Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peran Pembelajaran IPS Dalam Membentuk Karakter Pluralis Peserta Didik Kelas VIII di SMP Nurul Islam Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Asmarita, Asmarita; Aminuyati, Aminuyati; Wiyono, Hadi
Daya Nasional: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jdn.v3i3.97077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam membentuk karakter pluralis peserta didik kelas VIII di SMP Nurul Islam Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian meliputi satu orang guru IPS dan tujuh orang peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati perilaku peserta didik yang mencerminkan nilai pluralisme. Wawancara dilakukan untuk menggali pandangan dan pengalaman guru serta peserta didik terkait pembelajaran IPS. Dokumentasi digunakan sebagai pelengkap, berupa foto, catatan, dan data tertulis lainnya. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dalam bentuk narasi, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui perpanjangan pengamatan dan triangulasi teknik maupun sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS memiliki peran penting dalam membentuk karakter pluralis, seperti sikap toleransi, saling menghargai, dan saling percaya. Faktor pendukungnya antara lain kesamaan budaya lokal, kedekatan geografis, dan interaksi sosial yang terbuka di antara peserta didik. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan budaya, jarak geografis, dan sikap tertutup. Pembelajaran IPS di SMP Nurul Islam telah mampu menanamkan nilai-nilai pluralisme dalam kehidupan sosial peserta didik baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.
Peran Dosen Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Asmarita, Asmarita
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v5i3.8809

Abstract

Religious moderation has become a strategic issue in the context of higher education in Indonesia as an effort to maintain social harmony and strengthen national character based on the values of tolerance, balance, and justice. This article aims to analyze the role of Islamic Education (PAI) lecturers in promoting religious moderation in universities. This study employs a descriptive qualitative approach through literature review and conceptual analysis of policies from the Ministry of Religious Affairs, the Islamic Education curriculum, and teaching practices in higher education environments. The findings indicate that PAI lecturers hold a strategic role as educators, role models, and agents of change in instilling the values of religious moderation among students. PAI lecturers are expected not only to deliver theological content but also to internalize the values of tolerance, respect for diversity, and the spirit of ukhuwah wathaniyah (national brotherhood) and ukhuwah insaniyah (human brotherhood). In conclusion, strengthening the capacity of PAI lecturers and integrating the values of moderation into the curriculum are strategic steps to build an inclusive and peaceful campus environment
IMPLEMENTASI APLIKASI SISTEM KEUANGAN DESA (SISKEUDES) DI DESA TEKULAI BUGIS KECAMATAN TANAH MERAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR: Implementasi Aplikasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) di Desa Tekulai Bugis Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir Asmarita, Asmarita; Rosliana, Rosliana; Susanti, Novriani; Febrina, Ria
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Selodang Mayang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v11i3.498

Abstract

The SISKEUDES application is an innovation in the management of village finances, based on digital transformation and the collaboration of the government, ministries, and institutions. The change from the SIMDA system to the SISKEUDES system was based on several factors, including presidential directives to improve the system, requests from the DPR-RI, recommendations from the Corruption Eradication Commission (KPK), and the involvement of the State Audit Agency (BPKP) as the government's internal auditor. This study uses qualitative research with inductive analysis. Inductive data analysis is a method of drawing conclusions based on the accumulation of facts observed in the field, which are then generalised. Data collection techniques used were based on the theory of Sugiyono (2022) and included observation, in-depth interviews, documentation, and triangulation (combining the three techniques). The results of the study show that the implementation of the SISKEUDES application in the village of Tekulai Bugis has been fully implemented in accordance with the existing mechanisms, based on the results of the study outlined in the above indicators, which adopt the theory of implementation proposed by George C. Edward III. It can therefore be concluded that the implementation of the SISKEUDES application in improving the performance of the village officials in the village of Tekulai is effective but not yet maximised due to the limited internet connection. Aplikasi SISKEUDES merupakan inovasi dalam pengelolaan keuangan desa dengan mengacu pada transformasi digital yang bersinergi antara pemerintah, kementerian dan lembaga. Perubahan dari Sistem Manajemen Daerah Desa (SIMDA) menjadi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) didasari oleh beberapa faktor, antara lain arahan dari Presiden untuk melakukan perbaikan sistem, permintaan dari DPR-RI, rekomendasi dari KPK, serta pelibatan peran Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (2016), sebagai auditor internal Pemerintah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan analisis induktif. Analisis data induktif adalah suatu cara penarikan kesimpulan yang dapat digunakan akumulasi fakta-fakta yang bersifat nyata (khusus) di lapangan, kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat umum. Teknik pengumpulan data yang digunakan berdasarkan teori Sugdwiiyono (2022) yang terbagi menjadi beberapa cara yaitu observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan triangulasi (menggabungkan ketiga teknik tersebut). Pada hasil penelitian yang diperoleh peneliti, tujuan dari implementasi aplikasi SISKEUDES di Desa Tekulai Bugis telah sepenuhnya dilakukan sesuai dengan mekanisme yang ada, berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada indikator-indikator di atas yang mengadopsi dari teori implementasi yang dikemukakan oleh George C. Edwards (1980), maka dapat disimpulkan bahwa implementasi aplikasi SISKEUDES dalam meningkatkan kinerja perangkat desa di Desa Tekulai sudah berjalan dengan baik dan tetapi masih belum maksimal Karena masih adanya keterbatasan jaringan internet.
Integration of Inter-Religious Communication at Wedding Celebrations In Parda Suka Village, Kaur Regency Asmarita, Asmarita
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 24, No 1 (2024): June 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v24i1.8706

Abstract

Tolerance and harmony between religious communities is an important aspect in the life of a pluralistic Indonesian society. Indonesia as a country with diverse ethnicities, religions, languages and cultures requires harmonious cooperation and communication between religious communities to achieve peace and social harmony. In this context, research was conducted with the aim of analyzing the integration of inter-religious communication in realizing religious harmony, with a case study of wedding celebrations in Parda Suka Village, Kaur Regency. The research method used in this research is a type of qualitative research which is described descriptively using an ethnographic approach. The research results show that harmonious inter-religious communication allows religious people with different religious backgrounds to actively participate in wedding celebrations in accordance with their religious teachings. These findings emphasize the importance of promoting positive, open and inclusive communication as a means of maintaining harmony in a heterogeneous society, leading to peace and harmony in everyday life.