Articles
PENGARUH APOTEK HIDUP TERHADAP PENGENALAN SAINS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK ABA 066 BROMO MEDAN
Rahmi Wardah Ningsih;
Anita Yus;
Salim Salim
JURNAL TEMATIK Vol 9, No 2 (2019): JURNAL TEMATIK
Publisher : JURNAL TEMATIK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jt.v9i2.14428
This study aims to know the effect of life pharmacies on the introduction of science in children aged 5-6 years old at TK Aisyiyah BustanulAthfal 06 Bromo Medan. This research uses a quantitative approach with an experimental research design. The design in this study was Pre-Experimental Designs, in the form of One-Group PretestPostest Design. The sampling technique is done by random sampling, namely by selecting samples by random method, because the population has the same characteristics in terms of age, namely 5-6 years of age. Data collection techniques by observing with the observation guide instrument. Data analysis with descriptive statistics and t-test to test hypotheses. The results of the analysis show (posttest) that utilizes a better pharmacy / higher compared to the control class. The highest score was in the posttest 14 data, whereas in the 12th pretest. Posttest data averages 10.1, for pretest data 7.5. Based on these results it states that a live pharmacy provides a significant influence on the introduction of children's science that is from the results of hypothesis testing obtained t count = 18.57> t table = 1.729. This shows that there is a significant influence of life pharmacies on the introduction of science of children aged 5-6 in Kindergarten Aisyiyah Bustanul Athfal 06 Bromo Medan.
Kesulitan Menggenggam pada Proses Belajar Menulis dan Membaca Anak DCD
Rahmi Wardah Ningsih
Mitra Ash-Shibyan: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol. 3 No. 02 (2020): Mitra Ash-Shibyan: Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : STAI Auliaurrasyidin Tembilahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (292.911 KB)
|
DOI: 10.46963/mash.v3i02.149
Although the learning process of writing involves all other supporting elements, such as stimulation from parents, the ability to coordinate fingers in grasping is a major aspect of the process. This study examines the causes of grasping difficulties as well as their relation to children's learning and writing processes. Analysis of this study using journal analysis. The findings show that Developmental Coordination Disorder (DCD) or poor motor skills are the main cause of difficulty grasping children. DCD levels were tested by Finger Tapping (FT), Curve Tracing (CT), and Paragraph Writing tests. Whereas 2 experimental tasks, Manik Threading and Per-Board were used to assess the FMS of reading children. This meta-analysis concludes that DCD influences the learning process of writing children and Fine Motor Performance is also related to the process of early reading for early childhood. Researcher's solution, recommends a comprehensive eye examination for children's eye and finger coordination and helps improve children's FMS, perform occupational therapy for children with DCD as well as continuous stimulus for children to train their fingers in the learning process of writing and early reading in children.
Eksistensi Model Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini
Fauzi Fahmi;
Rahmi Wardah Ningsih
Mitra Ash-Shibyan: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol. 4 No. 01 (2021): Mitra Ash-Shibyan: Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : STAI Auliaurrasyidin Tembilahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46963/mash.v4i01.230
Curriculum of Early Childhood Education is a set of plans about early childhood learning goals ranging from 0 to 6 years old which intend to develop children's potential optimally. Poor of teacher attention and unfortunate infrastructure lead to unappropriate children’s potential development. The objectives of this study are to: 1) describe the form of a curriculum development model for early childhood education, and 2) describe the implementation of the curriculum model for early childhood education. This research uses a literature study method that relies on bibliographical sources from books and articles in scientific journals related to the subject matter. The results of this study indicate that: 1) the curriculum development model for early childhood education can be changed by adding, reducing and improving the curriculum regularly, 2) curriculum models for early childhood education include: a) High / Scope curriculum, b) Creative curriculum, and c) The Vygotsky Curriculum. d) The Waldorf Curriculum.
