Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AHLAK DI MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL FALAH KECAMATAN KERITANG KABUPATEN INDAGIRI HILIR PROVINSI RIAU Hutami, Elsa Cahya; Asmarita, Asmarita; Anillah , Aksya
Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Article
Publisher : CV. Pustaka An Nur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62058/jampi.v1i1.17

Abstract

Masalah umum yang dihadapi dalam penerapan kurikulum k13 adalah kurangnya sosialisai pada guru dan dukungan saranaprasarana untuk menunjang pembelajaran, serta kemampuan peserta didik yang masih kurang mampu untuk pembelajaran kurikulum k13.  Sekolah Dasar MI Nurul Falah Pengalihan Keritang Adalah Sekolah Umum Yang Sudah Menerapkan Kurikulum K13 Meskipun sebagai sekolah umum pimpinan MI Nurul Falah memiliki harapan agar peserta didiknya memiliki karakter islami dan kemampuan keagamaan Islam yang lebih berbobot bila dibandingkan dengan sekolah umum yang sederajat. Demi mewujudkan harapan tersebut pimpinan MI Nurul Falah Pengalihan Keritang  berupaya mengoptimalkan program     mata pelajaran Akidah Akhlak  dan pembiasaan keagamaan yang ada di sekolah.  Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kurikulum k13 yang di fokuskan  pada mata pelajaran Akidah Akhlak Di MI Nurul Falah Pengalihan Keritang, meliputi perencanaan kurikulum, pelaksanaan  Kurikulum, evaluasi Kurikulum. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data primer adalah Wakil Kepala Bidang Kurikulum, dan guru Mata Pelajaran Kidah Akhlak. Data dianalisa menggunakan teknik analisa data, reduksi data, dan penyajian data, serta menarik kesimpulan.  Hasil penilaian menunjukkan bahwa mengoptimalkan pada mata pelajaran Akidah Akhlak pada jenjang kelas bawah 1 2 dan 3 masuk dalam mata pelajaran pendidikan agama islam dan pada kelas atas 4 5 dan 6 baru melaksanakan mata pelajaran Akidah Akhlak. Evaluasi dilakukan setiap enam bulan melibatkan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan sekolah. Dari evaluasi ditemukan bahwa tujuan yang diharapkan sekolah sudah tercapai namun masih terdapat kendala seperti terbatasnya sarana prasarana dan kararkter peserta didik.
Peran Perempuan Dalam Pengembangan Pariwisata berkelanjutan Suaka Marga (SM) di Dusun Kapau Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan Asmarita, Asmarita; Marnelly, T. Romi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11939

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan peran perempuan dalam meningkatkan Destinasi pariwisata Suaka Marga (SM) Kerumutan yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian ini terpilih jumlah subjek sebanyak 5 informan dan 1 key informan yaitu anggota karang taruna yang memiliki peran dalam pengembangan pariwisata Suaka Marga (SM) Kerumutan. Teknik analisa dalam penelitian ini mengunakan teknik deduksi yaitu penarikan kesimpulan dari yang khusus ke yang umum. Teknis analisis data juga dilakukan dengan cara mengelompokkan data ke dalam katagori, menyusun dengan pola, menjabarkan dengan unit-unit dan memilih data yang mana paling penting. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ekofeminisme di kalangan perempuan disekitar pariwisata sangat memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata dan alam, perempuan juga berperan ddalam sektor pariwisata dibidang ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Hambatan yang dialami adalah kesetaraan gender dan stereotip dari kaum maskulinitas bahwa kaum feminisme merupakan kaum yang lemah, perempuan tidak mendapatkan apresiasi atas apa yang mereka lakukan selama ini, minim sekali bentuk perusakan alam yang bisa dilakukan oleh perempuan di sektor pariwisata namum hal itu mungkin asing bagi kaum patriarki padahal jika dilihat lebih jauh lagi tanpa disadari perempuan sudah melakukan pelestarian alam dan memiliki kedekatan seperti ibu dan anak terhadap alam.
Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal untuk Meningkatkan Pemberdayaan Perempuan: Pelatihan Pembuatan Pie Nanas sebagai Makanan Sehat di Desa Lendang Nangka Utara Lombok Timur Safira, Leli; Adawiyah, Rabiatul; Fitriani, Aispadiah; Asmarita, Asmarita; Sapitri, Rosmiati; Mustafa, Pinton Setya
Jurnal Pengabdian Inovatif Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Inovatif Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jpim.v2i1.196

