Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Astonjadro

Analysis of Soft Soil Improvement Using Prefabricated Vertical Drains (PVD): A Case Study of Rorotan, Cilincing, North Jakarta Hariati, Feril; Chayati, Nurul; Jannah, Lifa Raudhatul
ASTONJADRO Vol. 14 No. 2 (2025): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v14i2.17556

Abstract

Soft soils in the Rorotan area of North Jakarta frequently encounter significant stability and settlement issues, which can affect the structures situated on them. This study focuses on applying the Prefabricated Vertical Drain (PVD) method to expedite the soil consolidation process, aiming to enhance soil strength and reduce the potential for settlement. The analysis uses boring log data and laboratory test results from the RDF construction project as secondary data and includes calculations of settlement magnitude and consolidation duration. The study results indicate that PVD installation considerably speeds up soil consolidation and improves soil bearing capacity compared to conventional soil improvement techniques. Using Prefabricated Vertical Drains (PVD) of 100 mm x 30 mm and a depth of 12 meters, the consolidation process can be shortened to just a few months. For PVD spacing of 1.5 meters, the consolidation time can be reduced to 6 months. With 1.8 meters spacing, it becomes 12 months; 2 meters spacing requires 15 months; 2.5 meters spacing takes 27 months; and 3 meters spacing needs 39 months. The study highlights a reduction in consolidation time from 277.58 months with a settlement of 0.835 meters to a few months, depending on the spacing used, reflecting a 97.8% reduction in time.
ANALISIS STABILITAS LERENG BOGOR-CILEBUT DENGAN PENDETAILAN DI STA. 0 + 040 Syamsul Arifin, Dede; Hariati, Feril
ASTONJADRO Vol. 1 No. 1 (2012): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v1i1.781

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang analisis stabilitas lereng Bogor-Cilebut digunakan data hasil pengamatan secara langsung, sedangkan untuk Sta.0+040 digunakan data uji CPT (Sondir) dan data LHR (Lalu lintas Harian Rata-rata). Analisis lereng Bogor-Cilebut dilakukan berdasarkan peta situasi global kondisi lereng yang didapat. Analisis stabilitas lereng pada Sta.0+040 dilakukan dengan program komputer Slope W. Hasil analisis menunjukkan adanya tumbuhan, bangunan dan lereng tidak langsung bersinggungan dengan badan jalan dapat memperkuat stabilitas lereng. Dindingpenahan tanah pada Sta.0+040 memenuhi syarat stabilitas lereng dengan nilai Faktor Keamanan yang didapat sebesar 2,021.
STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN ALUR PELAYARAN DI MUARA SUNGAI CIUJUNG LAMA KABUPATEN SERANG Muhammad LT, Fadhila; Hariati, Feril
ASTONJADRO Vol. 2 No. 2 (2013): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v2i2.796

Abstract

Rencana normalisasi Sungai Ciujung Lama yang mengalami sedimentasi meliputi perkuatan tebing saluran dan konstruksi pelindung pantai. Studi keandalan kapasitas saluran dilakukan untuk mengetahui debit dan kecepatan rencana kanal, juga untuk mengetahui ketahanan dinding saluran terhadap penggerusan. Hasil perhitungan dimensi kanal yang direncanakan berupa saluran trapesium dengan lebar dasar 20 meter, lebar puncak 48 meter dan tinggi 7 meter, memiliki debit maksimum 473,79 m3/detik, debit aliran normal 249,41 m3/detik, dan debit jagaan 224,38 m3/detik. Kecepatan aliran maksimum adalah 1,99 m/detik, dan kecepatan aliran normal adalah 1,66 m/detik jauh melebihi kecepatan yang diizinkan sebesar 0,002 m/detik, menunjukkan bahwa dinding saluran tidak aman terhadap erosi, sehingga direncanakan perkuatan dengan mempergunakan pasangan batu kosong (riprap) dengan berat butir antara 10-60 kg, lapis pasir kasar dengan tebal 20 cm, dan filter berupa lapis geotekstil dengan bukaan O95 0,033 mm. Sedangkan perencanaan konstruksi pelindung pantai dilakukan dengan menentukan tinggi gelombang representatif H10, penentuan kondisi gelombang, tinggi muka air rencana, dan penentuan elevasi puncak revetmen. Perencanaan struktur pelindung pantai berupa revetmen dengan tinggi 6.00 meter, kemiringan 1:2, material penyusun blok beton segmental dengan tebal 0,35 meter, lapis pasir kasar dengan tebal 20 cm, dan filter berupa lapis geotekstil dengan bukaan O95 0,024 mm.
ANALISIS KOEFISIEN DEBIT MODEL ALAT UKUR CELAH SEGIEMPAT DI LABORATORIUM HIDROLIKA TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR Ginanjar, Bagus; Hariati, Feril
ASTONJADRO Vol. 4 No. 2 (2015): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v4i2.824

Abstract

Rumusan hidrolika sebagian besar merupakan rumusan empiris yang diperoleh dari hasil serangkaian pengujian di laboratorium. Untuk menambah wawasan pengetahuan mahasiswa terhadap ilmu hidrolika, laboratorium merancang bangun model saluran terbuka yang dilengkapi oleh alat ukur, salah satunya adalah alat ukur celah segiempat. Dengan persamaan Kindsvater-Carter, diperoleh nilai Cd 0.9729 Berdasarkan nilai penyimpangan baku hasil percobaan dengan dua metode pengukuran, nilai koefisien Cd yang digunakan adalah nilai hasil metode volumetrik.
STUDI KARAKTERISTIK ALIRAN PADA FLUME SALURAN TERBUKA DI LABORATORIUM TEKNIK SIPIL UIKA Dwi Astuti, Gita Yunianti; Hariati, Feril
ASTONJADRO Vol. 5 No. 1 (2016): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v5i1.831

