Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Motif Bordir Kerancang Tasikmalaya Dengan Software JBatik Bastaman, Widia Nur Utami; Fadliani, Tsanny Noer Intan
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 37 No. 2 (2020): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v37i2.6125

Abstract

Kota Tasikmalaya adalah salah satu kota penghasil beragam kerajinan, salah satu kerajinannya yang terkenal adalah bordir kerancang. Industri bordir di Tasikmalaya sudah menyerap sebanyak 31.325 orang, yang tersebar pada 2.728 unit usaha. Keterampilan bordir ini diturunkan oleh keluarga dan masyarakat sekitar secara informal kepada generasi selanjutnya atau disebut juga sebagai pendidikan indeginius. Dengan terjaganya proses regenerisasi melalui pendidikan indeginius, diharapkan kekayaan intelektual mengenai keterampilan bordir dapat tetap lestari. Tanpa peran dari pengrajin atau praktisi, akademisi, dan Pemerintah, industri bordir Tasikmalaya tidak dapat berkembang. Saat ini perkembangan motif dan produk bordir Tasikmalaya sudah semakin modern, kondisi ini memberikan peluang baik untuk menerapkan teknologi baru yaitu software jBatik dalam proses perancanganya. Software ini akan membantu merancang komposisi motif sesuai dengan prinsip fractal pada rumus matematika. Penulis akan melakukan proses eksperimen untuk melihat sejauh mana software ini dapat memberikan kebaruan komposisi motif. Hasil eksperimen terbaik pun akan diaplikasikan pada prototype produk, agar dapat memberikan gambaran pengaplikasiiannya secara lebih utuh. Data-data yang diambil diperkuat dengan studi literatur, observasi, serta wawancara. Berdasarkan hasil eksperimen, dapat disimpulkan bahwa software jBatik mampu memberikan kemudahan dan kebaruan dalam komposisi motif bordir.
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN LITERASI DAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI WORKSHOP MULTISENSORY STORYTELLING DAN PEMBUATAN PRAKRAYA KRIYA SEDERHANA MENGGUNAKAN METODE PLAY-BASED LEARNING Widia Nur Utami Bastaman; Rima Febriani; Tiara Larissa
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7842

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia dan sudah mulai dikenalkan sejak usia dini (0 - 6 tahun). Salah satu aspek penting pada perkembangan usia dini adalah berkembangnya kemampuan literasi dan kemampuan motorik halus. Kemampuan motorik halus merupakan pendukung utama bagi kesiapan perkembangan tingkat literasi yang lebih lanjut yaitu kegiatan menulis. Pentingnya perkembangan kedua kemampuan tersebut sangat disadari oleh TK pra-sejahtera Islam Cendekia Gemilang dalam mengembangkan metode belajar bagi siswa-siswinya. Namun kegiatan tersebut menjadi monoton karena bahan ajar dan kegiatan belajar yang kurang variatif, serta suasana belajar yang kurang membangkitkan semangat bagi para siswa siswi. Maka dari itu, melalui pendampingan ini, tim pengabdian masyarakat Telkom University akan melakukan kegiatan workshop multisensory storytelling yang fokus melatih kemampuan literasi sekaligus workshop melatih kemampuan motorik halus anak. Multisensory storytelling akan melibatkan kemampuan dalam partisipasi membaca bersama dengan menambahkan permainan stimulus kemampuan motorik halus melalui metode play-based learning (bermain sambil belajar). Workshop akan dilakukan di perpustakaan anak, sehingga saat proses storytelling akan lebih terkondisikan dengan baik, juga para siswa-siswi dapat mengetahui beragam sumber literasi secara langsung. Yang kemudian akan dilanjutkan dengan sesi workshop pembuatan anyaman sederhana untuk melatih kemampuan motorik halus anak sambil mendengarkan cerita. Dengan terlaksananya workshop multisensory storytelling dan workshop pembuatan anyaman ini, diharapkan para siswa-siswi dapat memiliki pengalaman yang menarik dalam mengasah kemampuan literasi dan kemampuan motorik halus, serta para pengajar pun akan mendapat informasi baru untuk mengembangkan kegiatan belajar mengajar yang lebih variatif.
Pengembangan Kemampuan Literasi Dini dan Pembuatan Prakarya Kriya Sederhana Menggunakan Metode Learning by Doing bekerjasama dengan Perpustakaan Anak di Bandung Rima Febriani; Widia Nur Utami Bastaman; Tiara Larissa
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8475

Abstract

Literasi pada usia dini memerlukan perhatian khusus, karena kemampuan literasi di usia awal tidak hanya mencakup aspek kognitif, tetapi juga melibatkan kegiatan sosial-psiko-linguistik yang kompleks dan mempengaruhi aspek sosial dan kontekstual dalam perkembangan anak (McLachlan & Arrow, 2017). Peran literasi merupakan penopang utama kemajuan umat manusia. Bentuk kerjasama antar stakeholder juga turut membantu keberhasilan dan perkembangan literasi anak usia dini dengan lingkup yang lebih luas. Maka dari itu, melalui pendampingan ini tim pengabdian masyarakat Telkom University akan melakukan kegiatan workshop pengembangan kemampuan literasi dan prakarya kriya sederhana guna mendukung peningkatan kemampuan literasi dan motorik halus anak usia dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bekerjasama dengan komunitas non-profit Rumah Pelangi Indonesia yang berlokasi di Baleendah Bandung yang memiliki visi menyelenggarakan pendidikan yang mampu memenuhi kebutuhan anak, memajukan perkembangan intelektual dan kesejahteraan anak, serta menjunjung tinggi budaya lokal. Selain fokus pada pengembangan variasi kegiatan, untuk meningkatkan suasana belajar dan pengembangan kemampuan literasi, maka kegiatan akan dilaksanakan di luar sekolah yaitu tepatnya di Pustakalana. Pustakalana adalah perpustakaan anak di kota Bandung yang aktif meggagas beragam program untuk anak. Pengembangan kemampuan motorik halus akan diarahkan untuk membuat prakarya dengan tema yang baru, sebagai variasi dari kegiatan serupa yang telah dilakukan di sekolah selama ini. Prakarya akan menerapkan teknik-teknik kriya sederhana yang banyak menggunakan keterampilan tangan, sehingga diharapkan dapat menstimulus kemampuan motorik halus anak. Dengan mengadakan workshop pendampingan melalui metode learning by doing ini diharapkan para peserta didik Komunitas Rumah Pelangi Indonesia dapat memiliki pengalaman yang menarik dalam mengasah kemampuan literasi dan kemampuan motorik halus, serta para staff dan guru pengajar pun akan mendapat insight baru untuk membantu pengembangan kegiatan belajar mengajar di Rumah Pelangi Indonesia.