appropriate for Sidoarjo is by implementing the bus rapid transit (BRT), so that the carbon emissions due to the number of private vehicles could be reduced and people are still carrying out their activities using public transport.Key words: Bus Rapid Transit (BRT), carbom emission, Sidoarjo city, Smart City, Transportation
Kombinasi Media Filter Cangkang Kerang (Anadara Granosa) Zeolit Kerikil dan Resin Anion Resin Kation untuk Menurunkan BOD, COD, pH, Kekeruhan, dan Salinitas Pada Air Laut Pungut Pungut; Sri Widyastuti; Yoso Wiyarno; Rhenny Ratnawati
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Indonesia telah tercemar oleh berbagai polutan, hal ini menjadi ancaman sangat serius bagi makhluk hidup baik hewan air dan manusia. Ancaman polutan ini akan mengganggu usaha di bidang perikanan seperti budi daya ikan dan udang serta usaha tambak garam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan parameter BOD, COD, Salinitas, Kekeruhan, dan pH pada air laut dengan menggunakan kombinasi teknologi filtrasi, adsorpsi, dan pertukaran ion dengan dua reaktor yang berbeda. Media filter yang digunakan sebagai adsorbant adalah penggunaan cangkang kerang darah (Anadara Granosa Liin) yang merupakan limbah perikanan yang melimpah. Sampel air laut diambil dari Pantai Kenjeran Surabaya dan Pantai Gisik Cemandi Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Reaktor dalam penelitian adalah Reaktor A menggunakan media cangkang kerang darah berukuran 3 mesh dengan ketinggian media 15 cm, zeolit dengan ketinggian media 5 cm, dan kerikil dengan ketinggian media 5 cm. Reaktor B menggunakan media cangkang kerang darah berukuran 3 mesh dengan ketinggian media 5 cm, resin anion dengan ketinggian media 5 cm, resin kation dengan ketinggian media 5 cm, zeolit dengan ketinggian media 5 cm, dan kerikil dengan ketinggian media 5 cm. Diperoleh hasil penurunan terbaik BOD sebesar 7.5 mg/L (14.23 persen), COD sebesar 19.3 mg/L (15.10 persen), salinitas 2.9 ppt (11.74 persen), kekeruhan 110.8 NTU (82.50 persen), dan dapat menstabilkan pH dengan nilai 6.72 – 7.52.
Kadar Kalsium Kerupuk Samiler Fortifikasi Nano Kalsium Dari Cangkang Kerang Darah (Anadara granosa liin) Pungut; Sri Widyastuti
SNHRP Vol. 2 (2019): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 2 Tahun 2019
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.479 KB)

Abstract

Kerupuk merupakan makanan kudapan yang bersifat kering, ringan, banyak disukai masyarakat dan mengandung pati yang cukup tinggi. Pemanfaatan cangkang kerang darah sebagai bahan tambahan dalam pembuatan kerupuk samiler bertujuan untuk meningkatkan nilai gizi kerupuk khususnya kandungan kalsium yang dibutuhkan bagi anak-anak yang dalam masa pertumbuhan dan pada penderita defisiensi kalsium. Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu tahap pertama pembuatan nano kalsium dari cangkang kerang darah (Anadra Granosa Liin). Tahap kedua yaitu proses pembuatan kerupuk samiler dengan penambahan nano kalsium cangkang kerang darah (Anadra Granosa Liin) dan uji kandungan kalsium kerupuk yang dihasilkan. Faktor perlakuan yang digunakan adalah penambahan nano kalsium cangkang kerang darah pada kerupuk dengan taraf 0% ; 1,5% ; 3,0%; 4,5% dan 6,0 %. Hasil penelitian memperlihatkan perlakuan terbaik dengan penambahan nano kalsium cangkang kerang darah pada konsentrasi 6,0 %, diperoleh nilai kandungan kalsium kerupuk sebesar 11,22 mg/100g. Kata kunci : kerupuk samiler, nano kalsium, cangkang kerang darah