A Development of Number Circuit Game Based Learning Strategy to Introduce Numeral Symbols for Children Aged 4-5 Years
Rahmi Wardah Ningsih;
Slamet Suyanto;
Fauzi Fahmi
Mitra Ash-Shibyan: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol. 4 No. 01 (2021): Mitra Ash-Shibyan: Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : STAI Auliaurrasyidin Tembilahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46963/mash.v4i01.231
Understanding the concept of numeral symbols in early childhood is fundamental to understanding mathematical concepts in the future. In view of that, children aged 4-5 years found many problems such as unable to distinguish the form of number symbols, unappropriated learning strategies, and monotonous learning activities. This study aimed to: (1) develop the learning strategies using number circuit games to introduce numeral symbols for 4-5-year-old-children; (2) assess the effectiveness of implementing number circuit games as the learning strategies introducing numeral symbols for 4-5-year-old children. ADDIE with five stages – namely analysis, design, development, implementation, and evaluation – was adopted in this research. The data were analyzed descriptively through qualitative and quantitative techniques. The evidence revealed that: (1) the introduction of numeral symbols for 4-5-year-old children by memorizing and understandings required the implementation of game-based learning strategies; (2) number circuit games which were modified based on the material, the implementation, and the purpose were suitable for children of 4-5 years old; (3) learning strategies using number circuit games to introduce numeral symbols for children of 4-5 year with p-value. Sig 0.000 < 0.05 had revealed that there were significant differences in children’s ability in identifying the numeral symbols.
STRATEGI MANAJEMEN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI PADA ERA DISRUPSI
Rahmi Wardah Ningsih;
Fauzi Fahmi
Hijri Vol 11, No 1 (2022): HIJRI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30821/hijri.v11i1.11831
Salah satu upaya memaksimalkan bakat, potensi, kecerdasan, dan kreativitas anak ialah dengan menyertakannya dalam kegiatan sekolah usia dini atau PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini ). Sedini mungkin anak diasah untuk bersikap disiplin, bertanggung jawab, berjiwa sosial, kreatif, inovaif, penuh dedikasi, menjalankan program dan lainnya. Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi manajemen pendidikan anak usia dini pada era disrpsi. Pada penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan yang mengandalkan sumber bibliografi dari artikel di jurnal terbaru dan buku yang berkaitan dengan isi pokok permasalahan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pembentukan suatu lembaga pendidikan anak usia dini yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan anak serta standar nasional pendidikan membutuhkan suatu sistem pengelolaan yang baik. Sistem pengelolaan berlandaskan dengan undang-undang dan karaktersitik anak sehingga tujuan dibentuknya suatu lembaga jelas dalam rangka menstimulasi tumbuh kembang anak. suatu sistem pengelolaan yang baik terdiri dari adanya kelembagaan yang terstruktur dan jelas baik itu izin dan pelaksanaannya. 2) Memiliki metode pengajaran yang tepat diberikan kepada anak, berpedoman pada kurikulum yang telah disepakati berkaitan dengan DAP. 3) Menyediakan fasilitas agar anak mampu mengembangkan keterampilan sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimilikinya, serta membuat pelatihan untuk semakin berkembangnya kualitas sumber daya manusia yang berkecimpung dalam pendidikan anak usia dini.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Sederhana Sebagai Sumber Belajar: Use Of Simple Learning Media as A Source of Learning
Fauzi Fahmi;
Nirwana Anas;
Rahmi Wardah Ningsih;
Rabiatul Khairiah;
Winarli Hendi Permana
Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 1 No. 2: SEPTEMBER 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Infromasi UMK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (282.131 KB)
|
DOI: 10.51454/decode.v1i2.17
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut adanya sumber daya alam yang berkualitas yang mampu menghadapi berbagai tantangan. Oleh karena itu, pendidikan harus selalu diperhatikan dan diprioritaskan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas. Guru sebagai salah satu komponen penting keberhasilan pembelajaran, harus mampu menempatkan dirinya sebagai sosok yang mampu membangkitkan hasrat siswa untuk belajar. Tujuan penelitian ini untuk memudahkan media pembelajaran digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran guna peserta didik mudah memahami proses pembelajaran. Jenis penelitian lapangan case study ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan: (1) bentuk media pembelejaran sederhana diperoleh dengan berbagai macam sumber yang dapat dijadikan sebagai media mengajar guru, (2) guru mendesain media pembelajaran sederhana semenarik mungkin menggunakan bahan bekas dari botol plastik, daun, ranting pohon yang ada di lingkungan sekitar sekolah, dan (3) implementasi media pembelajaran sederhana yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran diterapkan di kelas, halaman sekolah dan lingkungan masyarakat sekitar guna melaksanakan proses pembelajaran.
