Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Musica: Journal of Music

Struktur Bentuk Musik Ansamble Gonrang Sipitu-Pitu Pengiring Tor-Tor Sirittak Hotang pada Pesta Rondang Bittang Garama dan Anak Boru Di Simalungun Provinsi Sumatera Utara Girsang, Gracelyanti; Kustilo, Anton; Pangabean, Della Rosa; Tindaon, Rosmegawaty; Nurkholis, Nurkholis
Musica: Journal of Music Vol 4, No 2 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i2.4682

Abstract

Ansamble Gonrang Sipitu-pitu pengiring Tor-tor Sirittak Hotang merupakan kesenian tradisional yang berada di Silau Kahean, kabupaten Simalungun, provinsi Sumatera Utara. Instrumen yang dipakai dalam ansamble ini terdiri dari satu buah Sarunei Ponggol-ponggol, tujuh Gonrang, satu Mongmongan, dan satu Ogung yang dimainkan oleh enam orang pemain laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Bentuk Musik Ansamble Gonrang Sipitupitu pengiring Tor-tor Sirittak Hotang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan musikologi. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka yaitu buku, skripsi dan jurnal, kemudian studi lapangan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu mereduksi data, menyajikan data dan menyimpulkan data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori struktur musik Schneck and Berger, Leon Stein dan Karl Edmund Prier. Hasil penelitian ini menemukan bahwa struktur bentuk musik Ansamble Gonrang Sipitu-pitu terdiri dari intro, motif, frase, periode dan coda yang tergolong dalam dua bagian bentuk musik. Kata Kunci: Ansamble Gonrang Sipitu-pitu; Masyarakat Simalungun; Struktur Bentuk Musik; Tor-tor Sirittak Hotang.
Pertunjukan Solis Saxophone dengan Repertoar In a Sentimental Mood, Wrapped Up in Your Smile, dan Babendi-Bendi. Putra, Angga Dwi; Kustilo, Anton; Yusnelli, Yusnelli; Anggraini, Nora; Nofridayati, Nofridayati
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.5309

Abstract

Pertunjukan musik merupakan salah satu cara untuk mempresentasikan sebuah karya seni kepada penonton. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pertunjukan solis saxophone yang menampilkan tiga repertoar, yaitu In a Sentimental Mood, Wrapped Up in Your Smile, dan Babendi-Bendi. Penampilan solis saxophone tidak hanya menjadi ajang unjuk keterampilan teknik, tetapi juga media ekspresi dan interpretasi musical yang unik. Dalam pertunjukan ini, solis saxophone mengeksplorasi nuansa, karakter, dan feeling masing-masing karya melalui analisis dan penerapan teknik, sliding, altissimo dan staccato ke dalam pertunjukan. Teknik-teknik yang diterapkan merupakan bagian esensial untuk menguasai permainan solis saxophone sehingga mencapai interpretasi musikal secara optimal dari berbagai aliran dan gendre musik yang dimainkan. In a Sentimental Mood dibawakan dengan nuansa melankolis dan lembut, Wrapped Up in Your Smile menonjolkan nuansa romantis dan ekspresif, sedangkan Babendi-Bendi memberikan kesan riang, energik, dan folkloristik. Penyaji menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif, yaitu mengamati, menganalisa, dan mendeskripsikan aspek interpretasi dan teknik permainan yang diterapkan solis saxophone. Hasil penyajian menunjukkan bahwa interpretasi dan teknik yang diterapkan dapat menghadirkan karakter dan nuansa yang sesuai, sehingga pertunjukan solis saxophone mampu menyampaikan makna emosional dan estetika masing-masing repertoar kepada pendengar
Pertunjukan Solis Saxophone Dengan Repertoar Let’s Get It On, You Make Me Feel Brand New Dan Nurlela Dalam Iringan Combo Band Dan Brass Band Nainggolan, Daniel Steven; Kustilo, Anton; Tindaon, Rosmegawaty; Nursyirwan, Nursyirwan; In, Wilman
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.5191

