The main issue behind this study is the low learning outcomes of students, most of whom have not achieved the minimum passing grade of 75. Based on initial observations, the learning process in the classroom is still conventional and dominated by monotonous lecture methods, with minimal use of engaging learning media. This condition makes students less active and enthusiastic, and the classroom atmosphere becomes unconducive. To overcome this problem, the researcher applied comics as an alternative learning medium that is visual and enjoyable. This study was conducted to improve student learning outcomes in science in grade III at SD Negeri 101800 Ujung Batu Jae, Ujung Batu District, Padang Lawas Utara Regency. This study used the classroom action research (CAR) method, which was carried out in two cycles, with four stages in each cycle: planning, implementation of actions, observation, and reflection. The research subjects consisted of 15 students. Data collection techniques were carried out through observation and learning outcome tests, then analyzed descriptively and quantitatively. The results of the study showed a significant increase in student learning outcomes. In the pre-cycle stage, only 5 students (33.33%) achieved the minimum passing grade. In cycle I, this increased to 10 students (66.66%), and in cycle II, it reached 13 students (86.66%). The average class score also increased from 65.33 to 77.33. In addition, the use of comic media was also able to increase student activity, motivation, and confidence. Thus, comic media proved to be effective as a learning medium that supports the improvement of science learning outcomes and overall student participation. ABSTRAK Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya nilai hasil belajar siswa yang sebagian besar belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75. Berdasarkan hasil observasi awal, proses pembelajaran di kelas masih bersifat konvensional dan didominasi oleh metode ceramah yang monoton, serta minimnya penggunaan media pembelajaran yang menarik. Kondisi ini membuat siswa kurang aktif, tidak antusias, dan suasana kelas menjadi tidak kondusif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menerapkan media komik sebagai alternatif media pembelajaran yang bersifat visual dan menyenangkan. Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas III SD Negeri 101800 Ujung Batu Jae, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, dengan empat tahap pada setiap siklus: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa. Pada tahap pra-siklus, hanya 5 siswa (33,33%) yang mencapai KKM. Siklus I meningkat menjadi 10 siswa (66,66%), dan pada siklus II mencapai 13 siswa (86,66%). Rata-rata nilai kelas pun meningkat dari 65,33 menjadi 77,33. Selain itu, penggunaan media komik juga mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, dan rasa percaya diri siswa. Dengan demikian, media komik terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang mendukung peningkatan hasil belajar IPA dan partisipasi siswa secara keseluruhan.