Pengaruh Metode Bermain Peran Makro terhadap Kemampuan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun
Rahmi Wardah Ningsih;
Sondang Purba;
Yodima Laia
Journal on Teacher Education Vol. 3 No. 2 (2022): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jote.v3i2.20318
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media kartu lambang bilangan dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini dan untuk mengetahui permainan media kartu lambang bilangan terhadap pengembangan kognitif anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi pustaka (library research). Analisis data dilakukan dengan dengan cara pengumpulan data (data reduction) penyajian data (display data) dan kesimpulan. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa hasil analisis data menunjukkan permainan media kartu lambang bilangan digunakan dalam proses memenuhi kebutuhan perkembangan aspek kognitif anak usia dini karena memiliki pengaruh yang tinggi untuk perkembangan aspek kognitif anak. Karena itu pengenalan lambang bilangan pada anak perlu diberikan sejak dini melalui kegiatan yang menyenangkan yaitu dengan bermain menggunakan kartu lambang bilangan.
Aktivitas Outbound terhadap Peningkatan Kemampuan Sosial Anak Usia Dini
Panni Ance Lumbantombing;
Rahmi Wardah Ningsih;
Sanjani Harefa
Journal on Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2021): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jote.v3i1.20319
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah kemampuan sosial anak usia dini mengalami peningkatan melalui aktifitas outbound. Penelitian ini menggunakan (Library Research) atau Kajian Literatur yang hasil penelitian diperoleh dari beberapa penelitian terdahulu. Data penelitian ini menggunakan data sekunder, teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisa data model Miles and Huberman, adapun teknik penggumpulan data tersebut yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian Kajian Literatur ini dari beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa aktifitas outbound dapat meningkatkan dan mempengaruhi kemampuan sosial anak usia dini. Peneliti menyimpulkan dari penelitian terdahulu dalam melakukan aktifitas outbound ditetapkan aturan dan cara bermain agar tercapainya tujuan outbound yang diselenggarakan dengan baik, melalui aktifitas outbound anak-anak mampu berkomunikasi dengan baik, simpati, empati, mampu bergaul dan mampu memahami perasaan teman sebaya nya. Agar meningkatnya kemampuan sosial anak usia dini melalui aktifitas outbound dilakukan susunan kegiatan atau rancangan kegiatan dalam melakukan aktifitas outbound seperti kegiatan pembuka, kegiatan inti, kegiatan penutup, dan evaluasi.
Meningkatkan Kemampuan Bahasa Ekspresif pada Anak Usia 5-6 Tahun dengan Media Audio Visual di TK Mawar Indah
Niken Farida;
Rahmi Wardah Ningsih;
Yanti Siahaan
Journal on Teacher Education Vol. 2 No. 2 (2021): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jote.v2i2.20320
Kemampuan peningkatan bahasa ekspresif merupakan salah satu dari bidang pengembangan kemampuan dasar yang penting dalam pendidikan taman kanak-kanak. Kemampuan dasar yang dikembangkan salah satunya adalah mengungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal. Sosialisasi kemampuan bahasa ekspresif pada anak di ikuti oleh 20 anak dikelompok B TK Mawar Indah. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak dengan menggunakan media audio visual. Hasil dari kegiatan sosialisasi kemampuan bahasa ekspresif anak adalah perkembangan anak dalam aspek mengungkapkan keinginan, perasaan, dan pendapat dengan kalimat sederhana dalam mengkomunikasikan dengan anak atau orang dewasa, menunjukkan perilaku senang membaca buku terhadap buku-buku yang dikenal, mengungkapkan keinginan, perasaan, ide dengan pilihan kata-kata yang sesuai ketika berkomunikasi, menceritakan kembali isi cerita secara sederhana yakni 40% dengan krtiteria Berkembang Sangat Baik (BSB), 45% dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 15% dengan krtiteria Mulai Berkembang (MB). Sosialisasi kemampuan bahasa ekspresif dengan melalui audio visual dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun.
Pengaruh Penerapan Metode Bercerita terhadap Perkembangan Moral Anak Usia 5-6 Tahun
Mei Lyna Girsang;
Rahmi Wardah Ningsih;
Terimakasih Bondar
Journal on Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2022): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jote.v4i1.20359
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode bercerita terhadap perkembangan moral anak usia 5-6 tahun. Penerapan metode bercerita berpengaruh terhadap perkembangan moral anak, maka dengan penerapan metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan daya ingat anak serta dapat meningkatkan kemampuan mengembangkan ide dalam bercerita. Penelitian ini menggunakan (Library Research) atau Kajian Literatur dengan metode penelitian deskriptif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis model Miles and Huberman, data reduction, data display, dan Conclusion Drawing/Verification. Berdasarkan hasil Kajian Literatur dari beberapa penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan metode bercerita terhadap perkembangan moral anak usia 5-6 tahun.