Abstract

Abstrak Pertunjukan musik merupakan ekspresi seni yang memadukan elemen-elemen musikal seperti melodi, ritme, harmoni, dan dinamika untuk menyampaikan pesan emosional dan naratif kepada audiens. Dalam konteks pertunjukan ini, penyaji menghadirkan tiga repertoar jazz instrumental menggunakan alat musik saxophone, yaitu Let’s Get It On karya Marvin Gaye, You Make Me Feel Brand New dari The Stylistics, dan Nurlela ciptaan A.R. Ahmad. Ketiga karya ini dipilih berdasarkan tingkat kesulitan teknis, variasi ekspresi, dan potensi untuk mengeksplorasi interpretasi musical. Repertoar Let’s Get It On, You Make Me Feel Brand New dan Nurlela di eksplorasi melalui harmoni akor yang kaya dan melodi puitis dengan iringan combo band, menonjolkan karakter emosional balada soul serta diinterpretasikan dalam format jazz instrumental dengan pendekatan melankolis dan nuansa Melayu yang khas, menyajikan elemen tradisional dalam aransemen modern. Melalui pertunjukan ini, penyaji berusaha memberikan pengalaman musikal yang mendalam, tidak hanya sebagai reproduksi teknis karya tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan makna emosional dan estetis dari setiap repertoar. Interpretasi ini bertujuan menjembatani pesan musikal dari komposer kepada audiens, menciptakan hubungan emosional yang autentik melalui keunikan saxophone sebagai instrumen utama. Kata kunci: Pertunjukan Musik, Jazz Instrumental, Saxophone, Interpretasi Musikal, Repertoar
Pelaksanaan Pembelajaran Ansambel Lagu Fa’omuso Dodogu, Maena Dan Tano Niha Dalam Format Medley Di Gereja Bethel Indonesia Bukittinggi Zebua, Ester Oniati; Nursyirwan, Nursyirwan; Kustilo, Anton; Nurkholis, Nurkholis; Aluna, Aluna
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.4717

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pelaksanaan pembelajaran ansambel lagu Fa’omuso dodogu, Maena, dan Tano Niha Medley kepada anak-anak di Gereja Bethel Indonesia Bukittinggi. Metode Penelitian ini menggunakan jenis ansambel campuran. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hasil dari pelaksanaan pembelajaran lagu Nias kepada Anak-anak Gereja Bethel Indonesia cabang Bukittinggi, mengembangkan pengetahuan bagi buat peserta dan dapat dijadikan sebagai bahan referensi. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif. pedekatan penelitian tindakan ( action research ), metode pembelajaran yang menggunakan siklus untuk mendapatkan hasil dari proses pembelajaran ansambel lagu Nias. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengalaman baru buat peserta dan pembaca tulisan ini, dan dapat dijadikan sebagai acuan referensi bagi peneliti selanjutnya. Hasil dari penelitian ansambel yang memuaskan sehingga layak untuk dipertunjukkan dan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan musik baik dalam musik tradisional.Kata Kunci: Ansambel; Action Research;Lagu Nias; musik Tradisi. 
Contrabass Solo Performance in Cross-Genre Repertoire: Technical and Interpretative Study Fathar, Mauladi; Munafri, Sastra; Martarosa, Martarosa; Hendri, Yon; Kustilo, Anton
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.5308

Abstract

Artikel ini membahas pertunjukan solis contrabass melalui tiga repertoar lintas genre, yaitu Sonata in G Minor karya Henry Eccles, Zapin Muara karya Dzul Rabbul, dan The Godfather karya Nino Rota. Pertunjukan ini bertujuan mengeksplorasi tantangan teknis dan interpretatif permainan contrabass sebagai instrumen solis dalam konteks musik Barok, tradisi Melayu, dan musik film modern. Pendekatan yang digunakan adalah praktik artistik berbasis penelitian (practice-based research), meliputi pemilihan repertoar, analisis teknis musikal, serta proses latihan individu dan ansambel. Hasil pertunjukan menunjukkan bahwa contrabass memiliki fleksibilitas teknis dan ekspresif yang memungkinkan adaptasi karakter musikal dari berbagai gaya. Repertoar Barok menuntut penguasaan ornamentasi dan artikulasi, Zapin Muara menekankan adaptasi idiom musikal Melayu pada register tinggi, sementara The Godfather menguji kemampuan interpretasi lintas gaya antara musik klasik dan populer. Selain itu, pertunjukan ini memperlihatkan peran penting aransemen dan pemilihan pendekatan interpretatif dalam memperluas fungsi contrabass sebagai instrumen solis. Pertunjukan ini berkontribusi pada pengayaan wacana akademik mengenai pertunjukan solis contrabass di lingkungan pendidikan seni musik Indonesia