Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JAMANTA

Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban sebagai Alat Pengendalian Biaya Produksi pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk.: Studi Analisis Perbandingan Anggaran dan Realisasi Biaya Produksi Tahun 2021–2023 Nanda, Nanda Putri Najwa; Apriliyani; Ninuk Riesmiyantiningtias
JAMANTA : JURNAL MAHASISWA AKUNTANSI UNITA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/jamanta.v5i1.1650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akuntansi pertanggungjawaban sebagai alat pengendalian biaya pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan data yang bersumber dari laporan keuangan perusahaan periode 2021–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntansi pertanggungjawaban membantu dalam memantau deviasi anggaran pada biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead. Sistem ini memungkinkan alokasi sumber daya yang efisien dan meningkatkan akuntabilitas manajerial. Kesimpulan menegaskan bahwa akuntansi pertanggungjawaban berkontribusi pada pengendalian biaya yang lebih baik dan proses pengambilan keputusan yang lebih efektif.
Evaluasi Efektivitas Penerapan Cost Plus Pricing Terhadap Harga Jual Dan Margin Bruto: (Studi Kasus Pada PT. Bogor Persada Indonesia) Sulistiana, Putri Nabila; Luluk Adinda Safitri; Chintya Srirejeki Nababan; Laeliatus Sofia; Ninuk Riesmiyantiningtias
JAMANTA : JURNAL MAHASISWA AKUNTANSI UNITA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/jamanta.v5i1.1659

Abstract

Dalam iklim bisnis yang kompetitif, penetapan harga yang efektif menjadi salah satu elemen penting untuk menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Metode penetapan harga yang tepat tidak hanya memengaruhi pendapatan, tetapi juga berkontribusi pada profitabilitas. Metode yang lazim diterapkan dalam penentuan harga jual adalah Cost Plus Pricing, dimana harga jual ditentukan dengan menambahkan markup pada biaya produksi per unit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana metode penetapan harga tersebut mampu menghasilkan margin bruto yang proporsional, serta memastikan keselarasan antara harga jual dengan kondisi pasar. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sampel produk yaitu Cover HD 30x60 menghasilkan harga jual menggunakan metode Cost Plus Pricing sebesar Rp 62.409 dengan margin 33%, namun hasil tersebut jauh di bawah harga pasar Rp 109.500. Oleh karena itu, perusahaan menggunakan Cost Plus Pricing sebagai batas bawah harga penawaran dalam proses negosiasi dan harga pesaing dalam penetapan price list. Strategi ini terbukti mampu menjaga Margin Bruto rata-rata sebesar 58% selama tahun 2021–2023, nilai tersebut melebihi standar minimum industri manufaktur sebesar 30%. Capaian ini mengindikasikan bahwa perusahaan berada pada kondisi finansial yang sehat. Sehingga metode Cost Plus Pricing dinilai cukup efektif sebagai acuan dasar, namun perlu dikombinasikan dengan analisis pasar.
Analisis Biaya Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan Manajemen Produksi Pada Cv Haza Sarana Kreasi rizky imania, anggi; Diani Naraswari; Gaspar Pandi; Indah Agustin; Ninuk Riesmiyantiningtias
JAMANTA : JURNAL MAHASISWA AKUNTANSI UNITA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/jamanta.v5i1.1660

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan biaya diferensial dalam pengambilan keputusan manajemen produksi di CV Haza Sarana Kreasi. Perusahaan dihadapkan pada dua alternatif, yaitu memproduksi sendiri atau membeli dari pemasok eskternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan data primer dari perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya produksi internal sebesar Rp 12.500/meter, lebih murah dibandingkan dengan harga beli dari luar, yaitu Rp 13.500/meter. Laba bersih harian dari produksi sendiri mencapai Rp 407.500, sedirit lebih tinggi dibandingkan dengan melakukan pembelian dari luar, yaitu sebesar Rp 405.000. keputusan untuk memproduksi sendiri menjadi lebih optimal jika perusahaan mampu mengelola efisiensi produksi, kualitas, dan meminimalkan kerugian akibat produk gagal