Abstract

Kondisi kehidupan petani di Desa Lendang Nangka Utara identik dengan ekonomi rentan dan berpendapatan rendah sehingga memerlukan upaya penguatan ekonomi melalui pelatihan pengolahan pangan lokal yang sehat dalam rangka pemberdayaan perempuan di desa tersebut. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan guna memperkuat kondisi ekonomi keluarga melalui pelatihan pembuatan pie nanas yang merupakan pangan sehat. Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah konsep Community Based Research (CBR). Kegiatan ini melibatkan 15 orang ibu rumah tangga di Desa Lendang Nangka Utara. Kegiatan pelatihan yang dilakukan berhasil menambah wawasan dan keterampilan ibu rumah tangga tentang cara memanfaatkan bahan pangan lokal yaitu pie nanas yang termasuk dalam pangan sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat bermanfaat untuk diadakan karena masyarakat belum pernah mengolah buah nanas menjadi pie yang memiliki nilai jual tinggi dan kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh.
Peran Pembelajaran IPS Dalam Membentuk Karakter Pluralis Peserta Didik Kelas VIII di SMP Nurul Islam Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Asmarita, Asmarita; Aminuyati, Aminuyati; Wiyono, Hadi
Daya Nasional: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jdn.v3i3.97077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam membentuk karakter pluralis peserta didik kelas VIII di SMP Nurul Islam Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian meliputi satu orang guru IPS dan tujuh orang peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati perilaku peserta didik yang mencerminkan nilai pluralisme. Wawancara dilakukan untuk menggali pandangan dan pengalaman guru serta peserta didik terkait pembelajaran IPS. Dokumentasi digunakan sebagai pelengkap, berupa foto, catatan, dan data tertulis lainnya. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dalam bentuk narasi, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui perpanjangan pengamatan dan triangulasi teknik maupun sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS memiliki peran penting dalam membentuk karakter pluralis, seperti sikap toleransi, saling menghargai, dan saling percaya. Faktor pendukungnya antara lain kesamaan budaya lokal, kedekatan geografis, dan interaksi sosial yang terbuka di antara peserta didik. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan budaya, jarak geografis, dan sikap tertutup. Pembelajaran IPS di SMP Nurul Islam telah mampu menanamkan nilai-nilai pluralisme dalam kehidupan sosial peserta didik baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.
Peran Dosen Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Asmarita, Asmarita
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v5i3.8809

Abstract

Religious moderation has become a strategic issue in the context of higher education in Indonesia as an effort to maintain social harmony and strengthen national character based on the values of tolerance, balance, and justice. This article aims to analyze the role of Islamic Education (PAI) lecturers in promoting religious moderation in universities. This study employs a descriptive qualitative approach through literature review and conceptual analysis of policies from the Ministry of Religious Affairs, the Islamic Education curriculum, and teaching practices in higher education environments. The findings indicate that PAI lecturers hold a strategic role as educators, role models, and agents of change in instilling the values of religious moderation among students. PAI lecturers are expected not only to deliver theological content but also to internalize the values of tolerance, respect for diversity, and the spirit of ukhuwah wathaniyah (national brotherhood) and ukhuwah insaniyah (human brotherhood). In conclusion, strengthening the capacity of PAI lecturers and integrating the values of moderation into the curriculum are strategic steps to build an inclusive and peaceful campus environment
Peran Dosen Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Asmarita, Asmarita
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v5i3.8809

Abstract

Religious moderation has become a strategic issue in the context of higher education in Indonesia as an effort to maintain social harmony and strengthen national character based on the values of tolerance, balance, and justice. This article aims to analyze the role of Islamic Education (PAI) lecturers in promoting religious moderation in universities. This study employs a descriptive qualitative approach through literature review and conceptual analysis of policies from the Ministry of Religious Affairs, the Islamic Education curriculum, and teaching practices in higher education environments. The findings indicate that PAI lecturers hold a strategic role as educators, role models, and agents of change in instilling the values of religious moderation among students. PAI lecturers are expected not only to deliver theological content but also to internalize the values of tolerance, respect for diversity, and the spirit of ukhuwah wathaniyah (national brotherhood) and ukhuwah insaniyah (human brotherhood). In conclusion, strengthening the capacity of PAI lecturers and integrating the values of moderation into the curriculum are strategic steps to build an inclusive and peaceful campus environment