Abstract

Karakteristik aliran dalam saluran terbuka secara umum dibedakan menjadi aliran sub kritis, kritis dan super kritis, berdasarkan parameter bilangan Froude yang dipengaruhi oleh kecepatan dan kedalaman aliran pada saluran terbuka. Model saluran terbuka di Laboratorium Teknis Sipil UIKABogor dilengkapi dengan fasilitas pengatur kemiringan untuk memodelkan karakteristik aliran berdasarkan kecepatan dan kedalamannya. Melalui serangkaian pengujian dengan mensimulasikan kemiringan saluran diperoleh karakteristik aliran air dalam model saluran terbuka. Hasil dari pengujian ini akan diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan praktikum hidrolika di Laboratorium Hidrolika Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Ibn Khaldun Bogor.
NILAI KERUGIAN BANGUNAN RUMAH TINGGAL AKIBAT BANJIR PASANG DI MUARA BARU (Studi kasus: Kelurahan Penjaringan, Kota Jakarta Utara) Farodhiyah, Siti Nurfatimatul; Chayati, Nurul; Hariati, feril
ASTONJADRO Vol. 5 No. 2 (2016): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v5i2.837

Abstract

Muara Baru merupakan salah satu sentra perikanan laut, kawasan industri, serta pemukiman warga. Setiap tahun kawasan ini mengalami peristiwa banjir pasang, yaitu banjir yang diakibatkan pasang tinggi yang disertai dengan gelombang tinggi. Selain itu, bila terjadi kenaikan debit sungai di bagian hulu, yang biasanya mengakibatkan banjir di wilayah Jakarta, dan bersamaan waktunya dengan pasang tinggi, maka banjir pada wilayah ini tidak dapat dihindari. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah membangun tanggul untuk menahan masuknya air dari laut serta pompa untuk memindahkan air dari Waduk Pluit ke laut. Tujuan penelitian ini melakukan penilaian terhadap kerugian fisik rumah tinggal di kawasan Muara Baru akibat banjir pasang, menghitung prosentase keruskan fisik tiap komponen bangunan terhadap biaya investasi pembangunan suatu rumah tinggal. Kerugian bangunan rumah akibat kenaikan muka air laut dapat ditinjau berdasarkan fungsi fisik bangunan rumah dan kerugian akibat hilangnya biaya investasi rumah. Kedua jenis kerugian ini selanjutnya dapat diakumulasikan terhadap kerugian total yang terjadi pada suatu kawasan tertentu. Kerugian biaya investasi yang terjadi dari hasil survei di Muara Baru adalah berkisar 18% sampai 91.5% dari total biaya rumah. Kerugian bangunan fisik berkisar antara 7.13% sampai dengan 34.19% dari fungsi fisik rumah secara utuh. Sedangkan dari nilai rata-rata kerugian fisik 11.23% untuk struktur, 2.00% untuk arsitektur, dan 6.72% untuk utulitas. Bahwa prosentase ini lebih banyak terjadi karena struktur
PERENCANAAN SISTEM PERPIPAAN AIR BERSIH KELURAHAN ABADI JAYA KECAMATAN SUKMAJAYA KOTA DEPOK Hasibuan, Agus Fahrudi; Hariati, Feril
ASTONJADRO Vol. 6 No. 2 (2017): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v6i2.2263

Abstract

Kebutuhan air bagi manusia selalu meningkat dari waktu ke waktu, bukan saja karena meningkatnya jumlah manusia yang memerlukan air tersebut, melainkan juga karena meningkatnya intensitas dan ragam dari kebutuhan akan air. Hal ini dikarenakan pertambahan jumlah penduduk akibat arus urbanisasi. Tercatat banyak penduduk Kota Depok pada tahun 2013 mencapai 1.962.160 jiwa, sedangkan pada tahun 2014 mencapai 2.033.508 jiwa. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh jumlah kebutuhan air bersih bagi  masyarakat dan memperoleh perencanaan jaringan pipa air bersih. Penelitian ini menggunakan metode pemodelan jaringan distribusi air dengan memasukan data primer yang berupa node, debit masuk/keluar dari reservoir,  panjang  pipa  dalam  sistem,  elevasi  node,  diameter  pipa,  dan  data-data  lain,  dan pengolahan data dengan program Aplikasi Epanet 2.0. Hasil penelitian menunjukan Jumlah penduduk 10 tahun kedepan mencapai 50.218 jiwa, dan untuk  proyeksi  kebutuhan  air  yaitu  kebutuhan  air  domestik,  non  domestik,  dan  kehilangan  air mencapai 17,196 liter/detik, kebutuhan air harian maksimum mencapai 19,775 liter/detik, kebutuhan air jam puncak mencapai 30,093 liter/detik. Perencanaan melalui software Epanet 2.0 dimulai dengan memasukan data input yang berupa background, Junction memiliki elevation yang berbeda-beda dan kebutuhan air 17,196, untuk  pipa memiliki panjang 100 m, berdiameter 500mm, dan nilai kekasaran 100, reservoir memiliki total head 95,sedangkan pompa memiliki curva yang memiliki flow 30,haed 20, tangki air memiliki kapasitas penampungan 5m3. Data yang keluar (output) dari software epanet 2.0 berupa demand, haed, pressure, flow, haedloss, friction factor, time hours, dan graph Selection.